Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Markus 5:28 Asal Ku Jamah JubahNYA

Renungan Markus 5:28 Asal Ku Jamah JubahNYA

Ayat Alkitab Markus 5:28

Judul Renungan; Asal Ku Jamah JubahNYA

Markus 5:28 (TB) Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh.”

Ini tentang pengharapan yang tepat kepada Pribadi yang tepat, Dia adalah Manusia yang berkuasa tetapi dipenuhi belas kasihan. Sebab inilah waktunya Yesus menunjukkan belas kasihan-Nya kepada manusia. Wanita ini sakit, ini sangat menyakitkan Alkitab mencatat bahwa ia selama 12 tahun mengalami pendarahan (Markus 5:26).

Kita dapat belajar tentang pengharapan di sini, kita dapat belajar tentang iman yang benar di sini, kita dapat melihat kuasa dari Allah ketika Ia berkenan melakukan mujizat. Dan saya mengajak anda untuk diam sejenak di dalam teks ini dan renungkanlah.

Kesakitan yang ia alami dan seketika sembuh, bagaimana sukacitanya, anda dapat merasakannya, tetapi lebih dari itu mari rasakan rasa sakit yang dialami Wanita itu, rasa sakit yang ia tahun selama dua belas tahun. Baca juga: Saat teduh hari ini 2022

Belum lagi konsekuensi yang ia rasakan melalui masyarakat yang menjauhinya karena penyakit tersebut. Ini mengerikan jika direnungkan, ini sangat menyakitkan. Jika anda tidak bisa menahannya, berhentilah untuk membayangkan rasa sakit yang Wanita itu alami.

Tetapi terpujilah TUHAH, Yesus datang ke sana, di daerah Wanita itu tinggal, Yesus tahu bahwa akan ada seseorang yang akan Ia selamatkan dari maut dan akhirnya sebuah harapan datang kepada Wanita itu. saya memikirkan apa yang dipikirkan Wanita itu, saya percaya akan datang keraguan kepada Wanita itu, ia tidak mungkin langsung percaya.

Dalam rasa sakit yang teramat sangat, belum lagi banyak dokter, dukun mungkin yang ia temui tetapi semuanya tidak ada hasil. Semua usaha yang ia lakukan tidak dapat menyembuhkannya dari penyakit yang sedang memakan tubuhnya. Yang ia pikirkan saat itu kapan ia akan mati, kapan penderitaan ini berlalu. Tetapi Wanita ini melihat harapan, ada Yesus yang kabarnya telah menyembuhkan banyak orang pada saat itu, ada nabi yang berkuasa.

Baca Juga: Renungan Refleksi diri

Ia pasti berdoa, Tuhan tolong aku, berikan aku kesempatan untuk disembuhkan oleh orang ini, lalu ia berjuang untuk mencapai Yesus dan dalam perjuangan itu ia berhasil menjamah jubah Yesus dan disembuhkan. 

Melalui cerita ini di mana Yesus mengalirkan kuasa-Nya melalui jubah-Nya. Saya membawa anda pada perenungan yang lebih tinggi yang bukan hanya sampai pada mujizat Wanita itu sembuh dari penyakitnya. Ada perenungan yang jauh lebih indah dari hanya sampai pada kesembuhan fisik Wanita ini. Mari kita mulai.

Renungan Markus 5:28 Asal Ku Jamah JubahNYA

1. Kita semua sakit

Tidak ada di antara kita yang dapat lari dari fakta bahwa kita sudah sakit sejak ada di dalam kandungan ibu kita, kita semua sekarat dan bukan hanya itu kita mati. Kita hidup namun mati, kita hidup namun diperbudak, kita hidup namun menderita yang sia-sia, kita bisa saja dalam kekayaan dan kemegahan dunia tetapi hidup di bawah kutuk.

Cerita tentang Wanita yang sedang sakit, ini adalah cerita kita tentang kedalaman diri, mungkin anda dan saya saat ini tidak sakit pendarahan seperti Wanita yang ada di dalam cerita. Tetapi penyakit dosa yang melekat pada diri kita, itu begitu nyata, ini membawa kita pada perasaan tidak nyaman, kosong, mudah bosan dan seringkali menjauh dari Tuhan.

Kita semua orang sakit, kita semua orang lemah yang menderita selama bertahun-tahun lamanya. Kita tanpa harapan, tanpa makna, sia-sia dan pada akhirnya kematian akan datang menjemput kita. Saya ingin anda frustrasi ketika membaca tulisan ini, untuk melihat diri anda, betapa kita tidak berdaya dalam dosa kita, kita bisa saja berkata semua akan baik-baik saja. 

Tetapi fakta nya ke dalaman diri kita akan berkata, bahwa kita binasa, kita binasa dan ada yang salah dengan dunia di mana kita tinggal, ada yang salah dengan diri kita, ada yang kita cari. Ada kemuliaan yang untuk itu kita diciptakan. Kemuliaan itu bukan berasal dari dunia, pekerjaan, jodoh, keluarga, cinta sesama, cinta pada benda dan kekuasaan.

Kita ingin kemuliaan itu, di sisi lain kita mati, di sisi lain kita semakin tersesat, di sisi lain kita semakin binasa, di sisi lain kita lemah dan putus asa. Sampai akhirnya cahaya Injil datang, nama Yesus terdengar oleh kita, tetapi tidak selalu kita benar-benar memperhatikannya.

Banyak orang Kristen yang sudah bertahun-tahun ke gereja, tetapi tidak mengenal Yesus, tidak memiliki hubungan dengan Yesus, mengapa semua itu terjadi. Karena mereka fokus pada pendarahan dosa mereka, mereka mencari kesembuhan pada apa yang dunia janjikan. 

Yesus tentang gereja, tentang pendarahan dosaku itu aku yang menanggungnya sebab aku ingin menikmatinya. Begitulah pendosa, ia terbiasa dengan rasa sakit pendarahan yang ia alami. Saudaraku, kitalah Wanita itu, kitalah yang sedang kesakitan, kitalah budak dari pendarahan, kitalah yang sekarang membutuhkan pengharapan.

2. Pengharapan itu datang

Saya teramat percaya, Yesus datang ke suatu tempat pasti dengan tujuan, Ia tahu adanya orang-orang berdosa yang akan Yesus pulihkan, Yesus tolong, Yesus sembuhkan dan Yesus jadikan murid-Nya. Inilah Injil pengharapan itu datang, tujuan hidup itu adalah Pribadi yang hidup dan berkuasa, Dialah Tuhan pencipta langit dan bumi.

Ketika perempuan itu menjamah jubah Yesus, kuasa itu mengalir dan menyembuhkan. Wanita itu sembuh. Saya percaya jika anda sakit hari ini, jika Yesus berkehendak menyembuhkan anda akan Ia lakukan. 

Tetapi, jika Ia tidak menyembuhkan anda, janganlah iman anda goyah, janganlah iman anda terlalu dangkal dengan mempercayai Yesus hanya sekedar pembuat mujizat tentang kesembuhan jasmani. Karena iman Kristen bukan tentang kesembuhan jasmani, bukan tentang kehidupan yang akan selalu menerima keajaiban sesuai keinginan kita yang berdosa.

Mari bersama saya kita merenungkan, kesembuhan yang lebih besar ketika anda dan saya percaya Yesus, yaitu kesembuhan kita dari penyakit dosa. Ini jauh lebih penting, saya tidak peduli dengan penyakit anda, yang saya pedulikan adalah anda pendosa yang binasa, jika hari ini anda di luar Yesus anda mati akan binasa, maka percayalah kepada Dia bukan hanya sebagai penyembuh jasmani, karena hal itu tidak selalu Ia lakukan.

Yesus akan dengan senang menyembuhkan kita dari dosa, kuasa yang mengalir dari jubah-Nya hanya Sebagian kecil dari kuasa yang sesungguhnya. Kuasa yang sejati telah Yesus alirkan secara sempurna melalui kayu salib kepada orang-orang berdosa, sehingga kita yang mati dalam dosa, kini hidup dalam pengharapan dan dijadikan baru untuk hidup bagi kemuliaan Allah yang sejati dan dinikmati. 

Inilah kesembuhan yang seharusnya membuat iman kita bertumbuh, kokoh dan tidak goyah, yaitu Injil tentang berita salib Yesus Kristus, kuasa yang secara sempurna dialirkan kepada manusia sehingga manusia dibenarkan, dikuduskan, dibebaskan dari pendarahan dosa, dari perbudakan yang mematikan. Dan hidup bagi Allah.

Injil adalah cerita yang kaya, di mana bukanlah cerita yang berpusat pada keinginan manusia yang sangat rendah dan sia-sia. 

Injil berpusat pada keinginan Tuhan atas manusia, yaitu keselamatan jiwa manusia, meskipun anda sakit di dunia dan sangat menderita. Ketika anda di dalam Yesus, saya tidak berduka karena sakit anda, saya bersukacita karena jiwa anda yang kekal aman dalam Tuhan biarkanlah daging itu menderita, karena bukan hanya anda yang mengalaminya. 

Saya pun tidak tahu akan mengalaminya kapan, kita hanya menunggu giliran. Tetapi sekali lagi Injil memberitahukan bahwa kita aman dalam Yesus dan kuasa maut tidak lagi berkuasa atas kita. 

1 Korintus 7:20 (TB) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 

Utang dosa telah Kristus selesaikan di atas kayu salib, inilah pusat dari semua cerita mujizat, mujizat hanya bagian kecil yang jika kita tidak mengalaminya bukanlah masalah. Karena itu bukan tujuan Kekristenan, karena tujuan kita adalah Pribadi Kristus yang telah membayar lunas utang dosa kita.

Kita dipanggil bukan untuk diselamatkan lalu semakin cinta pada dosa, justru kita benci dosa, benci kenajisan dan hidup yang tidak saleh dan kudus. Kita dipanggil untuk memuliakan Tuhan melalui pekerjaan kita, keluarga kita dan apa pun yang kita kerjakan dan semakin cinta pada Yesus melalui Alkitab yang kita pelajari setiap hari.

Markus 10:45 (TB) Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Markus 2:17 (TB) Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Panggilan pertobatan

Asal ku padang saja salib-Nya, maka aku diampuni penyakit pendarahan dosa ku disembuhkan. Asal ku bertobat mengakui dosaku dan berduka atasnya dan meminta pertolongan dari Tuhan maka akan selalu ada pengampunan (1 Yohanes 1:9). Injil adalah panggilan untuk kita kembali kepada TUHAN, agar kita bertobat dari dosa, kita membenci dosa dan hidup untuk mengasihi Yesus.

Baca Juga: Kumpulan renungan refleksi Kristen

Marilah untuk anda yang tidak percaya Yesus dan membaca tulisan ini, tidak ada keselamatan dalam perjuangan anda. Hanya ketika anda menjadi milik Yesus maka anda akan menemukan kasih karunia dan ketenangan yang sejati.

Orang Kristen harus bertobat, orang yang ke gereja harus bertobat, para hamba Tuhan kita harus bertobat setiap saat. Semua orang percaya harus terus berdoa mengijinkan Roh Kudus menyelidiki hati dan memperlihatkan pendarahan dosa di dalam diri dan biarlah kuasa Yesus yang mengalir dari kayu salib terus menyembuhkan kita, sebab melalui salib lah pengharapan Kekristenan kita, pusat dari iman yang sejati dan terus bertumbuh. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Markus 5:28 Asal Ku Jamah JubahNYA"