Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian Obaja 1:11 (Charles H. Spurgeon)

Engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu. Obaja 1:11

Persaudaraan yang baik dari Edom dan Israel terjadi pada waktu saling membutuhkan, tetapi sebaliknya, orang-orang Esau bekerja sama dengan musuh-musuh Israel. Penekanan khusus pada ayat ini terletak pada kata "engkau"; sama seperti Caesar berteriak kepada Brutus. “dan engkau, Brutus” [Shakespeare]; sebuah tindakan buruk bisa menjadi jauh lebih buruk kalau kita menyimak orang yang melakukannya. 

Ketika kita, yang adalah pilihan kesukaan Surga, berdosa, kita berdosa dengan sebuah penekanan; dosa kita adalah pelanggaran yang mengerikan, sebab kita membiarkan diri kita menikmati dosa. 

Jika malaikat harus meletakkan tangannya di atas kita ketika kita sedang melakukan kejahatan, dia tidak perlu menggunakan teguran lain selain bertanya, “apakah engkau ini? Apa yang engkau kerjakan di sini?” (1 Raj 1:13) Setelah banyak diampuni, banyak dibebaskan, banyak diajarkan, banyak diperkaya, banyak diberkati, beranikah kita untuk meletakkan tangan kita pada kejahatan? Amit-amit! Beberapa menit pengakuan kita mungkin akan bermanfaat bagi engkau, pembaca yang baik, pagi ini, saat ini. 

Tidak pernahkah engkau berlaku seperti orang fasik? Pada sebuah pesta malam beberapa orang tertawa pada kenajisan, namun lelucon itu sama sekali tidak menyakitkan telingamu, sebab engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu (Obaja 1:11). 

Ketika hal-hal yang sulit mengenai jalan Allah dibicarakan, engkau malah diam dan malu-malu; dengan demikian, bagi yang melihat, engkau seperti salah satu dari mereka. Ketika orang-orang duniawi berdagang di pasar, dan menggerakkan tawar-menawar yang sengit, apakah engkau tidak seperti salah satu dari mereka? 

Ketika mereka mengejar kesia-siaan dengan kaki pemburu, apakah engkau tidak rakus akan keuntungan seperti mereka? Bisakah terlihat perbedaan antara engkau dan mereka? Adakah perbedaan? Di sini kita terpojok. 

Jujurlah terhadap jiwamu sendiri, dan pastikan bahwa engkau adalah ciptaan baru di dalam Kristus Yesus; tetapi ketika hal ini sudah pasti, berjalanlah dengan waspada, jangan sampai ada orang yang dapat mengatakan, “engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu” (Obaja 1:11). 

Engkau tidak akan ingin ambil bagian dalam kematian kekal mereka, lalu mengapa di sini engkau menjadi seperti mereka? Jangan datang ke dalam rahasia mereka, jangan sampai engkau datang ke dalam kehancuran mereka. Berpihaklah kepada orang-orang yang menderita bagi Allah, bukan kepada dunia.

Melarikan Diri Dari Kematian dan Sebagai Pancaran Injil

Hanya kepada salib Kristus, di mana Anda dan saya dapat benar-benar mendapatkan keamanan sejati. kita adalah orang-orang lemah tidak berdaya, kita diangkat dari lumpur dosa kebinasaan. Untuk masuk ke dalam kemuliaan, janganlah kita kembali ke dalam kebinasaan kekal itu lagi dengan hidup bersukacita mengencap dosa.

Kita harus selalu waspada, kita harus selalu melihat hati dan pikiran kita dan mengoreksinya dengan berpusat pada Firman TUHAN. Untuk setiap hari semakin membenci kefasikan diri sendiri yang penuh kemunafikan. Kita harus turun ke dalam kehidupan yang benar-benar baru dan penuh dengan kekudusan dan kesucian yang Kristus telah berikan kepada kita hari ini ketika kita bertobat.

Saudaraku, saya yang menulis perenungan ini, juga pendosa seperti anda, kita sama-sama orang lemah tidak berdaya. Tetapi marilah kita benar-benar mengerti dan bertanya-tanya tentang kehidupan baru yang saat ini kita jalani. Apakah kita benar-benar membenci setiap dosa kita, apakah kita benar-benar berjuang untuk semakin mengasihi Firman dan melihat setiap kata dan tulisan di dalamnya sangat berharga.

Marilah kita hidup sebagai seseorang yang dilihat oleh sekitar kita sebagai seseorang yang benar-benar mengasihi Kristus. Kita adalah pancaran cahaya Injil bagi sekitar kita, kita adalah orang-orang kudus dari Allah yang telah mengecap kasih karunia yang melimpah melalui salib itu kita tahu kita pendosa tetapi dikasihi untuk melakukan pekerjaan yang baik berdasarkan kehendak Allah, di mana Firman yang menjadi pelita kaki kita dan Roh Kudus yang tidak pernah berhenti mengkhotbahkan Kristus kepada kita.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Renungan karya Charles H. Spurgeon ini, telah menjadi kutipan wajib oleh penulis selaku pembaca, hasil refleksi pribadi pelajaran-pelajaran rohani yang menguatkan dan memperkenalkan kepada Allah yang sejati. (Melarikan Diri Dari Kematian dan Sebagai Pancaran Injil)

Posting Komentar untuk "Renungan Harian Obaja 1:11 (Charles H. Spurgeon)"