Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian Kolose 3:4 (Charles H. Spurgeon)

Renungan Harian Kolose 3:4 (Charles H. Spurgeon)

Kristus, yang adalah hidup kita. (Kolose 3:4)

Ekspresi kaya yang menakjubkan dari Paulus menunjukkan, bahwa Kristus adalah sumber hidup kita. "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu" (Efesus 2:1). 

Suara yang sama itu yang membawa Lazarus keluar dari kubur membangkitkan kita kepada pembaruan hidup. Dia sekarang adalah substansi kehidupan rohani kita. 

Dari hidup-Nyalah kita hidup; Dia di dalam kita, harapan bagi kemuliaan, sumber perbuatan kita, pikiran inti yang menggerakkan segala pikiran yang lain. 

Kristus adalah sumber nafkah hidup kita. Apa yang orang Kristen bisa makan selain daging dan darah Yesus? "Inilah roti yang turun dari sorga; barangsiapa makan dari padanya ia tidak akan mati" (Yohanes 6:50.) 

O musafir yang lelah dalam gurun dosa ini, Engkau tak akan pernah mendapat sepotong kecil apapun makanan yang dapat memuaskan kelaparan roh-mu, kecuali Engkau temukan itu di dalam Dia! Kristus adalah penghiburan hidup kita. 

Semua kebahagiaan sejati kita datang dari Dia; dan dalam masa-masa yang sulit, kehadiran-Nya adalah pelipur lara kita. Tidak ada hal yang baginya layak kita berikan hidup kita kecuali Dia, dan kasih setia-Nya lebih baik daripada hidup! (Mazmur 63:3

Kristus adalah tujuan hidup kita. Sebagaimana cepatnya kapal laut menuju pelabuhan, begitu juga orang percaya bergegas menuju perlindungan dalam pelukan Sang Juruselamat. 

Sebagaimana terbangnya panah melesat menuju sasarannya, begitu juga orang Kristen terbang menuju persekutuan bersama Yesus Kristus. 

Sebagaimana tentara bertempur bagi pemimpinnya, dan dimahkotai dalam kemenangan pemimpinnya, begitu juga orang percaya berjuang bagi Kristus, dan memperoleh kemenangannya dari kemenangan Tuannya. "Bagi dia [Paulus], hidup adalah Kristus" (Filipi 1:21). 

Kristus adalah teladan hidup kita. Di mana ada hidup yang sama di dalam, maka akan ada, pasti ada, dalam lingkup yang besar, pengembangan yang sama di luar; dan jika kita hidup bersekutu dekat dengan Tuhan Yesus, kita akan bertumbuh serupa dengan Dia. 

Kita mesti menempatkan Dia di depan kita sebagai tiruan Ilahi kita, dan kita mesti mencari untuk mengikuti jejak kaki-Nya sampai Dia menjadi mahkota kehidupan kita dalam kemuliaan. Oh! Betapa sentosa, betapa terhormat, betapa bahagianya hidup seorang Kristen, karena Kristus adalah hidup kita.

Melekatlah Pada Kristus!

Kata-kata yang hari-hari ini saya renungkan tentang Injil, “janganlah abaikan ini, yaitu Injil.” “Kenakanlah ini, yaitu Injil.” Biarlah Injil menjadi perhiasan megah bagi kehidupan Anda dan saya. Kita akan mati dan masuk lebih dalam lagi, bersama keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup ketika Injil tidak menjadi pondasi hidup (1 Yohanes 2:16-17, Roma 8:3). Ketika Injil Yesus Kristus tidak berada di pusat cara berpikir kita.

Hari-hari bukan hanya sulit, kita orang percaya ketika tidak menyadari betapa berdosanya kita, betapa kita mati tanpa Kristus dan kita manusia sesat berdasarkan pola pikir kita. Maka kita akan benar-benar disesatkan. Iblis bekerja keras menyesatkan kita, dia selalu membawa kita berpikir bahwa kita baik-baik saja tanpa merenungkan Kristus.

Ketika setan bekerja keras untuk menyesatkan kita, baiklah kita berdoa dengan sungguh-sungguh agar kasih karunia Allah bekerja di dalam hati kita. Marilah rasa percaya kita kepada Kristus sebagai Tuhan disertai dengan ketaatan penuh pada pimpinan-Nya. Kita mengenal Yesus melalui Alkitab kita, melalui firman yang dilhamkan Allah inilah kita didik untuk mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya (2 Timotius 3:16).

Sehingga melekat kepada Yesus, yang saya renungkan dan bagikan melalui tulisan kali ini. Adalah hati dan pikiran kita dipenuhi oleh ayat-ayat Alkitab. Sehingga ketika akan berdosa, ketika bernafsu untuk mendapatkan apa pun, ketika marah, frustasi dan di titik paling rendah dalam hidup karena penderitaan dunia ini benar adanya dan nyata. Tuhan tetap menjadi pusat hidup. 

Kita dapat melihat betapa keindahan Yesus Kristus yang disalibkan, kita tetap dengan penuh sukacita keyakinan dan penyerahan diri. Memuji Dia dan hidup untuk melakukan kehendak-Nya atas hidup kita yang sangat sementara hari ini. Amin.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Renungan karya Charles H. Spurgeon ini, telah menjadi kutipan wajib oleh penulis selaku pembaca, hasil refleksi pribadi pelajaran-pelajaran rohani yang menguatkan dan memperkenalkan kepada Allah yang sejati. (Melekatlah Pada Yesus!)

Posting Komentar untuk " Renungan Harian Kolose 3:4 (Charles H. Spurgeon)"