Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Pagi Keluarga Kristen

Renungan Pagi Keluarga Kristen

Selamat pagi keluarga di dalam Kristus. Anda dapat berkunjung ke blog ini setiap hari. Untuk dapatkan renungan-renungan yang berpusat pada Injil. 2 Renungan singkat berikut, kiranya memberikan kepada Anda pengertian beserta dengan keluarga Anda, untuk hidup semakin mengasihi dan menginginkan Yesus saja setiap hari.

1. Hidup dalam Tuhan Mencintai Injil, Menikmati Yesus, dan Memuliakan Allah

"Ketika manusia berdosa mati secara rohani dibangkitkan melihat kemuliaan Allah."

Mazmur 1:2-3 (TB2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Hidup dalam Injil, sadarilah bahwa dosa jauh lebih menakutkan, dari yang kita bayangkan. Pikiran kita sering kali menggiring kita bahwa kita ini adalah orang baik dan pantas untuk dikasihi oleh Allah.  Ay. 1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” dari Mazmur ini memberitahukan kepada kita bahwa jalan satu-satunya untuk bahagia adalah tidak berdosa.

Tetapi Alkitab menegaskan, kepada kita bahwa kita adalah orang berdosa. Bahkan berdosa sejak dalam kandungan ibu kita. Dosa memberikan kebahagiaan sehingga kita mencintai dosa.  Dosa memiliki arti tidak tepat sasaran, salah satu sasaran Allah yaitu, agar kita bahagia. Berarti saat kita dapat menikmati dosa dan hidup dalamnya kita mengatakan, “dosa adalah sesuatu yang memberikan kebahagiaan,” rencana Allah sudah tergenapi. 

Sasaran yang dimaksud adalah bahagia dengan cara Allah bahagia dengan memuliakan Allah. Bukan pemberontakan dan menjadi keji dalam kesesatan yang kita kerjakan. Definisi dosa secara lengkap adalah tidak tepat sasaran, karena telah memberontak terhadap Allah melakukan segala sesuatu bukan lagi berdasarkan Allah. Tetapi berdasarkan diri sendiri yang mendapatkan pengajaran dari bapa dusta yaitu setan.
 
Manusia mencari kebahagiaan berdasarkan maunya sendiri di tempat yang salah dengan cara lebih memuliakan ciptaan yang sebenarnya lebih rendah darinya. Berarti dosa adalah penyembahan berhala. Memuliakan hal lain selain Allah sejati untuk kebahagiaan. 

Kita adalah orang fasik, kita adalah manusia berdosa, sering kita menginginkan sesuatu ciptaan lebih dari menginginkan Allah yang berkehendak. Kita berpikir bahwa hal itu membuat kita bahagia. Contohnya: anak muda mereka berpacaran agar mereka bahagia dan mereka memuliakan pacar mereka. 

Para pendeta menginginkan gedung gereja yang megah dia berpikir apabila gerejanya megah dia lebih bahagia dan ia memuliakan gedung gereja yang megah. Para pelayan, melayani agar bahagia, dihormati, dan diberkati sehingga mereka memuliakan diri mereka sendiri. 

Para pejabat, berpikir apabila jabatan mereka naik mereka akan bahagia dan mereka memuliakan jabatan tinggi. Kecenderungan anda dan saya sering berpikir bahkan berjuang kalau kita mempuyai uang yang banyak, jabatan, dan wanita atau lelaki kita akan bahagia, akhirnya kita memuliakan semua hal yang di dunia yang kita anggap itu memberikan kebahagiaan. Inilah penyembahan berhala modern.

Segala sesuatu yang anda lakukan, berpusat pada diri sendiri agar anda bahagia dan mulia, inilah penyembahan berhala dan ini sangat memperbudak dan anda sedang berjalan menuju kebinasaan kekal, terpisah dari Allah selamanya.

Ay. 2, “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." Dalam terjemahan (FAYH). Melainkan yang bersukacita dalam mengerjakan segala sesuatu yang dikehendaki Allah dari mereka dan yang siang malam merenungkan hukum-hukum-Nya. 

Ayat 2 menjelaskan kepada kita dan kita tahu sekarang bahwa untuk bahagia yang seperti Allah mau adalah mencintai Alkitab merenungkan siang dan malam. Mengerjakan kehendak Allah, kehendak Allah, kita harus memuridkan, mengabarkan Injil. 

Kita telah tahu, lalu saya mengajak anda merenungkan ayat ini mari kita berkomitmen dan lakukan tepat seperti di ayat 2. Ya, sekarang kita tahu kunci bahagia sejati. 

Tunggu dulu mari kita berpikir apakah kita mampu apabila kita kembali ke ayat 1 dan hal itu menjelaskan kecenderungan kita adalah melakukan kehendak kita sendiri. Lalu kita berkomitmen untuk melakukan kehendak Allah. 

Apakah kita mampu dan mau? Saya yakin anda yang membaca renungan ini, memiliki dua respon pertama, dengan semangat ya, saya mau dan pasti mampu. Kekuatan berpikir positif. Respon yang bagus, lalu sampai kapan mau melakukannya? Apakah motivasi anda hanya agar anda bahagia? Ya, berarti anda berdosa dan anda terjebak dalam legalistik. Hal ini musuh Injil.

Respon kedua, saya tidak akan mampu sebab saya mempunyai kehendak sendiri. Saya bahagia dengan diri saya sendiri saya akan melakukan banyak hal dan saya yakin Allah menyukainya dan mengasihi saya. Saya tidak akan berbuat jahat dan saya akan bahagia tanpa melakukan apa yang Allah mau. 

Kedua jenis respon ini yang akan muncul, tetapi mari kita lanjutkan membaca. Saya harap saat anda melanjutkan membaca renungan ini, anda memiliki respon ketiga dan saya berdoa kiranya Allah yang kaya hikmat berkenan melalui renungan ini mengubahkan, apa yang salah selama ini dalam iman Kekristenan anda.

Tuarat adalah aturan yang Allah buat untuk bangsa Israel dan setiap orang yang bukan Yahudi memiliki Tauratnya masing-masing dalam hati. Kita butuh contoh, bukan hanya contoh biasa tetapi bagaimana kalau contoh itu berkuasa? 

Dia sempurna dan Ia tidak hanya memberikan aturan, bahwa Dialah aturan itu dan Taurat itu sendiri. Kita telah sadar bahwa kita tidak benar dan tidak akan mampu, tidak akan pernah mampu melakukan Taurat. Ada Injil kabar baik untuk anda dan saya, hal ini begitu membahagiakan kabar baik ya, kabar baik. Apa anda siap mendengarnya.

Kebenaran Hukum Taurat Allah, telah tinggal dalam kita. tetapi mari kita lihat begitu mengerikannya ketidakbenaran kita dan efek dari dosa. Ay. 4, “Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin." Ya, kabar buruknya kita semua yang menyukai kehendak sendiri, dan melakukan Taurat dengan kekuatan sendiri untuk bahagia seperti sekam, begitu mudah musnah dan hal ini gambaran dari murka Allah bahwa kita akan masuk api siksaan terpisah dari kemuliaan Allah sampai selama-lamanya.

Kabar baiknya untuk kita, Allah mengasihi kita tidak setengah-setengah tetapi secara utuh. Melainkan yang bersukacita dalam mengerjakan segala sesuatu yang dikehendaki Allah dari mereka dan yang siang malam merenungkan hukum-hukum-Nya. Taurat Tuhan paradoks-Nya adalah Yesus. Dia sudah selesai dan secara sempurna melakukan semua hukum Allah selama Ia di dunia, Dialah contoh kita secara nyata dapat kita baca dalam Alkitab atau Injil. 

Alkitab menyatakan Dia bukan hanya teladan Dialah penebus kita, Dia sebagai manusia rela menderita, menjadi hamba kita, hamba Allah yang sempurna, itu semua untuk menyelamatkan kita, agar kita tidak menjadi sekam, sebab Dia telah menjadi sekam, Yesus ditimpakan cawan murka Allah, Ia terpisah dari Allah hal ini begitu menyakitkan.

Dia terpisah dari Allah. Sebab semua dosa kita ditanggungkan kepada Yesus, semua kesalahan kita. Itu mengapa malam sebelum Yesus disalibkan Dia begitu ketakutan dan merasakan mau mati rasanya. Dia berdoa kalau bisa cawan itu lalu dari-Nya, cawan berbicara tentang murka kemarahan Allah. Yesus menjadi sekam menggantikan kita, Taurat Tuhan itu menjadi sekam. Inilah Injil kabar baiknya, Yesus mati dan bangkit menang melawan maut. Ia telah naik ke Sorga menyediakan tempat bagi kita.

Inilah Kebenaran Taurat yang telah ada dalam diri kita, Kebenaran Kristus membenarkan kita sehingga yang Allah lihat adalah Kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita. Sebab tidak ada kebenaran dalam diri alami kita.
Efesus 1:7-8 (TB) 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan,  yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
Di dalam Yesus kita telah beroleh penebusan, maka ada undangan untuk anda bertobat. Dari kesalahan dan merasa betapa anda adalah manusia yang layak menerima semua hal yang anda dapat nikmati. Bertobat untuk tidak lagi mencari kebahagiaan di luar Yesus, ketika anda benar-benar menyadari betapa indah-Nya Yesus jauh lebih indah dari segala dosa dan usaha anda untuk mencari kebahagiaan anda akan dengan rasa Syukur akan memuliakan Allah. 

Kita diciptakan untuk memuliakan Allah, kita telah memberontak, dan kita ditebus. Penebusan itu untuk kemuliaan Allah. Sehingga Yesus menolong menuntun kita pada rencana awal Allah, kebahagiaan dalam kemuliaan Allah kebutuhan terbesar jiwa kita adalah memuliakan Allah itu sudah Allah rancang, jadi ketika kita tidak menemukan hal untuk dimuliakan kita akan terus mencari dan memuliakan hal yang salah.

Kecintaan pada Taurat Tuhan, Sebab Taurat itu ada dalam kita, hiduplah berpenyerahan pada Ketuhanan Kristus Dialah yang akan memberikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan ketika kita melayani Dia, memberikan hidup pada Yesus, kita akan memuridkan memberi hidup pada orang lain. 

Kesadaran bahwa, dunia setiap pribadi membutuhkan kasih Yesus maka kita akan memuridkan, “Jadikan semua bangsa muridku” pengikut Yesus secara radical, mencintai Yesus sepenuh hati, dan sadar kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang Ia persiapkan sebelumnya.

Ini kabar baik pada kita, pencinta Taurat Tuhan

Mazmur 1:3, 6 (TB) 3 Ia seperti pohon,  yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Sebab, TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik akan binasa. Karena diketahui Tuhan akan jalan orang yang benar itu, tetapi jalan orang fasik akan binasa adanya.
Jadi respon ketiga bukan tentang kita mampu mematuhi Hukum atau kita tidak mampu mematuhi hukum, bukan tentang kita. Melainkan kita percaya Yesus sudah mampu melakukan Hukum Taurat, mencintai Taurat secara sempurna Dialah Taurat itu. Dia sudah menebus kita. Dia satu-satunya manusia yang benar dan Ia adalah Allah sejati. 

Dia mau memberikan kebenaran-Nya, kesempurnaan-Nya untuk berdiam dalam kita orang percaya. Sehingga kita dimampukan menjadi baik, seperti pohon di tepi aliran air (Yesus Air Hidup) menghasilkan buah. Kiranya ini menjadi respon kita bukan tentang kemuliaan kita tapi tentang Allah harus dimuliakan oleh kita, inilah kebutuhan terbesar umat manusia.

Doa saya kiranya Allah selalu menyatakan Injil-Nya dan menolong membimbing anda untuk mengetahui rencana Allah, kiranya pengalaman dengan Allah terjadi dalam hidup anda, anda adanya sukacita pertobatan sejati dalam Allah. Amin.

2. Bertindak Bijaksana Sehingga Beribadah Kepada Tuhan 

Menikmati Allah

Ketika diselamatkan, tujuan utama manusia menikmati Allah itulah kebijaksanaan sejati. Pada Mamur 2, Daud memulai dengan ciri manusia yaitu penguasa dirinya sendiri, raja atas dirinya sendiri, “mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:” Kita semua, Anda dan saya adalah dan sangat suka menjadi raja atas diri sendiri.
 
Kebebasan penuh, inilah yang kita suka melakukan segala sesuatu tanpa dikekang dan kitalah bos atas diri kita. Kita semua sudah berdosa terhadap Allah, melenceng dari apa yang baik menurut Allah. Kita melakukan hal baik menurut hati kita masing-masing. 

Sering kita merasa hal yang baik itu adalah rencana Allah atas hidup kita sehingga kita dengan bangga bahwa kita telah berhasil menyenangkan Allah. Begitu dalamnya kesalahan manusia, kita diciptakan untuk memuliakan Allah, tetapi sekarang kita lebih suka memuji, memuliakan diri kita sendiri bahkan ciptaan yang adalah benda dan hewan.

Semua hal yang kita lakukan berbuahkan sukacita sementara sia-sia, merusak, menimbulkan permusuhan, kematian diri sendiri dan orang lain, kutuk seumur hidup, ketidaktenangan. Kehancuran lingkungan, sampah dimana-mana, kebakaran hutan, banjir, hutan gundul, kepunahan flora dan fauna. 

Perang dan kematian, penyakit untuk diri sendiri dari makanan dan perampokan, pemerkosaan, kejahatan demi kejahatan terlihat maupun dalam hati. Koruptor, kesombongan, pembunuhan saudara kandung, ayah ibu anak saling membenci dan membunuh. Semua hal diatas terjadi dimana-mana.
Semuanya berasal dari bahwa saya adalah raja untuk diri saya dan melawan Tuhan, apa yang baik menurut saya? Hal itu yang akan saya lakukan. Ada kuasa sih jahat iblis bapa dusta yang setiap hari berdusta kepada umat manusia. Sadarilah kekristenan butuh Kristus.
 Mazmur 2:4-7 (TB4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. 5Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Murka Allah memang mengejutkan jagat dunia ini, dalam keseluruhan Perjanjian Lama. Allah membuang umat pilihan-Nya beberapa kali karena Ia murka, Ia tidak segan-segan mencabut nyawa para pemberontak. Saya yakin sifat Allah ini sampai sekarang masih Ia tunjukkan untuk kemuliaan-Nya, terdengar sadis memang, dan tidak berbelas kasih. 

Ia pencipta, Allah berkuasa. Dikatakan, “Tuhan mengolok-olok mereka.” Mereka di sini apabila kita mau jujur dan menyelami hati kita dan mengakui, “mereka” adalah kita pemberontak suka berdosa. Kita begitu menikmati dosa kalau bisa kita terus berbuat dosa tanpa ada hukuman.

Mari kita perhatikan ay. 6-7, "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Murka dan kemarahan Allah bukanlah seutuh-Nya kesempurnaan sifat Ilahi yang berkuasa. Ia adalah Allah yang pengasih panjang sabar. Kabar baiknya Dia melantik raja-Nya, ini mengacu pada Yesus, Allah yang beranugerah. 

Yesus  yang akan menceritakan ketetapan Allah secara sempurna, menyenangkan dan mempuyai hubungan yang intim dengan Allah. Dia bukan hanya menjadi teladan bagi kita Ia adalah penebus kita. melayakkan kita untuk bisa beribadah menyembah Allah yang sejati bukan berhala atau diri kita sendiri menjadi pusat hidup kita tetapi Yesus sebagai pusat, hidup kita adalah Kristus yang di dalam kita (Galatia 2:20).

Perjanjian Lama, para Imam bertugas untuk mempersembahkan korban penebus salah bangsa Israel, mereka bertugas menyembelih korban bakaran untuk mencurahkan darah. Hal ini adalah gambaran dari yang akan datang kesempurnaan korban penebus dosa. Digenapi dalam Yesus Raja yang Allah lantik Dia bukan hanya memcurahkan darah-Nya yang kudus. Dia adalah Imam besar Allah. 
Ibrani 5:5-6 (TB) 5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", 6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.
Yesus, segala sesuatu dalam kehidupan orang percaya kini semuanya tentang Yesus. Yesus yang harus diinginkan. Yesus, sebagai pribadi yang begitu cinta kita apa adanya. Yesus fokus utama makna hidup kita, apa yang harus kita lakukan? Kini sesuai dengan definisi Yesus. Dengan darah yang mahal untuk kita Yesus sudah melayakkan kita di hadapan Allah. Murka Allah telah ditimpakan pada Yesus, Yesus menggantikan kita, Dia tidak berdosa menjadi dosa karena kita (Ibrani 5:7-10).

“Sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,” Pokok keselamatan abadi bagi kita yang taat, ketaatan kita bukan karena kita hebat atau bijaksana. Semata-mata karena anugerah Allah memampukan kita untuk taat kepada-Nya. Sehingga perjuangan kita yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin oleh karena Allah mengaruniakan kekuatan baru, kita adalah ciptaan baru.

Pada akhirnya segala kemuliaan bagi Allah, kita ditebus untuk memuji menyembah Dia memuliakan dia selama-lamanya.  Mazmur 2:11-12 (TB11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya. 

Siapapun anda yang membaca renungan ini, saya berdoa agar Anda semakin mengenal Yesus dan menginginkan Dia sebab Pribadi-Nyalah kebutuhan terbesar umat manusia dan anda sangat berbahagia apabila anda memiliki Yesus. AMIN.

3. Semua yang berlindung pada TUHAN pasti bersukacita 

Ketika perlindungan yang benar hanya manusia temui dari Tuhan.

Sebelum kita masuk pada ayat-ayat Mazmur. Saya ingin berbagi tulisan dari buku yang saya baca dan ini nasehat yang sangat menguatkan. Selain berpusat pada Injil nasehat ini juga, kehidupan praktis Kekristenan sejati.

Untuk mempertahankan dan mengembangkan hidup berserah kepada Allah, butuh rencana hidup yang menyeluruh, mencakup berbagai praktik khusus yang menjaga batin seseorang. Praktik-praktik tersebut adalah disiplin-disiplin yang umum bagi kehidupan rohani.

Ini butuh waktu, orang-orang yang memutuskan untuk mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa, pikiran dan kekuatan adalah mempraktikannya secara teratur sehingga itu bisa dilakukan. Pelajaran, pengalaman, dan bimbingan dari Roh Kudus. Ini semua bisa dilakukan, dan ketika dilakukan, hidup akan menjadi lebih mudah, indah dan kuat.

Misi dan pelayanan tidak lagi menjadi beban, meski cukup menantang dan sulit. Apalagi kuk dan beban dari Allah itu bisa ditanggung dan ada ketenangan dalam jiwa. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. " Matius 11:29-30.

 

Dallas Willard

The Great Omission

Mazmur 5:10-11 (TB) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur  ternganga, lidah mereka merayu-rayu. Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka  karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau. 
Selama beberapa minggu ini saya membaca dan merenungkan kitab Mazmur dari kacamata Injil. Saya mendapatkan dua poin penting dari setiap pasal yang saya renungkan dan ayat demi ayat. Pertama, Mazmur menyatakan dua jenis sifat manusia dan sifat alami kita manusia adalah fasik sifat kedua adalah sifat manusia yang cinta Allah. Daud menggambarkan sifat itu sangat indah. Dan manusia sejati yang sangat mencintai Allah adalah Tunas Daud yang digenapi dalam Yesus.

Pelajaran penting yang ke dua adalah ada dua hal permohonan kita kepada Allah. Yaitu permohonan yang tidak mendesak, permohonan ini adalah kita, doa-doa alami kita yang dangkal. Dan permohonan yang mendesak yang Mazmur ajarkan adalah permohonan yang dalam, dapat Anda pelajari dari doa-doa yang Yesus ajarkan. Dan juga bila Anda ingin mengetahui seperti apa itu permohonan yang mendesak silahkan baca Mazmur 119 dan tentunya juga pasal-pasal lain dalam Mazmur.

Mari kita renungkan Mazmur 5:10-11, suatu pernyataan Daud bahwa orang fasik tidak pernah jujur, kerongkongan seperti kubur yang menganga. Artinya tidak ada yang harum dan wangi atau pun indah yang muncul dari dalam diri orang fasik. Bila kita belajar dari kacamata Injil dalam ayat 10-11 menggambarkan semua jenis hati umat manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Tidak ada satupun yang baik lahir dari hati kita.

Pada masa sekarang bila kita renungkan begitu sering kita tidak jujur pada diri kita sendiri. Kita seringkali berkata, "semuanya baik-baik saja," bahkan kita berkata, "kita adalah orang baik." Dan kita mampu melakukan berbagai jenis kebaikan. Tetapi setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain selalu saja melahirkan panas hati. Entah itu dikhianati, tidak menerima keadilan, dan berbagai kekecewaan.

Benar dikatakan pada mazmur sebelas, “biarlah mereka jatuh pada rancangan mereka sendiri.”  Mari perhatikan rancangan dalam hati Anda, saat Anda melakukan kebaikan. Apakah itu berpusat pada diri Anda? Apakah Anda bermaksud untuk dihormati? Apakah Anda bermaksud menguasai orang yang Anda layani? Bila Anda anak muda yang sedang menyukai lawan jenis. Akan begitu gampang jatuh dalam kefasikan ini, ketidak jujuran.

Mungkin Anda sekarang berpikir, ada begitu banyak orang jahat di luar sana dari pada Anda. Mengapa saya menempatkan Anda yang menjadi orang fasik. Ada yang lebih fasik. Bukan hanya Anda tetapi kita, ya kitalah orang fasik itu. Kita yang adalah orang Kristen dari lahir. Kitalah yang Kitab Mazmur sedang bicarakan dalam setiap ayatnya yang menunjukan sifat fasik manusia. 

Begini, Anda selama ini terlalu banyak mendapatkan metode untuk hidup sukses dan lebih baik lagi agar Anda dapat berkenan kepada Allah, sehingga Anda diberkati berlipatganda dan semua jenis kesalahan yang Alkitab tunjukkan tidak secara langsung disampaikan bahwa itu adalah Anda. Entah pengkhotbahnya takut saya tidak tahu. Sehingga pengkhotbah hanya berkata banyak orang di luar sana jahat, fasik, berdosa, dan semua jenis kesalahan dosa semuanya di luar seolah-olah orang dalam Gereja bukan orang berdosa. 

Saya ingin tegaskan ini agar Anda sadar. Anda dan saya selamanya orang busuk dan berdosa kita orang fasik yang sadang duduk di Gereja bahkan sang pengkhotbah yang Anda dengarkan itu adalah manusia dengan berjuta kebusukan dalam hatinya. Selamanya dan identitas itu tidak akan pernah hilang sampai kita mati. 

Tidak ada yang salah dengan ajaran yang terlihat baik itu. Tetapi ajaran seperti itu tidak sepenuhnya banar. Ajaran dari Alkitab bila tidak menyatakan betapa Anda dan Saya adalah orang fasik, pembohong, batin penuh kebusukan, dan kerongkongan seperti kubur yang menganga. Anda akan selamanya, tidak mendapatkan sukacita dan kenikmatan kemuliaan Allah. Dan Injil pengorbanan Yesus di kayu salib tidak akan masuk akal. Karena Anda akan selalu terpikir bahwa cukup dengan cara Anda melakukan metode-metode yang pengkhotbah itu katakan maka Anda akan baik-baik saja.

“Baik-baik saja,” ya Anda berkata demikian padahal akan selalu ada kekeringan dalam hati ketika manusia berusaha penuh untuk mendapatkan sukacita sejati atau keselamatan. Saya jamin Anda akan frustasi.

Saat kita merasa kita adalah orang baik maka kita tidak sedang menyembah Allah yang benar. Kita sedang menjadikan kebaikan kita sebagai allah kita dan Juruselamat kita. Jadi tidak heran begitu banyak orang Kristen hari-hari ini jatuh dalam rancangannya dan marah terhadap Allah.

Selama kebaikan kita masih berpusat pada diri kita sendiri dan didasari pada untuk menyelamatkan diri kita. Maka yang kita hasilkan adalah hati yang tidak bersukacita karena ketidakpuasan.

Setiap harapan kita tidak akan sama seperti realita yang akan kita dapatkan setelah kita melakukan kebaikan. Karena tidak semua kebaikan kita akan dibalas dengan kebaikan bahkan Allah sekalipun tidak seterusnya akan menyatakan kebaikan-Nya kepada kita dalam arti situasi tanpa masalah. Justru ketika kita memutuskan mencintai dan mengikuti Allah. Kita sedang memasang masalah baru dalam hidup kita.

Tetapi mari kita belajar setiap masalah yang hadir dalam hidup kita ketika kita hidup dalam kasih karnia Allah. Dan kita berharap hanya pada Yesus, memberikan diri kita. Setiap tujuan kita dan kebaikan kita berpusat pada Yesus.
Mazmur 5:12-13 (TB) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Ada hal-hal penting setelah kita baca ayat 12-13. Saya bagi dalam dua poin penting dan dua poin ini akan membawa kita merenungkan kembali Injil. Injil berarti ada manusia atau kita berdosa, dan ada manusia sejati Yesus tanpa dosa.

Pertama, berlindung pada Tuhan dan yang kedua, akibat dari perlindungan pada Tuhan adalah bersukacita. Ketika manusia bersukacita karena sesuatu maka ia akan memuliakan sesuatu itu. Jadi dua poin yang akan kita bahas adalah perlindungan pada Tuhan dan memuliakan Tuhan.

Saya tidak akan memberikan metode berlindung pada Tuhan sehingga Anda diberkati lalu memuliakan Allah. Sebab bila Anda menunggu diberkati barulah Anda memuliakan Allah maka hal ini tidak Alkitabiah. 

Begini Kekristenan sejati selalu saja, Anda sudah menerima Karunia Allah. Anda diberkati Allah. Maka Anda dimampukan berlindung pada Allah lalu Anda sadar akan semua keindahan Allah maka Anda memuliakan Allah. Sehingga di hari-hari berikutnya meskipun Anda tidak merasakan berkat Allah Anda tetap bersukacita karena Anda sadar bahwa Anda adalah ayat 10-11 orang fasik yang menerima kasih karunia Allah. 

Inilah sukacita sejati berharap pada Allah dalam Yesus. Karena kesadaran kita bahwa Allah sangat mencintai Anda. Coba Anda bayangkan pemilik seluruh dunia ini mencintai Anda orang lemah yang berdosa. Ini sangat Indah.

Tetapi terkadang membuat saya sedih pengajaran yang keliru dari Kristenan yang fatal itu adalah, Anda berharap pada Allah, maka Anda mendapat karunia Allah, Anda mendapat berkat uang dan tahta, dan Anda bersukacita, memuliakan Allah. Sadarlah bila seperti ini dasar Anda bersukacita berharap pada Allah. Maka ini adalah sukacita semu yang lahir dari pengajaran yang miring. 

Maka setiap hal yang Anda lakukan, untuk sukacita. Anda akan merasa tertekan dan tidak mampu sehingga Anda jatuh dan kembali kepada kehidupan berbohong. Berpura-pura bersukacita. Dan segala hal yang seperti ini selalu saja berdasar pada diri sendiri.

Pada ayat 13, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” ayat ini sangat membuat saya bersemangat, berkata pada Anda yang berdosa dan sangat buruk rupa dalam hati. saya juga sama seperti Anda. Tetapi puji Tuhan kita mempunyai Allah yang beranugerah sehingga Ia memberikan berkat terbesar pada kita yaitu Yesus sudah menggantikan kita. Hukuman kita ditimpakan pada Yesus semuanya.

Maka ada undangan untuk kembali pada Injil. Dan percaya bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus. Ketika kita percaya Yesus, maka Roh Kudus melahirbarukan kita. Sehingga kita yang mempunyai identitas manusia berdosa. Dibenarkan di hadapan Allah.

Kita mendapatkan kebenaran Kristus, meskipun kecenderungan kita masih mau berbuat dosa dan suka dosa tetapi Yesus melalui Roh Kudus menginsapkan kita sehingga kita perlahan tapi pasti terus dimampukan untuk menyadari betapa besarnya kasih Allah. Dan kita semakin mencintai Yesus hari demi hari. Bersukacita atas dasar kasih karunia. 

Inilah sukacita sejati, berharap pada Allah, berkat terbesar Yesus yang menebus kita dari kutuk dosa. Saya berdoa kiranya artikel kali ini menegur Anda untuk sungguh-sungguh berjuang untuk semakin mengenal Yesus, dan mengalami kasih-Nya secara nyata. AMIN

Posting Komentar untuk "Renungan Pagi Keluarga Kristen"