Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Rohani Kristen; Dusta Cinta Pertama Luka Dirasa

                                              Puisi Rohani Kristen; Dusta Cinta Pertama Luka Dirasa

 Dusta Cinta Pertama Luka Dirasa 

Dia menawarkan kebahagiaan, bahkan ketenangan, dan persahabatan

Dia datang tanpa diundang mengajarkan banyak hal tenang kepuasan

Dia adalah nafsu daging yang tanpa henti membawa kejalannya

Dia tertawa saat manusia melakukan apa yang ia inginkan

Dia adalah pemberontakan kita terhadap Sang pencipta


Dusta itu, menunjukan jalan pintas untuk selamat

Dusta itu, menawarkan kuasa atas diri sendiri

Dusta itu, memberikan suatu harapan bahwa manusia bisa seperti Allah

Maka ia berkuasa karena ialah yang menjadi ilah atas manusia

Tanpa disadari manusia akhirnya terjebak dalam cinta


Apa yang manusia cintai?

Keinginan untuk jauh dari Sang Pencipta

Manusia mencari yang ia cintai untuk kepuasan dirinya

Ia memuja ciptaan bahkan apa yang ia ciptakan

Ia memusatkan perhatiannya pada dirinya yang fana


Sampai akhirnya bom itu meledak, tersadar

Saat manusia sungguh memberikan hidupnya pada dosa

Pemberontakan pada Allah menghasilkan jiwa yang hampa

Kosong ditengah terik yang menyengat, haus tanpa Air kehidupan

Teriakan jiwa karena di dusta oleh dosa, rasa benci semakin dalam


Makanan terasa hambar, air dunia terasa pahit

Tidur yang terbangun seolah ada yang memanggil

Terus mencari tapi tak temukan

Perbuatan baik justru menunjukan dosa-dosa dalam diri

Kehampaan semakin dalam

Cinta pertama manusia meninggalkannya dengan banyak luka 

Kini manusia berusaha mengobati lukanya sendiri

Ia semakin sakit, bahkan kehidupannya terasa begitu sangat menyedihkan


Mencari Dia 

Benar kata pemazmur “setiap waktu”

Mencari Dia bukanlah waktu yang sia-sia

Kelembutan kasih, membuat hati bergetar

Mata dengan rasa tanpa terbendung menerjunkan airnya


Mencari Dia, Dia ada karena Dia lebih dulu ada

Dosa penghalang manusia menikmati Pribadi-Nya

Kematian atas dosa, adalah kemenangan oleh karunia Allah

Kasih sejati tanpa henti rindu untuk bersekutu

Jiwa yang lelah dan luka diobati, dibalut dengan kain kasih


Kasih yang meneteskan darah di golgolta

Kasih yang menyerahkan segalanya demi persekutuan

Kasih tanpa henti, menunjukan pada dunia, tanpa-Nya semuanya sia-sia.


ROMA 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

Jika saya terus-menerus mengkritik orang lain karena kekosongan jiwa yang saya rasakan, jika saya memberikan kepada orang yang saya kasihi terus menerus masa sulit karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan saya atau membuat saya bahagia, kemungkinan besar itu karena saya menuntut mereka melakukan sesuatu yang bukan untuk itu mereka diciptakan.

Kyle Indleman, "Gods Of War"


Dilepas dari perbudakan

Dunia tak sedang baik-baik saja 

Keindahannya menyimpan berbagai penderitaan

Hanya dalam-Mu kurasakan kelegaan 

Air hidup penghilang dahaga 


Yesus darah-Mu tercurah 

Melepaskanku dari perbudakan dosa 

Kau hidup dalamku

Kau kerjakan yang takan mampu ku kerjakan

Tawaran dunia kebinasaan 

 PUISI Dimelepas dari perbudakan


Yesuslah pribadi terindah yang kucari

Roti hidup sukacita 

Tawan hatiku Tuhan 

Langkahku itu milik-Mu, Kaulah Allahku


Hari demi hari tidak kutemui damai

Perbudakan dosa menyebabkan berbagai tangisan 

Tersadar bahwa semuanya sia-sia belaka

Bersama Yesus penderitaan tak terabaikan

Bersama dia ada damai, sukacita abadi selamanya 

Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Tidak ada dosa yang tidak dapat Yesus ampuni, hanya saja manusia yang seringkali tidak menginginkam cinta Yesus dan lebih memilih cinta dunia ini. 

Posting Komentar untuk " Puisi Rohani Kristen; Dusta Cinta Pertama Luka Dirasa "

 Dapatkan sumber daya berpusat pada Injil, melalui renungan-renungan yang berpusat pada Injil;

Klik Gambar di Bawah;