Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 7:25-27 Godaan Terbesar Bagi Laki-laki

Renungan Amsal 7:25-27 Godaan Terbesar Bagi Laki-laki

Ayat Alkitab Amsal 7:25-27

Judul Renungan: Godaan Terbesar Bagi Laki-laki

Amsal 7:25-27 (TB)

25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.

26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.

27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Alkitab memberitakan bahwa tatanan dunia ini begitu kacau, semua tujuan hidup begitu tidak terarah. Manusia menjadi bingung dan hal-hal yang berharga di pakai setan untuk menjauhkan manusia dari kasih Allah, semua hal yang berguna di pakai sehingga menjadi berhala dan memperbudak manusia.

Kali ini kita mendapatkan nasehat bagi kita sebagai seorang laki-laki, Amsal ini menasehatkan kita untuk kita menjauhkan diri dari perzinahan. Agar kita tidak menginginkan kecantikan dari Perempuan sundal dan terjerat oleh dosa yang ditawarkannya. Godaan terbesar bagi seorang pria mapan dan bebas adalah seorang wanita sundal yang cantik.

Di dunia modern, kita menemukan begitu banyak godaan di layar hp kita, kita tergoda untuk memiliki dan benar-benar menginginkan semua kecantikan modern. Hati kita terpikat oleh kecantikan tersebut. Saudaraku kita perlu bertobat, kita perlu mengendalikan diri kita, hati kita dan pikiran kita untuk memuliakan Allah dan tidak menyembah kecantikan modern yang dipakai oleh iblis untuk mengalihkan fokus kita.

Saya membawa Anda menghubungkan Amsal Salomo ini dengan Injil, kiranya setiap kita Kembali pada dasar iman kita dan mengalihkan perhatian kita dari tawaran kenikmatan dunia ini. Pada keindahan Kristus saja. Mari kita mendalami 3 ayat yang menjadi dasar renungan kita.

Pada bagian ini, ayat 25 berisi perintah yang cukup jelas untuk kita, perintah untuk tidak mengikut jalan Perempuan yang suka berzinah. Dan cara untuk dapat menerapkan perintah ini, kita perlu Kembali pada nasehat-nasehat yang benar dari kedua orang tua kita, itu artinya semua kebenaran tentang menjauhi Wanita sundal, dimulai dari rumah.

“Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya.” (Am. 6:20-25)

Kita ditebus dengan darah yang sangat mahal, baiklah kita menyadari kebenaran ini dan melihat pada Dia yang telah  mencurahkan darah-Nya untuk kita sehingga kita memperoleh makna yang baru dalam hidup. Sekarang saudaraku, Anda sebagai seorang ayah, di dalam kasih karunai Anda dapat menasehati anak Anda untuk menjauhi Wanita sundal, untuk menjauhi perzinahan.

Bawalah anak Anda membuka Amsal 6:20 7:1-27 dan merenungkan kebenaran ini, jika Anda Wanita dan memiliki anak Wanita. Nasehatilah dia dengan pikiran yang tertuju pada Kristus, agar ia tidak menghancurkan kehidupannya dengan menjadi Perempuan sundal. 

Saudaraku, Injil membawa kita pada kehidupan yang benar-benar membenci setiap dosa, Injil memberikan hikmat dan kekuatan untuk menjauhi dosa dan tidak lagi hidup di dalamnya. Berdasarkan Injil Yesus Kristus, kita dapat menang terhadap dosa, menjauh dari dosa dan mematikan setiap keinginan daging di dalam diri kita. Karena Injil, hari ini ketika Anda membaca renungan ini, Anda mendeteksi setiap dosa dan bertobat.

Roh Kudus kiranya mencurahkan kekuatan bagi kita, untuk melihat dengan jelas bagaimana dosa bekerja di dalam kita sehingga kita dapat melawannya dengan kuasa kasih karunia. Kita dapat mengerti betapa mengerikannya dosa merenggut setiap orang yang memakan buah nikmat yang ia tawarkan. Karena begitu banyak orang hancurkan dan kiranya itu bukan Anda, hiduplah berpusat pada Injil, karena Injillah yang melepaskan kita dari dunia orang mati dan hidup kita untuk Allah bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.