Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 4:19-20 Allah Lebih Dulu Mengasihi

Renungan 1 Yohanes 4:19-20 Allah Lebih Dulu Mengasihi

Ayat Alkitab 1 Yohanes 4:19-20

Judul Renungan; Allah Lebih Dulu Mengasihi

1 Yohanes 4:19-20 (TB) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: ”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Suatu hal yang memuaskan ketika Anda benar-benar yakin, bahwa diri Anda dikasihi ada adanya untuk terus diubahkan sesuai dengan gambaran awal dari diri Anda diciptakan. Karena kita semua telah rusah karena cinta yang tersesat dan pencarian yang berujung pada kematian kekal, perbudakan yang terus menghantui kita dan pemberontakan kita terhadap pencipta. Kita terasing dan merasakan diri kita hidup dalam kesepian yang mengerikan. 

Kita pada dasarnya sendiri dan hidup tanpa kasih, karena kasih sejati benar-benar jauh dari kita, kasih yang dunia ini tawarkan merupakan kasih yang menuntut, kasih yang tidak memuaskan dan kasih yang pada dasarnya memperbudak, mengambil sebanyak mungkin, sehingga jiwa kita binasa. 

Jadi marilah kita merenungkan frase yang mengawali ayat 19, sungguh-sungguh merenungkannya, memikirkannya dan sejenak Anda dapat berdiam diri dan berdoa. Mintalah Roh Kudus menyatakan keindahan dari frase, “Allah lebih dahulu mengasihi kita” dan Anda akan dengan yakin merasakan betapa ayat ini sangat menghibur, sangat memuaskan dan memberikan gairah kepada Anda untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama Anda. 

Keterasingan karena dosa begitu mengerikan, karena itu Anda dan saya memiliki kebutuhan yang sangat mendesak. Bahwa kita sedang mencari kasih yang memuaskan, kasih itu tidak akan pernah kita dapatkan dari apa yang kita lihat di dalam dunia ini. Karena semua jiwa telah terperangkap di dalam keterasingan yang sama akibat dari dosa. Jadi secara praktis marilah kita datang kepada kasih Allah, kasih yang lebih dulu mengasihi kita, menebus kita ketika kita masih berdosa (Rom. 5:8)

"Setiap orang yang datang kepada Yesus merasakan perasaan pulang ke rumah (homecoming). Semua orang yang menjauh dari-Nya merasakan keterasingan dalam dirinya. Orang muda yang kaya itu meninggalkan Yesus dengan "sedih" (Mat 19:22). Semua orang pun demikian. Bukan hanya keterasingan dari Tuhan, tetapi juga keterasingan dari dirinya. Dan alam semesta! Dan dari kehidupan! Anda tidak merasa nyaman (at home) dengan kehidupan, kecuali Anda merasa at home dengan  Kehidupan. Dan Yesus adalah Kehidupan" ~E.Stanley Jones

Anda tahu bahwa Anda telah dikasihi dengan begitu Ajaib, oleh karena kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus. Melalui Injil kasih dinyatakan, Anda tahu bahwa Anda seseorang yang terasing, hidup dalam dosa, mati dalam dosa dan hidup dalam Kesia-siaan. Namun karena Injil kini Anda memperoleh pengharapan yang baru, Anda dapat bertobat dari dosa dan terus percaya kepada Yesus dan kini Anda mempercayakan kehidupa Anda kepada Yesus.

Kasih Allah menuntun kita untuk memaknai hidup untuk puas di dalam kasih Allah. Pertama-tama mengasihi Allah dan yang dua sama dengan itu kita mengasihi sesama kita manusia. Inilah yang Yohanes nyatakan kepada kita, bahwa ketika kita benar-benar merasakan kasih Allah melalui Injil, Injil itu mengubahkan cara kita merasakan kejadian atau tragedi, mengubahkan cara kita berpikir sehingga dapat merespon dengan tenang. Ketika segala sesuatu berjalan sesuai rencana dan tidak sesuai rencana. Karena kita tahu, hidup kita ada di dalam rencana Tuhan, kita aman di dalam kasih Allah.

Ketika Anda datang kepada Yesus, Anda menemukan bahwa Anda sedang pulang ke rumah Anda, Anda diterima. Anda diubahkan, Anda bertobat dan Anda diberikan kekuatan baru untuk mengasihi sesama Anda. Jadi kasih kita kepada sesama bukan lagi berdasarkan kehendak kita yang rapuh dan seringkali dengan motivasi hati yang salah. Melainkan berdasarkan Injil, di mana Allah lebih dulu mengasihi dengan mengaruniakan Yesus menjadi dosa, agar kita yang berdosa diselamatkan. Dan kita selalu terpaju untuk memberitakan kasih yang telah kita nikmati, bagi kemuliaan Allah. Amin.