Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 4:21 Perintah Untuk Kita


Ayat Alkitab 1 Yohanes 4:21

Judul Renungan; Perintah Untuk Kita

1 Yohanes 4:21 (TB) Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Apa yang kita sedang renungkan merupakan esensi dari kehidupan yang memiliki makna dan berwarna, keindahan dari cinta membawa kita terus bersyukur dalam hidup. Kita menemukan diri kita tidak sendiri dan kesepian menjauh dari perasaan dan pikiran yang berkelana. Karena dalam petualangan hidup, kita telah menemukan esensi dari hidup itu, kita hidup dan tidak mati, kita bersukacita tidak bersedih, kita menyembah dalam kepuasan yang dinikmati.

Dan kita telah menerima perintah dari Tuhan kita, Tuhan yang kita sembah dan kita Yakini telah membebaskan kita dari dosa. Dengan cara yang sangat luar biasa, Dia menimpakan dosa dan kutuk hukuman dosa kepada diri-Nya sendiri, melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Atas dasar pengampunan Kristus, kasih yang begitu besar kepada kita para pendosa layak binasa. Maka kita memaknai hidup ini dengan cara mengasihi sesama kita. Perintah itu adalah ini, “Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi.” (Yoh 13:34 BIMK)

Kita dibawa Kembali kepada Allah

Alkitab memberitakan kebenaran tentang keberadaan umat manusia sepanjang abad, yaitu semua orang telah berbuat dosa, semua orang sesat dan tidak ada yang mencari Allah. Manusia telah menyembah ilah buatan tangannya sendiri, ia hidup berdasarkan pikirannya yang didoktrin oleh kuasa kegelapan yang sampai sekarang manusia menguasai dunia ini. 

Keberan tentang dosa ada di dalam setiap kita, bahwa kecenderungan kita untuk selalu melakukan yang jahat di hadapan Allah. Haruslah benar-benar kita sadari, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam kesesatan, kita harus sadar bahwa perjalanan kita adalah jalan menuju kematian kekal yang memisahkan kita terus dari Allah yang menciptakan kita.

Karena itu, melalui kasih-Nya yang begitu besar, Dia tahu bahwa tidak mungkin manusia mencari dan dapat menggapai Allah. Dia datang ke dalam dunia, Dia datang untuk menyatakan diri-Nya, Dia datang sebagai manusia yaitu Yesus Kristus dan Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka.

Kedatangan Yesus merupakan kasih yang dinyatakan melalui Pribadi-Nya, merupakan panggilan agar kita datang kepada kepada Allah, untuk meninggalkan semua jalan lama yang penuh kejahatan. Untuk hidup berdamai dengan Allah, hati yang diubahkan sehingga dimampukan untuk mengasihi Allah, karena pengenalan kita akan Allah melalui iman kita kepada Yesus.

Ini merupakan kabar baik (Injil), yang diberitakan kepada kita, agar kita yang tersesat di jalan kita sendiri yang sia-sia. Kembali kepada Allah untuk menjalan kasih dengan-Nya sehingga kita dapat mengasihi sesama kita, seperti kasih yang kita terima dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Ketika Injil diberitakan, itu menyatakan semua dosa dengan sangat jujur, menyatakan bahwa kita sebagai manusia tanpa harapan. Hidup dalam kematian dosa dan diperbudak sampai selama-lamanya. Hanya melalui iman kepada Yesus, pertobatan, mengakui semua dosa. Maka kehidupan kita sekarang, diperbaharui untuk melakukan kehendak Kristus dan bukan lagi kehendak dosa. 

Kita bukan lagi hamba dosa, melainkan hamba Kristus, kita hidup dalam terang dan bukan lagi kegelapan. Karena di dalam Yesus, kita menjalani kehidupan yang baru dan terus dikuduskan oleh darah-Nya, kita bertobat setiap hari dan menyerahkan seluruh jalan hidup kita kepada Roh Kudus, Pribadi yang setia menyertai kita dan menuntun kita untuk hidup memuliakan Allah saja.

Jadi kita sekarang, ketika percaya kepada Yesus, bertobat dari dosa dan manaruh semua perjalanan hidup kita pada kebenaran Injil. Dan pada saat itulah kita menerima perintah baru, yaitu ketika kita mengasihi Allah, kita diberikan kekuatan untuk mengasihi sesama kita, kita mengasihi untuk memberitakan kasih Kristus yang telah kita terima dan hidup kita terus bermakna karena kasih Kristus ada di dalam kita dan kita memberitakan kasih Kristus. Amin.