Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bacaan Saat Teduh Hari ini 7 Renungan Tentang Sifat-Sifat Murid Yesus

Renungan Kristen  Bacaan Saat Teduh Hari ini 7 Renungan Tentang Sifat-Sifat Murid Yesus

Ada 6 sifat murid Kristus, yang akan menjadi perenungan kita kali ini. Ketika Anda mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Anda. Pada saat yang sama, proses pemuridan terjadi atas kehidupan. Kehidupan yang dilahirkan kembali.

Saya membuat saat teduh kali ini dalam 7 renungan singkat. Karena pada saat teduh pertama, kita belejar tentang jaminan keselamatan kita, untuk bisa sampai pada setiap saat teduh hari berikutnya. Di mana kita bersama-sama akan merenungan sifat dasar dari murid Kristus, sifat yang berpusat pada Kristus dan telah hidup di dalam Dia.

Di akhir renungan saat teduh kali ini, akan ada doa yang di mana doa tersebut berdasarkan kitab Mazmuz. Saya akan mengajak Anda untuk bersama-sama berdoa berdasarkan Mazmur, doa-doa yang mendalam dan indah yang berdasarkan Alkitab.

Jika Anda menerapkan doa yang berdasarkan Mazmur dalam kehidupan Anda sehari-hari percayalah Anda akan menemukan satu kepuasan sejati. Di dalam iman yang terus bertumbuh untuk taat kepada kehendak Allah saja. 

Pengharapan yang tidak lagi berdasarkan diri Anda, tetapi sifat-sifat Allah, di mana kita pada dasarnya terus bergumul untuk semakin serupa dengan Kristus dari hari ke hari.

Baiklah selamat menikmati setiap saat teduh yang telah saya renungkan terlebih dahulu dan gumulkan. Kiranya memberikan kepada Anda kekuatan untuk terus bertumuh dengan mata yang hanya memandang kepada Salib Yesus.

Bacaan Saat Teduh Hari ini 7 Renungan Tentang Sifat-Sifat Murid Yesus 

1. Jaminan Keselamatan 

Saat teduh hari pertama

Yohanes 15:16 (TB) "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, berikan-Nya kepadamu."

Manusia pada dasarnya tidak menginginkan Allah, bukan hanya itu meskipun ia menginginkan Allah, mustahil ia akan menginginkan Allah yang kudus dan mulia. Manusia akan terjebak pada penyembahan terhadap ilah yang mereka ciptakan, ilah yang bahkan lebih rendah dari pada manusia itu sendiri.

Untuk dapat mengerti jaminan keselamatan kita, kita haruslah mengerti bahwa kita adalah pendosa yang ada di dalam kematian kekal. Di dalam Yohanes 15:16, Yesus memberikan satu pengartian yang teramat indah.

Ketika Anda dan saya disadarkan bahwa kita pendosa besar, mustahil rasanya ada yang mau menerima kita, kita yang tidak kudus dan layak dibinasakan. Tetapi inilah Injil yang di awali dari kesakitan hati dan kesadaran akan kerusakkan jiwa. Yaitu kita diterima di dalam Kristus.

Yesus berkata kepada para murid bahwa Ialah yang memilih mereka, inilah Injil. Artinya Anda dan saya yang ada di dalam Yesus telah memiliki jaminan keselamatan. Bukan karena kita layak, maupun kebajikkan kita, tetapi Yesus yang melayakkan kita. Ketika kita sadar bahwa kita yang tidak istimewa, tidak baik, dan tidak berharga.

Seketika berharga dan istimewa karena Kristus memilih kita, Yesus menjadikan kita murid-Nya. Ini adalah kasih karunia, kasih yang berdasarkan salib, di mana di atas kayu salib kita memiliki sumber keselamatan yang dari Yesus, kepada-Nya ditimpakan murka Allah yang kekal, menggantikan posisi kita. 

Saudaraku, keselamatan kita telah Kristus kerjakan secara sempurna, kita menjadi milik-Nya (1 Yohanes 5:11-12) dan Ia menjadi milik kita. Ini adalah Injil, di mana Anda dan saya di bawa untuk mengambil apa yang Kristus telah kerjakan untuk kita kerjakan sebagai murid-murid-Nya yang terkasih.

Baiklah kita yang ada di dalam Kristus berbuah dan buah itu tetap. Buah yang terjadi di dalam diri kita, kita semakin hidup untuk menginginkan Kristus dan semakin serupa dengan Dia. Karena kita dilepaskan dari perbudakkan dosa, untuk hidup  taat kepada Yesus, inilah kepuasan sejati yang jiwa kita cari.

Mengambil visi Allah bagi dunia sebagai prioritas utama kehidupan kita, melayani Dia sesuai dengan dengan yang Ia perintahkan. Yohanes 15:17 “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

2. Mengasihi Seperti Kristus Mengasihi

Saat teduh hari ke dua

Yohanes 13:34-35 (TB) "Aku memberikan perintah baru kepadamu yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demiikianlah kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Alasan utama Anda dan saya harus mengasihi karena Kristus lebih dulu mengasihi. Pada saat teduh yang pertama, saya menjelaskan bagaimana Anda dan saya mengambil apa yang ada di dalam Kristus, bukan hanya kemuliaan tetapi apa yang Dia lakukan atau kerjakan, termasuk mengasihi seperti Yesus mengasihi.

Yesus memiliki kasih yang radikal kepada pendosa, ini bukanlah kasih yang berdasarkan atau berpusat pada manusia. Tetapi kasih yang berdasarkan kehendak Bapa, karena Dia melakukan kehendak Bapa. Hal inilah yang memberikan Yesus kekuatan untuk tetap mengasihi, Kita juga harus menyadari bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa.

Tuhan yang datang untuk mengembalikan manusia pada posisi awal, sebagai anak-anak Allah yang taat. Sebagai anak-anak Allah yang menyembah dan menikmati persekutuan dengan Allah. Maka dari itu, kita harus terlebih dahulu menikmati kasih Yesus, menemukan hidup kita bersukacita di dalam Dia. 

Menerima keindahan Yesus Kristus yang disalibkan sebagai satu-satunya pengharapan, kesukaan dan di mana diri harus tunduk. Dari pengertian inilah yang akan membawa kita pada kasih akan sesama kita. mengasihi pendosa yang sama seperti kita, mengasihi orang-orang dengan kasih yang tidak berpusat pada diri kita tetapi berpusat pada kasih Kristus. 

Kita harus berdoa untuk di sehingga kasih seperti ini ada di dalam diri kita, kita mampukan, kita harus bergumul dan menemukan satu tujuan yang mutlak bahkan logis mengapa kita harus mengasihi secara serius jiwa-jiwa ini. Cara terbaiknya adalah hidup melekat pada Alkitab, membaca dan merenungkanya bahkan menghafalkan setiap ayat, biarkan setiap kata di Alkitab menggetarkan hati Anda.

Saya mengajak Anda merenungkan sebagai pemenerapan praktis, 1 Yohanes 3:18. Intinya mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. 

Kita mengasihi dari cara pandang Injil, adalah kasih yang dilaksanakan di dalam kebenaran, kasih yang memberitakan kebenaran, kasih yang mendoakan agar orang-orang yang dikasihi tersebut masuk dalam kehidupan yang di mana Kristus telah mati untuk-Nya. Masuk dalam kelimpahan kasih karunia.

Karena kasih sejati di dalam kebenaran Kristus bukanlah kasih yang memberikan banyak harta kia, bukanlah kasih yang ramah dengan senyuman manis, bukanlah kasih yang melakukan apapun yang diingikan yang dikasihi, bukan semua perbuatan baik yang berpusat pada diri sendiri. Meskipun ini semua penting, tetapi bukanlah yang utama.

Kasih di dalam kebenaran adalah kasih yang mendoakan jiwa orang tersebut untuk bertumbuh dalam Kristus. Jika ia bukan orang percaya, berdoa untuk hati yang mau mendengarkan Injil. Roh Kudus bekerja di dalam hatinya untuk menerima Injil.

Kasih yang benar-benar, ingin Allah di muliakan secara mendalam. Melalui kehidupan kita dan orang yang kita kasihi. Inilah kasih seorang murid sejati, kasih yang memperkenalkan Yesus dan memancarkan cahaya kemuliaan Yesus, berdoalah untuk kasih yang seperti ini.

3. Kerendahan hati, mata yang memandang Yesus

Saat teduh hari ke Tiga

Matius 20:26-27 (TB) "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara  kamu, hendaklah ia menjadi  pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di  antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu."

Sama seperti Kristus yang terlebih dahulu melayani Anda dan saya, jika Anda menyadari betapa tidak layaknya kita diselamatkan. Betapa kita pada dasarnya layak dibinasakan, kita ada di dalam kematian kekal. 

Kristus di dalam kasih dan rahmat-Nya yang besar itu, menyelamatkan kita dari lubang maut, membawa kita ke dalam kehidupan baru, dipanggil untuk taat dan menikmati kebebasan untuk memuliakan Dia. Saudaraku Anda dan saya diciptakan untuk memuliakan Allah, jika hidup kita tidak memuliakan Allah, bukan hanya rusak secara jasmani, tetapi jiwa kita terhilang dan mati di dalam kebinasaan kekal.

Yesus melayani kita, untuk memabawa kita kembali kepada tujuan utama hidup kita, untuk sebuah kepenuhan sukacita dan cinta yang abadi bersama Allah Bapa. Baiklah kita menyadari realita kehidupan Kristen kita, hingga akhirnya kita berkeputusan untuk melayani Kristus dengan cara melayani sesama kita, kita merendahkan diri karena Yesus harus ditinggikan, kita memang rendah dan kita adalah debu agar nama Yesus dikenal.

Kerendahan hati, tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama, kita mengasihi, maka kita merendahkan diri. Wujud dari semua kerendahan hati adalah melayani sesama, dalam kasih Kristus dengan satu visi. Membawa kehidupan orang yang ada di dalam kegelapan kepada terang Kristus yang menghidupkan, membebaskan dan memberikan sukacita abadi.

Kita adalah hamba Yesus, kita adalah orang-orang yang menjadi berharga karena Yesus telah menebus kita. Maka dari itu ada undangan dari 1 Petrus 5:5-6. Intinya baiklah kita tunduk pada otoritas di mana Allah menempatkan seseorang untuk kita patuhi. Ini adalah wujud nyata dari kerendahan hati, dengan mata yang melihat  kepada Yesus.

Baik itu bos kita, pemimpin rohani kita, orang tua kita, baiklah kita tidak menjadi sombong, dan tuduk kepada mereka. Karena Allah menentang orang congkak. Ia mengasihi orang-orang yang rendah hati. Marilah kita hidup dengan kerendahan hati, dengan mata yang memandang kepada salib Kristus, keindahan Yesus dan kemuliaan yang Yesus berikan di dalam kita sehingga kehidupan kita hanya untuk kemuliaan Dia sampai selama-lamanya. 

Mengasihi, merendahkan diri merupakan buah mutlak dari keselamatan kita, kiranya Roh Kudus memampukan kita melaksanakan dua sifat ini. Teruslah giat hidup dalam hastrat yang menginginkan Tuhan saja, melekat kepada Dia dan di mampukan di dalam hidup, untuk hidup yang memuliakan Dia sampai kita bertemu muka denan-Nya.

4. Kemurnian Hati 

Saat teduh hari ke empat

Efesus 5:3 (TB) "Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun janhan di anatara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus."

Kita diselamatkan oleh iman, iman kepada Yesus sehingga hidup di dalam Yesus Kristus, kita dipanggil untuk hidup bagi Kristus, dipanggil bukan untuk melakukan yang cemar. Melainkan yang kudus dan berkenan kepada Allah, menyenangkan dan memuliakan Dia. 

Kehidupan Anda dan saya haruslah memiliki keberanian untuk melolak kecemaran, menyatakan perang dan kebencian yang dalam terhadap kecemaran.

Saudaraku marilah arahkan mata kita kepada Kristus, hanya kepada Dia. Dan baiklah kita mematikan setiap kecenderungan dosa yang menjijikan di dalam diri kita. 

Sadarilah bahwa kita tidak mampu, kita gagal jika mengandalkan diri sendiri, maka dari itu sangatlah penting untuk bersandar pada kebenaran Kristus dan berperanglah melawan kecemaran hati dan pikiran kita. Arahkan segenap kekuatan untuk kemenangan ini.

Hati Anda dan saya adalah medan pertempuran, di mana kita yang telah kudus di dalam Kristus, di mandikan dengan darah yang suci, kita dikeluarkan dari kelamnya dosa, kita yang dulunya tunduk dan tidak ada kekutan melawan dosa. Di dalam Yesus kita memiliki kuasa untuk melawan, kita memiliki kekuatan untuk mengalahkan kecenderungan yang menjijikan.

Kita memiliki kebenaranian untuk kemurnian hati dan mengisinya dengan Firman Tuhan. Bacalah Alkitab Anda saudaraku, bacalah Alkitab Anda tidak ada cara lain, isilah hati Anda dengan firman, untuk sebuah kemurnian sejati di dalam Kristus, lihatlah kepada Yesus, lihatlah kepada darah itu, darah yang mengusukan. Bergumulah dan berdoalah untuk kematian dan kekalahan kecenderungan ini.

Bencilah setiap hal yang najis, baik itu perkataan kotor, percabulan, candaan yang mengarah ke hal-hal cabul. Bencilah, bencilah semua itu saudaraku. Baiklah Anda dan saya hidup dalam pertobatan yang sejati. Menyadari bahwa kita telah diselamatkan dari kematian dan hidup untuk menyenangkan Yesus.

Kita dapat merenungkan nasehat dari Petrus di dalam suratnya, “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa,” 1 Petrus 2:11 (TB).

Roh memang penurut tetapi daging lemah, baiklah permusuhan melawan keinginan daging kita tanggapi dengan serius. Ketika semua ini kita tanggapi, mintalah kekuatan dari Allah, pandanglah kepada Sang kasih, Dia yang mencurahkan darah-Nya untuk membawa Anda dan saya sampai di titik ini.

Kerjakanlah segala sesuatu dengan merendahkan diri, layanilah dengan hati yang murni dan menyenangkan Allah. Manusia melihat yang di luar, tetapi Allah kita yang kudus melihat hati, ya Tuhan murnikan kami, sucikan kami dan bawalah kamu lebih dalam lagi masuk ke dalam kebenaran-Mu yang sempurna.

5. Kejujuran hanya memandang kepada Allah

Saat teduh hari ke lima

Imamat 19:11 (TB) "Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya."

Mendustai diri sendiri adalah akar dari kebohongan, hal ini berdasarkan dari dosa manusia di mana ia ingin terlihat sempurna. Yang lebih jauh lagi, di mana setiap manusia ingin memiliki kenyamanan untuk dirinya sendiri, sehingga segala hal yang tidak jujur dikerjakan.

Saudaraku Anda dan saya telah ada di dalam kehidupan baru, sebab siapa yang percaya kepada Yesus ia adalah ciptaan baru. Akan jauh lebih bersukacita ketika kita secara serius menjauhi ketidakjujuran. Kita melihat kepada Dia yang Mahatahu.

Ketika saya menuliskan tentang kejujuran saya melihat ke dalam diri saya. Betapa saya harus jujur kepada Anda yang membaca renungan ini, saya adalah seseorang yang masih bergumul dengan watak jujur. Karena saya seseorang yang tidak jujur, saya seorang yang munafik, yang ditarik oleh Kristus untuk membenci watak lama saya.

Bagaimana dengan Anda, baiklah kita bergumul, tidak ada yang hebat di antara kita, kita sama orang yang terluka karena dosa. karena hati dan pikiran kita yang mencintai dosa. 

Tetapi dengan penuh keyakinan bahwa kasih karunia memabawa kita kepada kehidupan yang penuh kejujuran di hadapan Allah. Mengakui setiap kecacatan kita dan berjuang melawan semua dosa yang masih menjadi kecenderungan hati. 

Bersama dengan Kristus yang telah menebus kita, saudaraku marilah kita hidup jujur, jujur pada diri sendiri dan jujur di hadapan Allah dan hiduplah untuk kemuliaan Kristus dalam keseharian kita. Kehidupan jujur, akan membawa kita pada kepuasan di dalam TUHAN. 

Kepuasan sejati di dalam kasih untuk melayani sesama dengan penuh kerendahan hati dan kemurnian. Hidup jujur di hadapan Allah, merupakan langkah pemuhan batin dan kehidupan yang berkelimpahan dalam kasih karunia, untuk melayani sesama. Membawa jiwa-jiwa kepada Kristus dan hidup hanya untuk kemuliaan Kristus saja.

Sama seperti apa yang Paulus katakan, “sebab itu aku senantiasa berusahan hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” Kisah Para Rasul 24:16. Roh Kudus memampukan kita untuk tetap jujur dan hidup dalam kebenaran Kristus sampai akhirnya kita bertemu muka dengan Dia.

6. Iman, Meninggalkan Kebenaran Diri

Saat teduh hari ke Enam

Roma 4:20-21 "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinanm bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan."

Janji keselamatan ada sejak Perjanjian Lama, akhirnya di genapi di dalam Kristus, iman kepada Allah adalah mempercayai Allah dan meninggalkan kepercayaan kepada diri sendiri. Iman kepada Allah bukanlah sesuatu agar Allah melakukan apa yang Anda dan saya inginkan.

Iman pada dasarnya menginginkan apa yang Allah ingin terjadi atas kehidupan kita, rancangan-Nya untuk kemuliaan Dia. Sebab di mana Allah dimuliakan, itu merupakan kebutuhan Anda dan saya. Karena kita diciptakan untuk memuliakan Dia.

Pada akhirnya iman Abraham merupakan iman yang menantikan apa yang Allah janjikan. Suatu bangsa yang besar telah hadir dari keturunannya. Dari bangsa inilah berkat kepada bangsa-bangsa dicurahkan, berkat seperti apa?  Berkat ini adalah Injil Yesus Kristus, pada akhirnya tujuan dari iman kita kepada Allah merupakan tujuan Allah agar Kemuliaan-Nya di dalam Yesus dikenal banyak orang.

Bangsa-bangsa diselamatkan, hal ini menjadi satu kesimplan mutlak dan tidak akan berubah. Jika Anda perhatikan semua iman yang ada di dalam diri para Tokoh PL pada akhirnya mengarah kepada Kristus. bagaimana kehendak Allah terlaksana, bagaimana teguran-Nya atas dosa nyata-nyata. Di mana Ia mendidik untuk kebaikan.

Semua itu memiliki satu tujuan, Allah di kenal melalui nama Yesus, jadi iman seperti apa yang Anda pegang sekarang. Iman yang bergantung kepada Allah sesuai dengan keinginan Allah. Atau iman yang salah berdasarkan kemauan Anda, ingin Allah menyetujui keinginan tersebut.

Kita harus memikirkan ulang apa yang menjadi tujuan utama kepercayaan kita kepada janji-janji Allah. Jangan sampai kita mengira bahwa Allah sedang berjanji kepada kita, padahal semua itu adalah keinginan kita yang pada akhirnya mengarahkan kita untuk hidup bagi diri sendiri.

Baiklah kehidupan kita saat ini adalah kehidupan yang secara serius menyelidiki hati kita, melihat apakah kehidupan kita menginginkan Tuhan atau menginginkan pemberiaan Tuhan. Baiklah kita hidup sebagai seseorang taat tunduk kepada Allah, inilah iman.

Penulis kitab Ibrani menjelaskan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia,” Ibrani 11:6.

Semua yang terbaik untuk kita, sudah pasti untuk kemuliaan Allah, maka inilah buah dari iman yang sejati. karena iman yang percaya kepada rancangan Allah atas kehidupan adalah iman yang ada di dalam diri Abraham, meskipun ia sempat gagal. 

Tetap Allah berkarunia kepada Dia dan melaksanakan janji-Nya. Pada akhirnya keselamatan sampai kepada saya hari ini dan Anda yang bersaat teduh dengan renungan yang saya tulis ini.

7. Kebajikan yang Berpusat Kepada Kristus

Saat Teduh hari ke Tujuh

Galatia 6: 9-10 (TB) "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

Salah satu bagian Alkitab di Galatia yang saya sangat suka. Karena keseluruhan perikop sebelum masuk ke ayat di atas. Paulus menjelaskan bahwa suatu kebodohan ketika seseorang menganggap dirinya lebih penting jika dibangdingkan orang lain. Ayat tersebut membawa saya pada penyangkalan diri yang nyata-nyata.

Di dalam Galatia 2:20, Paulus menjelaskan bahwa kehidupannya telah hidup di dalam Kristus, hal ini menunjukkan kepada kita satu konsep yang sangat penting untuk kehidupan yang berbuat baik. Yaitu kehidupan yang berpegang teguh pada pengajaran Injil yang murni.

Injil yang memberitakan Kristus, Injil yang menunjukkan setiap kita yang percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang mati disalibkan bersama Yesus dan hidup kembali untuk Yesus. Satu kebenaran yang indah, karena ketika mempercayai Yesus kita bukan lagi budak dosa, tetapi hidup dalam kebajikkan terutama untuk kawan-kawan seiman, hidup dalam keluarga Allah.

Jangan kira dalam kehidupan kita akan mampu berbuat baik sesuai dengan kebenaran yang sejati. Tanpa Kristus semua itu kemunafikan. Tanpa kasih karunia damai sejahtera dari Kristus kebaikan kita hanyalah kebajikkan yang mementingkan diri sendiri dalam keserakahan dan kejahatan yang ada di dalam diri. Ketulusan kita adalah kebohongan, kebaikan kita adalah kebaikan yang melawan Allah.

Tetapi di dalam Yesus hati menjadi baru dengan cara pandang baru, kita hidup melayani Kristus dan memberitakan Kristus dan memberikan kehidupan untuk melayani jiwa-jiwa untuk kemuliaan Kristus.

Inilah kebaikan yang Paulus maksudkan, ini bukanlah kebaikan buta yang berpusat pada diri sendiri yang berdosa. Tetapi kebaikan yang sejati berpusat pada Yesus, kebaikan yang membawa banyak orang ke dalam pertobatan, meninggalkan kebenaran diri sendiri dan mengenakan kebenaran Yesus.

Yesus yang disalibkan, Dia yang telah menerima semua hukuman dosa. jadi siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan memperoleh kehidupan kekal, kehidupan yang sejati di awali dengan kematian yang sejati. baiklah kita sadari dan secara serius untuk mati, mati disalibkan bersama Kristus.

Bagi dunia mungkin Injil berita salib sesuatu yang memalukan, tetapi kiranya Roh Kudus memberikan kekuatan dan rahmat untuk kita berkebajikan sesuai dengan kebenaran Injil dan hidup untuk saudara-saudara kita di dalam  Injil yang sejati dan memberitakan-Nya, hingga akhirnya kita menuai jiwa yang bertobat.

Baca Juga: 

Tidak ada yang lebih membahagiakan dari pertobatan dan pertumbuhan rohani seserang. Satu jiwa bertobat untuk menggetarkan Sorga, membawa mereka untuk hidup dalam kasih dan mereka juga dimampukan untuk mengasihi. Inilah kebajikan sejati, kebajikan yang Alkitab sampaikan, visi Allah dari zaman ke zaman dan tidak akan pernah berubah sampai akhirnya Yesus datang sebagai Raja dan Hakim yang adil.

Paulus menjelaskan di dalam Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan sebelumnya, Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Baiklah kebaikan kita adalah kebaikkan yang bersandar kepada Kristus, kekutan yang berasal dari Yesus, kita dimampukan untuk memikul salib. Sesuai dengan panggilan Anda dan saya, jika Anda seoang perngusaha, bekerjalah untuk Injil dan berbuat baiklah untuk kemajuan Injil.

Jika Anda seorang tukan bangunan, bekerjalah untuk Injil dan kemajuan Injil. Jika Anda seorang ibu, kasihilah Anak Anda dengan kasih yang dari Injil dan berikan mereka Injil. Jika Anda seorang guru kasihilah murid Anda dan beritakan Injil kepada mereka. Jika Anda seorang kariawan berbuat baiklah dengan mata yang memandang kepada Injil.

Anda seorang penulis, menulislah tentang Injil dan beritakan Injil melalui tulisan Anda, berbuat baiklah untuk kemajuan Injil. Anda seorang pendeta, hamba Allah di Gereja. Baiklah Anda melayani berpusat pada Injil, beritakan Injil, berbuat baik karena Injil.

Saya berdoa siappun Anda yang membawa renungan saat teduh ini sampai di titik ini hidup Anda diubahkan oleh Injil Yesus Kristus. Hati Anda bergetar ketika merenungkan kasih karuina yang begitu besar untuk kita sang pendosa dan nyata-nyata merubah hati dan cara pandang kita dan kita semakin mengasihi Tuhan dan sesama.

Apapun pekerjaan Anda, apapun latar belakang Anda terimalah kuasa Inji. Ba pa tolong kami agar hati kami diubahkan oleh Injil, baiklah Injil yang adalah kekuatan Allah itu mengubahkan (Roma 1:16-17). 

Membawa kami kepada pertobatan sejati, kami meninggalkan kebenaran kami dan hidup kamu selamanya untuk kemajuan Injil.

Kami disadarkan ketika kami diselamatkan oleh Yesus, hidup kami milik Yesus dan selamanya milik Yesus dan inilah kasih karunia itu dan sukacita abadi, ketika Kristus menjadi pemilik keseluruhan hidup. 

Doa Saat Teduh berdasarkan Mazmur 8

Untuk menutup saat teduh ini, bacalah Mazmur 8! lalu berdoalah berdasarkan berdasarkan pasal tersebut. Untuk doa kali ini saya mengajak Anda berdoa di mulai dari ayat 2 untuk memuliakan Allah lalu di ayat 5 untuk menunjukkan kasih karunia Allah dan ditutup di ayat 10 untuk kembali memuliakan Dia. Mari bacalah doa di bawah ini;

Mari kita berdoa!

Tuhan kau yang mulia, Tuhan saya di mana hidup saya harus berserah, Keagungan-Mu melebihi kemegahan dunia ini, setiap keindahan itu dipancarkan secara nyata. betapa mulia-Nya nama-Mu.

Bersyukur karena saya dan orang-orang yang saya kenal dan banyak orang di dunia ini, Kau ciptakan hampir sama seperti-Mu. Tetapi kami semua telah rusak, kamu telah berdosa, darah Yesus kiranya mengudukan saya dan orang-orang yang telah percaya kepada Anak Tunggal-Mu.

Saya yang adalah pendosa besar, diberikan kuasa untuk melihat kemuliaan-Mu secara jelas. Diberikan anugerah untuk menikmati pengampunan dari Kristus. Saya telah menghabiskan pembacaan saat teduh ini.

Baiklah saya menjadi murid sejati ketika saya mengasihi, dengan kerendahan hati saya dimampukan merendahkan diri untuk melayani. 

Setiap kemurnian hati saya, Roh Kudus-Mu yang mengingatkan saya. Saya menjadi murid-Mu yang jujur dan hidup hanya oleh iman kepada Yesus Kristus.

Baca Juga:

Sehingga saya menjadi orang yang baik yang berpusat pada Yesus, kebajikan menjadi gaya hidup saya. 

Baiklah semua watak Kristus  ada di dalam saya, saya serahkan kepada Kristus dan hati dan pikiran saya menginginkan TUHAN saja dan membuahkan buah-buah yang sesuai dengan kehendak Krisus, karena saya diciptakan di dalam Yesus untuk melakukan apa yang Yesus mau.

Ya TUHAN, Tuhan kami betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! di dalam nama Yesus saya berdoa. Amin.

1 komentar untuk "Bacaan Saat Teduh Hari ini 7 Renungan Tentang Sifat-Sifat Murid Yesus "

  1. Shalom untuk bapak, ibu, saudara/i semua. Mari kita bersama-sama belajar membaca Shema Yisrael yang pernah dikutip oleh Yesus ( nama IbraniNya Yeshua/ ישוע ) di dalam Injil, yang dapat kita lihat di Markus 12 : 28 yang berasal dari Ulangan 6 : 4. Kalimat Shema Yisrael ini biasa diucapkan oleh orang Yahudi dalam setiap ibadah untuk mengungkapkan iman kepada satu Tuhan yang berdaulat dalam kehidupan mereka dan pada awalnya pun orang-orang yang percaya kepada Yesus dari bangsa-bangsa bukan Yahudi juga ikut serta dalam ibadah orang Yahudi di sinagoga.

    Tanpa bermaksud untuk menyangkali keberadaan Bapa, Anak dan Roh Kudus yang juga telah berulangkali diungkapkan dalam Perjanjian Baru, berikut ini Shema Yisrael dengan huruf Ibrani dan cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa yang ada

    Huruf Ibrani, " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד "

    Cara membacanya, " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad "

    Dilanjutkan dengan mengucap berkat

    Huruf Ibrani, " ברוך שם כבוד מלכותו לעולם ועד "

    Cara membacanya, " Barukh Shem kevod, malkuto le'olam va'ed "

    ( Diberkatilah Nama mulia, KerajaanNya untuk selama-lamanya ). Kita perlu mengingat kembali kalau Yesus adalah Rabbi dan Guru yang mengajarkan Torah dan seluruh penjelasannya yang terdapat di dalam Talmud. Beliau tidak mungkin akan mengajarkan seseorang yang bertentangan dengan Torah serta Talmud

    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜🕯️🕍🤴🏻👑🇮🇱🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐍₪

    BalasHapus

Silahkan Berkomentar