Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Teduh Harian Renungan Mazmur 23:4 Ayat Alkitab Tentang Penyertaan Tuhan

Saat Teduh Harian Renungan Mazmur 23:4 Ayat Alkitab Tentang Penyertaan Tuhan

Judul Renungan : Penyertaan Tuhan

Ayat Alkitab Mazmur 23:4

Kristus adalah Gembala sejati, Ia yang membawa manusia berdosa pada kehidupan yang penuh kemuliaan yang di mana kita dilayakkan untuk memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Ini semua karena Kristus, ini semua karena kasih yang begitu besar yang ada di (Yohanes 3:16). 

Gembala yang membawa para domba ke rumput hijau nantenang, di mana di sanalah semua kebutuhan dari domba dapat terpenuhi. Ia membawa para domba ke air yang tenang, air kehidupan yang menyegarkan. Di sanalah domba menemukan kehidupan sejati. 

Ia yang adalah Gembala yang baik membawa dombanya, untuk meyegarkan jiwa sang domba di dalam jalan kebenaran yang sejati. bukan kebenaran dunia, ini adalah kebenaran yang berasal dari Kerjaan Sorga.

Saudaraku, baik itu rumput hijau, air tenang, jiwa yang disegarkan, dan kebenaran yang sejati. Gembala yang baik. Semua ini mengacu kepada satu Pribadi mulia yang menjadi pusat kehidupan yaitu Yesus Kristus. Dia yang disalibkan untuk membebaskan kita dari kutuk dosa, hukuman dosa. Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya, (Yohanes 10:11).

Baiklah kita mempelajari kelanjutan dari penyampaian Daud di Mazmur 23, untuk kita semakin mengenal Alllah yang kita sembah. Dan yang terpenting melalui pembelajaran ini, saya mendapatkan cara pandang yang benar. Anda mendapatkan cara pandang yang benar. Tentang Allah yang menyertai setiap orang yang benar-benar hidup dalam-Nya dan berharap kepada-Nya.

Kita mendalami ayat 4, ada 2 cara pandang dari ayat ini yang saya bagikan. Bagaimana seharusnya kita melihat Allah, berharap pada Allah, dan Ia menjadi sumber rasa aman hidup kita. Saya berdoa kiranya renungan ini, memberikan Anda pengertian untuk terus bersandar dan menaruh hati dan pikiran rasa aman Anda pada TUHAN pencipta semesta.

Mazmur 23:4 (TB) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Saat Teduh Harian Renungan Mazmur 23:4 Ayat Alkitab Tentang Penyertaan Tuhan

1. Cara pandang penyertaan dalam lembah kelam

Tidak ada jaminan mengikut Yesus, bahwa kehidupan Anda akan baik-baik saja, di mana berada sekarang, mungkin Anda dikasihi orang tua Anda, kekasih Anda, gereja Anda, pendeta Anda, dan banyak orang yang mengasihi Anda. Itu tetaplah kasih yang rapuh, kasih dari orang-orang yang berdosa sama seperti Anda adalah seorang yang telah berdosa.

Saya ingin Anda berada di pemahaman yang benar tentang Kekristenan, di sepanjang Alkitab, ketika Anda mempelajarinya. Maka Anda akan sadar, bahwa kehidupan yang sulit, kehidupan yang ada di dalam bahaya. Membosankan, konflik rumah tangga, kehilangan orang yang dikasihi, bangkrut dan semua hal yang menyakitkan. Tidak akan pernah tidak hadir dalam hidup Anda. 

Lembah kelam, kesusahan yang membuat kita mau mati saja rasanya, pasti akan datang menghampiri cepat atau lambat. Tidak ada jaminan ikut Yesus hidup Anda akan baik-baik saja, hidup Anda akan sukses, hidup Anda akan nyaman, hidup Anda akan terbebas dari sakit penyakit, hidup Anda akan berlimpahan mujizat. Tidak ada jaminan.

Pengajaran kacau

Mungkin ada beberapa pengajaran, yang menyerukan Anda harus beriman sebesar-besarnya agar kehidupan Anda mendapatkan mujizat. Pemulihan rumah tangga, usaha yang diberkati dan kaya raya. Mendapatkan pasangan hidup sesuai dengan keinginan dan tepat pada waktunya. Ikut Yesus, maka kehidupan Anda akan diberkati, asalkan Anda memberikan harta Anda, perbanyak perpuluhan, berbesar iman, jangan biarkan iman Anda kecil.

Pengajaran yang demikian memang enak didengar, memang membuat nyaman dan lebih bersemangat. Kotbah, tulisan renungan, dan apapun itu bentuknya di dalam Kekristenan yang menyampaikan. Ketika ikut Yesus maka kehidupan Anda lepas dari lembah kelam. Saya ingin tegaskan itu salah, pengajaran inilah yang pernah saya katakan, hanya penggaruk telinga yang di mana Anda akan segera kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang para penyampai firman palsu ini sampaikan.

Lalu Anda datang kepada dia, lalu dia menyampaikan, Anda berdosa maka Anda tidak diberati. Iman Anda terlalu kecil maka Anda tidak mendapatkan mujizat dan banyak berkat. Anda sudah dua kali tidak ke gereja, makanya Anda gagal dalam bisnis Anda. Anda harus bertobat dan beriman lagi agar Anda diberkati. 

Pengajaran yang membawa orang Kristen lebih dalam lagi menyembah berhala diri mereka sendiri. Cita-cita mereka dan keinginan natur manusia yang tidak ada habisnya. Pengajaran yang tidak mengasihi Sang Gembala, tetapi mencintai rumput fana, air sumur sementara dan kebenaran dunia yang di mana semuanya di ukur dari harta dan kehidupan yang berkelimphan harta dunia. 

Semakin cinta pada dunia, rasa aman yang ditaruh dalam keadaan dunia, sangatlah menyedihkan dan rapuh. Dengan segera Anda akan jatuh bahkan frustasi ketika keadaan tiba-tiba tidak sebaik yang Anda harapkan. Anda perlu bertobat dan meninggalkan pengajaran kacau semacam ini, pengajaran yang tidak realistis dan tidak membawa Anda pada kasih untuk semakin mengasihi Allah dan sesama.

Memandang kepada TUHAN

Rasa aman yang ada di dalam Kristus tidaklah berdasarkan keadaan yang ada di sekeliling kita, tidak berdasarkan kesehatan dan harta benda yang banyak. Rasa aman yang Daud maksudkan di sini, adalah rasa aman sejati yang lahir dari dalam diri yang berharap dan memandang kepada TUHAN. Lembah kelam akan hadir, kapan saja ada di hadapan, ia tidak akan permisi atau meminta ijin untuk menjadi kehidupan Anda, bukan hanya bagian tetapi keseluruhan hidup. 

Setiap kita memiliki lembah kelamnya masing-masing, lembah kelam saya dimulai pada tahun 2012, hingga sekarang. Saya terus berpikir bahwa lembah kelam berikutnya akan datang. Namun, pada saat yang sama cara pandang pada TUHAN, akan sangat menuntukan respon kita terhadap kesukaran lembah kelam kita masing-masing.

Jika saya ditanya, apakah saya takut pada lembah kelam? Jujur saudaraku seringkali saya berdoa pada Tuhan, bahkan lebih baik saya tidak usah Tuhan hidupkan ketika masa kecil saya, ketika meninggal dulu. Artinya saya sangat takut, saya gemetar, saya tidak berani melihat setiap realita yang menyakitkan. Hal ini terjadi sampai sekarang di mana saya menulis Renungan ini.

Namun, baiklah ketika kebenaran Firman meresap dalam pikiran setiap kita, ketika memandang pada lembah kelam yang Kristus alami. Bagi saya Yesus adalah orang yang paling menyedihkan, seseorang yang paling tidak berharga dipandang oleh dunia. Bahkan orang yang tidak mengenal Dia akan dengan sangat bahagia menghina Yesus.

Seseorang yang paling menderita ketika Ia melakukan kehendak Allah, dalam lembah kelam yang menjadi bagian Dia. Lembah kelam Yesus adalah cawan murka kekal Allah, yang sangat pahit dan mematikan. Cawan ini membuat Yesus gemetar, Yesus berkata. “Aku mau mati rasanya.”

Manusia mencintai dosa, manusia pendosa dan suka berdosa sehingga bagi manusia dosa terlihat hal yang biasa. Saudaraku Yesus adalah orang benar yang kudus. Ia membenci dosa dan tidak pernah melakukan dosa. Ketika Ia meminum cawan amarah Allah Bapa yang menyala di dalam kemuliaan-Nya. 

Yesus seketika menyatu dengan dosa, semua dosa Anda dan saya. Bukan hanya natur, tetapi semua dosa yang kita lakukan, baik itu perzinahan, seolah-olah Yesus yang lakukan, baik itu pembunuhan dan rancangan pembunuhan, seoalah-olah Yesus yang melakukan semua itu dan banyak lagi, dosa kemunafikan, cinta dunia, cinta uang, dsb. Sehingga semua hukuman dosa kita ditimpakan kepada-Nya.

Daud bukanlah orang suci, ia adalah pendosa, ia adalah seseorang yang dikucilkan oleh orang tuanya. Lembah kelam dialaminya ketika ia di kejar-kejar Saul. Ia pernah berpura-pura gila sampai meneteskan air liurnya. Ini adalah kehidupan yang tidak nyaman, kehidupan yang sudah ada di dalam dosa. di mana semua orang berdosa.

Tetapi, puji Tuhan maut dan kuasanya telah ditelan habis oleh tubuh Kristus yang telah disalibkan itu. Inilah alasan kita bersama Daud berani berkata. Aku tidak takut bahaya, sebab Kristus adalah jaminan yang memberikan pertolongan, di dalam kelamnya kehidupan.

Ada begitu banyak ayat Alkitab yang menyerukan kepada kita untuk tidak takut. Kabar baiknya lagi, sengat dosa/maut tidak berkuasa atas kita (1 Korintus 15:55-57), ketika kita ada di dalam Kristus. saudaraku bahaya terbesar adalah kematian, kematian kekal di mana tanpa menikmati kemuliaan Allah. Artinya ini adalah kehidupan yang menderita, kehidupan yang ada di dalam kelamnya kehidupan dan kematian yang kekal di dalam api neraka yang gelap. 

Tetapi kehidupan sejati ada di dalam Kristus, kehidupan kekal bersama-Nya. Jika yang tidak dapat kita lakukan Allah berikan Cuma-Cuma untuk bisa mendapatkan kita dan kita menjadikan Dia milik berharga kita. Maka dari itu ayat-ayat penyertaan Allah berikut ini sangatlah menghibur. Untuk kita dapat berkata, “aku tidak takut bahaya, karena Allah bagianku.” 

Keteguhan hati, untuk tidak tawar hati adalah perintah Allah, Allah menyertai (Yosua 1:9).  Seruan untuk tidak takut, tidak bimbang sebab Allah sendiri yang memegang tangan kanan kita (Yesaya 41:10). Tuhan adalah penebus Yakub Israel, maka jangalah takut (Yesaya 43:1). Allah yang membalas setiap kejahatan Ia datang membawa keselamatan (Yesaya 35:4). 

Tuhan Yesus berkata, Ia ada di sini jangan takut (Markus 6:50). Tuhan tidak akan membiarkan engkau, Ia tidak sedikitpun meninggalkan kita (Ulangan 31:6). Manusia tidak akan dapat membinasakan jiwa, Allah dipihak kita Ia kekuatan untuk keberanian kita (Mazmur 118:6). Tuhan berperang melawan musuh terberat kita yaitu dosa, Ia ada dalam penyertaan-Nya yang setia (Ulangan 3:22).

Bukankah ini kabar baik, di dalam lembah kelam Anda dan saya masing-masing, kegelapan yang mengerikan. Kita menemukan Sang Gembala Agung Yesus Kristus ada bersama-sama kita berjalan membawa kita untuk bisa bebas dari kefanaan untuk melangkah menuju kekekalan bersama-sama dengan Dia. 

Setiap kita akan ditimpa lembah kelam, tetapi marilah kita memandang kepada Kristus yang disalibkan itu, bukankah suatu penghiburan dan kekuatan, ketika kita melihat dosa-dosa kita diampuni, dan salib, penderitaan, kekacauan, dan semua hal yang terjadi membawa kita pada cara pandang, iman yang benar, dan semakin mengandalkan dan menginginkan Kristus saja dalam kehidupan yang fana. Baiklah kita tetap dengan cara pandang yang benar, untuk terus berpusat pada Tuhan yang berkuasa.

2. Cara pandang penyertaan oleh Allah berkuasa

Saudaraku, ketika memasuki poin ini kita tetap ada di dalam masalah yang sama. Yaitu dunia yang ada di dalam dosa. Sangat penting bagi kita untuk memandang Allah yang berkuasa itu, mempercayai bahwa Dia adalah Gembala yang berkuasa, bukan hanya baik. Salah satu Film Kungfu saya lupa judulnya, seorang guru Kungfu berkata kepada seseorang yang ingin berlatih denganya. “Kebaikan tanpa kekuatan maka akan ditindas.”

Kita tidak memiliki Gembala yang tanpa kuasa, Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Ia yang mengolok-ngolok musuh-Nya (Mazmur 2:4). Maka dari itu Daud dapat berkata, 

“sebab Engkau besertaku gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku”

Saudaraku penyertaan Tuhan adalah sumber kehidupan yang membawa kita berjalan kepada tujuan kebenaran yang di mana di sanalah rumput hijau dan air yang tenang tersedia. Namun, tujuan utama Anda dan saya bukanlah makanan fana, bukanlah harta fana, bukanlah segala sesuatu yang pada akhirnya akan musnah.

Tuhan Yesuslah tujuan utama kita, Dialah yang kita kejar dan selalu ingin kita sembah dan taati. Sebab kepenuhan Allah ada di dalam Dia, Dia adalah Allah sejati itu. Dialah yang berkuasa yang datang untuk membawa tongkat yang menuntun kita kepada jalan yang benar, mengarahkan kita pada visi kekekalan di dalam nilai-nilai kekal di dalam Dia.

Pada akhirnya, sukacita kita di dalam kelamnya dunia adalah Kristus, Roh Kudus yang menjadi bagian kita. Cara pandang inilah yang harus terus menerus ada di hati dan pikiran kita. Bacalah Alkitab Anda, renungkan itu, hafalkan setiap ayat Alkitab sehingga kehidupan Anda benar-benar penuh di dalam Kristus dan Kritus semakin nyata di dalam Anda.

Firman adalah kekuatan, pelita, dari Firman Tuhanlah Anda dan saya dapat selalu, terus menerus untuk dapat kuat. Di dalam pengenalan yang benar akan Allah yang benar, Allah yang mahakuasa, Allah yang berbelaskasihan dan Allah yang membenci dosa. kita dapat berkata bahwa kita aman di dalam Allah yang demikian hebatnya.

Saudaraku, semua ini tidak lepas dari Injil Yesus Kristus, Injil memberikan kita keseluruhan makna dari kehidupan Kristen kita, yaitu tentang Allah yang hidup dan memiliki kesempurnaan yang manusia cari. Di mana pikiran manusia gagal, otot manusia gagal, kecantikan, ketamvanan, kekuasaan, kekayaan bahkan dunia di mana Anda dan saya tinggal saat ini. Tidak pernah memberikan makna dan kepuasan jiwa.

Tetapi, Allah yang ada di Alkitab, Gembala yang baik itu. Memberikan apa yang kita cari, yaitu diri-Nya yang berkuasa. Sehingga dengan getaran hati, oleh cinta-Nya, kita berlutut berlinang air mata dapat menyembah Dia dan merasa aman di dalam dekapan-Nya yang berkuasa. Dialah gembala yang baik, membawa kita keluar dari kefanaan kembah kelam untuk kembali ke terang sejati sebagaimana manusia diciptakan untuk terang ini.

Saya mengutip tulisan dari William Gurnall Seorang Puritan (1617-1679), “Seluruh kutukan dosa dibayar di dalam Yesus, sebagaimana semua sungai mengalir ke laut—kumpulan dari semua upah dosa dan maut bergabung di dalam Dia. "Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, … tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yessaya 53:5–6). Tetapi amati hal lain lagi dan ingat akan kasih Allah yang tak terkatakan kepada Putra terkasih-Nya selagi Allah menyaksikan Dia — sendirian — memasuki arena tragedi berdarah. Berdiam dirilah dan ketahuilah harga menyakitkan yang dibayar oleh Allah dan Putra-Nya untuk anda demi menyatu dengan-Nya. Di sini Anda berada di tangga teratas Firman Allah yang dapat menuntun untuk membumbung tinggi ke dalam perenungan kasih-Nya”

Yesus adalah Gembala yang baik, sehingga lembah kelam yang sejati telah ditimpakan kepada-Nya, yaitu penderitaan salib. Lembah kelam yang Anda dan saya  lalui, adalah lembah yang ringan, tidak membinasakan jiwa dan bersama Sang Gembala kita aman, Dia telah menang melawan maut, ketakutan akan kematian tidak ada lagi, yang ada adalah sukacita sejati di dalam Kristus. 

Baca Juga:

Saya berdoa, kiranya melalui pembelajaran Mazmur 23:4 ini, Anda mengerti betapa indahnya penyertaan Allah di dalam Kristus. Sehingga yang Anda pandang hari-hari ini adalah Allah, berjalan untuk memuliakan Dia dan melakukan visi-Nya dan hidup berpenyerahan untuk taat pada Firman-Nya. Amin.

Posting Komentar untuk "Saat Teduh Harian Renungan Mazmur 23:4 Ayat Alkitab Tentang Penyertaan Tuhan"