Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Titus 1:5-10 Tugas Pelayanan dan yang Melayani

Renungan Titus 1 5-10 Tugas Pelayanan dan yang Melayani

Judul Renungan; Tugas Pelayanan dan yang Melayani

 Ayat Alkitab Titus 1:5-10

Titus 1:5-6 (TB) Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. 

Saya mengajak Anda untuk masuk ke dalam persoalan yang terjadi di Kreta! Anda dapat membacanya di (Ayat 10-12).

Titus adalah seorang anak rohani Paulus, sama seperti Timotius (1 Timotus 1:20. Ia mendapatkan tugas untuk melayani di Kreta, untuk memilih seseorang yang akan mengembalakan gereja rumah yang ada di Kreta, yaitu seseorang yang benar-benar hidup berdasarkan Injil, seseorang yang mengasihi Allah dan bagaimana orang tersebut dapat mendidik anaknya di dalam kehidupan berumah tangga, untuk memiliki iman dan berkehidupan saleh, sehingga kehidupan Kristen dapat benar-benar berbeda dengan budaya pada saat itu.

Bukankah kita semua dipanggil untuk menjadi Hamba Allah yang kudus, untuk menguduskan diri kita di dalam Kristus dan hidup berdasarkan Injil. Kita adalah orang Kristen yang sama dengan orang-orang di Kreta, bukankah budaya yang berdosa dan tidak hidup di dalam Kristus adalah cerminan dunia di mana Anda dan saya berada saat ini.

Kita dipanggil untuk menjadi benar-benar berbeda dengan dunia, untuk hidup dengan kehidupan yang mengasihi Allah, menikmati Allah dan bersekutu dengan Allah setiap saat. Menyembah Allah yang benar dan kudus, Allah yang telah menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus yang telah disalibkan dan bangkit dan naik ke sorga.

Di mana orang-orang hidup untuk kepentingan sendiri, kehidupan yang ada di dalam penyembahan yang salah. Menyembah yang bukan Tuhan, hidup untuk sebuah pencapaian dunia yang sia-sia, berdasarkan budaya dunia yang dihasilkan oleh pemikiran manusia yang berdosa dan berkelana. Inilah yang harus kita hadapi, yaitu kedalaman diri kita pada dasarnya telah dipengaruhi oleh apa yang benar dan baik menurut budaya dunia.

Paulus mengajak Titus untuk memilih seorang Gambal; seperti yang tertulis di ayat 7-8 dan semua ini bukan tanpa tujuan. Tujuan utama dari pemimpin rohani yang saleh, benar-benar mengerti kitab suci adalah untuk melawan kesesatan dunia dengan cara hidup yang berbeda dari dunia.

Titus 1:7-9 (TB)

Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus 

  • 1. Tidak bercacat, 
  • 2. tidak angkuh, 
  • 3. bukan pemberang, 
  • 4. bukan peminum, 
  • 5. bukan pemarah, 
  • 6. tidak serakah, 
  • 7. melainkan suka memberi tumpangan, 
  • 8. suka akan yang baik, 
  • 9. bijaksana, 
  • 10. adil, 
  • 11. saleh, 
  • 12. dapat menguasai diri 
  • 13. dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, 
  • 14. supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu 
  • 15. dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. 

Renungan Titus 1:5-10 Tugas Pelayanan dan yang Melayani

Sebagai Pelayan, harus selalu kembali ke dasar 

Pertama-tama kita akan belajar, bagaimana seharusnya ketika kita menjadi seorang Hamba Allah seperti Titus yang harus secara jeli melihat setiap orang yang disekitarnya. Memiliki kreteria yang cocok seperti yang Paulus maksudkan. Dan tentunya semua kreteria ini sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jika kita kembali pada ayat-ayat sebelumnya (1-4), saya telah menjelaskan bagaimana Paulus memberitakan dasar Kekristenan kepada Titus pada pembukaan suratnya suratnya. Saudaraku, Kekristenan adalah perjalanan yang harus tetap berada di dasar yang benar.

Mengapa Anda dan saya harus selalu kembali ke pusat, sedangkan kita telah tahu pusat dari Kekristenan kita adalah Kristus. Pada dasarnya setiap hari kita melupakan dasar dari Kekristenan kita, pada dasarnya secara alami kita begitu gampang mengikut kehidupan dunia ini dan tidak menjadi seperti Kristus. Kita harus sadar kita adalah orang berdosa yang hanya dibenarkan oleh Kristus yang benar. 

Tanpa kebenaran ini, tanpa Injil yang jelas, kita akan menjadi pelayan-pelayan yang asal-asal dan lebih memilih berkompromi dengan apa yang dunia katakan benar. Ini sangat berbahaya karena dengan beginilah pelayanan Kristen menjadi sangat-sangat beralih dari apa yang sangat penting. Yaitu Pemuridan, pemberitaan Injil, pemuridan dan semakin serupa Yesus. kita pasti mengabarkan kebenaran ini.

Kesalaha itu adalah perintah Yesus menjadi sebuah panggilan, di mana panggilan menjadi sebuah perintah yang kita anggap harus kita kerjakan. Itulah mengapa Kekristenan Anda dan saya hari ini tidak lagi mementingkan pekabaran Injil, tidak lagi menganggap pelayanan pemuridan pribadi ke pribadi untuk belajar Alkitab bersama-sama secara pribadi menjadi sesuatu yang sangat penting.

Di mana perubahan watak tidak lagi menjadi yang utama dalam Kekristenan. Pengajaran yang berpusat pada Allah untuk mengenal Allah tidak lagi menjadi sesuatu yang harus diajarkan. Di mana yang terpenting di dalam Kekristenan Anda cukup ke gereja, terimalah kotbah tanpa membantah dan mempertanyakan kebenaran yang sejati itu seperti apa?

Anda diperintahkan hiduplah sukses seperti yang dunia ini ajarkan, sekolahlah yang tinggi agar Anda mendapatkan penghormatan dan dimuliakan selama Anda hidup. Jika sudah sukses jangan lupa berbagi ke gereja dan Anda dapat dengan mudah melayani di sana, tampil di mimbar sehingga kehebatan Anda terlihat. Dan Anda dikenal sebagai orang sukses yang rohani.

Inilah yang terjadi, ketika Kekristenan tidak kembali ke dasar yang benar, yaitu Kristus yang disalibkan, Yesus yang telah menjadi hina dan dibinasakan untuk sampai pada kemuliaan yang Allah berikan. Kekristena akan mengabaikan penyangkalan diri dan memikuk salib. Kematian atas diri sendiri. 

Pelayan Tuhan tidak lagi dipilih berdasarkan watak yang sesuai dengan watak Kristus, tetapi berdasarkan gelar teologi, kehidupan sosial yang tinggi, karena kekayaan yang ia miliki. Sungguh Kekristenan kita ada dalam kesesatan yang mematikan dan mengaburkan pelayanan yang sejati. 

Kekristenan kita telah berjalan berdasarkan filosofi dunia, berdasarkan kesenangan yang berpusat pada persetujuan hati dan pikiran manusia berdosa. Yang terpenting Kekristenan kita bersenang-senang, bersukacita, dan hidup sesuai apa yang kita inginkan. Inilah kesesatan. Tanpa Injil dan Injil hanya menjadi hiasan kata yang sewaktu-waktu hanya perlu saja disebutkan di dalam Kekristenan.

Jika saya tanyakan kepada Anda, apa itu Injil? Apakah Anda dapat menjawabnya dengan benar? Apakah hidup Anda telah diubahkan oleh Injil? Atau Anda hanya seorang Kristen karena budaya Anda, keluarga Anda dan keinginan Anda agar kehidupan Anda lebih baik tetapi sebenarnya Anda kosong dan tidak pernah mengenal Yesus yang Alkitabiah. Ini harus Anda pikirkan ulang! 

Yang Anda tahu, Yesus akan memberikan yang terbaik untuk Anda, yang Anda tahu Yesus akan memberkati Anda, yang Anda tahu Yesus suka menerima Anda karena Anda orang baik. Ini kesesatan yang diajarkan oleh kedangkalan Kekristenan kita, hal inilah yang menghasilkan pelayan Tuhan yang tidak pernah benar-benar memikirkan kemajuan Injil, pola pikir yang diubahkan dan semakin mengasihi sesama untuk memberitakan Injil bagi kemuliaan Allah.

Titus 1:10 (TB) Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. 

Pelayan Tuhan berdasarkan Injil Yesus Kristus

Seorang pelayanan Kristus haruslah telah  dilahirkan kembali, seseorang yang telah bergumul melawan dosa. Ia yang telah menguduskan Kristus di dalam hati dan pikirannya, untuk sama seperti kehendak Kristus saja dalam setiap panggilan/pekerjaan. Yaitu melayani seperti Yesus melayani (Filipi 2:5).

Pada dasarnya setiap Kreterian praktis yang ada dalam diri seseorang untuk melayani seperti di ayat 7-8 merupakan buah yang dapat terlihat dari seseorang Kristen yang telah dilahirkan kembali. Ia yang telah lahir dari Roh Kudus. Ini adalah hasil karya dari Allah yang berkuasa, seseorang yang telah diubahkan oleh Allah karena kasih karunia.

Seseorang yang telah berpusat pada Yesus, sama seperti Paulus dan Titus dan pelayan Allah lainnya. Titus harus tahu siapa orang tersebut dan secara praktis untuk tahu seseorang telah dilahirkan kembali atau belum. Anda dan saya dapat melihatnya dari buahnya, perubahan cara berpikir dari apa yang manarik baginya, dari apa yang menjadi alasan ia bekerja hari-hari ini.

Ini semua harus kembali bagaimana Yesus melayani 12 murid-Nya, kembali pada pelayanan Paulus kepada Timotius dan Titus dan murid lainnya yang tidak disebutkan di Alkitab. Bagaimana Anda memuridkan orang lain, membawa orang lain untuk hidup dalam hubungan yang mendalam berdasarkan Alkitab, hidup sungguh-sungguh belejar ALkitab.

Bersama-sama merendahkan diri di bawah pemerintahan Yesus sebagai Tuhan, bersama-sama bertumbuh untuk semakin mengenal Yesus dan mengasihi Yesus melalui doa dan Firman yang menjadi pondasi dari sebuah hubungan pemuridan ini.

Ada Paulus yang memuridkan Titus, lalu Titus memuridkan orang-orang yang harus menjadi gembala bagi gereja rumah yang ada di Krete. Semua kreteria yang Paulus sebutkan tidak akan hadir secara alami di dalam diri seseorang Kristen, karena orang Kristen juga pendosa yang masih cinta pada dosa dalam daging dan darah. 

Yang membedakannya adalah Kristus yang telah disalibkan untuk direnungkan, ada Roh Kudus yang terus mengabarkan Injil ke dalam diri seseorang Kristen untuk semakin mengenal Yesus, memuliakan Yesus dan melayani Yesus. sehingga menghasilkan buah-buah Roh yang terlihat dari diri seseorang Kristen yang pantas melayani sebagai gembala. Yaitu seperti yang ada di Titus 1:7-9.

Mengapa Kristus? Kita harus mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan yang kita layani, Dia adalah penebus yang di mana jiwa kita dapat dipuasakan. Karena Dialah Anda dan saya berpengharapan, seharusnya pendosa seperti kita dibinasakan, tetapi karena kasih yang besar bagi pendosa besar. Ketika Yesus disalibkan, Ia menjadi dosa dan menerima semua hukuman dosa.

Kita semua bejat dan domba yang tersesat dan siap disantap oleh serigala, pengajaran sesat yang membinasakan jiwa.  Tetapi Sang Gemaba, Yesus Kristus menyelamatkan kita dari Serigala buas yang setiap saat menyesatkan kita dengan pengajarannya. 

Baca Juga: Renungan Titus 1:1-4

Maka itu, pelayan Tuhan yang dikasihi oleh Kristus, marilah kita bersama-sama terus memandang pada salib, untuk melayani kita harus disalibkan bersama Yesus, menyangkal diri dan biarlah Yesus yang telah memberikan kehidupan baru itulah yang dikenal oleh banyak orang, dengan cara hidup yang puas oleh kasih Yesus sehingga kasih itu diberikan kepada sesama, sehingga Yesus dikenal dan Allah saja dimuliakan.

Tuhan Engkaulah yang kami layani, mampukan kami mengerti pelayanan-Mu dan kehidupan kami memuliakan Engkau berdasarkan yang Kau inginkan. Biarlah hidup kami dipenuhi pengertian yang benar akan Engkau untuk melayani-Mu dan bersukacita dalam Engkau dan dimampukan untuk mengasihi jiwa-jiwa sama seperti-Mu mengasihi mereka dan diri kami, merikan kami kuasa untuk dapat melakukannya. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Titus 1:5-10 Tugas Pelayanan dan yang Melayani"