Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 145:8-13 Kerinduan Terdalam Manusia

Renungan Mazmur 145:8-13 Kerinduan Terdalam Manusia


Ayat Alkitab Mazmur 145:8-13

Judul Renungan: Kerinduan Terdalam Manusia

Mazmur 145: 8-13 (TB) TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kau jadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau. Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-MU, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu, kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

Memuliakan Allah Itulah Kerinduan Jiwa Manusia

Saya sangat bersemangat ketika menulis artikel kali ini, yaaaa meskipun artikel lainnya saya juga sedang bersemangat. Namun saya tersadar sejenak. Tidak ada yang lebih menyegarkan jiwa ternyata. Hanya Alkitab, hanya firman, hanya Injil Kristus yang sangat memberikan kekuatan baru.

Itu mengapa saya akan terus menulis sampai saya mati, selalu ada kepuasan ketika saya menulis. Dan yang saya tulis adalah hal-hal yang menyatakan kemuliaan Allah, hal yang Allah kerjakan, dan sifat-sifat Sang kuasa penguasa sejati baik bumi maupun sorga.

Segala hal yang Allah kerjakan bukan tentang kefanaan, semuanya tentang kekekalan. Bukan tentang harapan palsu Anda akan menikmati dunia dengan kehidupan penuh harapan. Namun memberitakan bahwa kita musuh dunia ini, kita akan selalu menderita selama kita benar-benar mengasihi Injil, dan memberitakan Injil. Tetapi pada saat yang sama, penderitaan itu tidak sia-sia. Sebaliknya kesenangan yang dinikmati di dalam dunia akan membawa kita pada kematian kekal, penderitaan sia-sia.

Saya hanyalah pendosa yang dipercayakan mengabarkan injil, mengabarkan Allah yang telah menyatakan diri-Nya melalui sebuah tulisan yang berkuasa mengubahkan hati manusia dari yang suka dosa menjadi pembenci dosa. Dari yang selalu menginginkan dunia, kini menginginkan Kristus, menyangkal diri dan hidup menjadi pengikut Yesus. Inilah tujuan dari setiap tulisan saya, dari setiap renungan saya.

Kita masuk pada poin-poin kita, kerinduan terdalam jiwa kita sebagai manusia, semua manusia rindu untuk dapat memuliakan sesuatu. Itu mengapa ketika seseorang belum hidup dalam kasih karunia. Ia akan selalu memuliakan hal-hal yang fana dan inilah penyembahan berhala. Selalu saja berujung pada kebinasaan kekal, jika ia tidak ditarik oleh Bapa dan datang kepada salib Kristus. Kiranya, melalui tulisan ini, Anda bertobat dan hanya berserah pada salib Kristus.

1. Pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya

Setiap kita selalu merindukan kasih, tidak ada satupun manusia yang tidak mau dikasihi. Itu mengapa ketika kita merasa dikasihi kita akan memuji pribadi, benda, uang, dan lain-lain yang kita rasa hal itu mengasihi kita.

Kerinduan terdalam jiwa kita adalah rasa aman dan kasih yang sempurna, kasih yang kita harapkan harus dapat mengerti kita. Hari-hari ini saya memperhatikan begitu banyak khotbah yang berdasarkan ini semua.

Khotbah-khotbah yang menyatakan jika kamu disakiti, jika kamu ditinggalkan, jika kamu, jika kamu, intinya tentang realita penderitaan manusia maka datanglah kepada Allah, Ia akan mengasihi kamu. Khotbah seperti ini sangatlah menghibur, dan memberikan pengharapan.

Namun tidak akan memberikan pertumbuhan secara iman. Dan selalu berujung pada pengharapan palsu yang sama seperti dunia tawarkan karena khotbah seperti ini tidak menyatakan dosa manusia. Tidak menyatakan karya penebusan, tidak menyatakan bahwa kamu yang sering disakiti juga suka seringkali menyakiti.

Para pengkhotbah hanya ingin memuaskan pendengarnya tanpa memberitakan Injil, mereka mengabaikan Injil yang murni. Dan mereka mengabarkan Injil palsu yang berpusat pada kebutuhan manusia. Kebutuhan fana bukan kebutuhan kekal. 

Mereka tidak mengabarkan bahwa musuh terbesar kita, bukanlah orang yang menyakiti kita, tetapi diri kita sendiri yang adalah pendosa. Kita yang adalah pemberontak dan musuh Allah. 

Saya ingin Anda mengerti, dalam kesakitan Anda ketika Anda dikhianati, semua itu sia-sia jika tidak membawa Anda untuk taat kepada Kristus dan berserah kepada kasih-Nya. Jika yang Anda cari hanyalah kedamaian psikologis dan bukan ketaatan kepada Yesus, maka itu sia-sia. Anda tetap ada di lingkaran setan yang membawa Anda kembali pada kebinasaan dan bukan Kristus.

    Tentang kasih Allah

Ketika kita berbicara tentang kasih Allah, rasa sayang Allah, kita tidak bisa pisahkan sifat ini dari sifat panjang sabar-Nya Allah. Kasih tidak bisa dipisahkan dari keadilan Allah atau murka Allah terhadap dosa. Dua sifat yang bertolak belakang.

Sifat yang lain mendorong untuk mengampuni, yang satu lagi mendorong untuk memurkai dan menghukum sang pendosa Anda dan saya. 

Kita sebenarnya tidak kekurangan cinta, kita terlalu banyak menelan cinta palsu dunia ini, kita terlalu banyak menelan cinta palsu oleh diri kita sendiri. Dan semua ini buah dari dosa, pemberontakan kita terhadap Allah. Kita menginginkan kemuliaan di luar kemuliaan Allah yang sejati dan indah.

Itu mengapa jiwa kita selalu merana, kita tidak mempercayai kasih Allah dan kita tidak pernah takut pada keadilan Allah sehingga kita tidak cinta pada Allah kita hanya mencintai diri kita sendiri. Kita selalu saja suka kasih  palsu dunia ini, kasih fana yang membawa jiwa kita kepada kegelapan.

Kasih Allah adalah salib, mematikan kecintaan kita kepada dunia, mematikan diri dan hidup dalam Yesus. Kasih Allah adalah tentang penyerahan kita apakah Anda mau berserah dan mengakui betapa berdosanya Anda, betapa Anda adalah manusia pemberontak, tidak peduli Anda sekarang merasa sedang membutuhkan kasih dunia atau tidak. Saya ingin Anda paham, bahwa kasih karunia adalah kebutuhan mendesak diri Anda. Agar Anda tidak terus ada di dalam kasih dunia ini, karena kasih dunia ini palsu.

Saya sedang membawa Anda kepada kasih Yesus, kasih yang menuntut kematian dari keinginan terhadap kebijaksanaan dunia, harta dunia, rasa cinta terhadap dunia. Kasih Allah adalah memandang kepada salib Kristus, dalam ketidakmampuan mengakui dosa dan bertobat mempercayai Allah. Melalui Yesus Kristus yang telah disalibkan dan bangkit, inilah pengharapan kita, dosa dimatikan di dalam Yesus dan kebenaran Yesus diberikan kepada kita ketika kita bertobat, benar-benar bertobat. berserah untuk taat kepada-Nya.

    Sehingga kita mengalami Allah

“TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau. Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-MU, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu, kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.”

Ayat-ayat di atas adalah kita, ketika kita telah mengalami kasih Allah, menikmati salib Kristus dan hidup dalam Yesus. Kita akan bersyukur, kita akan memuliakan Allah dan penuh kepuasan kekekalan, dan kita diberikan keberanian untuk memberitakan Injil Yesus, kepada anak-anak manusia dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Terpujilah TUHAN.

Mazmur 145:13 TB kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

2. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.

Ketika saya menulis, kerinduan terbesar saya, secara praktis Anda semakin mencintai Alkitab karena Alkitab adalah Allah yang menyatakan cinta-Nya dan murka-Nya kepada manusia. Melalui Alkitab, kita dapat mengenal Allah yang berkuasa dan pada saat yang sama Dia telah menjadi manusia, memberikan diri-Nya untuk menjadi sama seperti kita.

Saya teringat kata-kata Martin Luther, “Jika buku-buku saya membuat orang lebih suka membacanya dibandingkan membaca Alkitab, maka lebih baik buku saya dibakar.”

Ketika saya merenungkan kutipan di atas, saya tersadar bahwa tulisan saya haruslah mengajak Anda bahkan diri saya sendiri semakin cinta Alkitab. Jika Anda orang Kristen dan mau menikmati Allah seperti menikmati roti dan air minum, maka baca dan renungkanlah Alkitab Anda setiap waktu. Kiranya kuasa Roh Kudus, menyentuh hati Anda sehingga sekarang juga Anda mulai membaca Alkitab Anda.

    Kerajaan Allah

Tidak lain kerajaan kekal yang Mazmur nyatakan adalah kerajaan Mesias, jika kerajaan Allah tujuan hidup Anda tentulah Anda akan sangat mengasihi Yesus. Ketika kita mengasihi Yesus, mengenal Yesus. Kita pasti memuliakan Yesus, sampai pada kerajaan kekal. Yesus dapat menerima kemuliaan dari Bapa. Ia harus meneteskan darah, darah yang Ia curahkan sebagai pendamai antara manusia dan Allah.

Kita yang dulunya seteru dari kerajaan kekal, kita masuk dalam kerajaan fana, kita lebih mencintai kefanaan, kita lebih suka hikmat dunia ini. Bahkan kita seringkali bardoa dan bersujud kepada Allah dengan maksud untuk menikmati dunia. Kita diperdamaikan oleh darah Yesus, sehingga kita sekarang bersujud untuk menikmati kerajaan kekal yang berasal dari Allah.

Begitu menyedihkannya kehidupan Anda dan saya ketika kita belum berjumpa dengan Sang Injil. Dan jauh lebih menyedihkan lagi ketika kita sudah berjumpa dengan Kristus namun dengan bebal masih mencintai kerajaan dunia ini, sungguh kebinasaan selama di dunia, rasa kacau, frustasi, kosong akan selalu menghampiri.

Maka sangatlah penting seperti doa Bapa Kami, datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu. Hal inilah yang menyelamatkan manusia fisik yaitu kita, jiwa kita dari penderitaan, ketika Allah yang bertahta dalam hati kita dan memampukan kita untuk selalu melakukan rancangan-Nya atas hidup kita. maka kuasa dari penyerahan diri sangatlah besar.

    Pemerintahan Allah

Pemerintahan yang kekal, penuh belas kasih. “pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” Kesetiaan Allah, Ia buktikan melalui karya salib.

Begitu menyakitkan, bahkan sebelum Yesus ditangkap. Ia berkata, “Aku mau mati rasanya.” Setiap hal yang Ia lakukan untuk kebaikan kita.

Sehingga kita percaya Dia, meskipun sudah bisa dipastikan ketika kita percaya Yesus, kita tidak akan bisa menikmati dunia karena dunia membenci kita. Namun kita akan selalu menikmati Kristus saja, mengenal Dia lebih dalam lagi. Ada keluhan yang mendalam, karena dengan jelas kita melihat dosa dan ada yang salah dengan semua hal yang ada di dunia. 

"Tujuan kita, membawa orang-orang mengenal Kristus melalui diri kita, kiranya Roh Kudus memampukan kita. Inilah kerinduan terdalam kita, untuk memuliakan Allah melalui keseharian kita ketika kita benar-benar di dalam Yesus. Mengenal Yesus, menikmati Yesus dan memperkenalkan Yesus. Allah saja dimuliakan."

Ketika kita benar dalam hal menyerahkan diri pada Kristus, hanya ingin pemerintahan Dia saja yang menjadi pusat dari kehidupan. Maka kita akan dengan mudah memuliakan Dia walau dalam lembah kelam sekalipun. Karena kita tahu dan mengerti Allah dalam Kristuslah harta berharga kerinduan terdalam jiwa kita.

Saya berdoa kiranya Anda semakin mengenal Kristus dalam setiap pembacaan Alkitab pribadi Anda dan kehidupan bersosial Anda amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 145:8-13 Kerinduan Terdalam Manusia"