Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 3:16 Kasih Allah dan Kasih Kita

Renungan 1 Yohanes 3: 16 Kasih Allah dan Kasih Kita

Ayat Alkitab 1 Yohanes 3:16

Judul Renungan; Kasih Allah dan Kasih Kita

1 Yohanes 3:16 (TB) Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Hati orang percaya adalah taman di mana Kristus telah menanam bunga manis kasih-Nya ini. ~ Thomas Watson

Setiap orang yang telah percaya bahwa Yesus melepaskan mereka dari dosa, dengan cara yang ajaib. Dia mengorbankan diri-Nya sendiri. Mati dengan cara paling hina pada masanya bahkan ketika hukuman salib direnungkan, dipelajari hari ini. Hukuman ini tetaplah menjadi penghukuman paling mengerikan yang pernah ada di dalam dunia ini. Di mana korban yang dibunuh lebih dulu menerima penderitaan yang teramat sangat, penderitaan yang menunjukkan tidak ada harapan untuk hidup. Yang ada di sana hanyalah gambaran dari kengerian sebelum kematian.

Dunia pada masa di mana Yohanes menulis suratnya, bahkan sampai hari ini mengajak kita untuk hidup mengasihi dengan landasan yang benar-benar rapuh. Kita diajak untuk mencintai berdasarkan perasaan, perdasarkan pengalaman, berdasarkan kata-kata motivasi orang-orang yang ada di internet. Demikianlah cinta menjadi sangat rapuh dan berpusat pada diri sendiri.  

Cinta yang ingin mendapatkan lebih banyak dari yang dicintai untuk kepuasan diri sendiri yang bernafsu. Cinta yang ingin mengontrol, merasa yang dicintai adalah hak miliknya. Dan kasih yang berkorban tanpa berpikir panjang, melakukan segala sesuatu demi cinta dengan cara mengorbankan diri sendiri dan hidup tanpa tujuan. Pada dasarnya setiap cinta yang didefinisikan oleh setiap pribadi dan itu bersifat relative, adalah cinta yang rapuh, cinta yang salah, dan cinta selalu membawa manusia pada rasa sakit, karena cinta.

Kita ada di dalam dunia yang memiliki berbagai definisi dari cinta dan dicintai dan mencintai. Namun marilah kita kembali pada Sang Cinta Dia yang menciptakan manusia. Kita kembali pada Alkitab yang adalah buku tentang cinta yang sejati, cinta yang murah hati sekaligus tegas, cinta yang lemah lembut dan tetap memegang kebenaran yang mutlak.

Dasar dari mencitai atau mengasihi

Perenungan yang benar akan kasih, haruslah berpusat pada Injil, di dalam Alkitab kita ketika Anda membacanya dan merenungkannya setiap hari. Anda akan menemukan kasih sejati yang berasal dari Allah, ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah sendiri yang datang memanggil, memberikan hukuman dan menyelamatkan mereka dari rasa malu. Inilah Injil, Allah berjanji akan meremukkan kepala ular, inilah Injil.

Semua kisah di dalam Perjanjian Lama, ketika diperhatikan dengan sungguh-sungguh, berdasarkan cara pandang Allah akan dosa pemberontakan manusia. Kita akan melihat kisah tentang kasih karunia yang melimpah dari Allah kepada manusia, kisah penyelamatan, kisah kehancuran karena dosa, dan kisah kasih karunia di dalam Allah. Dan semua kisah ini, pada akhirnya digenapi secara sempurna di dalam diri Yesus Kristus yang telah disalibkan.

Merenungkan Injil, bagaimana Allah menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, Dialah manusia sejati dan Allah sejati. Yang kudus, benar, tidak bercela bahkan taat pada kehendak Allah sampai mati di kayu salib. Di atas salib merupakan pergantian, di mana seharusnya kitalah penjahat-penjahat, pemberontak keji disalibkan. Tetap Yesus menjadi kutuk, agar kita yang percaya kepada Dia dan bertobat dari segala dosa kita. 

Pertobatan inilah yang membawa kita untuk hidup dalam kasih, dipuaskan oleh kasih Kristus dan untuk mengasihi sesama kita untuk memberitakan Yesus, menjadi teladan, menjadi seseorang yang hidup berpusat pada Injil, mengasihi bukan untuk kepuasan diri dan mengontrol. Melainkan untuk memperlihatkan kasih Yesus, kasih yang berkorban, kasih yang tetapi di atas kebenaran firman, cinta yang tidak buta melainkan penuh ketegasan untuk menegur dosa dan membawa pada pertobatan.  

Saudaraku, Yohanes mengingatkan kita bahwa kasih yang radikal adalah kasih yang merelakan nyawa bagi sesama kita sama seperti Kristus. Ini berarti kasih yang memberitakan kasih Kristus kepada sesama. Bahwa di dalam Yesus saja ada kasih ada kehidupan dan tujuan yang sejati dari hidup. Inilah kasih yang bertindak dalam kebenaran mutlak yang Alkitab beritakan kepada Anda dan saya hari ini, sekarang ini.

Marilah kita mengasihi, sekarang bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan (1 Yohanes 3:17). Berdasarkan kebenaran, kebenaran itu adalah Injil, kebenaran itu adalah kasih yang berkorban, kebenaran itu bukanlah kasih yang didasarkan pada pengertian kita sendiri, dunia dan budaya. Melainkan kasih yang didasarkan pada Injil.

Baca Juga: Renungan 2 Korintus 5:17

Kasih yang dapat dilakukan adalah berbagi kepada sesama kita yang kekurangan, berbagi makanan, pakaian dan apa pun yang berguna sesama kita (1 Yohanes 3:17). Kita tidak ditebus untuk menutup mata terhadap penderitaan yang ada di sekitar kita. Melainkan kita ditebus untuk menjadi berkat bagi sesama kita, baiklah kasih Allah, melalui diri kita yang murah hati, suka memberi dilihat. Allah dimuliakan Yesus dikenal. 

"Kasih manusia haruslah bertolak dari kasih Allah yang telah ia sadari, renungkan, dan nikmati melalui kehidupan sehari-hari. Ini adalah kasih yang berdasarkan Injil, di mana Yesus yang telah disalibkan adalah dasar dari perenungan seseorang yang mengasihi saudaranya dengan sungguh."

Kita tahu sekarang, bahwa makna hidup sejati yang Alkitab tawarkan adalah menjadi seseorang yang mengasihi sama seperti Yesus mengasihi manusia. Kasih yang didasarkan pada Injil dan bukan diri sendiri yang rapuh. Soli Deo Gloria.

Posting Komentar untuk "Renungan 1 Yohanes 3:16 Kasih Allah dan Kasih Kita"