Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 97:10 Bencilah Kejahatan Karena Mengasihi TUHAN

Renungan Mazmur 97:10 Bencilah Kejahatan Karena Mengasihi TUHAN

Ayat Alkitab Mazmur 97:10

Judul Renungan; Bencilah Kejahatan Karena Mengasihi TUHAN

Mazmur 97:10 (TB) Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

Setiap harta di bumi ini berkata, "Berikan hidupmu untuk membeliku." Yesus berkata "Akulah satu-satunya harta yang mati untuk membelimu." ~ Timothy Keller

Kita dapat mengasihi Tuhan karena Dia lebih dulu mengasihi kita ketika kita masih berdosa, bahkan Dia telah memberikan Anak-Nya Yesus Kristus untuk menerima dosa kita dan semua hukuman yang seharusnya kita terima ditimpakan kepada Kristus di atas kayu salib.

Melalui salib, pergantian yang ajaib terjadi, seolah-olah Yesus adalah orang yang paling berdosa di muka bumi ini, sehingga Ia menjadi manusia paling menderita. Sejak dalam kandungan, secara budaya Yesus dianggap anak haram, Ia lahir di kandang Domba dan hidup melayani bahkan untuk membaringkan kepalanya tidak ada.

Inilah Yesus, Dia melakukan semua itu, agar kita yang terkutuk, diselamatkan dan benar-benar merasakan apa itu kasih yang sejati dan sempurna. Sehingga kita dapat mengasihi, dapat dipanggil sebagai seseorang yang mengasihi Tuhan dan semakin membenci kejahatan dosa di dalam diri kita sendiri dan ketidakadilan yang ada di dunia ini.

Kita menjadi seseorang yang menyampaikan kebenaran dengan lantang, keras terhadap diri sendiri yang berdosa dan memanggil orang-orang untuk datang kepada Kristus bertobat dan percaya, bahwa hidup tanpa Yesus adalah kematian yang mengerikan, penderitaan yang sia-sia dan hidup tanpa tujuan yang bernilai kekal.

Yesus adalah harta berharga yang merelakan diri-Nya untuk disalibkan agar kita yang percaya hidup di dalam Dia, agar kita dapat memiliki-Nya sebagai harta berharga kita. Jadi kita yang di dalam Yesus mendapatkan kehidupan yang baru, dan siapa yang menjadi milik Kristus dan memiliki Kristus. Inilah keselamatan, kita yang dimiliki Yesus diarahkan untuk berserah kepada Dia dan taat melakukan kehendak-Nya dan kita yang memiliki Yesus, menikmati kehidupan yang bersekutu dengan Kristus untuk melihat dengan jelas keindahan kemuliaan Allah yang ada di dalam Yesus melalui kehidupan rohani yang bertumbuh. Mengenal Yesus dan memperkenalkan Yesus.

Pemeliharaan Tuhan, tidak bisa dilepaskan dari Injil, ini adalah esensi yang Allah yang mengasihi orang yang rendah hati dan membenci orang fasik. Anda dan saya adalah orang fasik tersebut, inilah yang harus kita sadari. Kita telah merenungkan Injil di mana Yesus melepaskan kita dari dosa dengan memberikan diri-Nya untuk disalibkan, kini saatnya kita merenungkan siapa kita sebagai orang fasik dan bagaimana Injil Yesus Kristus membebaskan kita dari kefasikan dan membawa kita pada kerendahan hati.

Dosa adalah pemberontakan yang mengerikan dari kebodohan manusia, manusia diciptakan Allah dalam segala kemuliaan. Masuk ke dalam mulut dosa dan hidup dalam penderitaan yang tidak seharusnya ia terima. Penderitaan yang mengerikan, mematikan dan membuat banyak umat manusia hari ini berteriak tanpa terdengar merupakan fakta dari dosa, kejahatan hati manusia dan kengerian dari hidup yang telah menjadi tuhan atas diri sendiri.

Saya telah berkali-kali merenungkan bagaimana dunia ini berjalan, berkehendak dan bagaimana sejarah umat manusia adalah fakta dari garis lurus tindakan keberdosaan manusia. Sampai hari di mana saya menulis artikel ini, faktanya dosa masih terus bekerja di dalam diri manusia. Saya dengan hati yang risau, bangun di pagi hari dengan banyak pikiran, ketakutan dan rasa cemas.

Bahkan hari ini, ada seseorang yang bangun pagi, tanpa makanan, tanpa pakaian, dalam ketakutan akan kematian karena ada di zona perang. Penjualan manusia masih terjadi di pagi ini, orang-orang yang tidak tahu bagaimana nasip hidup mereka ke depan. Karena sedang ada di dalam kegelapan yang teramat sangat, karena di eksploitasi oleh orang-orang yang berkuasa. Saudaraku, hidup di mana Anda dan saya sekarang bernapas, pada dasarnya menunjukkan banyak fakta mengerikan, yang itu seharusnya menyadarkan kita akan realitas dosa yang serius dan kebencian Allah yang serius terhadap dosa.

Saya tidak sedang berbicara tentang, orang-orang jahat di luar sana. Anda yang membaca artikel ini, Andalah orang berdosa itu. Sayalah orang berdosa itu, kitalah orang-orang bejat, busuk, pemberontak gila, keras kepala, bebal, keji di hadapan Allah, ingin menjadi tuhan, ada dalam perbudakan dosa, mencintai dosa kita dan hidup dalam kebinasaan tanpa Kristus. inilah faktanya.

Injil, memberitakan bahwa kita dikasihi Allah ketika kita masih berdosa. Fakta ini mengharukan, seharusnya membawa kita pada pertobatan yang sejati. dan membukakan bahwa musuh kita adalah diri sendiri yang berdosa itu.

Roma 5:8 (TB) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Inilah Injil Kristus telah mati disalibkan. Untuk membawa kita kembali kepada-Nya dan menjadi orang-orang yang melakukan pekerjaan baik sesuai dengan kehendak-Nya yang mulia (Efesus 2:10), kudus, benar dan memuaskan jiwa kita yang telah dibebaskan dari dosa, kematian dan kesepian.

Di bawah ini, untuk membawa Anda lebih lagi merenungkan Injil, pusat dari setiap renungan yang saya tulis. Ada beberapa kutipan tentang salib, yang membuat saya terharu, menyesal dan bertobat pagi ini ketika membacanya. Saya harap, Anda semakin hidup berpusat pada Kristus saja.

“Tidak ada biaya apapun dari Tuhan, sejauh yang kita tahu, untuk menciptakan hal-hal yang baik; tetapi untuk mengubah kehendak yang memberontak membuat Dia harus disalibkan.”  CS Lewis

“Seluruh surga tertarik pada salib Kristus, neraka takut akan hal itu, sementara manusia adalah satu-satunya yang mengabaikan maknanya.” ~ Kamar Oswald

“Salib adalah satu-satunya jalan keselamatan. Dan salib memberikan tujuan hidup yang baru.” Billy Graham

“Salib menunjukkan keseriusan dosa kita—tetapi juga menunjukkan kepada kita kasih Allah yang tak terukur.” Billy Graham

“Dosa telah ditaklukkan di kayu salib. Kematian [Kristus] adalah dasar dari harapan kita, janji kemenangan kita!” Billy Graham

“Salib adalah kasih Allah yang menderita menanggung kesalahan dosa manusia, yang hanya mampu meluluhkan hati orang berdosa dan membawanya kepada pertobatan untuk keselamatan.” Billy Graham

“Hidup akan sia-sia jika kita tidak memahami kemuliaan salib, menghargainya sebagai harta karun, dan mengikatnya sebagai harga tertinggi dari setiap kesenangan dan kenyamanan terdalam dalam setiap rasa sakit. Apa yang dulunya merupakan kebodohan bagi kita—Allah yang disalibkan—harus menjadi hikmat dan kekuatan kita dan satu-satunya kebanggaan kita di dunia ini.” John Piper

“Salib bukanlah akhir yang mengerikan dari kehidupan yang takut akan Tuhan dan bahagia, tetapi salib itu menemui kita di awal persekutuan kita dengan Kristus.” Dietrich Bonhoeffer

“Simbol paling cabul dalam sejarah manusia adalah Salib; namun dalam keburukannya itu tetap menjadi kesaksian yang paling fasih tentang martabat manusia.” RC Sproul

"Salib berdiri tinggi di atas pendapat manusia dan untuk salib itu semua pendapat harus datang pada akhirnya untuk penghakiman." AW Tozer 

 “Salib Kristus adalah beban termanis yang pernah saya pikul; itu adalah beban seperti sayap bagi seekor burung, atau berlayar ke kapal, untuk membawa saya maju ke pelabuhan saya.” Samuel Rutherford

“Salib adalah tempat di mana jiwa saya dapat hidup, di mana pikiran saya dapat ditenangkan, tempat di mana saya mendapatkan diri saya tidak kesepian. Salib itu memberikan saya sukacita yang sejati, hidup saya berarti, karena salib itu saya sekarang dapat dengan tenang dan penuh keberanian untuk bertobat dan hidup di dalam kemuliaan dan untuk memuliakan Tuhan.” Soli Deo Gloria.

Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 97:10 Bencilah Kejahatan Karena Mengasihi TUHAN"

 Klik Gambar di Bawah Untuk Memberikan Persembahan

 

Klik gambar untuk mendapatkan sumber 
daya renungan berpusat pada Injil