Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Natal Menurut Alkitab; 2022 Berdasarkan Yohanes 1:12-13

Makna Natal Menurut Alkitab; 2022 Berdasarkan Yohanes 1:12-13

Yohanes 1:12-13 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Tiga tahun, ke belakang saya telah merenungkan natal, saya telah menikmati natal bukan berdasarkan perayaan yang dilakukan di gedung gereja. Melainkan saya menikmati natal melalui firman Tuhan, dan bagaimana firman tersebut merasuki diri saya, mempengaruhi cara berpikir saya dan menyegarkan jiwa saya.

Tujuan dari artikel ini, membawa Anda untuk menikmati natal berdasarkan firman Tuhan. Bukan berdasarkan budaya kita, yang hanya sekedar perayaan-perayaan yang dilakukan pada bukan Desember. Yang hanyalah sukacita sementara. Atau secara kasar saya menyatakan bahwa setiap perayaan natal hanyalah sukacita palsu. 

Ketika Firman Tuhan tidak pernah menjadi bagian paling dinikmati di dalam jiwa Anda, bagi hati dan pikiran Anda. Ketika perayaan natal dilaksanakan. Perayaan dan foto-foto natal hanyalah sukacita palsu, dangkal dan benar-benar sementara. Ketika bukan Yesus yang ada di dalam pusat hati dan pikiran Anda dan saya. Hanya melalui Alkitab kita, kita dapat menemukan Kristus sebagai makna yang terutama melalui natal yang kita rayakan.

Apakah Kristus ada di pusat hati dan pikiran Anda? 

Saudaraku ketika bukan Dia Yesus Kristus yang ada di sana (pusat hati dan pikiran), betapa Anda hidup dalam Kesia-siaan. Anda kosong dan sekarat dan hampir mati, meskipun Anda terlihat bersukacita, ketika perayaan natal dilakukan. Dan perayaan natal Anda di tahun ini, hanyalah sekedar sukacita palsu. Sukacita yang bukan dari Anak Allah, bukan dari Tuhan yang telah menjadi Manusia. Melainkan hanyalah foto-foto yang ada di media sosial Anda hanyalah sukacita palsu yang menyedihkan dan tidak ada gunanya selain sukacita palsu.

Lalu bagaimana Anda dan saya, dapat menerima sukacita natal sejati? Inilah tujuan dari  Artikel membawa Anda untuk berpikir ulang. Untuk melihat ulang natal, untuk mereformasi pengertian natal yang salah, yang selama ini ada di dalam kepala kita. 

Karena natal adalah Kristus, inilah makna dari natal, inilah natal, bahwa Tuhan menjadi manusia untuk menerima kita yang menginginkan penerimaan. Untuk membebaskan kita dari dosa, di mana kita adalah budak dosa. Untuk memberikan kita tujuan hidup, yaitu diri-Nya. Di mana tujuan kita sangatlah fana dan menyedihkan. Untuk memberikan hidup kekal, yang sejati bersama kemuliaan-Nya. Sebab pada dasarnya kekekalan kita adalah kematian tanpa kemuliaan tanpa Tuhan tanpa Kristus.

Ketika natal, bukan tentang Kristus, bukan tantang perenungan akan Dia, bukan untuk melihat Dia melalui Injil. Maka sia-sia sangat-sangat sia-sia dan tidak ada gunanya. Kosong dan menyedihkan dan kita pada dasarnya tidak pernah menemukan yang utama di dalam Kekristenan kita, yaitu Yesus yang telah memberikan diri-Nya untuk Anda dan saya, sehingga kita hidup, kita hidup dan kita hidup untuk Dia, sebagai tujuan utama dari kehidupan yang hari-hari yang sekarang dan akan datang.

Tuhan menjadi manusia kita menjadi anak Tuhan

Yohanes, menjelaskan dengan sangat baik, memberikan kepada Anda dan saya pengertian tentang natal. Dan apa yang kita rayakan ketika natal, kita merayakan bahwa Tuhan telah menjadi manusia. Dialah yang disebutkan oleh Yohanes sebagai Firman yang telah menjadi manusia, Dialah Allah dan Di akita kenal dengan nama Yesus. Inilah yang menjadikan natal sangat istimewa dan harus dirayakan. Ini adalah perayaan kemenangan atas dosa, kehidupan yang baru dan bermakna, sebab ketika kita percaya kepada Yesus, kita dijadikan anak Allah.

Bukan seorang anak yang dilahirkan secara jasmani, melainkan menjadi anak Allah, anak yang dikuduskan, disucikan, dibenarkan secara posisi. Ketika kita percaya kepada Yesus dan hidup dalam pertobatan kepada Yesus. 

Yohanes, memberitahukan kepada kita, untuk percaya kepada Dia, Dialah penebus, pembebas dan pemberi kehidupan yang baru. Melalui Dia saja, kita mendapatkan makna natal yang sejati, bahwa kehidupan kita sekarang menjadi milik-Nya, untuk bersukacita di dalam Dia dan memberikan belas kasihan-Nya. Memberitakan rahmat Tuhan kepada dunia yang ada di dalam kegelapan dan diperbudak oleh dosa.

Ketika Allah menjadi manusia, Yesus Kristus, membawa kita kembali kepada Allah melalui Kehidupan-Nya yang sempurna, melalui kematian-Nya disalibkan dan dihancurkan, menerima dosa dan kutuk dosa. Dan melalui kebangkitan-Nya dari kematian sampai akhirnya Ia naik ke sorga dan memberikan Roh Kudus untuk Anda dan saya, untuk kehidupan kita di dunia, menikmati penyertaan kuasa-Nya melalui Roh Kudus. Agar kita yang percaya kepada Dia, menerima kehidupan baru, yang dahulu hamba dosa, kini hidup baru itu adalah menjadi hamba Allah, menjadi anak Allah. Inilah Natal.

Natal tahun ini, tahun 2022 saya mengundang Anda untuk melihat pada Kristus, Dia yang hidup di dunia ini. saudaraku, bacalah kitab Injil, bacalah itu dan renungkan Injil. Tidak ada cara lain untuk semakin menikmati Kristus di dalam kehidupan ini, Anda harus kembali ke Alkitab harus merenungkan Alkitab Anda siang dan malam. 

Untuk benar-benar mengecap manisnya Firman Tuhan, untuk merasakan Dia yang adalah Roti kehidupan, Dialah Air Hidup dan Dialah yang memberikan hidup kekal, untuk bersama-sama dengan Dia, di dunia sekarang ini, saat natal sekarang ini. dan kehidupan setelah kematian fisik Anda dan saya. Inilah natal. Soli Deo Gloria.

Posting Komentar untuk "Makna Natal Menurut Alkitab; 2022 Berdasarkan Yohanes 1:12-13"

 Klik Gambar di Bawah Untuk Memberikan Persembahan

 

Klik gambar untuk mendapatkan sumber 
daya renungan berpusat pada Injil