Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 10:8 Memperhatikan Dengan Baik

Ayat Alkitab Amsal 10:8

Judul Renungan; Memperhatikan Dengan Baik

Amsal 10:8 (TB) Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

Amsal 10:8 (BIMK) Orang yang pandai, suka menerima nasihat; orang yang bicaranya bodoh akan sesat.

Siapa yang memperhatikan dengan sebaik mungkin akan mendapatkan lebih banyak, bagi otaknya, bagi pertumbuhan pemikirannya, dan bagi kehidupan ke depan yang lebih baik dan berpengaruh. Pada renungan kali ini, saya membawa Anda untuk hidup lebih banyak mendengarkan, lebih banyak memperhatikan dan mengosongkan apa yang ada sebagai pengetahuan pribadi. Dan melihat apa yang Anda dan saya kerjakan hari ini dan seterusnya merupakan adanya tujuan kekal di baliknya.

Kita telah masuk ke dalam kebodohan diri kita sendiri dengan cara yang paling memberontak, karena kita adalah keturunan berdosa yang tidak mengenal Allah. Kita tidak berada di jalur yang seharusnya kita lalui sebagai manusia, kita Allah ciptakan untuk diri-Nya, tetapi kita hidup untuk apa yang kita lihat, kita ada dalam tujuan yang putih abu-abu. Kita menelan nasehat setan di dalam pikiran kita bahwa sebenarnya kita dapat mengatur semuanya. Padahal semua itu kebohongan yang menjauhkan kita dari kasih Allah dari tujuan Allah dan dari kehidupan yang sejati, kehidupan yang untuk itulah kita diciptakan.

Kesesatan manusia membawa manusia pada kebinasaan, pada kejatuhan yang dalam, pada kematian kekal yang menakutkan. Pada penderitaan yang sia-sia, pada kekayaan yang sia-sia, pada kemiskinan yang sia-sia dan pada ketakutan yang sia-sia. Kita mempercayai diri kita sendiri dan tidak lagi mempercayai Allah yang menciptakan kita, sebab Dia kudus, kita keji dan penuh dosa. Kematian adalah bagian kita ketika bertemu dengan Allah yang kudus itu, maka dari itu, Anda dan saya benar-benar tersesat dan tidak berdaya. 

Dunia modern dengan semua keahliannya, pada akhirnya tidak dapat memberikan kepuasan pada diri manusia. Pada kedalaman hati manusia, manusia pada dasarnya menginginkan kemuliaan yang sejati dan itu hanya bisa ditemukan di dalam Tuhan yang telah menciptakan manusia. Kita memerlukan kebijaksanaan yang sejati dan itu benar-benar berasal dari Dia, Allah kita yang telah menciptakan kita, yang terpenting dengan itu juga bahwa Anda dan saya, umat manusia pada dasarnya diciptakan untuk Allah, untuk merasakan kehadiran-Nya, persekutuan dengan-Nya dan kehidupan berkelimpahan bersama Dia.

Injil Kebijaksanaan; Memperhatikan Injil Setiap Hari

Dunia melihat kerendahan hati adalah kelemahan, melalui Injil Anda dan saya melihat bahwa sebagai manusia kita bukan hanya orang-orang yang rendah. Kita juga adalah orang-orang yang mati di dalam dosa, kebijaksanaan kita sangat-sangat bodoh, kekuatan kita kelemahan dan kita jauh dari tujuan kehidupan kita yang seharusnya untuk itu kita hidup.

Kebijaksanaan Injil adalah mengakui semua kelemahan, semua kebobrokan, semua ketidakmampuan, kehidupan yang sia-sia tanpa Tuhan dan semua hal yang membawa kita pada kebingungan dan hidup tanpa harapan. Kebijaksanaan Injil membawa kita melihat kepada kasih Kristus yang sangat besar, melihat pada kuasa Allah yang terkandung di dalam Dia yang digantung di atas kayu salib, Dia yang menjadi sangat jijik, Dia Yesus yang dilecehkan oleh manusia-manusia berdosa. Melihat kepada Dia yang hidup kudus, sempurna tetapi kematian dengan sangat hina ditimpakan kepada Dia, terhitung sebagai penjahat yang paling di padang hina di hadapan masyarakat pada masa itu. 

Semua itu karena Anda adalah orang yang merasa bijak tetapi bodoh. Saya yang merasa bijak tetapi bobrok. Semua itu untuk menyelematkan kita dari dosa, dari kutuk hukuman dosa, dari kematian kekal. untuk masuk ke dalam kemuliaan Allah di dalam Kristus, masuk ke dalam kasih Allah di dalam Kristus, melihat keindahan Allah yang menciptakan kita dan membenarkan kita yang selayaknya dibinasakan.

Kebijaksanaan sejati ketika kita bertobat dari segala dosa, belajar dari semua kerjadian hidup ini dan semua itu membawa kita Sang Bijaksana untuk kehidupan yang selalu baru. Kehidupan yang baru ini, kita ada di jalan kebenaran berdasarkan Injil, kita dibebaskan dari dosa dan terus hidup dalam kasih karunia untuk diubahkan, bagi kemajuan kerajaan Allah.

Injil membawa kita, memiliki kehidupan baru, hikmat Allah ada di dalam hati dan pikiran. Dan hal inilah yang mendorong seseorang untuk menerima setiap nasehat yang membawa dirinya kepada Allah. Kita hidup untuk menyenangkan Allah dan kita dapat bersenang-senang di dalam kasih karunia Tuhan. oleh karena hati kita tertuju kepada Dia, tertuju pada kasih-Nya, kebenaran-Nya dan diubahkan oleh Dia. Kita tahu, ke mana arah hidup kita yang baru, Kompas kita adalah Alkitab dan nasehat orang-orang yang benar-benar mengasihi Allah.

Marilah kita terus memperhatikan Injil kasih karunia, yang memberitakan Kristus yang telah disalibkan. Yesus yang telah bangkit dan Yesus yang telah memberikan kepada Anda dan saya visi yang baru dalam kehidupan baru. Yesus Tuhan kita yang layak disembah, dimuliakan, Dia yang telah hidup sempurna bagi kemuliaan Allah dan kita dibawa untuk masuk ke dalam kemuliaan tersebut.

Kehidupan yang memperhatikan nasehat, kehidupan yang bijaksana, merupakan kehidupan yang benar-benar tertuju kepada Allah untuk melakukan kehendak Allah saja. Meninggalkan kehidupan lama, oleh karena kasih karunia, berpusat pada Yesus yang disalibkan dan telah bangkit dari kematian. Yesuslah yang harus menjadi pusat perenungan kita, yang harus diperhatikan, Yesuslah berita Injil yang diberitakan, menjadi kekuatan iman kita dan salib tempat di mana kita bertobat dan diampuni. Soli Deo Gloria.