Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 10:9 Hidup Aman Melepaskan Diri Dari Overthinking

 

Ayat Alkitab Amsal 10:9

Judul Renungan; Hidup Aman Melepaskan Diri Dari Overthinking

Amsal 10:9 (TB) Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui. Amsal 10:9 (BIMK) Orang jujur, hidupnya aman; orang yang menipu akan ketahuan. Amsal 10:9 (TSI) Orang jujur jalan hidupnya lurus dan aman, tetapi penipu berbelok-belok dan akhirnya ketahuan.

Karena keamanan menjadi kebutuhan manusia, maka manusia hidup berkelompok dan membangun komunitas untuk dapat bersama-sama membangun keamanan kehidupan. Setiap kita hidup mencari keamanan, keamanan menjadi esensi dari pencarian kita, kita melakukan segala sesuatu pada akhirnya keamananlah yang benar-benar kita inginkan.

Namun hidup di dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan kejahatan adalah buah dari dosa yang ada di dalam diri manusia. Telah menjadikan dunia ini, menjadi dunia yang tidak benar-benar aman. Bahkan di dalam diri kita sendiri, dengan segala pemikiran, membawa diri kita sendiri pada rasa yang tidak aman. Ada satu istilah yang sekarang abad 21 sedang tren yaitu overthinking.

Overthinking merupakan berpikir secara berlebihan tentang masa depan dan itu membuat diri sendiri merasa sangat tidak aman oleh karena masa depan yang tidak pasti. Kita masuk ke dalam kehidupan di luar jangkauan kita, pada saat yang sama itu sangatlah menakutkan, bahkan membuat beberapa dari kita tidak mampu bertindak. 

Pemikiran yang demikian, membawa kita bukan pada dunia nyata melainkan pada dunia khayalan, dunia yang tidak dapat dijangkau. Dunia yang tidak berdasarkan realitas namun itu mempengaruhi kehidupan kita, membawa kita semakin jauh dari diri sendiri yang sedang berada di dalam fakta kehidupan saat ini, ini merupakan buah lain dari dosa yang telah memperbudak umat manusia, dosa yang telah memisahkan manusia dari kekudusan, kemuliaan Allah. 

Dosa yang menjadikan gambar Allah yang ada di dalam diri kita benar-benar rusak dan tidak dapat kembali ke dalam keadaan semula hanya karena kekuatan manusia itu sendiri. karena pada dasarnya Anda mati saya mati.  Hikmat Amsal mengingatkan kita, tentang perjalanan kehidupan, tentang perbandingan bahwa yang fasik akan dimatikan, akan binasa, akan sial  dan selamanya tidak memperoleh kemuliaan. 

Sedangkan orang-orang yang hidup benar, hidup takut akan Tuhan, dan selalu mengasihi Tuhan dan sesama akan hidup mujur. Hikmat kuno ini, memberitahukan kita, sumber dari keamanan sejati. bahwa keamanan bukanlah keadaan, melainkan Pribadi, Dialah Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang harus direnungkan, dilihat, disembah dan dilayani dengan kasih yang sejati dari kita sebagai ciptaan. Pertanyaannya bagi Anda dan saya sekarang, bagaimana kita dapat hidup dalam Dia, yang kudus dan benar. sedangkan kita buruk, berdosa dan membenci dia.

Keamanan adalah buah dari kejujuran, kejujuran dapat menjadi gaya hidup Anda dan saya, ketika di dalam kita ada Allah yang berdiam diri. Dialah yang mengendalikan kita, Dialah yang berkehendak atas hidup kita. Maka sekarang, tentang keamanan dan hidup dalam realis, hanya kita dapatkan dari kabar baik, yaitu Injil.

Bagaimana Injil membawa rasa aman ketika kita merasa overthinking? Mari kita mulai merenungkan Injil yang menjadi kekuatan, menjadi pusat, dan menjadi sumber dari apa yang diberitakan oleh kebenaran dari Kekristenan kita. Injil inilah yang dapat menjadikan seseorang memiliki kemurnian, kejujuran dan rasa aman sejati dari kedalaman jiwa.

Injil pertama-tama memberitakan kabar buru, yaitu Anda adalah pemberontak, kita adalah musuh Allah, kita binasa di dalam dosa oleh karena kita pendosa di dalam Adam bapa jasmani kita. Dosa menghancurkan gambar Allah yang ada di dalam diri kita, kita termanipulasi dan merasa bahwa kitalah tuhan atas diri kita sendiri, kita menyembah ciptaan, kita menciptakan untuk menyembah ciptaan tangan kita dan semua itu ciptaan Allah.

Kita berpikir secara berlebihan, karena ingin menikmati dunia ini, kita ingin apa yang paling baik berdasarkan cara berpikir kita yang salah. Injil memberitakan semua yang salah berasal dari hati kita yang telah rusak dan tidak menginginkan Allah, kita mati dalam dosa dan binasa, kita diperbudak dan benar-benar membutuhkan pertolongan dari Tuhan. hati kita membutuhkan pembaharuan dan hati ini harus diperbaharui oleh Allah sendiri. 

Kabar baiknya, Allah sendiri telah datang kedalam dunia, melalui Yesus Kristus, Dia yang telah hidup sempurna, hidup kudus taat kepada Allah Bapa. Dia yang melakukan segala sesuatunya secara sempurna. Dia sempurna dalam hal kejujuran karena Dialah manusia yang paling jujur, Dia melakukan segala sesuatu dengan sangat baik meskipun itu mengganggu keamanan orang-orang berdosa. Sampai akhirnya Dia disalibkan, dibunuh sebagai seorang penjahat. Dia terhitung sebagai orang berdosa dan paling berdosa. 

Dia yang tidak berdosa dijadikan dosa, ditimpakan kepada-Nya dosa kita, Dia menerima maut yaitu maut yang seharusnya kitalah yang menerimanya. Kitalah yang mati di dalam dosa kita, karena kasih karunia yang Yesus berikan, kita yang percaya kepada Dia, kita yang bertobat dari dosa dan berlari untuk hidup bukan lagi menginginkan dunia ini, melainkan menginginkan Allah sendiri di dalam Yesus, kita dibebaskan dari hukuman dosa bahkan dosa itu sendiri. kita membenci dosa kita dan semakin peka bahwa setiap hari kita membutuhkan kasih karunia Allah, kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, kita hidup untuk Allah yang mengasihi kita, Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya.

Jadi sekarang, ketika Anda mengetahui bahwa yang menjadi kebutuhan jiwa Anda adalah Injil, lihatlah pada Injil yang memberitakan Yesus yang telah disalibkan. Yesuslah yang menjadi fokus utama dari kehidupan, Yesuslah yang menjadi sumber kehendak kita, agar kita hidup selaras dengan kehendak-Nya. Sehingga kita tidak lagi menjadi orang fasik, melainkan orang jujur  yang mendapatkan keamanan dari Kristus yang telah memberikan diri-Nya untuk kita.

Kehidupan yang aman, buah dari kejujuran keterbukaan, merupakan kasih karunia dari Allah. Kehidupan yang seperti ini, menerima keamanan sejati. Tujuan dari kehidupan ini adalah Allah sendiri, ketika Anda dan saya tahu Allah datang kepada kita untuk perdamaian antara kita dan diri-Nya, kita menerima semua itu, bertobat dari dosa dan berjalan di jalan hidup baru untuk selalu dikuduskan, disucikan, dibenarkan, dan jadikan umat Allah yang menikmati persekutuan dengan Dia dalam kasih karunia yang berasal dari Kristus. 

"Rasa tidak aman oleh karena overthinking terjadi karena kita memikirkan hal lain selain Kristus, Dia yang hidup, mati disalibkan dan telah bangkit. Kita menginginkan hal-hal yang bukan berdasarkan keinginan Kristus, yaitu kasih kepada diri-Nya dan jiwa-jiwa yang dibawa kepada diri-Nya."

Hati Anda sekarang milik siapa? Apakah Kristus? atau yang lain? Kita harus selalu melihat hati kita untuk selalu tertuju hanya pada Kristus, bukan lagi tujuan kita yang palsu melainkan tujuan Kristus yang untuk Dialah kita hidup, diciptakan dan menjadi ciptaan baru dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Roh Kudus, kiranya terus memampukan kita untuk selalu tertuju pada Kristus, melalui pembacaan Alkitab kita dan doa-doa pribadi kita yang berpusat pada kemuliaan Yesus Kristus saja. Soli Deo Gloria. Amin.