Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Tesalonika 2:2 Masihkah Dia Berharga?

Renungan 1 Tesalonika 2:2 Masihkah Dia Berharga?

Ayat Alkitab 1 Tesalonika 2:2

Judul Renungan; Masihkah Dia berharga?

I Tesalonika 2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

“John Ingin orang-orang mencapai posisi di mana mengikut Yesus begitu penting bagi mereka, sehingga jika mereka kehilangan segalanya, mengikut Yesus tetap terasa sepadan dan bernilai. Jika mengikut Yesus mengharuskan Anda mengorbankan segalanya, masihkah itu terasa bernilai bagi Anda?” ~ Keyle Idleman dalam bukunya ‘not a fan’

Hal utama ketika Anda dan saya percaya Yesus, kita harus meninggalkan diri kita sendiri. Kita harus setiap saat melihat kedalaman diri dengan segala berhalanya. Dan bertobat dan mengakui bahwa tidak ada kebenaran di dalam kita, ini adalah langkah awal untuk mati bagi diri sendiri dan hidup bagi Kristus.

Kita harus siap kehilangan diri sendiri dan mengambil kehidupan Kristus sebagai keberadaan kita saat ini, mati dan bangkit bersama Yesus dan hidup untuk melakukan seperti yang Dia lakukan. Anda yang mengakui ikut Yesus, saya terus berharap dan berdoa, sehingga Anda bertumbuh di dalam Dia dan sampai pada keinginan bahwa Anda hanya menginginkan Yesus dan inilah tujuan dari renungan-renungan saya.

Saya percaya ketika seseorang memiliki Hasrat yang kuat akan Kristus, mencintai Yesus dengan segenap akal budi dan hati. Menyerahkan seluruh kehidupan sampai pada titik di mana ia melihat. Hanya Yesus yang pantas mendapatkan segenap kehidupan, pekerjaan Anda, keluarga Anda dan semua hal tentang Anda, kini menjadi milik Yesus dan Anda dipuaskan di dalam Dia, pribadi-Nya. Maka Anda akan masuk ke dalam kehidupan yang penuh kasih dan melayani sesama Anda dengan memberitakan Kristus yang di mana diri Anda adalah milik-Nya.

Ada harga yang mahal ketika ikut Yesus, saya telah menjelaskan bahwa Anda kehilangan diri Anda sendiri dan hanya Yesuslah yang utama dalam kehidupan. Bukan hanya itu, penderitaan-Nya dilanjutkan, resikonya diberitakan. Anda bisa saja kehilangan kekasih Anda, keluarga Anda, orang tua Anda, Anak Anda bahkan nyawa Anda. 

Saya secara jujur memberitakan kebenaran ini, untuk Anda yang menjadi Kristen sejak lahir maupun Anda yang ingin mengikut Yesus secara serius, tetapi tidak mengerti esensi mengikut Yesus. Yang Anda tahu, hanya percaya Yesus maka Anda akan diselamatkan. Ini terlalu dangkal, keselamatan yang Anda dapatkan karena percaya. Keselamatan melalui iman (hanya percaya) pada dasarnya dibenci oleh diri Anda secara alami, dibenci oleh dunia. Karena percaya kepada Yesus memiliki makna melupakan ambisi diri sendiri dan berjalan di dalam ambisi Kristus atas hidup kita.

Maka Anda dan saya, ketika memutuskan mengikut Yesus, haruslah bergumul, berdoalah untuk keyakinan yang teguh, berdoalah untuk kekuatan. Dan berdoalah untuk mampu menerima kehidupan baru tanpa segala hal tentang kita dan berhala-berhala kita. Mintalah cara pandang yang baru, sehingga kita melihat semua hal yang dulunya berharga adalah sampah. Termasuk kehidupan fana kita yang lama, yang sia-sia yang telah menjadi budak dosa.

Masihkah Yesus berharga? Dia yang telah disalibkan itu, yang telah menerima hukuman dosa Anda dan saya. Dia yang memberikan kasih yang sejati dan sempurna. Ketika Anda mengetahui realita dari mengikut Yesus, sangat mahal. Sama seperti Paulus yang walau pun di dalam penjara tetap bersukacita, dalam aniaya yang berkali-kali menimpanya. Ia tetap yakin, saya percaya Paulus selalu berdoa akan keyakinannya dan dia memiliki Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan penghiburan. Baiklah kita bergumul untuk hal yang penting ini, mengikut Yesus mahal harganya. Masihkah Dia berharga?

Tuhan ajari aku menyadari dan secara rela menjadi pengikut Yesus walau pun mahal harganya.  Tolong aku, memampukan aku untuk selalu yakin walau mahal dan seluruh hidupku untuk Yesus dan aku tidak memiliki hak lagi atas diriku sendiri. Kristus adalah bagianku, memampukan aku sadar akan hal ini, Kristus adalah kehidupanku memampukan aku untuk benar-benar menjadi sama seperti Kristus sama seperti yang Kristus inginkan terjadi atas kehidupanku. Amin.