Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Matius 5:15 Kehidupan yang Menjadi Berkat

Renungan Matius 5:15 Kehidupan yang Menjadi Berkat 

Ayat Alkitab Matius 5:15

Judul Renungan: Kehidupan yang Menjadi Berkat

Matius 5:15 (TB) “Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi orang di dalam rumah itu.”

Kita adalah ciptaan Allah, Ia ingin kita terus hidup di dalam Yesus, sehingga kita melakukan segala sesuatu yang baik. Seperti yang telah Ia persiapkan untuk kita sebelumnya. Inilah yang Paulus tuliskan di kitab Efesus 2:10, setelah ia menjelaskan bahwa kita diselamatkan hanya oleh karunia. Kristus telah menumpahkan darah-Nya dan menjadi korban yang sempurna. Agar kita yang diperbudak oleh dosa, ketika diberikan iman untuk percaya kepada Yesus, kita dimampukan untuk melakukan segala hal yang baik.

Saudaraku Yesus adalah terang dunia, ketika kita ada di dalam Yesus, maka terang yang merupakan berkat sejati yang dapat kita bagikan kepada sesama adalah kasih dari sorga sehingga orang lain dapat mengerti. Bahwa manusia pada dasarnya, benar-benar memerlukan terang, terang itu adalah kasih Yesus bagi manusia. Injil memberitakan terang Dunia yang telah hadir ke dalam dunia dalam wujud manusia, menerima semua dosa manusia, agar manusia yang berdosa diampuni ketika bertobat dari dosa mereka dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat

Kasih Kristus yang kita nikmati, sehingga kita dimampukan memberkati sesama bukan berdasarkan investasi agar kita menerima balasan. Tetapi kita sangat sadar bahwa ketika kita memberkati, nama Allah pencipta semesta dipermuliakan. Kita hidup untuk berbagi terang Injil di tengah dunia yang gelap dan tersesat. Kita memiliki misi untuk membawa jiwa-jiwa kepada terang kasih Kristus. 

Tidak ada yang lebih menggairahkan, selain mengabarkan Kristus, jenis pelayanan ini merupakan pelayanan yang memberkati sesama bukan hanya secara jasmani. Kita juga sedang membawa sesama kita pada kehidupan yang bebas dari kematian oleh dosa. Inilah yang harus kita gumulkan setiap hari, yaitu menjadi terang bagi sesama.

Yesus menjelaskan, bahwa terang harus bersinar, untuk menyinari kegelapan. Terang itu adalah Kristus Sang Pokok Anggur, jika saya definisikan kedua istilah ini untuk Kristus. Maka Yesus adalah pokok anggur yang menerangi ranting sehingga ranting dapat berbuah ketika menempel pada pokok dan buahnya itu tetap. Buah yang adalah jiwa-jiwa yang dibawa kepada Yesus, ini bukanlah perkara yang mudah, ini pergumulan seumur hidup. Untuk menghidupi amanat Agung Yesus, sehingga berkat itu dapat benar-benar terjadi atas orang-orang yang hari-hari ini tersesat di dalam kepalsuan yang dunia tawarkan.

Terlalu dangkal ketika menjadi berkat hanya sekedar memiliki kehidupan yang suka memberi, ramah dan terlihat baik hati. Sedangkan esensi dari berkat tidak pernah kita gumulkan secara serius. Agar berkat itu tersampaikan melalui proses yang pastinya melelahkan. Berkat sejati yang harus kita beritakan adalah terang Kristus, melalui Injil. Kita perlu untuk memberitakan Yesus yang disalibkan dan telah bangkit.

Tanpa adanya pemberitaan Injil yang murni untuk sesama, tanpa adanya pertarungan untuk mengalahkan kuasa setan yang mengingat sesama kita, maka kita adalah Kristen yang menyedihkan, lesu, dan terjebak dalam lingkaran setan yang memalsukan berkat TUHAN. Kita kira berkat Tuhan adalah kesembuhan, pasangan hidup, hidup tanpa masalah, dan hidup selalu dalam kenyamanan, terobosan dan hal-hal fana yang berpotensi menjadi berhala. Sehingga ketika itu semua tidak menjadi bagian kita, kita stress dan berdoa dengan doa-doa yang dangkal untuk memuaskan nafsu seperti yang tertulis di Yakobus. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, inilah berkat yang harus kita berikan kepada sesama. AMIN