Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 63:4 Lebih Baik Dari Pada Hidup

Renungan Mazmur 63:4 Lebih Baik Dari Pada Hidup

Ayat Alkitab Mazmur 63:4

Judul Renungan: Lebih Baik Dari Pada Hidup

Mazmur 63:4 (TB) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

“Tidak ada pilihan bagi kami; kita harus menyangkal diri atau menyangkal Kristus. Pembebasan dari keegoisan berarti menjadi bejana yang dipenuhi dengan cinta kasih kepada setiap orang sepanjang hari.” ~ Andrew Murray

Tidak ada seorang pun di muka bumi ini tidak membutuhkan kasih, hanya ketika seseorang telah bebas dari kasih palsu dirinya sendiri dan dunia ini. Makan ia akan menemukan kasih setia yang dicari oleh dirinya selama ia hidup. mendapatkan kasih dan dapat mengasihi dengan penuh makna merupakan tujuan dari kehidupan ini. Manusia Allah ciptakan untuk dapat saling mengasihi tanpa rasa curiga, tanpa kecanggungan dan tanpa ada keinginan untuk menguntungkan diri sendiri.

Namun kasih yang lahir dari dosa, merupakan kasih yang memanipulasi, itu adalah kasih yang untuk kepentingan diri sendiri yang pada akhirnya melahirkan kehidupan tanpa makna. Kehidupan yang demikian benar-benar sia-sia, kehidupan yang semakin menjauh dari Allah dan mendekat pada dosa, kematian dan perbudakan yang tanpa akhir.

Hanya ketika kasih setia TUHAN dinyatakan atas kita dan kita benar-benar menerima kasih setia itu dan menyangkal semua kekuatan kita, hikmat kita dan menerima Kristus. Maka kita dapat berkata, bahwa kehidupan tanpa Kristus benar-benar kehidupan yang tanpa makna, dengan kata lain itu adalah jenis kehidupan yang ada dalam kekosongan, kematian dan tidak berguna samasekali. Kita hidup dalam kemuliaan palsu hasil dari tipu daya bapa segala dusta. 

Saudaraku, renungan kali ini, memperlihatkan kita betapa pentingnya kasih setia yang berasal dari Allah untuk kita  renungkan. Ketika kita hidup di dalam dunia ini dan hidup ini dipusatkan pada keadaan, harta, diri sendiri, ambisi, sesama manusia dan segala hal yang terlihat dan itu bukan Allah. pada dasarnya, kita tidak akan pernah melihat keberhargaan dari kasih setia yang jauh lebih penting dari hidup itu sendiri.

Kehidupan  itu penting, jika kita melekat pada Sang Kehidupan, inilah yang Mazmur maksudkan, bahwa kasih setiap lebih baik dari pada hidup. ketika kematian atas diri sendiri, dikerjakan di dalam kita oleh kuasa Roh Kudus dan kita menyerahkan tahta hati kita agar Yesus saja yang menjadi pusat dari hati kita, maka kita akan melihat betapa berharganya kasih setia Allah yang dinyatakan melalui Injil.

Inilah yang terjadi pada seseorang yang telah menerima Kristus, ia akan ada rasa haus yang teramat sangat akan kebenaran. Ia ingin selalu semakin mengenal Allah, inilah yang Daud nyatakan “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,

jiwaku haus kepada-Mu,

tubuhku rindu kepada-Mu,

seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” Mazmur 63:2 (TB)

Kita benar-benar menginginkan Allah, karena kita tahu hanya dari Dia sajalah kita mendapatkan kasih setia, kita menyadari bahwa kita diciptakan untuk diri-Nya sendiri. Melalui Injil, kita melihat pekerjaan Allah yang berjalan sejak purbakala, sejak dunia diciptakan sampai pada manusia jatuh ke dalam dosa dan Allah mengutus Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka, ini merupakan kasih setia yang Dia nyatakan dan inilah yang benar-benar kita butuhkan  karena kita mati dalam dosa, sehingga Yesus mati di dalam dosa ketika Dia disalibkan.

Puji Tuhan, kematian itu tidak berkuasa atas-Nya, melainkan telah dikalahkan dengan cara Yesus dibangkitkan dari kematian untuk kehidupan yang baru tanpa dosa. Ketika Anda dan saya percaya kepada Yesus, kematian atas dosa dan kehidupan baru di dalam kemuliaan yang Allah berikan melalui Yesus Kristus, kita dapatkan secara Cuma-Cuma, inilah kasih karunia itu, inilah keselamatan yang hanya oleh iman. Ketika Injil sangat nyata di hadapan kita, kita terus  merenungkan karya Kristus di atas kayu salib, di mana murka dan kasih setia dinyatakan. Kita bersyukur, kita  memuji Allah dan kita mendapatkan kekuatan baru oleh kuasa Roh Kudus untuk semakin menyerahkan diri pada kehendak Allah. Amin.