Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bidat Marcion (Marcionisme)

Bidat Marcion (Marcionisme) 

oleh Ethan Christoper

Intagram: https://www.instagram.com/ethanch1/

Marcion merupakan Bidat yang berada di abad ke-2-7. Marcion merupakan ancaman Gereja mula- mula, selain kelompok oposisi yang menyuarakan Injil secara tersendiri yang bisa disebut sebagai Gnostik. Gnostik lebih berfokus kepada hikmah yang para penganutnya dapatkan, ketika dirinya mengetahui lebih lanjut esensi dari keberadaan Allah yang seharusnya Transendensi. (1)

Jadi siapakah Marcion dan mengapa proyek revisionisnya masih bergema?

Marcion lahir di Sinope pada tahun 85 M di provinsi utara Pontus (sekarang Turki) di pantai Laut Hitam. Marcion, putra seorang uskup, adalah seorang yang cerdas, cakap, keras, pantang menyerah, sombong, kaya, dan ambisius. Dia pergi ke Roma antara tahun 135 dan 139 M dan diterima sebagai orang Kristen di gereja di sana. Ia bahkan memberikan hadiah yang besar kepada jemaatnya—200.000 sesterce (nilainya lebih dari gaji seratus tahun). Namun tugasnya di gereja di Roma tidak berlangsung lama. Dia secara resmi dikucilkan pada tahun 144 M dan hadiah mewahnya segera dikembalikan.

Marcion adalah salah satu bidah paling sukses di gereja mula-mula. Dia ditentang oleh semua orang. Selama hampir satu abad setelah kematiannya, dia adalah seorang bidat agung, yang ditentang oleh Polikarpus (yang menyebutnya sebagai anak sulung Setan), Justin Martyr, Irenaeus, Clement, Tertullian, Hippolytus, dan Origenes. Dia adalah salah satu dari sedikit bidat yang dikutuk oleh umat Kristen Yunani dan Latin.

Setelah dikucilkan, ia berkeliling dunia sebagai misionaris untuk agama Kristen versinya. Dan dia memenangkan banyak orang yang bertobat. Menurut Tertullian, ia mendirikan gereja-gereja seperti “tawon membuat sarang,” mengajar manusia “untuk menyangkal bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu di langit dan bumi dan Kristus yang dinubuatkan oleh para nabi adalah Putra-Nya.” Gereja Marcion sangat ketat, menuntut, menginspirasi, terorganisir dengan baik, dan selama sekitar satu abad cukup sukses. (2)

Tetapi, Marcion bukanlah Gnostik.  Ia hanya menggambarkan esensi dari penggenapan Kristus di perjanjian Baru terlihat berbeda dari perjanjian Lama, ia memisahkan Allah Perjanjian Lama dan Allah Perjanjian Baru.  Maksudnya adalah, Yesus yang berada di Perjanjian Baru yang menyuarakan akan keselamatan, menggenapi hukum Taurat kemudian Mati.(3) Namun secara Alegoris, Marcion menyebutkan bahwa Allah yang berada didalam perjanjian Lama cemburu terhadap Yesus yang menyuarakan akan keselamatan. Tersebutlah suatu paham antar perjanjian Lama dan perjanjian Baru, bahwa ada dua jenis Allah yang pernah ada di dunia ini. 

Allah-Khalik yang berada di perjanjian Lama dan Allah-Penyelamat yang berada di perjanjian Baru. Gereja benar-benar Waspada akan keberadaan Marcion, malahan ia sendiri membentuk sebuah Gereja terpisah. Gereja benar-benar mencap Marcion sebagai Sekte. Satu hal yang perlukita ketahui ialah, Marcion  benar-benar menolak kanon perjanjian Lama karena perihal akan Allah sang Khalik. 

Gereja tetap bersihkeras untuk tetap memegang Perjanjian Lama, agar Gereja tau dimana maksud dari penggenapan perjanjian Lama yang Yesus Katakan. Dampak dari apa yang telah terjadi dari keberadan Marcion adalah, Gereja menetapkan adanya pengkanonan secara permanen, guna untuk meluruskan ajaran-ajaran yang seharusnya menetap di Gereja pada masa tersebut. 

Dari hadirnya Marcion, adapula pemahaman Gereja yang membuat Gejera sadar akan keberadaan Injil sesungguhnya. Gereja harus menyadari bahwa bukan kebajikan dan usaha manusia, melainkan rahmat dan keampunan dari Tuhan yang menyelamatkan. (4)

_____________________

(1) H. Berkhof dan I.H. Enklaar: Sejarah Gereja (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2019), 19.

(2) https://www.thegospelcoalition.org/blogs/kevin-deyoung/marcion-getting-unhitched-old-testament/

(3) Suatu pengindahan akan sebuah tulisan yang biasanya digambarkan dengan Ilustrasi. Terkadang gaya Tafsiran ini lebih kontradiksi/Out of Context.

(4) Ibid, 23.

Posting Komentar untuk " Bidat Marcion (Marcionisme) "