Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Korintus 2:9 Allah yang Menyediakan

Renungan 1 Korintus 2:9 Allah yang Menyediakan

Ayat Alkitab 1 Korintus 2:9

Judul Renungan: Allah yang Menyediakan

1 Korintus 2:9 (TB) Tetapi seperti ada tertulis: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Kita perlu berhati-hati menafsirkan ayat yang menjadi dasar renungan kita, karena ketika ayat ini dilepaskan dari konteks. Maka kita akan salah mengerti tentang apa yang Allah janjikan tentang Dia menjanjikan sesuatu yang tidak dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan yang timbul dalam hati manusia. Ayat ini tidak sedang berbicara tentang keinginan Anda dan saya, sehingga Allah harus menyediakan seperti yang kita inginkan.

Kita mungkin berpikir, bahwa segala hal yang baik yang tidak kita pikirkan masih seperti yang kita inginkan demi kepuasan kita yang fana. Kita berpikir bahwa yang terbaik untuk kita adalah segala hal yang terhubung dengan segala benda yang lebih indah, keadaan hidup yang lebih baik. 

Dan saya ingin tegaskan bahwa ayat ini tidak sedang berbicara tentang segala hal seperti yang kita inginkan. Seperti yang dunia modern tawarkan yaitu berbagai berhala untuk kita sembah dan muliakan. Ini bukan berbicara tentang segala kebutuhan dan keinginan kita. Melainkan berbicara tentang keinginan Allah atas kehidupan kita dan keinginan-Nya bertentangan dengan keinginan kita yang telah jatuh dalam dosa.

TUHAN Menyediakan Di Atas Gunung Itu

Paulus sedang berbicara  tentang Kristus yang telah Allah sendiri sediakan untuk menyelamatkan umat manusia  dari dosa mereka. Dia menyediakan hikmat yang terkandung di dalam Injil, Injillah kabar yang tidak pernah timbul dalam hati manusia. Mengapa? Karena manusia memiliki hati yang selalu ingin menyelamatkan diri dengan caranya sendiri, menjadikan dirinya juruselamat atas kehidupannya.

Mata manusia sepanjang zaman, termasuk di dalamnya Anda dan saya terlalu penuh dengan semua kemegahan dunia ini. Maka kita tidak dapat melihat apa yang direncanakan Allah atas kehidupan manusia. Begitu sulit bagi kita untuk dapat benar-benar mengerti Injil yang adalah poros kehidupan Kristen, kita  seringkali ingin mendengarkan hikmat dunia ini, yang memusatkan perbuatan baik untuk menyelamatkan kehidupan kita di dalam dunia dan kehidupan kekal. 

Paulus di sini, membawa kita kembali pada kehidupan yang seharusnya kita jalani sebagai orang percaya. Yaitu merenungkan kasih Allah yang telah menyediakan keselamatan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Mata kita, pendengaran kita, hati kita perlu tertuju pada Injil, pada kebenaran Alkitabiah yang berpusat pada apa yang Allah kerjakan bagi umat manusia.

Sejenak kita kembali pada cerita, ketika Abraham ingin mengorbankan Ishak, Ishak berkata “ayah di manakah domba yang akan kita korbankan.” Lalu Abraham menjawab dengan iman, bahwa Allah sendiri yang akan menyediakan kurban bakaran bagi diri-Nya sendiri.” (Kej. 22:7-8)

Sebelum Abraham membunuh Ishak, ia dihentikan dan terlihat seekor domba Jantan yang tanduknya tersangkut di semak belukar. Setelah Abraham memberikan mempersembahkan, ia menamai tempat itu “di atas gunung TUHAN akan disediakan.” Ratusan tahun kemudian, di atas gunung kematian yang dikenal dengan nama Golgolta, Sang Anak Domba yang Suci, Kudus, Benar, berkenan di hadapan Allah Bapa. Disediakan dan dipersembahkan sebagai korban sempurna yang dapat menghapus dosa umat manusia. 

Saudaraku, inilah Injil, inilah maksud dari Paulus tentang hikmat Allah, tentang Allah yang mendiakan bagi kita yang mengasihi-Nya. Yaitu Dia mendiakan Yesus yang disalibkan. Yesus yang mati menerima kutuk dosa kita, Yesus yang mati sebagai seorang penjahat. Agar kita yang bejat, pemberontak, bodoh, hina, tidak tahu malu, sombong, tidak berdaya, frustasi, mati, gagal, dilukai, ditinggalkan, diperbudak oleh dosa, hancur, tanpa harapan, tidak ada masa depan, dihina, tidak diinginkan, dan masih banyak lagi. Memperoleh pengharapan, di dalam kebangkitan Yesus yang telah mati itu.

Jadi saudaraku, ketika Anda merenungkan kebenaran ini. Marilah kita  datang kepada Yesus, menyerukan pertobatan pada diri kita sendiri dan menyerahkan hidup kita untuk melayani Dia. Marilah kita setiap hari datang kepada Yesus melalui doa-doa kita, pembacaan Alkitab kita dan berbagai kegiatan lainnya. Melalui hidup kita Yesus dikenal dan Allah saja dimuliakan sampai selama-lamanya.

Doa

Bapa kami di sorga, dimuliakanlah nama-Mu kami bersyukur karena kami memiliki Allah yang telah menyediakan Juruselamat bagi kehidupan kami. Sehingga kami memiliki pengharapan sejati di dalam kehidupan ini. Dan saat ini, kami berdoa untuk terus merenungkan kasih-Mu yang besar itu di dalam Tuhan kami Yesus Kristus. Tolong kami juga untuk dapat terus menyatakan kasih Yesus melalui kehidupan kami setiap hari. Di dalam nama Yesus. Amin.