Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 4:11-12 Haruslah Kita Saling Mengasihi

Renungan 1 Yohanes 4:11-12 Haruslah Kita Saling Mengasihi

Ayat Alkitab 1 Yohanes 4:11-12

Judul Renungan: Haruslah Kita Saling Mengasihi

1 Yohanes 4:11-12 (TB) Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Sekarang kita benar-benar mengetahui alasan kita mengasihi, bukan lagi ambisi pribadi untuk memperoleh dari seseorang yang kita beri. Kita menemukan alasan tertinggi dari kasih kepada sesama, sehingga kita tidak muda menyerah dalam hal mengasihi meskipun itu sulit dan jalannya tidak rata. Dan kita memiliki teladan yang sempurna dalam hal kasih kepada manusia, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.

Jadi ketika kasih kita kepada sesama semakin padam, ada kepahitan, ada rasa enggan untuk mengasihi dan benih permusuhan hadir di dalam diri kita. Maka kita melihat kepada Yesus yang telah mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Saudaraku tanpa kasih kehidupan begitu hampa, tanpa kasih kehidupan sia-sia, tanpa kasih kehidupan kita adalah kesepian yang berujung pada frustasi bahkan kematian yang menyedihkan. Tanpa kasih kepada sesama, baik itu kita menerima kasih dan kita dapat memberikan kasih. Kehidupan hanya memiliki satu  warna yaitu hitam pekat yang mengerikan.

Mengasihi Merupakan Keharusan

Alasan utama Anda dan saya masih hidup sampai hari ini, setelah kita percaya kepada Kristus adalah kasih Allah harus dinyatakan. Kita dipanggil untuk melakukan kehendak Allah, untuk taat kepada Dia sama seperti Kristus telah taat sampai mati salibkan. Untuk menyatakan kasih-Nya kepada umat manusia, untuk melepaskan manusia dari dosa dan kutuk hukuman dosa, untuk kehidupan yang baru lebih bermakna dan bergairah.

Mengasihi sesema kita manusia berdasarkan Injil merupakan keharusan. Semua itu karena kita telah menerima kasih karunia Allah. Dosa kita diampuni dan hukuman atas dosa tidak lagi menjadi beban kita, keselamatan yang Allah berikan kepada kita begitu sempurna, itu adalah keselamatan yang memberikan kekuatan baru untuk terus hidup di dalam dunia ini, melaksanakan kehendak Allah.

Keharusan untuk mengasihi, itu berjalan lurus dengan hati dan pikiran yang taat pada kehendak Kristus atas kehidupan yang baru. Kita dipanggil untuk mengasihi, untuk berbagi kehidupan untuk keluarga kita dan sahabat-sahabat kita, kita hidup untuk bermanfaat di dalam Masyarakat. Maka dari itu kasih adalah keharusan, tanpa kasih hidup ini kosong dan kita terjebak dalam lubang hitam kebencian yang sia-sia.

Membagikan Kasih yang Sempurna

Ketika kita hidup saling mengasihi, kita hidup untuk melakukan kehendak Allah atas kehidupan kita dan inilah kehendak Allah itu. Yaitu agar kita membagikan kasih kepada orang-orang yang belum menerima kasih Kristus, melalui kehidupan kita yang sangat sementara saat ini, kita ada untuk hidup dalam kasih, menikmati kasih dan membagikan kasih.

Seseorang percaya yang telah merasakan keindahan kasih Kristus melalui Injil, akan selalu memiliki kerinduan yang teramat dalam. Untuk hidup dan membagikan Injil Yesus kepada sesamanya. Baik itu dalam keluarga, Masyarakat dan di pekerjaannya. Karena Allah ada di dalam dirinya melalui Pribadi Roh Kudus. Kasih yang sempurna itu ada di dalam hati dan pikirannya dan kehidupannya terus dipenuhi kasih untuk berbagi kasih. Ada damai Sejahtera yang tidak dapat diperoleh di dalam dunia ini. Ketika kasih Kristus telah tertanam di dalam hati pikiran Anda dan saya.

Sekarang cara praktis, agar kasih itu benar-benar ada di dalam hati pikiran, kita perlu selalu bertobat dan terus bertekad meninggalkan semua dosa yang memperbudak. Kita perlu selalu belajar Alkitab kita, untuk semakin mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya sehingga kita terus dikuatkan di dalam iman. Semakin kita mengenal Yesus, semakin nyata keindahan Yesus dan semakin kita berserah kepada Yesus.

Kita perlu selalu berdoa, agar kehendak kita berlabuh pada kehendak Yesus, agar kita dengan sangat benar mengetahui kehendak Yesus atas kehidupan. Karena itu saudara-saudaraku marilah kita terus bukan hanya mengasihi sesama, tetapi juga membangun pondasi kasih dengan cara memiliki Persekutuan dengan Yesus dan setiap waktu yang kita berikan untuk bersekutu dengan Yesus, semua itu tidak pernah sia-sia. Amin.