Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 4:15-16 Pengakuan Iman Kristen

Ayat Alkitab 1 Yohanes 4:15-16

Judul Renungan; Pengakuan Iman Kristen

1 Yohanes 4:15-16 (TB) Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.

Keselamatan kita tidak didasarkan pada kebaikan kita, tujuan dari kasih kita bukan agar kita diselamatkan. Kasih kita kepada sesama manusia, merupakan buah nyata dari keselamatan yang menjadi akar yang kuat untuk hidup dan mengasihi sesama manusia. Kasih kita untuk membawa sesama kita pada keselamatan  yang memang itu berasal dari Allah melalui Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya sebagai penebus yang sempurna.

Karena itu saudaraku, kali ini kita akan Bersama-sama merenungkan pengakuan iman kita di hadapan Allah. Kita akan Kembali menikmati bagaimana pengakuan kita membawa kita pada kehidupan yang baru dan dasar dari pengakuan kita adalah Allah menyatakan diri-Nya sehingga kita dapat mengenal Dia, kagum akan keindahan kemuliaan kuasa-Nya dan takut akan murka-Nya yang menyala-nyala terhadap dosa sehingga itu membuat kita benar-benar membenci setiap detail dosa di dalam diri kita.

Mengaku Yesus adalah Anak Allah Merupakan Dasar Pengakuan Iman Kita

Dasar pemikirkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, bukan seperti yang kita mengerti di masa modern saat ini. Arti dari bahwa Yesus adalah Anak Allah, berarti Yesus adalah Allah, Dia setara dengan Allah dan Dia tidak membutuhkan ibu untuk menjadi Allah karena Dia bukan ciptaan melainkan pencipta. Yesus yang adalah Allah menjadi manusia, dikenal dengan nama Yesus karena Maria ibu Yesus, memberikan nama, identitas bagi-Nya sebagai seorang manusia sejati.

Saudaraku, Anda juga harus tahu  kebenaran ini, bahwa Yesus lahir bukan karena hubungan suami isteri yang Maria lakukan dengan Yusuf. Yesus dikandung secara Ilahir, Dia lahir karena Roh Kudus sendiri yang masuk ke dalam Rahim Maria dan secara Ajaib Maria mengandung. Jadi secara budaya di mana Maria tinggal, ia hamil di luar nikah, ia dianggap berzinah, itu mengapa Yusuf ingin menceraikan Maria cara diam-diam. 

Yesus pada dasarnya, bukan anak Maria dan Yusuf, namun secara sosial Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu. Dia adalah Allah sendiri dan identitasnya adalah Anak Allah karena Yesus sendiri mengakui hal itu. Di sini kita tahu sekarang bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Yang menjadi pertanyaannya bagi kita, apa relevansinya kebenaran ini bagi pengakuan iman kita di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Yesus adalah manusia sejati, karena Dia harus mengalami apa yang  manusia pada umumnya alami. Baik itu lapar, haus, lelah, takut, penderitaan bahkan kematian. Hanya saja Yesus tidak berdosa dan tidak dapat melakukan dosa karena diri-Nya adalah kebenaran, kekudusan dan kesucian. Yesus tidak berdosa seperti manusia pada umumnya. Dosa tidak dapat menguasai diri-Nya selama Dia masih hidup dan melayani. Yesus secara tepat memberikan diri-Nya untuk taat pada kehendak Bapa-Nya di sorga.

Iman kita didasarkan pada pengakuan kita bahwa Yesus adalah Anak Allah, Dia adalah manusia sempurna tanpa dosa. Kita percaya pada kehidupan-Nya yang menggantikan hidup kita, kematian-Nya di atas kayu salib merupakan kematian yang seharusnya kita terima. Yesus menerima dosa, bukan karena Dia berdosa, Dia berdosa karena Dia merelakan diri-Nya berdosa untuk menanggung semua dosa kita sehingga Yesus dihukum mati, dalam kematian yang mengerikan. Yesus menerima neraka yang seharusnya kita terima. 

Kebenaran tentang Yesus Anak Allah, menyadarkan kita betapa besar-Nya kasih Allah, misi yang Dia jalankan untuk menyatakan diri-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa. Sehingga kita dipanggil untuk bertobat dan hidup berdasarkan pengakuan iman kita, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menyelamatkan kita, membenarkan kita dan membawa kita untuk hidup bagi Allah, mengasihi Allah dan sesama kita manusia. Ketika kita percaya kepada Dia dan hidup terus bertobat dari dosa.

Jadi sekarang, di dalam kasih karunia yang melimpah-limpah kita terus diperbaharui untuk semakin mengenal Yesus dan menjadi serupa dengan Dia. Marilah kita di dalam waktu-waktu yang singkat ini, membangun Persekutuan dengan Kristus, melalui doa-doa kita dan pendalaman Alkitab. Dan Persekutuan kita dengan saudara-saudara kita seiman. Bersyukurlah selalu dan serahkanlah seluruh kehidupan kita kepada Dia yang memberikan hidup baru dan pengampunan yang sempurna.  Amin.