Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kisah Para Rasul 5:26-33 Ketaatan Kepada Allah

Kisah Para Rasul 5:26-33 (TB) 

26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 

27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 

28 katanya: ”Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” 

29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 

30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 

31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 

32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” 

33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Setelah para murid dibebaskan dari penjara dengan pertolongan Malaikat, mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Yaitu memberitakan firman hidup dan bagian yang kita baca kali ini, merupakan lanjutan cerita dari bagaimana mereka ditangkap ketika memberitakan Injil. Lalau diperhadapkan ke pemimpin-pemimpin agama yang iri kepada mereka, karena pengikut mereka lebih banyak.

Mereka ditangkap, namun tidak dengan kekerasan karena orang-orang Farasi takut, akan banyaknya pengikut para murid. Hal yang menarik untuk kita bersama renungkan yaitu jawaban dari para murid di hadapan orang-orang berpendidikan tinggi dan berwibawa. 

Di Tengah tekanan yang begitu kuat dan larangan yang begitu jelas, para murid dilarang untuk memberitakan Injil. Kita melihat jawaban yang tegas dan penuh kuasa dari para murid. 

Kepada siapakah kami harus taat, kepada Allah atau kepada manusia? Dan mereka memilih lebih taat kepada Allah Israel yang telah membangkitkan Yesus dari kematian. Kematian yang diakibatkan oleh para pemimpin agama. 

Suadaraku setiap kita diberikan pilihan untuk mengambil jalan kehidupan, namun pilihan yang benar yaitu untuk taat kepada Allah. Setiap kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus, berarti mengikut jejak Langkah-Nya di dalam dunia ini. Jalan penderitaan yang seharusnya kita tanggung dan itu baik adanya. Karena penderitaan yang demikian tidaklah sia-sia.

Dunia membenci murid Yesus, iblis tidak suka pada kita, kuasa jahat terus menggerus murid Yesus untuk hidup tidak fokus pada Yesus. Untuk teralihkan kepada berbagai persoalan dan menjadi lemah. Dunia mengancam kehidupan dan membawa Anda dan saya pada ambang kematidan.

Jadi pilihan ada pada kita, tetap taat atau menyerah, tetap hidup untuk memberitakan kasih Yesus atau mengikuti keinginan manusia, yaitu jangan memberitakan Yesus. 

Diberbagai konteks kehidupan, kita terus dilarang untuk memberitakan Yesus, baik itu secara tidak langsung maupun secara langsung. Kita disibukkan dengan kebutuhan hidup, kita disibukkan dengan berbagai program pelayanan, kita disibukkan dengan berbagai keinginan. Dan kita melupakan tugas yang memuaskan dari menjadi murid Yesus, yaitu memberitakan kasih Yesus. 

Para murid pada zaman itu menangkap kebenaran ini, tentang kepuasan, sukacita, damai Sejahtera dan keindahan dari kehidupan yang memberitakan Yesus. Inilah alasan mereka tetap berdiri kokoh meskipun kematian ada di depan mata mereka ketika mereka tetap memberitakan nama Yesus kepada orang banyak.

Saya ingin Anda Kembali pada perenungan dari dasar iman kita, tentang karya Tuhan Yesus, kita perlu mengingat Kembali bahwa kita layak binasa, karena kita orang berdosa. Namun hanya melalui kasih yang begitu besar dari Tuhan kita, Dia menerima semua hukuman dosa kita agar kita yang percaya kepada Yesus diselamatkan. 

Kita perlu sadar bahwa kita benar-benar binasa, dalam segala keinginan dan kerinduan kita, kita sesat. “Dialah (Tuhan Yesus) yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Supaya kita bertobat, agar kita hidup sebagai murid Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Kisah Para Rasul 5:26-33 Ketaatan Kepada Allah"