Renungan Kisah Para Rasul 5:34-40 Pertimbangkanlah Baik-baik

Kisah Para Rasul 5:34-40 (TB) 34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: ”Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima.
40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
Persidangan para Rasul begitu memanas, lalu bangkitlah seorang terhormat di antara para orang Farisi bermana Gamaliel. Ia berpesan pada orang-orang yang sangat membenci pengajaran Kristus itu, bahwa bisa saja apa yang mereka beritakan adalah benar-benar dari Allah dan bukan dari manusia.
Dan untuk mengujinya, ia membawa untuk melihat bagaimana akhir dari perjalanan orang-orang Kristen. Jika itu dari Allah, maka Kekristenan akan bertumbuh, jika bukan berasal dari Allah mereka akan hancur dan ia memberikan contohnya.
Pesan penting dari Gamaliel yang juga dapat kita terapkan, ke dalam kehidupan modern kita saat ini, kita perlu belajar untuk menilai segala sesuatu dari cara pandang, bahwa Allah selalu cambur tangan, bahwa Dia tidak dibatasi oleh apa pun yang ada di dalam dunia ini.
Para murid Kembali mendapatkan ancaman bahwa mereka tidak boleh memberikan Injil, bahwa mereka harus mengikuti Keputusan sidang. Orang-orang banyak berkumpul untuk menuduh mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu kesalahan besar.
Namun dalam sidang itu, kita menemukan seseorang yang memiliki hikmat yang berasal dari Allah. Ia bertidak tidak berdasarkan keinginan, ego dan iri hati bahkan bukan berdasar pada kebencian pribadi. Frasa yang perlu kita tanamkan dalam perjalan iman kita, “pertimbangkanlah baik-baik.”
Saya rasa frasa ini, dapat dipakai dalam berbagai konteks kehidupan, di mana pun dan kapanpun harus menilai dan memuruskan sesuatu. Sebagai manusia kita sangat tergesa-gesa dalam hidup, seringkali kita suka mengandalkan hikmat kita tanpa mempertimbangkan.
Hidup di dunia modern yang serba cepat, kita dituntut untuk memutuskan segala sesuatu secepat mungkin untuk kepentingan kita dan kebaikan kita. Kita lupa untuk belajar mempertanyakan hal itu berdasarkan prinsip-prinsip firman Tuhan, kita lupa untuk melihat kehendak Tuhan atas kehidupan kita.
Jadi marilah kita berlajar untuk mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan pada apakah Keputusan yang kita ambil untuk memuliakan Allah, apakah ini untuk memperkenalkan Kristus atau hanya ambisi dan keinginan pribadi.
Setelah Gamaliel berbicara, sesegera mungkin mereka memanggil para murid dan menyesah mereka dan memberitahukan kepada mereka untuk jangan lagi memberitakan nama Yesus. Di dunia modern hari ini, kita terus terganggu untuk tidak memberitakan Yesus. Kita diganggu untuk tidak taat pada Kristus.
Kita perlu lebih dekat pada Yesus, kita perlu lebih berserah pada Dia, kita perlu terus belajar untuk iman yang bertumbuh. Tidak berpusat pada diri kita sendiri melainkan pada Yesus saja. Roh Kudus memampukan kita, Amin.
Posting Komentar untuk "Renungan Kisah Para Rasul 5:34-40 Pertimbangkanlah Baik-baik"
Silahkan Berkomentar