Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yakobus 1:1-4 Saat Teduh Tentang Ujian Yang Menghasilkan Ketekunan

Bacaan Injil Renungan Yakobus 1 1-4 Saat Teduh Tentang Ujian Yang Menghasilkan Ketekunan
A. R. Wijaya

Judul Renungan: Ujian Yang Menghasilkan Ketekunan

Bacaan Alkitab: Yakobus 1:1-4

Kita masuk pada satu kitab, yang memiliki ayat terkenal di kalangan kita orang-orang percaya. Yaitu iman tanpa perbuatan adalah mati, namun pada bagian ini kita tidak mambahas tentang iman yang demikian. Melainkan bagaimana perjalanan iman itu, untuk sampai pada iman yang tidak mati. Iman yang bertekun untuk kematian dosa dan melihat kepada Yesus saja.

Belajar dari tulisan yang indah dari Yakobus, saudara tiri dari Yesus, Ia melayani di Yerusalem. Karena tidak ada cacatan yang menunjukkan kalau ia keluar dari Yerusalem untuk melayani. Yang menarik dari surat ini, dituliskan untuk jemaat Yahudi yang ada di perantauaan. Mereka tercerai berai karena adanya  penganiayaan di Yerusalem, setelah dibunuhnya Stefanus (KPR. 7:54-60).

Dari sedikit penjelasan saya tentang latar belakang kitab Yakobus dan ayat yang menjadi dasar renungan kita kali ini. Khusus surat Yakobus, saya mempelajari 2 poin, pastinya saya jelaskan sampai akhirnya kita menemukan penerapan praktis yang berpusat pada Yesus Kristus.

Namun, sebelum masuk ke setiap poin mari kita baca dasar renungan saat teduh kita;

Yakobus 1:1-4 (TB) Salam dari Yakobus, Hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada dua belas suku di perantauan. Saudara-saudara, Anggaplah sebagai satu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan buah ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan apa pun.

Bacaan Injil Renungan Yakobus 1:1-4 Saat Teduh Tentang Ujian Yang Menghasilkan Ketekunan

1. Kepedihan penindasan terhadap orang beriman

Semakin dalam Anda dan saya masuk ke ruang maha kudus, dan tidak berkompromi dengan ketidakbenaran. Akan semakin Anda dan saya dibenci oleh penentang-penentang Injil. Ketika Kekristenan di mana Anda saya hidup sekarang, menyerukan bahwa ikut Yesus akan mendapatkan ini dan itu, segala hal yang diinginkan dipenuhi. 

Namun, latar belakang dari pemulisan kitab Yakobus berkata lain, ketika Anda percaya Yesus, Anda dibenci oleh kuasa kegelapan. Ia akan berusahan menghancurkan iman Anda dengan berbagai cara baik itu dengan kenyamanan maupun penderitaan. Dalam konteks kitab Yakobus adalah penderitaan.

Ini adalah penindasan, ketakutan akan kematian dan penderitaan karena dianggap sebagai buronan. Padahal tidak ada sedikitpun yang dilakukan orang-orang Kristen zaman itu yang melanggar moralitas. Tidak pernah Membuhuh, pemberontakan dan kejahatan lainnya.

Mereka menyatakan diri mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Ketuhanan Yesus dan karya penebusan yang secara sempurna Ia kerjakan di kayu salib. Sebagian kecil dari orang-orang Yahudi ini, dianggap musuh dan layak dibunuh oleh ahli-ahli Taurat, padahal mereka mengetahui bahwa dalam hukum mereka sendiri ada perintah jangan membunuh.

Saudaraku dari kenyataan setiap pengetahuan yang ada dipikiran kita, hal itu tidak semata-mata mengubahkan kita, Kekristenan adalah perubahan hati yang disentuh oleh kasih karunia. Sehingga marilah kita orang-orang percaya bertindak dengan tindakan yang berpusat pada Kristus, berpusat pada Injil yang menjadi cara pandang kita dan arah kehidupan selama ada di dunia. 

Kebencian dan kengerian dari tikaman tombak sih jahat, akan selalu ada untuk mengacaukan orang-orang beriman. Saudaraku tidak akan selalu ada masa senang, kita orang percaya harus sadar bahwa setan sangat membenci kita. 

Mereka tidak suka kita dekat dengan Allah, mereka memakai orang-orang berdosa tanpa iman untuk menganiaya. Mereka tidak akan membiarkan orang percaya damai sejahtera dan akan selalu ada terror dan kebencian dari pihak mereka.

Inilah yang terjadi pada 12 suku diperantauan yang menerima surat dari  Yakobus, namun mari kita melihat satu titik dari kebenaran injil di ayat 1. “Dari Yakobus Hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus.” kita  telah belajar sebelumnya betapa dunia membenci pengikut Kristus.

Namun, ada kabar baik kita adalah Hamba-hamba Allah, bahkan Yohanes menjelaskan hal ini dengan cara yang lebih indah lagi yaitu kita adalah anak-anak Allah. setiap orang yang percaya kepada Yesus, mereka adalah anak Allah pencipta langit dan bumi.

Kita harus menyadari satu hal, sebelum kita menjadi hamba Allah, kita adalah budak dosa. kita ada dalam kematian yang mengerikan karena pemberontakan kita, kita hidup dalam kuasa kegelapan. Kita bahkan tidak berkemampuan untuk bisa melawan dosa.

Ketika Yakobus menyatakan dirinya adalah hamba Kristus, hal ini memunjukkan kepada kita satu karya, karya penebusan yang dilakukan oleh Kristus. Kehidupan dan kematian yang menyatakan kepada kita kesempurnaan akan belaskasihan Allah. Melalui Yesus Kristus Firman yang menjadi manusia, kita mendapatkan satu harapan sejati yang nyata-nyata. 

Keselamatan jiwa, kehidupan yang dilingkupi kasih anugerah, kekuatan yang ada di dalam diri sehingga mampu melawan setiap kondisi tersulit sekalipun. Walaupun musuh begitu banyak mengelilingi orang beriman, iman yang dianugerahkan menguatkan dan memberikan harapan baru dari hari ke hari.

Saudaraku seperti yang penulis Mazmur jelaskan bahwa Allah kita adalah kemenangan kita, sandaran yang teguh karena Ia yang mengolok-ngolok mereka yang membenci Dia dan melawan yang diurapi-Nya (Mazmur 2:4-5). Pandanglah pada kemenangan Kristus, lihatlah kemuliaan yang ada di dalam Dia dan nikmatilah kemenangan itu.

Kehidupan mungkin menyakitkan, namun didikan Kristus adalah pemurnian yang nyata-nyata. Di dalam  penderitaan kita menemukan Tuhan secara nyata-nyata. Di dalam penderitaan kita akan menemukan cara pandang yang baru dan kehidupan yang mengarah hanya kepada Kristus untuk melaksanakan kehendak Kristus.

Berikutnya di dalam penderitaan, kita aka melihat rasa manusia dan penghiburan mengapa kita harus bersukacita ditengan penderitaan. Sukacita yang bagaimana dan yang terpenting cara pandang yang seperti apa harus ada sebagai Kristen-kristen yang terus bertumbuh di dalam Kristus.

2. Rasa manis yang dihasilkan

Ada dua hal manis yang saya maksud dari apa Yakobus sampaikan melalui tulisannya di ayat 2-4. Melalui penjelasan ini, saya membawa Anda pada ruangan kasih karunia yang ada di dalam Kristus.

Pertama, Kebahagiaan karena iman yang menghasilkan ketekunan.

Pencobaan yang ada di ayat 2, telah dijelaskan di poin yang pertama. Bagaimana kita tahu bahwa, ketika jemaat pada waktu itu mengaku bahwa mereka adalah orang percaya. Maka pada saat yang sama nyawa mereka bisa saja langsung hilang menjadi sasaran dari kekejaman ahli-ahli kitab Yahudi.

Ketika pencobaan yang demikian beratnya, Yakobus menjelaskan kepada mereka satu alasan yang kuat tentang bersukacita di tengah pencobaan. Yaitu tentang iman yang menghasilkan ketekunan. Sebaikkan inilah yang mejadi sukacita mereka.

Lalu bagaimana ini bisa terjadi, saya berpendapat, bahwa Yakobus sangat mengerti bahwa pemurnian hati, seperti emas yang ditempa untuk menjadi emas yang berharga sangatlah penting. Itu mengapa di sini yang menjadi penekanan dari Yakobus adalah ketekukan, yang dihasilkan oleh iman.

Iman kepada Kristus tentunya, ini adalah jenis kehidupan yang memusatkan hati dan pikiran hanya kepada kebaikan dan keindahan Kristus. Yakobus sangat mengerti, ketika seseorang ada di dalam Kristus dan berharap kepada Kristus dan hidup hanya untuk melayani Kristus, sukacita bukanlah tekanan ataupun paksaan dari Yakobus. 

Ketika Anda medengarkan kata bersukacita, bersyukur ini bukan seruan kosong dari seorang pengkotbah maupun penulis seperti saja. Tetapi ini adalah  ungkapan yang ada di  dalam diri seseorang yang dipenuhi kasih karunia. 

Ketika Anda ada di dalam kasih itu, hati Anda telah berdebar ketika menerimanya. Dalam perjalanan rohani kita, apapun persoalan, apapun salib yang harus ditanggun. Akan selalu ada percikan sukacita, ini adalah sukacita kudus, sukacita yang ada di  dalam kebenaran Kristsus. 

Inilah alasan utama, mengapa Yakobus mengawali suratnya dengan pemberitahuan identitasnya sebagai hamba Kristus, karena sukacita dalam penconbaan hanya ada ketika Kristus yang menjadi pusat kehidupan, cara pandang yang dipengaruhi oleh Injil.

sukacita akan muap-luap dari hati yang dipenuhi kasih karunia dari Yesus Kristus. Pada sisi lain kita harus secara sengaja menyerahkan setiap sisi kehidupan, persoalan dan dengan hati yang hanya menginginkan Kristus saja, untuk perjuangan mendapatkan kepuasan di dalam Dia.

Pada sisi lain, Yesus sangat tahu, bahwa perjuangan Anda dan saya untuk sebuah sukacita dari-Nya tidak akan pernah cukup, kita terbatas, kita tidak mampu, kita adalah debu dan abu yang menyedihkan, mengeluh dalam daging yang fana ini. 

“Bersukacitalah di tengah pencobaan,” seruan Yakobus, merupakan seruan untuk memandang kepada salib Kristus, ini bukan tentang keselamatan jasmani, tetapi jiwa yang akan mendapatkan tubuh baru di dalam Kristus. kehidupan baru sebagai hamba Kristus yang Ia kasihi dan sertai.

Ketika penderitaan yang Anda dan saya alami karena keteguhan hati oleh kasih karunia kita tetap ada di dalam kebenaran. Menyerukannya dan dengan tegas melawan kesesatan maupun ajaran lain yang menyesatkan. Maka kita  menderita  karena kebenaran itu, kita dimusuhi, kita  tidak  disukai. 

Tetapi, saudaraku sama seperti apa yang para nabi rasakan dan puncaknya Tuhan kita Yesus Kristus derita disalibkan. Marilah kita bersukacita karena iman yang dianugerahkan kepada kita membawa pada ketekukan untuk meninggalkan dosa dan hidup hanya untuk melayani Kristus yang telah menebus untuk kita hidup mengasihi sesama. Sama seperti Kristus mengasihi kita.

Kedua, Buah yang dihasilkannya sehingga masuk ke dalam kesempurnaan

Kekristenan modern mementingkan bagaimana Anda harus menjadi sesuatu untuk Yesus sehingga Anda bisa memberikan lebih banyak kepada Yesus agar bekatnya semakin banyak untuk Anda. saya celaka ketika saya menafsirkan ayat 4 dengan pemahana yang demikian. Tetapi Kekristenan yang Alkitabiah adalah kehidupan  yang berpenyerahan, dengan tekun hidup dalam pertobatan yang sejati.

Karena di sini ada kata, “Tak berkurangan.” Saudaraku kita harus benar-benar mengerti bahwa yang terpenting di sini bukanlah hal-hal jasmani. Bukanlah kepenuhan jasmani Anda. 

Kalau untuk kepenuhan jasmani, saya  sarankan Anda tidak usah menjadi orang Kristen, Anda tidak perlu percaya  Yesus. karena Anda tidak pernah menghormati Yesus, Anda masih menjadi tahan dan mentuhankan semua kepenuhan jasmani seolah-olah Yesus disalibkan untuk itu. Anda harus bertobat. Karena pada akhirnya orang-orang yang tidak percaya Yesus, orang-orang keji dan kejam memimpin dan berkelimpahan harta.

Ketika iman Anda kuat di dalam Yesus, poin ini memberikan kepada Anda pengertian tentang kesempurnaan utuh dan tak berkekurangan, untuk semakin mengasihi Yesus dan menginginkan Dia bukan pemberian-Nya.

Adalah kehidupan yang semakin sempurna untuk mengenal Kristus, mengambil kehendak Kristus dan menyelami kehidupan yang Kristus inginkan untuk Anda jalani. Ini adalah kesempurnaan untuk meninggalkan dosa, kesempurnaan untuk membenci dosa, kesempurnaan untuk pertumbuhan rohani yang di mana Kristus sebagai pusat dari semua itu.

Sesuatu yang manis dihasilkan dari pencobaan, ketika iman kepada Kristus semakin teguh saat pencobaan hadir. Kehidupan yang semakin berharap dan bersandar kepada kasih karunia. Bahkan hidup dalam ketaatan kepada Kristus, semakin nyatanya.

Saudaraku dalam pemurnian ini, ketekunan kita semakin nyata, kita akan semakin membenci dosa dan menarik diri darinya dan mengarahkan pandangan kepada Kristus dan cita-citanya. Ini adalah menjadi sempurna bersama Kristus untuk semakin taat kepada Allah, menyerahkan diri kepada Allah, untuk  puas dalam kemuliaan-Nya.

Saya berkeyakinan dalam pederitaan yang saya alami saat ini Dia Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikkan. Tidak ada yang lebih baik dari kematian dosa yang nyata-nyata terjadi atas  kehidupan kita. kita mati atas dosa-dosa kita dan bangkit mengenakan manusia baru bersama Kristus  di dalam Dia  yang menjadi  milik berharga kita.

Setiap kecenderungan yang menyimpang, menjijikkan, dan memberikan luka kepada jiwa kita, perlahan dalam didikan dan penderitaan ini Allah campur tangan untuk kemurnian Anda dan dan saya. Untuk semakin mengasihi Kristus yanng telah disalibkan itu dan memberikan kebenaran-Nya kepada kita, yaaaa kiranya Anda bersukacita dalam pencobaan.

Dalam luka akibat dunia yang berdosa, Yesus lebih dulu ditimpakan semua murka Allah terhadap dosa-dosa Anda dan saya. Di atas kayu salib Yesus dipandang sebagai pendosa besar, agar kita yang sebenarnya busuk dan menjijikan menjadi kudus dan mulia ketika Kristus mati dan kita mati di dalam Dia dan meninggalkan semua yang berharga untuk Kristus yang berharga itu.

Renungkanlah!

Yaaa, saya ingin tegaskan di akhir artikel ini, sukacita yang Yakobus maksudkan adalah sukacita di dalam Yesus. Ketekunan itu adalah ketekunan di dalam Yesus. Buah yang dimaksudkan adalah buah-buah watak yang semakin serupa Kristus untuk meyalani jiwa-jiwa bukan diri sendiri. (Yakobus 1:2)

Baca Juga: Renungan Yakobus 1:5-8 tentang belas kasih Allah

Sangatlah berbahaya ini menunjukkan betapa dalamnya penyembahan berhala. Dan patut untuk dipertanyakan jika kita selama ini bersukacita  tetapi bukan orang yang kita layani untuk dibawa kepada Kristus. Tetapi keangkuhan, ego, pencapaian, cita-cita kita dan kehormatan kita yang dilayani. 

Baca Juga:

Saya berdoa kiranya Anda melihat Yesus yang disalibkan itu untuk jiwa-jiwa dan Anda bertobat dan kembali kepada Injil yang murni, Injil yang memiliki  amanat mendesak yaitu pemuridan untuk membentuk pelayan-pelayan dan penyembah-penyembah yang berpenyerahan dan taat kepada Yesus saja secara radikal. Roh Kudus memampukan kita semua saudaraku, Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Yakobus 1:1-4 Saat Teduh Tentang Ujian Yang Menghasilkan Ketekunan"