Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Firman TUHAN Renungan Yakobus 1:9-11 Saat Teduh Tentang Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

Firman TUHAN Renungan Yakobus 1:9-11 Saat Teduh Tentang Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

Judul Renungan: Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

Bacaan Firman TUHAN: Yakobus 1:9-11

Perjalanan mempelajari Firman TUHAN, mendalami dan mengamati setiap pesan dari Allah melalui Kitab Yakobus. Perenungan kali ini, hal yang sangat menarik untuk dibahas dan direnungkan kembali jenis iman seperti apa yang kita yakini saat ini? Apakah berpusat pada Kristus atau pada harta yang kita miliki?

Iman yang menanggapi keadaan diri yang tidak berkecukupan dan berkecukupan namun hidup di dalam TUHAN. Dan kehidupan yang kaya, tetapi di dalam TUHAN. Bahkan hidup dalam berkelimpahan sehingga kelimpahan itulah yang menjadi tuhan.

Saya cukup lama memikirkan dan merenungkan maksud dari tulisan Yakobus yang ada di ayat 9-11. Sampai akhirnya saya membentuk dua kalimat penting yang akan saya jelaskan dalam renungan kita kali ini.

Hal ini berkaitan erat dengan iman kita kepada Kristus, di mana hari-hari ini begitu banyak pengajaran yang bertentangan dengan apa yang Alkitab ajarkan. Kekristenan masa kini, mengajarkan kepada kita tentang kemegahan di dalam kekayaan dunia dan bagaimana kehidupan menikmati setiap berhala yang ada (Kekayaan).

Pengajaran kemakmuran, baik yang nyata-nyata dan yang tersembunyi. Di mana Anda diberkati karena iman Anda besar dan berkat-berkat yang dimaksudkan adalah materi. Kotbah-kotbah yang berpusat pada kemuliaan manusia dan pencapaian manusia dan cita-cita manusia yang ditinggikan.

Kemegahan yang fana dan kenikmatan yang sementara dan palsu menjadi tujuan. Pengajaran yang membuat saya sangat-sangat kesal. Di mana Yesus menjadi sarana untuk mencapai tujuan dan pencapaian manusia. 

Lalu ada seruan, “berimanlah, besarkan iman Anda maka Anda akan mendapatkan yang Anda inginkan.” Ini benar-benar pengajaran yang mematikan, sesat dan tidak memuliakan Kristus. Saudaraku saya pun pernah  mempercayai dan mengimani pengajaran yang seperti ini, pengajaran kacau yang tidak berpusat pada Yesus. 

Kita harus kembali kepada Injil Yesus Kristus, kita harus melihat hanya kepada Kristus dan hidup untuk melakukan apa yang Ia rencanakan dalam hidup kita. Sama seperti yang dikatakan oleh John Owen “Fondasi dari kekudusan yang sejati dan ibadah Kristen yang sejati adalah ajaran Injil, yaitu apa yang kita percayai. Jadi, ketika doktrin Kristen diabaikan, ditinggalkan, atau rusak, kekudusan dan ibadah yang sejati juga akan diabaikan, ditinggalkan, dan rusak.”

Baik itu ibadah, cara berpikir, cara hidup, hati yang mencintai harta fana dan semua kehidupan Kristen kita, ketika bukan Injil yang terus menerus diberitakan.  Injil yang murni tidak ditanam di hati dan pikiran kita. Maka kita memiliki kehidupan yang benar-benar rusak, kehidupan yang tidak berpusat pada Yesus dan tidak berdasarkan rencana Yesus. 

Kita akan memuliakan diri sendiri, mudah tersinggung, merasa harga diri terpenting. Kita harus kembali kepada pengajaran yang sehat, yaitu Injil.

Kita harus kembali ke pengajaran Injil yang murni, Injil yang menyatakan dosa, Injil yang memberitakan kasih karunia yang ada di dalam Yesus. Sehingga kita memiliki cara hidup baru dengan bermegah dalam Kristus walau hidup dalam kemiskinan sekalipun. 

Mari kita baca, dasar perenungan kita;

"Yakobus 1:9-11 (TB) 9 Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, 10 dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. 11 Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

Pertama, Kemegahan seorang Kristen. Kedua, Kristen Tidak Bermegah oleh Kekayaan.

Yakobus dengan baik, menjelaskan sebagai orang Kristen cara pandang seperti apa yang kita miliki dan bagaimana cara pandang tersebut sangat bertentangan dengan cara pandang dunia. Inilah akan kita pelajar bersama.

Saya berdoa, kiranya melalui saat teduh hari ini, kapan pun Anda membaca tulisan ini, Allah Roh Kudus bekerja melalui tulisan ini, sehingga kebenaran yang sejati, cara pandang Kristen yang benar. Menjadi cara hidup kita yang benar-benar berpusat kepada Kristus saja.

Firman TUHAN Renungan Yakobus 1:9-11 Saat Teduh Tentang Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya

1. Kemegahan seorang Kristen

Di dalam terjemahan sementara Indonesia (TSI) ayat 9 ditulis dengan jelas, “Saudara-saudari seiman, kalau kamu miskin atau mempunyai kedudukan rendah, bersukacitalah! Karena Allah sudah memberikan kedudukan yang tinggi kepadamu— yaitu sebagai warga kerajaan-Nya.”

Ini adalah kabar baik, ketika merenungkan kebenaran ini, saya mendapati satu kenyataan dari kekayaan Kristen. Kekayaan yang tidak sama dengan apa yang dunia ini banggakan. Kita tahu bahwa pada saat kitab Yakobus ditulis, orang Kristen pada waktu itu tercerai berai karena adanya penganiayaan di Yerusalem. Ini menunjukkan betapa sulit dan susahnya hanya sekedar mengaku Yesus adalah Tuhan.

Baiklah kita sebagai seorang Kristen sejati mengerti satu kemegahan yang pasti di dalam TUHAN, kemegahan dan harta kekal yang diberikan kepada kita secara Cuma-Cuma. Hal yang saya kagumi dari surat Yakobus, yang menunjukan satu keyakinan akan iman. Ia menulisnya dengan  pengakuan bahwa ia adalah hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus (Ayat 1).

Baik miskin maupun kaya tidak ada masalah yang terlalu berat, di mana kita sebagai orang percaya yakin bahwa Allah memberikan kita kedudukan yang tinggi. Ini sangat penting untuk dimengerti, maka untuk mengerti kasih karunia yang melimpah, sehingga kita dilayakkan menjadi hamba Allah.

Kita harus mengerti 2 hal, sehingga kita mengerti bagaimana kemegahan Kristen adalah kemegahan kekal yang akan selalu membawa kita pada sukacita sejati di dalam Kristus, kita  adalah hamba Allah

Pertama, Kita harus mengerti bahwa kita adalah pemberontak, yang kedua kita harus mengerti bahwa Allahlah yang mencari kita dan menyatakan diri-Nya sehingga kita dilayakkan untuk menjadi hamba-Nya. Kita dikembalikan kepada kodrad semula, tujuan utama penciptaan, sebelum masuk dalam lembah dosa yang menjijikan. Hidup untuk menikmati dan memuliakan Allah.

Kita adalah pemberontak, salah satu alasan saya menyukai ayat 1 dan mengerti itu sebagai kata penghiburan yang benar-benar menguatkan saya. Karena pada dasarnya untuk menjadi hamba Allah yang kudus, saya tidak layak, Yakobus tidak layak, tidak ada satupun yang layak untuk menjadi hamba Allah. Kita terlalu keji di hadapan Allah, kita melawan Allah, dan tidak akan mungkin kita mau menjadi hamba Allah jika natur kita adalah pemberontak.

Di dalam pemberontakan kita, kita menjadi tidak lebih dari kain kotor, tulang belulang, bahkan mati secara rohani. Kematian ini adalah keterpisahan dari Allah yang kudus dan hidup. Kita tidak mencari Allah, kita lebih suka menyembah sesuatu yang bisa kita sembah, yaitu benda fana buatan manusia, karena kita tidak kudus, kita tidak berkemampuan untuk bisa masuk dalam kekudusan.

Kabar buruknya, Allah adalah Allah yang baik, pengasih dan adil sedangkan kita adalah orang jahat, bejat, munafik, tidak adil, tidak mampu mengasihi, egois, memuaskan diri dengan cara menyakiti orang lain. Hati dan pikiran kita dikuasai oleh kotbah-kotbah setan, sih ular tua. Hanya murka Allah yang baiklah yang layak kita terima.

Belum lagi di dunia sekarang begitu banyak kotbah yang tidak menyampaikan Injil di mimbar-mimbar gereja. Kotbah yang memusatkan perhatian pada kesenangan manusia. Kotbah yang tidak membukakan dosa, kotbah yang memuliakan manusia dan cita-cita manusia dengan tameng melayani dan memuliakan Allah. Baiklah para pengkotbah bertobat, baiklah para penulis bertobat ketika kita mendapati diri kita tidak menyampaikan Injil.

Semua ini realita betapa tidak layaknya kita menjadi hamba Allah, betapa kita adalah orang-orang rendah. Ketika kita ada di luar Kristus dalam kemiskinan maupun kekayaan kita, kita adalah orang binasa. Ini mengapa Injil sangat penting dikabarkan, Injil harus menjadi pusat dari setiap renungan. Karena hanya Injillah yang menyelamatkan kita, Injil Yesus Kristus yang tegas melawan dosa dan berbelaskasih kepada orang-orang yang bertobat.

Puji Tuhan di sinilah kabar baiknya, pusat dari kemegahan Kristen. Adalah Yesus Kristus, kita yang dulunya pendosa dan binasa. Ketika di dalam Kristus kita diangkat oleh Allah menjadi bukan hanya hamba tetapi anak-anak Allah yang terkasih dan Yesus sebagai yang sulung dari banyak saudara.

Ketika Anda mengerti kebenaran ini, Anda dan saya yang pada awalnya tidak layak, kita yang awalnya lebih layak binasa. Kini dilayakkan, semua kelayakkan ini tidak lepas dari penderitaan Kristus yang mencurahkan darah-Nya, Kristus yang disalibkan oleh karena kehendak Allah yang meremukkan Dia. Semua dosa, Anda dan saya, semua kebejatan dan kejijikan ditimpakan kepada Yesus.

Anda dan sayalah yang menyalibkan Yesus, kita adalah orang-orang yang merobek daging Kristus dengan cambuk. Algojo Romawi yang menyiksa Yesus, merupakan gambaran jelas, bahwa itu adalah Anda dan saya yang adalah pendosa besar.

Sehingga kita ketika percaya kepada-Nya. Mendapatkan jaminan pengampunan dosa, kita yang dulunya mati dihidupkan di dalam Dia dan hidup untuk-Nya. Kita memberikan keburukkan kebusukkan kita kepada kristus untuk mendapatkan kebenaran dan kekudusan Kristus. Layaklah Yesus dipuji dan dimuliakan sampai selama-lamanya.

Kristuslah harta berharga yang kita miliki, karena pada dasarnya yang jiwa kita inginkan, pikiran kita pikirkan adalah Yesus, Injil-Nya yang menyelamatkan dan keutuhan kemanusiaan kita hanya ada di dalam Dia, ketika kita kembali kepada kemuliaan Allah dan menjadi hamba Allah yang utuh. Inilah kedudukan yang tinggi itu, kedudukan menjadi anak Allah, pendosa yang dikuduskan dan disucikan. Inilah alasan Kristen dapat bermegah, dalam kekayaan kekal, yaitu Yesus Kristus.

Tidak perlu merasa sedih, tidak perlu merasa mender, tidak perlu merasa tidak diberkati. Karena ketika Kristus menjadi milik Anda, keselamatan nyata-nyata adan kepunyaan Anda oleh karena Kristus Anda miliki. Inilah kekayaan yang sejati itu, baiklah hidup kita mengejar Kristus, menginginkan Dia saja dan hidup untuk melaksanakan visi-Nya.

Carilah makanan yang kekal, janganlah fokus mencari makanan yang di dunia, di dunia semua harta akan hancur oleh ngengat dan karat. Tetapi ketika Roti dari sorga Anda nikmati dan Anda dapati, Roti itu adalah Yesus Kristus, maka kemegahan sejati ada di dalam Anda, jadilah berkat bagi segala bangsa. Pancarkan sinar keindahan Injil Yesus Kristus melalui kehidupan kita orang-orang Kristen sejati (Matius 6:19-24).


2. Kristen tidak bermegah oleh kekayaan

Ketika saya menyadari di pertengahan 2020 ada berhala di dalam hati saya dan berhala itu sesegera mungkin digantikan oleh keindahan Yesus sehingga tujuan hidup saya adalah Yesus dan cita-cita-Nya. Dan semua hal yang saya miliki adalah sarana yang Kristus karuniakan untuk membawa saya semakin mencapai Dia, semakin saya tua semakin saya menyerupai Dia. 

Baik itu belaskasih-Nya, hikmat-Nya, kasih yang berkorban dan kehidupan yang hanya melaksanakan kehendak Allah sama seperti yang Kristus kerjakan selama Ia di dunia. Memuridkan dan menjadi korban penebus dosa. Maka saya simpulkan Yesuslah harta berharga saya.

Ketika Anda percaya kepada Kristus, keselamatan di dalam Dia adalah kehdupan yang benar-benar menjadi milik-Nya. Hidup Anda adalah milik-Nya, Anda percaya Yesus, berarti Anda mengakui bahwa Dia adalah harta Anda. 

Jika Anda mengerti kebenaran ini, Kekristenan Anda adalah Kekristenan yang tidak memegahkan kekayaan dunia, bahkan bukan uang yang menjadi fokus Anda. Semua itu Anda akan melihatnya dengan jelas bahwa semuanya itu sia-sia walaupun belum memilikinya.

Saya memikirkan hal ini, untuk bisa sampai di mana Yesus adalah satu-satunya harta berharga. Ini semua anugerah Allah. Anda harus bergumul dan miminta pengertian yang indah ini, pengertian kekal yang menyukakan hati dan kehidupan yang benar-benar penuh di dalam Yesus. Bacalah Alkitab Anda telitilah Alkitab setiap hari, setiap waktu, berikan kehidupan Anda untuk mengerti Alkitab.

Yakobus menjelaskan betapa fananya harta dunia dengan ilustrasi yang indah dan saya yakin ini diterima semua orang. “Dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.”

Alkitab tidak anti dengan kekayaan, tetapi Alkitab dengan jelas memberitahukan kita bahaya kekayaan. Anda dapat membacanya di (Matius 6:24 Matius 19:23-24 Lukas 12:20-21 1 Timotius 6:10). Ini hanya Sebagian kecil, banyak hamba Allah yang yang jatuh dalam dosa karena kekayaan, baik itu perzinahan, keserakahan, kesombongan, perpecahan, dan kehidupan yang memberhalakan kekayaan.

Baca Juga: Saat teduh tentang anugerah Allah untuk 3 hari

Kesedihan terbesar saya yang membuat saya berdoa sungguh-sungguh tentang pelayanan dan kehidupan saya di masa depan. Ketika mendengar pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu Apologet yang juga saya sukai pengajaran-pengajarannya. Hal ini menyayat hati, tetapi ketika saya mempelajari lebih teliti, semua itu karena kesempatan yang ia dapatkan. Karena kekayaan yang ia raih dari pelayanannya.

Saudaraku Kekayaan baik, untuk sarana kita sampai pada titik menjadi berkat bagi banyak orang. Namun saya tidak berselera membahas ini, karena bagi saya kekayaan tetaplah sesuatu yang berbahaya, terutama saya yang adalah pelayan Allah seorang lelaki yang memiliki berjuta kelemahan. Kita harus berpikir negatif akan hal ini, kita harus sadar bahwa hati kita sangat licik.

Kekayaan kita tetaplah sesuatu yang berbahaya, inilah yang Yakobus jelaskan. Janganlah bermegah karenanya. Karena itu begitu fana, itu begitu mudah lenyap, bahkan dengan mudah membawa kita ke dalam dosa.

Di Alkitab contoh nyata seseorang kaya dan berkuasa yang mempergunakan semua itu untuk dosanya adalah Daud. Saya tidak ingin membahasnya, intinya kekayaan berbahaya, kita harus melihat kedalaman hati kita, melihat lebih jelas, lebih jelas lagi. Agar Allah saja yang menguji hati, Allah saja yang menampar ketika kita menyalahgunakan kekuasaan dan kekayaan yang Ia berikan untuk kemajuan Injil-Nya.

Saya tidak melarang orang Kristen menjadi orang kaya, meskipun saya melarang diri saya sendiri untuk hidup kaya dan berkelimpahan. Tetapi marilah kita kembali kepada Injil dan kemehagan-Nya. Untuk apa uang Anda yang banyak itu? untuk kemuliaan Anda, maka sangat fanalah kehidupan Anda, bagi saya itu adalah kehidupan yang benar-benar menyedihkan.

Jika Anda bekerja keras untuk hasil yang banyak, lihatlah diri Anda, jadilah bijak, dan karena kekayaan begitu mudah menjadi Allah atas kehidupan kita, begitu mudah menjadi segalanya. Ketika Kristus dan visi-Nya tidak ada dipusat hati dan pikiran kita. Berdoalah untuk kehidupan yang semakin berpusat pada Kristus, mintalah keindahan-Nya semakin nyata bagi diri Anda sehingga Anda hanya jatuh cinta kepada Kristus setiap hati. 

Baca Juga:

Seperti yang ada di dalam kotbahnya Stephen Tong, “Segala kekayaan, segala kehormatan dan segala kedudukan yang tinggi di dalam dunia hanyalah sementara. Mari kita kembali berkata kepada Tuhan: pikat hatiku menghadap engkau yang kekal. Biar aku mendapat nilai yang abadi bukan harga yang sementara. Pelihara imanku dan nyatakan kelakuanku sesuai kehendakMu.”

Baca Juga: Renungan Yakobus 1:23-24 tentang  hidup yang tidak melakukan firman

Roh Kudus memampukan kita untuk selalu menjadi Kristen yang bermegah oleh karena keindahan Kristus saja. Amin.

Posting Komentar untuk "Firman TUHAN Renungan Yakobus 1:9-11 Saat Teduh Tentang Keadaan Rendah dan Keadaan Kaya"