Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

Saya telah menuliskan renungan untuk tanggal 1-10 September 2021, pada seri renungan yang ini, merupakan kelanjutan dari renungan harian kita bulan September. Saya memisahkannya menjadi 3 artikel. Setiap artikel terdiri dari 10 renungan harian. 

Awalnya saya ingin menjadikan 30 renungan sekaligus dalam 1 artikel, dikarenakan tidak memungkinkan. Terlalu banyak tulisan yang harus dimuat dalam 1 artikel. Menjadikan artikel tersebut tidak efektif. Maka dari itu saya memisahkannya. Terimakasih telah dengan setia belajar bersama saya, untuk terus hidup dalam pereungan akan Injil.

Renungan harian yang akan selalu berpusat pada Injil, memberitakan kabar buruk untuk dapat mengerti betapa baiknya kabar Injil itu sendiri. Baiklah tanpa berlama-lama lagi, kita langsung saja masuk ke dalam setiap renungan yang berpusat pada Injil.

Saya berdoa, kiranya setiap renungan yang saya muat, memberikan kepada Anda pengertian dan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus. Roh Kudus membukakan pengertian yang indah ini. Amin.

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

1. Hatimu

Renungan Bacaan Injil 11 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Amsal 23:17-19

Amsal 23:17-19 (TB) Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa, Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

"Tidak ada ajaran yang lebih unggul, atau perlu untuk dikhotbahkan dan dipelajari, selain Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan." ~ John Flavel

Penuhkan hati Anda dengan Kristus, Yeremia mengingatkan kita, bahwa hati kita sangat licik, ia sangat cerdas untuk menipu kita sehingga kita semakin jauh dari Allah yang kudus. Siapakah yang dapat membersihkan hati pendosa, hanya Roh Kudus, hanya Roh Kudus yang melahirkan kembali pendosa, maka dari itu, kita dibawa ke dalam kehidupan baru di dalam Kristus.

Baiklah mari diam sejenak dan renungkan pertanyaan ini, mengapa Anda harus takut pada TUHAN?................ Saudaraku ini bukanlah ketakutan kemunafikan yang di mana Anda takut karena Anda takut tidak masuk sorga. 

Bukanlah pula ketakutan orang Israel yang munafik, bukanlah ketakutan karena tidak ingin menerima kekudusan dan kasih Allah.

Melainkan ketakutan akan Allah, karena rasa cinta yang mendalam oleh karena Dia telah menyelamat kita dari kutuk dosa. Ia yang telah memberikan Anak Tunggal-Nya, Yesus yang telah menjadi korban yang sempurna menjadi penebus dosa, kepada-Nya ditimpakan semua hukuman dosa. 

Atas dasar kasih yang begitu besar inilah rasa takut yang mendalam itu ada di dalam kita, ini adalah rasa takut karena keindahan dan cinta yang sejati dari Allah pencipta semesta. Rasa takut karena telah menjadi milik Allah dan menjadi musuh dosa, rasa takut akan kebinasaan kekal karena terpisah dari Allah yang kekal dan mulia dan indah dan yang telah menebus Anda dari dosa.

Saudaraku, tanpa kesadaran akan betapa besarnya dosa kita, betapa tidak layaknya kita menerima semua kasih karunia yang ada di dalam Kristus. Kita tidak akan menemukan sukacita dari anugerah, iman tanpa pengetahuan yang mendasar akan dosa, akan keseriusan dosa, hanya menghasilan orang-orang agamawi yang sombong dan pandai menghakimi.

Hanya di dalam Injil yang sejati, Anda dan saya secara jelas dibukakan betapa berdosanya kita, bukti nyata dari dosa-dosa tersebut adalah salib. Di atas kayu salib, ketika Kristus diremukkan oleh murka kekal Allah, betapa kotor dan hina Yesus pada saat itu. Hal ini menunjukkan secara jelas dan mendasar. Menghacurkan kesombongan kebaikan kita, kita melihat betapa besarnya dosa kita.

Hanya kebinasaan yang layak diterima, tetapi karena kasih karuia, bukan hanya diselamatkan dari hukuman dosa. Tetapi juga dari dosa dan di dalam Kristus kita dibenarkan untuk menjadi anak Allah, kita dikuduskan untuk menjadi penyembah Allah dan menikmati kemuliaan-Nya terus-menerus.

Baca Juga: Renungan Saat Teduh 16-20 Oktober 2021

Selanjutnya hati yang dipenuhi harapan, harapan itu adalah Injil Yesus Kristus, berdasarkan apa yang Allah kerjakan di dalam Kristus. Harapan yang merupakan seruan pertobatan untuk menjadi semakin cinta Tuhan, semakin mengasihi sesama atas dasar Kristus yang telah disalibkan. Dan tidak iri pada pendosa, karena kita adalah orang berdosa, tetapi di dalam Kristus sekali lagi kita diingatkan bahwa kita umat kudus untuk Allah dan menjadi milik-Nya selama-lamanya. 

Dalam Kristus aku bersukacita, karena mendapatkan harapan sejati yang membuat jiwaku selalu bergembira. Ini adalah kegembiraan di dalam Allah yang telah menciptakanku menjadi baru. Di dalam penyembahan inilah aku ingin selalu ada di dalam hadirat-Mu. Dipenuhkan di dalam kasih dan cinta yang abadi dari Tuhan yang telah menebusku. Terimakasih untuk semua anugerah ini, kerjakanlah apa yang Engkau ingin kerjakan di dalam aku, karena aku milik-Mu dan selamanya aku akan terus memberikan hidupku untuk Mu saja. Amin.


2. Bersama

Renungan Bacaan Injil 12 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Yohanes 14:22-23 

Yohanes 14:22-23 (TB) Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firman-Ku dan Bapaku akan mengasihi Dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan Dia.

"Karya Roh Kudus adalah menyatakan Kristus kepada kita. Ambilah waktu untuk menyerahkan diri Anda pada kebenaran yang memberkati ini; di dalam-Nya terletak rahasia sejati Kristen" ~ Andrew Murray, The Work of The Spirit.

Kabar baik-Nya, kasih Kristus tidak akan ada habisnya, segala hal yang kita renungkan tentang Dia Sang Injil tidak akan ada habisnya. Baiklah kita memberikan diri kita hanya pada-Nya, ini adalah undangan yang terus-menerus berkumandang untuk setiap hari kita mengingatkan diri kita dengan Injil, sehingga kasih kita akan Allah terus bertumbuh.

Tidak ada yang lebih penting dari ini, yaitu mengerti secara jelas, bagaimana Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita, sehingga kita benar-benar merasakan Ia hadir dalam keseharian. Saudaraku ketika Anda menikmati kehadiran Yesus, jiwa yang hidup dalam Dia, firman-Nya akan terasa begitu manis. Anda akan begitu mudah mengerti apa yang Anda baca dan renungkan di Alkitab Anda.

Tidak ada yang lebih indah dari kenyataan ini, bahwa Yesus menyatakan diri-Nya. Kekristenan adalah kabar Indah dari Sorga, kasih yang nyata dari Tuhan dan keadilan yang mendidik orang yang Ia kasihi untuk semakin mengerti siapa musuh dan siapa sahabat sejati. untuk semakin serupa menjadi seperti Kristus. 

Dosa adalah musuh kita dan pertobatan adalah jalan untuk kita terus muak terhadap dosa, semakin membenci dosa kita sendiri. Dan menyerahkan diri kepada Kristus yang pasti akan menolong kita untuk mengalahkan dosa, kecenderungan hati yang menolak Allah dan didikan Allah, kita harus dihancurkan bersama Kristus untuk semakin nyata kenikmatan Salib Kristus dan kehadiran Pribadi-Nya.

Faktanya dosa adalah akar dari semua persoalan kehidupan, tetapi bersama Kristus yang telah mengalahkan dosa, Ia yang telah menelan maut dengan tubuh-Nya yang kudus, Dia yang memberikan kepada kita diri-Nya sebagai pakaian keindahan untuk menjadikan kita yang mati di dalam dosa menjadi indah dan hidup di dalam Dia untuk menikmati kemuliaan Sang Bapa.

Kita dapat mengerti ketika keindahan itu, menyentuh imajinasi kita, berdoalah untuk hal ini! Ketika keindahan itu merasuki hati kita dan kita kagum oleh-Nya dan kita memuliakan Dia. Inilah kebersamaan sejati di dalam Kristus ketika kita merasakan damai sejahtera.

Bukan hanya itu ketika semuanya terasa sulit, tetapi keyakinan akan Firman Allah, akan janji yang tertancap dikepala kita, akan kasih yang menaungi hati dan pikiran yang dikuduskan. Inilah yang menguatkan, karena kita tetap percaya dalam kesulitan sekalipun Yesus ada bersama-sama dengan kita.

Aku memuji kemuliaan dan keindahan-Mu ya Bapa, di dalam Kristus Kau telah menyatakan kasih-MU, cinta-Mu. Di mana keindahan ini, membuat aku menemukan makna dari keberadaanku dan tujuan dari setiap pikiran dan perasaanku. Di mana diri dan apa yang ada di dalamku Kau hidupkan untuk kudus dan benar bagi kemuliaan-Mu. Terimakasih telah mau bersama-sama aku, Roh Kudus ijinkan aku terus peka pada suara-Mu yang lembut dan menyegarkan. Amin.


3. Ulat-ulat dibentangkan

Renungan Bacaan Injil 13 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Yesaya 14:11

Yesaya 14:11 (TB) Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi hambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, cacing-cacing sebagai selimutmu.

"Luka Tuhan menyembuhkan, ciuman dosa membunuh." ~ William Gurnall

"Kristus tidak manis sampai dosa menjadi pahit bagi kita." ~ John Flavel

Demikianlah kuasa murka Allah tidak ada yang dapat membentenginya, semuanya begitu mengerikan dan tidak akan pernah ada yang dapat menahan Dia. Siapakah kita yang merasa sangat berkuasa atas dunia, bahkan atas diri sendiri kita seringkali kelelahan dan tidak mampu menguasai keterbatasa kita, kita adalah manusia-manusia fana yang rapuh.

Dosa menyalakan murka Allah, dosa memberikan perlawanan yang mendalam terhadap yang Mahakuasa, dosa tidak akan ada habisnya. Sampai pada titik di mana Allah sendiri yang memusnahkan dosa samasekali dari dunia ini. 

Ketika Anda dan saya mulai mengandalkan kekuatan dan kekuasaan kita, memiliki keakuan dan pencapaian bahkan cita-cita untuk menikmati dunia. Maka pada saat itulah, kita melakukan perlawan yang tersembunyi terhadap Allah, karena pada dasarnya dosa adalah pengandalan diri sendiri. menjadi tuhan atas diri sendiri dan berjuang untuk memenuhkan diri kita dengan keadaan kita di dalam hati dan pikiran.

Kita ingin berkuasa, setiap kita ada Babel tersembunyi yang harus diperlihatkan dan diakui. Setiap kita adalah orang fasik yang rusak dan pemberontak. Kita adalah orang yang binasa dalam kematian dosa, kita harus jujur dengan kenyataan ini, bahwa kefasikan yang Alkitab tunjukkan untuk memperkenalkan kepada kita, siapakah kita sebenarnya?

Saudaraku, tetapi Dia yang telah menghukum, Dia yang adil. Adalah Dia yang menyerahkan Kristus sebagai pengganti dari semua kutuk dosa. Dia Sang pemilik kehidupan, Dialah yang menyatakan belaskasih-Nya. Jika di Perjanjian Lama, kita menemukan fakta bahwa bangsa lain tidak termasuk dalam perjanjian kekekanal dalam Dia. 

Tetapi, Dialah yang menciptaka mereka, kasih tersembunyi itu Dia nyatakan kepada Yunus, untuk menjangkau Bangsa yang jahat untuk bertobat. Lalu Ia mengirimkan Nahum, untuk bernubuat, hal ini memberikan kita pengertian dalam kefanaan kita, bahwa Injil adalah berita baik yang Alkitab sampaikan kepada kita.

Hal ini memberikan pengharapan baru, meskipun pada realitanya daging kita akan menjadi sama persis yang dikatakan oleh Yesaya. Di dalam nubuatnya kepada Babel, bahwa cacing akan menjadi selimut kita dalam kematian dan ulat-ulat menjadi lapik tidur kita. saudaraku, ini adalah realita dari kefanaan dan kemegahan sementara manusia.

Maka dari itu, hanya pengharapan yang ada di dalam yang kekallah yang dapat Anda dan saya harapkan. Berlari menuju salib Kristus, melihat kepada Kristus dan mendapati untuk Dialah kita diciptakan. Di dalam kehampaan, ketika Injil menjadi kerinduan, maka Air yang menyegarkan akan menjadi tujuan, Air itu adalah Yesus, maka dari itu dengan kesadaran, tidak ada yang dapat dibanggakan dalam dunia, realitanya  kita adalah fana.

Saudaraku, lihatlah terus kepada Dia yang terlah mencurahkan darah-Nya, pandanglah Dia dan melekatlah pada salib-Nya. Karena rasa manis yang jiwa kita inginkan adalah manna dari Sorga, yaitu Kristus. Hanya kepada Dialah dan untuk Dialah kehidupan Anda dan saya seharusnya, dalam realita fana kehidupan kita.

Terimakasih, telah membawaku ke dalam pengertian yang indah akan kematian. Bahwa adanya keindahan di dalam kasih-Mu, adanya pengharapan di dalam-Mu dan aku terus akan bersukacita di dalam-Mu saja. Mencari wajah-Mu, bertobat karena dosa adalah naturku dan selamanya Roh Kudus bagianku. Untuk memuji kemuliaan-Mu sampai selama-lamanya. Amin.

4. Dimerdekakan

Renungan Bacaan Injil 14 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Roma 6:18

Roma 6:18 (TB) Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

“Yesus adalah tabib penyembuh yang paling kaya Ia indah dan demawan. Pada umumnya pasien membayar dokter mereka dan bisa juga menjadikan dokter itu kaya. Tetapi Injil menunjukkan kepada kita bahwa Sang Tabib memperkaya sih pasiennya. Kristus membesarkan dan memperindah dan menghidupkan semua pasien-Nya: Dia tidak sekedar menyembuhkan mereka tetapi juga, Ia memberikan kepada mereka mahkota (Wahyu 2:10). Yesus tidak hanya membangkitkan pasien-Nya dari tempat tidur mereka, tetapi Ia memberikan mereka kemuliaan-Nya, ini bukan sekedar kesehatan fana tetapi surga.” ~ Thomas Watson

Ketika kita percaya kepada Yesus, hal ini haruslah berdasarkan keyakinan bahwa kita adalah pendosa besar. Tanpa pengetahuan yang serius, perenungan yang serius dan mengerti betapa seriusnya dosa, bukan hukuman dosa yang menakutkan. Tetapi juga dosa, di mana dosa pada dasarnya adalah akar dari hukuman.

Anda bisa saja merasa baik-baik saja karena menjadi pendosa, ketika Anda masih menjadi hamba dosa, Anda akan menuruti semua keinginan daging Anda yang berdosa. Saudaraku, baiklah Anda dan saya sadar, bahwa dosa adalah musuh terbesar yang harus dimatikan setiap hari di dalam diri kita, dosa adalah pemikat  kebinasaan kekal, dosa adalah kengerian yang sejati dan natur kita di mana Alkitab menjelaskan bahwa kita pada dasarnya mati di dalam dosa dan kita hamba dosa.

Ketika kita masih menjadi hamba dosa, kita membenci kebenaran, kita membenci Tuhan, kita mencintai dosa. kita mengira bahwa perhambaan diri pada dosa adalah kebebasan tetapi pada kenyataannya itu adalah perbudakan. Kematian di dalam dosa, menjadikan kita tidak berdaya, menjadikan kita tidak bisa memilih Allah sebagai tuan atas kehidupan kita dan memerintah kita. Ini adalah natur kita, kehidupan lama tanpa Kristus dan di dalam hidup beragama.

Mari kita masuk ke kehidupan yang ada di ruangan Injil, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Keselamatan yang ada di dalam Kristus, menarik kita jiwa yang mati dan merana, di dalam lembah tulang kering yang ada hanya mematikan.

Oleh karena Injil, adanya kekuatan Ilahi yang sejati, menghidupkan yang mati dan memberikan kenikmatan sejati bagi yang haus dan lapar. Hanya melalui darah yang Kudus Yesus Kristus, kita dimerdekakan secara sejati, dipakaikan kekudusan Kristus dan dibebaskan dari perbudakan dosa. artinya kita memiliki kuasa untuk melawan dosa, sebab kita bukan lagi hamba dosa.

Ketika kita bukan lagi hamba dosa, tetapi kita berkecenderungan berdosa, maka adanya jaminan pengampunan bagi kita ( I Yohanes 1:9). Di dalam Kristus kita menerima kehidupan baru, dengan visi yang baru dan cara pandang yang baru. 

“Kita dipanggil untuk melayani Allah yang mahakuasa, bukan hanya itu, Dia Sang Kebenaran memerdekakan kita, agar kita secara bebas. Dapat terus hidup dalam penyembahan yang sejati kepada-Nya dan menerima pengudusan yang dari Kristus, kebenaran yang dari Sang Kebenaran yaitu Kristus. Tanpa kekudusan dari Yesus dan perjuangan kita untuk menyangkal diri dan memikul salib untuk berjalan melangkahkan kaki di jalan kekudusan. Tidak aka nada yang namanya sukacita sejati, tetapi hanya di dalam Kekudusan Kristus, sukacita  itu meluap dan aliran air kehidupan memberikan kita kekuatan untuk terus taat dan berseru-seru dengan nyaring, bahwa kita adalah orang merdekat.

Aku adalah budak, tetapi oleh karena anugerah-Mu aku sekarang orang merdeka, untuk selalu dapat memandang kemuliaan-Mu. Di dalam kemuliaan aku menikmati ap aitu kehidupan, aku menemukan kasih yang nyata dan abadi dan sejati. terimkasih ya Tuhan, karena telah mau memilikiku yang berdosa ini, terimakasih telah menguduskanku dan membenarkanku dan kiranya aku terus di dalam kasih-Mu, berikan aku kepekaan untuk itu ya Tuhan. Amin.


5. Wajib

Renungan Bacaan Injil 15 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab I Yohanes 2:6

I Yohanes 2:6 (TB) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus hidup.

“Sukacita orang percaya ada di dalam Tuhan, dan karena Tuhan sukacita mereka adalah Tuhan sendiri, yang adalah Tuhan Damai, dan sukacita, dan segala penghiburan.” ~ Thomas Goodwin

"Tuhan adalah teman yang paling manis, tetapi musuh yang paling buruk." “Kristus pergi ke salib dengan lebih rela daripada kita ke takhta kasih karunia.” ~ Thomas Watson

Pertama-tama saya membawa Anda masuk ke ruangan Injil, di mana Kristus ada di sana dan Dialah yang  telah memberikan diri-Nya sebagai korban yang sempurna.

Tubuh-Nya yang kudus, menerima semua dosa manusia, ini adalah kasih karunia itu. Ketika tubuh yang kudus itu seketika menjadi tubuh dosa penuh dengan noda yang bau busuk, kemunafikan, kebencian, keserakahan, dan semua hal yang menentang Allah yang kudus. Seketika Yesuslah terdakwa yang melakukan semua dos aitu, bukan hanya itu Yesus menjadi pendosa besar ketika Ia disalibkan.

Inilah berita salib yang tidak secara jelas disampaikan, sehingga banyak orang Kristen sendiri, tidak bergetar ketika mendengarkan kata salib. Karena mereka benar-benar tidak memahaminya. 

Mata rohani mereka buta karena satu kalimat dari para pengkotbah yang cinta harta dunia. Dan jenis kehidupan yang penuh dengan kepalsuan, “Yesus akan memberikan apa yang Anda inginkan asalkan Anda memiliki iman yang besar.” 

Berita salib menjadi sangat tidak indah, tidak menarik, tidak menjadi pusat dari renungan Kristen, tidak menakutkan dan tidak mengubahkan watak Kekristenan kita karena kalimat gila dari orang-orang yang tergila-gila dengan dunia dan tawarannya. Kita salah fokus, kita harus bertobat dan kembali ke fokus yang benar yaitu berita salib yang benar dan menghidupi salib di kehidupan.

Rasul Yohanes mengingatkan kita, jika kita benar-benar telah ada di dalam Kristus, telah mengecap darah yang manis itu, darah yang menguduskan dan memberikan kehidupan. Kita akan menemukan satu keindahan yang sempurna dari Allah yang sempurna yaitu kemuliaan-Nya yang telah hilang dari diri kita kini telah ada kembali.

Saudaraku, kewajiban kita adalah menyangkal diri, dan mengikut Yesus, menerima Salib penderitaan dan kehidupan yang dibenci oleh dunia dan mengikut Yesus. Mengikut Yesus berarti menuruti Firman-Nya, melakukan kehendak-Nya. Mengambil semua hal yang ada pada Yesus dan memusatkan pandangan kita hanya kepada Dia Sang Penebus dosa.

Kita wajib, untuk mengasihi yang Yesus kasihi, dan membenci yang Yesus benci. Kita wajib bergumul untuk terus dapat hidup sesuai denga napa yang  Yesus inginkan dari kehidupan kita, kita wajib untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan yang ada di Alkitab kita, kita wajib membaca Firman Tuhan, merenungkan setiap ayat Alkitab. Dan bagaimana setiap ayat tersebut membawa kita pada berita salib.

Karena di saliblah semua dosa kita dilucuti, diisap oleh tubuh Kristus, bukan hanya dosa tetapi juga hukuman dosa. Salib yang mematikan adalah hukuman dosa yang terlihat, tetapi dalam kekekalan Yesus menerima hukuman yang lebih mengerikan. 

Yaitu kehilangan kemuliaan Allah, ini adalah penderitaan yang tidak bisa dikatakan, hanya Yesuslah yang dapat merasakan kesakitan itu pada waktu itu, Dia yang mencintai Allah Bapa dengan kehendak-Nya, kesadaran-Nya, di mana kemuliaan Bapa penuh di dalam Dia, tetapi karena dosa, Ia menjadi pendosa, menerima semua sakitnya dosa dan cawan murka yang sangat pahit itu, Ia minum.

Saudaraku, inilah kewajiban kita, baiklah kita terus menerus merenungkan karya keselamatan. Sehingga kita tahu kewajiban macam apa yang harus kita turuti dari Kristus. Ini adalah satu kehormatan, bukan hanya itu, inilah kerinduan setiap kedalaman hati manusia yaitu menyembah Allah yang kudus dalam kekedusan yang diberikan Kristus dan kita semakin serupa dengan Kristus dari hari ke hari.

Tuhan, tolong mampukan aku untuk melakukan yang Kristus lakukan, mencintai dan membenci yang Yesus cintai dan benci. Aku ingin seperti Yesus, maka ku serahkan setiap hari, setiap saat walaupun aku sering gagal paham. Tuhan, tolong aku, untuk dapat terus bertumbuh di dalam Engkau, sehingga aku semakin mengasihi Tuhan saja dan mampu menjadi cahaya Injil yang hidup di tengah-tengah masyarakat untuk memberitakan Injil-Mu. Nama-Mu saja dimuliakan. Amin.


6. Meminta

Renungan Bacaan Injil 16 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Lukas 11:13

Lukas 11:13 (TB) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anak-Mu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

"Kristus adalah intisari dari semua kesenangan dan kesenangan, jiwa dan substansi dari semua itu. Sebagaimana semua sungai dikumpulkan ke dalam lautan, yang merupakan tempat pertemuan semua air di dunia, demikian pula Kristus adalah lautan di di mana semua kesenangan dan kesenangan sejati bertemu." ~ John Flavel

Permasalahn terbesar Kekristenan di mana saya menulis renungan ini, saat ini, saya tidak tahu masa-masa lalu. Tetapi yang saya lihat sekarang, Roh Kudus yang diberitakan, menyertai manusia adalah Roh Kudus tanpa tujuan, Roh Kudus yang seolah-olah menyertai orang Kristen karena memang Ia ditugaskan demikian. Tidak peduli apa rencana, kerinduan, dan keinginan dari sih orang Kristen tersebut.

Jujur saya juga memikirkan hal yang sama sebelum saya benar-benar mengerti bahwa Tuhan adalah pribadi yang berkehendak dan harus ditaati walaupun kematian harganya. Saya kira bahwa Tuhan adalah Dia yang beserta asal saya baik dan segala rencana saya baik untuk saya. Lalu saya bisa sedikit-sedikit berbagi kepada sesama. 

Lalu saya memohon Roh Kudus menghibur saya, saya berdoa agar apa yang saya kerjakan berhasil untuk kehidupan saya bisa lebih bermakna karena semua keberhasilan saya. Ini kesesatan yang mengerikan, menunjukkan natur berdosa yang sangat nyata dalam diri saya. 

Saya malu harus menceritakan hal ini, tetapi saya tidak ingin Anda melihat saya sebagai penulis renungan adalah orang kudus, orang baik, dan orang benar. Tidak, saudaraku lihatlah sih penulis ini sebagai cacing yang mejijikkan, pendosa yang sebenarnya layak binasa.

Meminta Roh Kudus, dalam konteks keselamatan adalah kewajiban setiap kita, ini tentang kepuasan kekal. berjalan dalam rancangan Tuhan, visi Tuhan, cita-cita Tuhan. Keselamatan kasih karunia, pemberian Cuma-Cuma. Tetapi penyertaan Tuhan, saya tidak menemukan satu pun di Alkitab Ia menyertai seseorang yang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan cita-cita Tuhan.

Tuhan tidak pernah berjanji akan mencertai Anda dengan cita-cita Anda. Tuhan tidak pernah berjanji akan memberkati pekerjaan Anda yang bukan visi-Nya. Maka dari itu, saya ingin mengajak Anda bergumul dan kembali pada pengajaran yang Alkitabiah tentang rancangan Allah, yaitu penyertaan-Nya Ia janjikan kepada mereka yang melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus. Ini sangat jelas (Bacalah Matius 19-20).

Berdoa untuk meminta Roh Kudus ada di dalam kita, merupakan doa yang indah dan berpusat pada rancangan Allah itu sendiri. karena berdasarkan Alkitab, yaitu yang menjadi dasar renungan kita kali ini. Saudaraku berjalan di jala Kristus, jalan salib adalah jalan penderitaan. 

Bukan jalan kenyamanan, ketika Anda mengabarkan kebanaran, banyak orang akan membenci Anda, banyak orang berlaku sinis kepada Anda dan banyak orang yang terganggu dengan Kotbah Anda yang menegur dosa, dengan Injil yang secata jelas Anda sampaikan. Maka pada saat penderitaan yang paling kelam dalam pelayanan dalam Kekristenan Anda yang setia inilah, Anda akan tetap bertahan, ketika Roh Kudus benar-benar di dalam Anda.

Pertama, berdoalah berkeyakinan bahwa Roh Kudus bersama dengan Anda dan Ia memimpin Anda untuk terus berjalan di jalan Injil sesuai dengan rancangan Kristus bagi Anda. Ini adalah doa penyerahan diri kepada Kristus dan cita-cita-Nya.

Kedua, yakinlah ada pekerjaan yang lebih besar, dalam konteks melayani jiwa-jiwa, orang-orang yang dibawa untuk terus bertumbuh, berpenyerahan di dalam Kristus (Yohanes 14:12) Berdoalah untuk kekuatan rohani yang berasal dari Roh Kudus.

Ketiga, Berdoalah sehingga Roh Kudus bekerja bagi Gereja-Nya. Sehingga Gereja menjadi penghasil murid sejati yang berpenyerahan dan melayani jiwa-jiwa dan di dalam pengajaran yang benar memuliakan Allah saja.

Roh Kudus mampukan aku unuk tetap berdoa, peka dan tidak hidup berdasarkan hikmatku yang rapuh dan bodoh. Segala kemuliaan hanya bagi Allah. Amin.


7. Buah

Renungan Bacaan Injil 17 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Galatia 5:22-23

Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh Ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hkum yang menentang hal-hal itu.

“Jalan menuju Surga sedang menanjak; kita harus puas melakukan perjalanan menanjak, meskipun sulit dan melelahkan, dan bertentangan dengan kecenderungan alami daging kita.” ~ Jonathan Edwards

Kehidupan Kristen itu melelahkan, kita sedang merobek-robek diri sendiri, kita sedang menghancurkan cara berpikiran kita sendiri. kita sedang menyerahkan diri kepada Kuasa yang pada dasarnya kita benci, kita tidak sukai, kita jauhi dan kita tidak ingin bersama-Nya. Karena kita pendosa yang saat mengerti akan kemuliaan dan keindahan Tuhan, akan sangat merasa malu ketika melihat kepada diri kita yang sangat terbatas.

Namun, kabar baiknya Injil bukan tentang apa yang mampu kita kerjakan, tetapi tentang kita yang mati di dalam dosa tetapi oleh karena kasih karunia kita dihidupkan oleh kebangkitan dan Yesus Kristus, kasih karunia itu adalah buah Roh yang hanya dapat menjadi nyata bagi kehidupan kita, ketika Krisrtus benar-benar di dalam kita.

Kehidupa Kristen yang berpusat pada Injil adalah kehidupan yang sudah pasti berbuah. Anda dan saya harus mengerti bahwa buah Roh yang di Galatia 5:22-23, bukanlah hasil perjuangan kita, bukanlah berasal dari kita, semakin Anda dan saya memperjuangkan untuk mendapatkan buah Roh dengan cara kita, maka kita akan menemukan diri kita ada dalam lembah kemunafikan dan legalisme agar terlihat baik dan layak menerima penghormatan dan pengakuan.

Injil membawa kita kepada pokok Anggur, untuk bisa menempel pada pokok Anggur, kita harus menerima kasih karunia. Menerima kasih karunia artinya mengakui perjuangan kita, usaha kita, kebenaran kita, hikmat kita, perasaan kita yang merasa benar. Semua hak tentang kita adalah kesalahan besar yang merupakan buah dari kehidupan yang berdosa. 

Ini adalah menyangkal diri, bertobat dan menerima kebenaran Kristus. tidak ad acara lain, Anda harus bertobat setiap hari, sebagai peringatan kepada kedagingan yang pendosa bahwa Anda milik Yesus, bahwa Anda telah melekat kepada pokok Anggur dan siap untuk dibersihkan dan berbuah.

Ketika Anda dan saya percaya kepada Kristus, kita  menerima Roh Kudus di dalam hati kita, kehidupan kita diarahkan untuk berpusat pada Kristus (2 Korintus 5:17 ; Galatia 2:20). Kehidupan yang berpusat pada Kristus artinya mengambil semua hal yang ada pada Kristus. Baik itu watak Kristus dan cita-cita Kristus, segala hal yang ada pada Kristus.

Baiklah marilah kita lihat lebih jelas lagi, lebih mendalam lagi dan berdoa untuk kebenaran yang indah ini tentang buah Roh. 

Kasih adalah Yesus Sang kasih sejati, sukacita hanya di dalam Yesus kita  akan menemukan jiwa kita penuh oleh sukacita yang bukan seperti dunia ini tawarkan. Damai sejahtera sejati hanya ketika Kristus ada di dalam kita dan kita di dalam Krists. Kesabaran merupakan karakter Allah yang juga di dalam Kristus secara nyata diberitakan, ditunjukkan kepada Anda dan saya. salib adalah wujud kesabaran yang memanggil manusia untuk bertobat. 

Kemurahan hati merupakan hati Kristus yang telah melihat menusia bagaikan domba tanpa gembala, Ia mencari yang tersesat, Ia memanggil dan menyembuhkan. Dengan penuh kemurahan hati-Nyalah Ia telah memberikan diri-Nya sebagai berkat yang utama dan sangat mahal. 

Kebaikan dan kesetiaan Allah Ia tunjukkan secara konsisten, ketika Kitab Perjanjian Lama dimulai, dan memberitahukan kepada kita asal mula kebinasaan hidup, tetapi oleh karena kebaikan Allah, Ia berjanji memberikan penebus bagi manusia, penebus yang adalah keturunan dari perempuan.

Marilah kepada Kristus, Ia lemah lembut, Ia akan memberikan kelegaan kepada Anda. Ia adalah Allah yang telah menjadi manusia, Ia menguasai diri-Nya untuk taat pada Allah Bapa sampai mati disalibkan. Ia menjadi sangat hina untuk keselamatan banyak orang termasuk Anda dan saya hari ini.

Saudaraku, saya ingin Anda melihat, mengerti dan berdoa sungguh-sungguh untuk kebaran ini, buah Roh yang adalah kesempurnaan Kristus yang diberikan kepada kita orang percaya. Sehingga Anda melekat pada Kristus, penuh dengan Roh Kudus. Bahwa buah Roh adalah kesempurnaan Kristus.

Puji Tuhan, semua kesempurnaan itu ditimpakan kepada Anda saya, sehingga kita memiliki kuasa dari Allah, untuk terus belajar semakin menjadi serupa Kristus. Melekat kepada pokok Anggur, sehingga dalam perjuangan kita adalah perjalanan bersama-sama dengan Yesus setahap demi setahap untuk menjadi seperti Yesus saja. Dalam kerinduan untuk menikmati Yesus saja dan memberitakan Dia dengan penuh kemurahan kepada dunia yang juga tersesat sama seperti kita ketika masih dalam dosa.

Tuhan mempukan aku, untuk tetap diam bersama Kristus, belajar dari-Nya, melekat pada-Nya dan menjadi seperti Dia saja untuk kemuliaan Allah Bapa. Roh Kudus mampukan aku, sertai aku dan jadikan aku seperti yang Engkau inginkan karena aku milik-Mu. Amin.


8. Dipimpin

Renungan Bacaan Injil 18 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Roma 8:14

Roma 8:4 (TB) Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah.

Oh, kamu yang telah berpindah dari kematian ke kehidupan, kamu memang punya alasan untuk bersyukur! Ingat apa yang pernah Anda alami—mati. Pikirkan seperti apa Anda sekarang karena kasih karunia—hidup. Lihatlah tulang kering yang dibuang dari kuburan. Seperti itulah kamu; dan siapa yang membuatmu berbeda? Pergi dan jatuh rendah di depan tumpuan kaki Tuhanmu. Pujilah Dia karena kasih karunia-Nya, kasih karunia-Nya yang bebas membedakan. Sering-seringlah berkata kepada-Nya, “Siapakah aku, Tuhan, yang telah Engkau bawa kepadaku sampai saat ini? Mengapa saya? Mengapa Anda berbelas kasih kepada saya? ” ~ JC Ryle

Tanpa darah yang tercurah, kita hanyalah bangkai yang membusuk dalam kebinasaan kekal, dimurkai oleh kuasa Ilahi yang telah menghancurlan berbagai kerajaan besar di masa lalu. Ini bukan sekedar cerita yang mengerikan, ini adalah kenyataan, bahwa sebesar apapun seseorang pada akhirnya akan berlutut di hadapan-Nya yang telah disalibkan itu.

Kita melanjutkan dari perenungan sebelumnya tentang buah Roh, di mana buah Roh akan nyata terlaksana dan dapat menjadi gaya hidup Anda, ketika kehidupan Anda berpusat pada Kristus. Ketika Anda dipimpin oleh Roh Kudus, ketika Anda menyadari bahwa Anda adalah orang berdosa dan Anda bersukacita dengan sukacita yang sangat besar, kasih yang meluap sangat besar. Karena Anda sadar, Anda telah mendapatkan kasih karunia, padahal seharusnya Anda binasa. 

Saudaraku dari kesadaran yang nyata dari hati yang telah menerima Injil dari Roh Kudus, Injil yang  telah disampaikan oleh para pengkotbah yang setia. Injil yang telah disampaikan melalui tulisan-tulisan Rohani di mana para penulis ini setia mengabarkan Injil. Maka pada titik inilah Anda menerima kuasa untuk berbuah. Batin yang diubahkan, watak yang diubahkan, cara berpikir yang diubahkan oleh Roh Kudus.

Status lama kita yang adalah seorang pemberontak, pendosa, mati di dalam dosa, ketika di dalam Kristus kita adalah anak Allah, dari kenyataan inilah Allah mendidik kita sesuai dengan rancangan-Nya. Ada seruan untuk berserah saudaraku, ada seruan untuk bertobat saudaraku, ada seruan untuk terus belajar kepada Kristus yang telah berhasil taat kepada Bapa, sampai disalibkan untuk melayakkan Anda dan saya menjadi anak Allah.

Ketika Anda dan saya benar-benar menjadi Anak Allah, kasih karunia yang begitu besar ini, seharusnya membuat Anda sadar dan benar-benar bersyukur. Kita menjadi Anak Allah, kita diberikan watak Kristus, kita berjuang untuk mematikan kedagingan, kita berjuang untuk mematikan kuasa dosa. Dengan disiplin-disiplin rohani kita dan kita bersukacita karena hal ini.

Saudaraku, hanya ketika Anda dan saya sadar kita ada di dalam Kristus, maka buah Roh oleh karena pimpinan Roh Kudus ada di dalam diri. Maka sadarilah, bahwa rahmat ini begitu besar, bahwa Allah bersama-sama dengan Anda melalui Roh Kudus dan bersukacitalah senantiasa di dalam kebanaran.

Bapa yang baik, terimakasih telah menjadikan aku yang berdosa ini menjadi anak-Mu. Oleh karena darah Kristus aku dikuduskan, untuk menerima sifat-sifat Kristus, menerima kasih yang sama seperti Yesus mengasihi sesama, sukacita yang sama, dan semua hal yang ada di dalam Kristus, aku dibawa ke sana sehingga aku semakin serupa Yesus saja. Segala kemuliaan hanya bagi Allah saja. Amin.


9. Memberikan

Renungan Bacaan Injil 19 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab 2 Timotius 1:7

2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan Roh Ketakutan, melaikan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

“Injil Yesus Kristus janganlah menjadi bagian teologi Anda. Injil tidak boleh turun ke dimensi agamawi dalam hidup Anda. ketika Anda memiliki hubungan dengan Allah melalui Yesus Kristus, hubungan ini adalah kehidupan Anda. Hubungan ini, mengubah semua aspek kehidupan Anda; memberikan definisi baru tentang indentitas Anda, menanamkan kehidupan dengan makna dan tujuan yang baru, dan Hubungan inilah yang membetuk kembali kehidupan Anda bagi masa depan Anda.” ~ Paul David Tripp

Pemberian Kristus yang Anda dan saya dapat nikmati sampai hari ini adalah Pribadi Roh Kudus, Ia adalah kawan yang setia. selalu ada untuk menghampiri, bukan hanya menggiring kita pada kekebasan dari dosa. tetapi juga Dia memberikan penghiburan dan ketenangan, cara hidup yang baru dan jalan yang baru di dalam Kristus kita  amana karena Roh Kudus bagian kita.

Ketika Anda dan saya diubahkan oleh Injil, Roh Kudus adalah seseorang yang pertama kali dan terus menerus akan membawa kita untuk berhastrat menikmati Injil, Dia akan selalu memberitakan Injil kepada kita sampai kita terus memikirkan Injil. Saudaraku, marilah kita dengankan Dia, janganlah kita mengabaikan Dia yang telah Allah berikan.

Dia adalah Pribadi yang lemah lembut, definisi dari kesabaran Allah sendiri. Dia dengan penuh kasih terus membawa Anda dan saya kepada pertobatan. Untuk berubah secara watak, memberikan kesempatan demi kesempatan. 

Dia mengenal kita sebagai pendosa, tetapi Roh Kudus tidak akan pernah menyerah memberikan kasih karunia Kristus kepada kita, ketika kita mulai lemah Dia datang membawakan kita salib, untuk memikirkan kembali. Bagaimana Yesus tetap kuat untuk menebus kita, untuk membawa kita kepada Allah sehingga menjadi umat Allah yang dikasihi-Nya.

Dialah yang mengajari yang brutal di dalam kasih dan di dalam Kristus untuk menjadi tertip dan tenang. Dialah yang membawa seseorang penakut ketika bertobat kepada Kristus untuk menjadi pemberani memberitakan kebenaran. Dialah yang ada beserta kita dan mengingatkan kita akan betapa besarnya kasih Yesus ketika kita  tidak mampu mengasihi. 

Sungguh Roh Kudus adalah Pribadi yang setia, tidak akan pernah meninggalkan. Jika hari ini Anda dan saya terus bertobat, terus diubahkan, dan terus setia dan semakin setia kepada Yesus walau dalam penderitaan yang paling berat. Saya hanya bisa katakana kepada diri saya. bahwa ada seorang Kawan yang Ilahi beserta saya untuk menuntun saya dan tolonglah saya untuk tetap peka pada ANDA yang terus memberikan Injil kepada saya setiap saat.

Mengucap syukur karena Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi yang dengan sabar memberikan kepada ku kemurhana dan kasih. Membangkitkan semangat  saat lesu, meyakinkan akan pengampunan dosa saat ragi. Dan memberikan keberanian untuk berserah dan taat kepada Yesus, tidak ada yang dapat ku ucapkan lebih banyak lagi di dalam Doa selain merenungkan dan merasakan kehadiran Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan kesegaran. Amin.


10 Saling

Renungan Bacaan Injil 20 September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Yakobus 5:16 

Yakkobus 5:16 (TB) Karena itu hendaklah kamu salig mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

“Anda dapat melakukan lebih dari berdoa setelah Anda berdoa, tetapi Anda tidak dapat melakukan lebih dari berdoa sampai Anda telah berdoa. Sering-seringlah berdoa, karena doa adalah tameng bagi jiwa, kurban bagi Tuhan, dan cambuk bagi Setan.” ~ John Buyan

Tidak ada yang lebih indah dan lebih baik, jika dibandingkan dengan orang-orang percaya yang ada dalam kesatuan iman. Di mana orang-orang ini ada dalam kasih karunia yang sama, kasih karunia yang dilimpahkan di dalam Yesus Kristus, kasih karunia yang benar-benar meresap ke dalam jiwa, kasih karunia yang mempengaruhi seluruh aspek hidup dan mendapati diri ada dalam pertobatan.

Persekutuan orang percaya adalah kekuatan yang besar, persekutuan yang berpusat pada Kristus tidak akan dapat dikalahkan. Kita dipanggil untuk menjadi komunitas orang-orang sehati, sepikir dan seiman. Kita dipanggil untuk saling menguatkan di dalam persekutuan, untuk saling menyadari bahwa diri kita adalah orang-orang berdosa yang layak binasa. Tetapi hanya oleh darah Yesus, maka kita dilayakkan untuk menjadi anak-anak Allah.

Berdoa untuk sesama, ini adalah doa-doa yang berpusat pada keinginan Allah, lalu apa kehendak Allah atas kehidupan orang-orang seiman. Di dalam komunitas kita, sudah jelas Allah ingin setiap pribadi yang telah mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat bertumbuh di dalam iman yang benar. Bertumbuh untuk semakin mencintai Yesus, yang di awali dengan penyerahan total kepada Yesus, diawali dengan pertobatan yang sejati di dalam Yesus.

Saudarku, di dalam Yessu, kita bersatu hati berdoa untuk saudara-saudara seiman. Berdoalah untuk gereja Anda, berdoalah untuk komunitas pemuridan Anda, berdoalah untuk sahabat-sahabat Anda dan berdoalah untuk keluarga Anda.

Saya ingin doa-doa ini lebih spesifik lagi, marilah kita berdoa berdasarkan doa Paulus, yaitu doa-doa yang berpusat pada kehedak Allah, yaitu mengenal Yesus semakin hari semakin dalam. Roh Kudus benar-benar nyata dalam kehidupan orang-orang yang kita doakan, agar mereka bertumbuh.

Kita harus sadar, bahwa kehidupan Anda dan saya ditebus dengan darah yang mahal untuk memuliakan Allah, untuk melayani Allah dan untuk bersukacita di dalam Allah. Maka dari itu berdoalah untuk sebuah sukacita sejati di dalam kebenaran, berdoalah untuk pertumbuhan yang semakin hari semakin berpusat pada Yesus dan saling mengaku dosa. 

Pada dasarnya, saling mengaku dosa adalah tentang pertobatan, tentang kerendahan hati dan tentang penyangkalan diri. Baik doa yang merupakan pondasi dari kehidupan rohani yang sehat, untuk pekerjaan rohani yang benar dan berkenan dan disertai Roh Kudus.

Pertobatan yang adalah pendosi dari kehidupan yang kudus, hati yang benari di hadapan Allah, semua ini haruslah menjadi gaya hidup Kristen kita, harus tertanam secara alami di hati dan pikiran. Dan untuk menutup renungan ini, teruslah bertumbuh bacalah Alkitab Anda renungkan itu, hafalkan setiap ayat Alkitab yang menguatkan dan memberikan kehidupan yang bersemangat di dalam kasih karunia dan melayani sesama dengan kasih yang berpusat pada Injil.

Baca Juga: Renugan harian tanggal 21-30 September 2021

Tuhan, aku berdoa untuk pembaca setiap renungan di dalam blog ini, biarlah mereka dapat semakin bertumbuh. Diubahkan oleh Roh Kudus, hati mereka diperbaharui terus menerus untuk semakin mengerti Injil hidup yang penuh dengan kebenaran. Tuhan aku memuji dan memuliakan Engkau saja, untuk kasih karunia yang membawa aku ke dalam komunitas yang bertumbuh, jika Anda di antara pembacaku yang belum memiliki komunitas, baiklah Engkau saja yang mengarahkan dia sehingga menemukan komunitas untuk bertumbuh. Segala kemuliaan dan pujian bagi-Mu saja, terimakasih untuk setiap renungan yang berpusat pada Injil, sehingga aku dapat bertobat di dalam Kristus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021"