Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

Saya telah menuliskan renungan  untuk 10 hari , pada seri renungan yang ini, merupakan kelanjutan dari renungan harian kita bulan September. Saya memisahkannya menjadi 3 artikel. Terimakasih telah dengan setia belajar bersama saya, untuk terus hidup dalam pereungan akan Injil.

Renungan harian yang akan selalu berpusat pada Injil, memberitakan kabar buruk untuk dapat mengerti betapa baiknya kabar Injil itu sendiri. Baiklah tanpa berlama-lama lagi, kita langsung saja masuk ke dalam setiap renungan yang berpusat pada Injil.

Saya berdoa, kiranya setiap renungan yang saya muat, memberikan kepada Anda pengertian dan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus. Roh Kudus membukakan pengertian yang indah ini. Amin.

Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021

1. Hatimu

Renungan Bacaan Injil September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Amsal 23:17-19

Amsal 23:17-19 (TB) Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa, Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

"Tidak ada ajaran yang lebih unggul, atau perlu untuk dikhotbahkan dan dipelajari, selain Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan." ~ John Flavel

Penuhkan hati Anda dengan Kristus, Yeremia mengingatkan kita, bahwa hati kita sangat licik, ia sangat cerdas untuk menipu kita sehingga kita semakin jauh dari Allah yang kudus. Siapakah yang dapat membersihkan hati pendosa, hanya Roh Kudus, hanya Roh Kudus yang melahirkan kembali pendosa, maka dari itu, kita dibawa ke dalam kehidupan baru di dalam Kristus.

Baiklah mari diam sejenak dan renungkan pertanyaan ini, mengapa Anda harus takut pada TUHAN?................ Saudaraku ini bukanlah ketakutan kemunafikan yang di mana Anda takut karena Anda takut tidak masuk sorga. 

Bukanlah pula ketakutan orang Israel yang munafik, bukanlah ketakutan karena tidak ingin menerima kekudusan dan kasih Allah.

Melainkan ketakutan akan Allah, karena rasa cinta yang mendalam oleh karena Dia telah menyelamat kita dari kutuk dosa. Ia yang telah memberikan Anak Tunggal-Nya, Yesus yang telah menjadi korban yang sempurna menjadi penebus dosa, kepada-Nya ditimpakan semua hukuman dosa. 

Atas dasar kasih yang begitu besar inilah rasa takut yang mendalam itu ada di dalam kita, ini adalah rasa takut karena keindahan dan cinta yang sejati dari Allah pencipta semesta. Rasa takut karena telah menjadi milik Allah dan menjadi musuh dosa, rasa takut akan kebinasaan kekal karena terpisah dari Allah yang kekal dan mulia dan indah dan yang telah menebus Anda dari dosa.

Saudaraku, tanpa kesadaran akan betapa besarnya dosa kita, betapa tidak layaknya kita menerima semua kasih karunia yang ada di dalam Kristus. Kita tidak akan menemukan sukacita dari anugerah, iman tanpa pengetahuan yang mendasar akan dosa, akan keseriusan dosa, hanya menghasilan orang-orang agamawi yang sombong dan pandai menghakimi.

Hanya di dalam Injil yang sejati, Anda dan saya secara jelas dibukakan betapa berdosanya kita, bukti nyata dari dosa-dosa tersebut adalah salib. Di atas kayu salib, ketika Kristus diremukkan oleh murka kekal Allah, betapa kotor dan hina Yesus pada saat itu. Hal ini menunjukkan secara jelas dan mendasar. Menghacurkan kesombongan kebaikan kita, kita melihat betapa besarnya dosa kita.

Hanya kebinasaan yang layak diterima, tetapi karena kasih karuia, bukan hanya diselamatkan dari hukuman dosa. Tetapi juga dari dosa dan di dalam Kristus kita dibenarkan untuk menjadi anak Allah, kita dikuduskan untuk menjadi penyembah Allah dan menikmati kemuliaan-Nya terus-menerus.

Baca Juga: Renungan Saat Teduh 16-20 Oktober 2021

Selanjutnya hati yang dipenuhi harapan, harapan itu adalah Injil Yesus Kristus, berdasarkan apa yang Allah kerjakan di dalam Kristus. Harapan yang merupakan seruan pertobatan untuk menjadi semakin cinta Tuhan, semakin mengasihi sesama atas dasar Kristus yang telah disalibkan. Dan tidak iri pada pendosa, karena kita adalah orang berdosa, tetapi di dalam Kristus sekali lagi kita diingatkan bahwa kita umat kudus untuk Allah dan menjadi milik-Nya selama-lamanya. 

Dalam Kristus aku bersukacita, karena mendapatkan harapan sejati yang membuat jiwaku selalu bergembira. Ini adalah kegembiraan di dalam Allah yang telah menciptakanku menjadi baru. Di dalam penyembahan inilah aku ingin selalu ada di dalam hadirat-Mu. Dipenuhkan di dalam kasih dan cinta yang abadi dari Tuhan yang telah menebusku. Terimakasih untuk semua anugerah ini, kerjakanlah apa yang Engkau ingin kerjakan di dalam aku, karena aku milik-Mu dan selamanya aku akan terus memberikan hidupku untuk Mu saja. Amin.


2. Bersama

Renungan Bacaan Injil  September Saat Teduh 2021

Ayat Alkitab Yohanes 14:22-23 

Yohanes 14:22-23 (TB) Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firman-Ku dan Bapaku akan mengasihi Dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan Dia.

"Karya Roh Kudus adalah menyatakan Kristus kepada kita. Ambilah waktu untuk menyerahkan diri Anda pada kebenaran yang memberkati ini; di dalam-Nya terletak rahasia sejati Kristen" ~ Andrew Murray, The Work of The Spirit.

Kabar baik-Nya, kasih Kristus tidak akan ada habisnya, segala hal yang kita renungkan tentang Dia Sang Injil tidak akan ada habisnya. Baiklah kita memberikan diri kita hanya pada-Nya, ini adalah undangan yang terus-menerus berkumandang untuk setiap hari kita mengingatkan diri kita dengan Injil, sehingga kasih kita akan Allah terus bertumbuh.

Tidak ada yang lebih penting dari ini, yaitu mengerti secara jelas, bagaimana Kristus menyatakan diri-Nya kepada kita, sehingga kita benar-benar merasakan Ia hadir dalam keseharian. Saudaraku ketika Anda menikmati kehadiran Yesus, jiwa yang hidup dalam Dia, firman-Nya akan terasa begitu manis. Anda akan begitu mudah mengerti apa yang Anda baca dan renungkan di Alkitab Anda.

Tidak ada yang lebih indah dari kenyataan ini, bahwa Yesus menyatakan diri-Nya. Kekristenan adalah kabar Indah dari Sorga, kasih yang nyata dari Tuhan dan keadilan yang mendidik orang yang Ia kasihi untuk semakin mengerti siapa musuh dan siapa sahabat sejati. untuk semakin serupa menjadi seperti Kristus. 

Dosa adalah musuh kita dan pertobatan adalah jalan untuk kita terus muak terhadap dosa, semakin membenci dosa kita sendiri. Dan menyerahkan diri kepada Kristus yang pasti akan menolong kita untuk mengalahkan dosa, kecenderungan hati yang menolak Allah dan didikan Allah, kita harus dihancurkan bersama Kristus untuk semakin nyata kenikmatan Salib Kristus dan kehadiran Pribadi-Nya.

Faktanya dosa adalah akar dari semua persoalan kehidupan, tetapi bersama Kristus yang telah mengalahkan dosa, Ia yang telah menelan maut dengan tubuh-Nya yang kudus, Dia yang memberikan kepada kita diri-Nya sebagai pakaian keindahan untuk menjadikan kita yang mati di dalam dosa menjadi indah dan hidup di dalam Dia untuk menikmati kemuliaan Sang Bapa.

Kita dapat mengerti ketika keindahan itu, menyentuh imajinasi kita, berdoalah untuk hal ini! Ketika keindahan itu merasuki hati kita dan kita kagum oleh-Nya dan kita memuliakan Dia. Inilah kebersamaan sejati di dalam Kristus ketika kita merasakan damai sejahtera.

Bukan hanya itu ketika semuanya terasa sulit, tetapi keyakinan akan Firman Allah, akan janji yang tertancap dikepala kita, akan kasih yang menaungi hati dan pikiran yang dikuduskan. Inilah yang menguatkan, karena kita tetap percaya dalam kesulitan sekalipun Yesus ada bersama-sama dengan kita.

Aku memuji kemuliaan dan keindahan-Mu ya Bapa, di dalam Kristus Kau telah menyatakan kasih-MU, cinta-Mu. Di mana keindahan ini, membuat aku menemukan makna dari keberadaanku dan tujuan dari setiap pikiran dan perasaanku. Di mana diri dan apa yang ada di dalamku Kau hidupkan untuk kudus dan benar bagi kemuliaan-Mu. Terimakasih telah mau bersama-sama aku, Roh Kudus ijinkan aku terus peka pada suara-Mu yang lembut dan menyegarkan. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Hari ini Bacaan Injil Saat Teduh September 2021"