Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Santapan Harian 2021 September Untuk Saat Teduh

Renungan Santapan Harian 2021 September Untuk Saat Teduh

Pengharapan yang ada di dalam Kristus adalah pengharapan sejati. Jadi selamat 10 hari ke depan kita akan bersama-sama menerenungkan doktrin Kristologi atau pengajaran tentang Yesus dan pengajaran tentang keselamatan. Saya akan membawa Anda kepada Injil yang murni, Injil yang menegur, Injil yang membenci dosa dan Injil yang menyelamatkan Anda dan saya dari hukuman dosa dan dari dosa itu sendiri.

Keselamatan Kristen merupakan dasar utama dari iman Kristen, bagaiman keselamatan dapat dipercayai dan diyakini. Lalu kehidupan kita menjadi Kristen-kristen yang berserah, Kristen yang taat, dan Kristen yang tidak kompromi terhadap dosa dan pengajaran yang tidak memuliakan Kristus. 

Saya terus berdoa, melalui tulisan-tulisan saya, akan selalu ada orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat dan kembali mencari kebenaran yang sejati. Melalui Alkitab dan mampu mengerti mana pengajaran yang memuliakan Yesus, pengajaran yang menginginkan Yesus dan pengajaran yang mengutamakan kehendak Allah, bukan kehendak pendosa. Amin. 

Mari kita mulai Renungan hari 21 bulan september 

 Renungan Santapan Harian 2021 September Untuk Saat Teduh

1. Kehidupan yang baru kematian bersama Kristus

Renungan Santapan Harian 21 September

Ayat Alkitab Kolose 3:3

Kolose 3:3 (TB) Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

“Karena Kristus adalah kebenaran kita, pekerjaan kita hanya baik sejauh itu berasal dari Kristus.” ~ Zwingli

Baiklah orang-orang percaya terus menerus menerima keharuman nama Yesus, kagum pada nama Yesus dan berlari terus untuk menikmati keindahan Yesus. Tidak ada yang lebih penting untuk dirasakan dan dipikirkan selain nama yang berkuasa ini yaitu Yesus yang telah mencucurkan darah-Nya, Yesus yang telah merelakan diri-Nya. Dan Yesus yang telah menjadi hina agar manusia yang hina menjadi mulia di hadapan kemuliaan Allah yang mulia.

Anda dan saya, menerima kasih karunia, bukan karena kesalehan kita, justru sebaliknya karena kita adalah orang-orang yang mati di dalam dosa, diperbudaknya. Kuasa kegelapan adalah bapa kita, kita tunduk kepada pidato dari iblis yang selalu saja membawa manusia lebih jauh lagi dari Allah, inilah yang terjadi atas kita, inilah yang kita rasakan dan inilah yang sebenarnya terjadi pada kita ketika kita masih di luar Yesus.

Namun, kita percaya dan benar-benar bercaya, dibawa untuk menyerahkan diri kepada keindahan dari kasih karunia, kemuliaan dari kasih karunia. Baiklah jiwa kita kagum akan kebaikan Tuhan, kasih Tuhan, cinta-Nya Tuhan kepada jiwa-jiwa yang mati di dalam kita. 

Ketika kita dibangkitkan bersama-sama dengan Yesus, kita beroleh kehidupan baru. Sebelum adanya bangkitan, maka adanya kematian bersama Yesus, disalibkan bersama Yesus, ini adalah sesuatu hal yang memalukan bagi dunia, salib adalah lambang dari kejahatan, orang jahat dan bejat menurut dunia, layak disalibkan. Itulah yang Kristus kerjakan, Ia dijadikan menjahat, bejat dan tidak berguna bagi manusia, sehingga yang layak Ia terima adalah kematian.

Kehinaan yang Yesus terima, adalah kemuliaan bagi kita di hadapan Allah Bapa, saudaraku saya benar-benar serius untuk berdoa bagi Anda. Kiranya imajinasi Anda ditangkap oleh kebenaran ini, hati Anda berkobar ketika mengetahui bahwa Yesus disalibkan karena Anda dan saya adalah pendosa besar. Maka dari itu, kita beroleh cara hidup yang baru, di dalam Yesus, kita memikirkan hal-hal yang lebih besar dalam pengharapan bahwa kita aman di dalam Kristus walau pu dunia membenci kita.

Kebenaran inilah yang harus tertanam, kebenaran Injil Yesus Kristus, kebenaran di mana Yesus yang lebih dulu mengubahkan kita, sehingga kita mampu memiki pemikiran yang ke atas, yaitu pikiran yang memuliakan Allah, untuk melayani sesama kita dan hidup untuk bertumbuh selama ada di dunia fana saat ini.

Bapa yang mulia, Yesus kekasih orang-orang percaya, di dalam-Mu, aku menemukan kebenaran bahwa aku telah disalibkan bersama-Mu. Melucuti semua dosa dan bertobat untuk semakin mengasihi-Mu dan berjalan untuk kehendak dan kemuan-Mu saja sampai selama-lamanya, Roh Kudus mampukan aku. Amin.


2. Menerima kasih karunia dan menikmatinya

Renungan Santapan Harian 22 September 

Ayat Alkitab Galatia 2:2:21

Galatia 2:21 (TB) Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

“Pertobatan bukan hanya awal dari kehidupan Kristen; itu adalah kehidupan Kristen.” ~ John Calvin

Anda dan saya membutuhkan waktu lebih lama untuk berdiam diri, mengisi hati dan pikiran kita dengam firman. Ini adalah janan yang ditawarkan secara praktis oleh Yesus sendiri, Ia seringkali pergi untuk berdiam diri bersama-sama dengan Allah, untuk berdosa dan mempelajari firman.

Saudaraku, hal yang terpenting di dalam Kekristenan kita adalah berdiam diri dan merenungkan firmand an doa. Untuk meyakini kasih karunia itu benar adanya, kasih karunia nyata adanya dan kasih karunia benar-benar mengubahkan cara pandang kita, bukan hanya itu, kasih karunia juga memberikan kita makna yang baru dan jenis kehidupan yang baru.

Kehidupan yang percaya penuh kepada Kristus yang disalibkan itu, mempercayai kasih karunia dan diselamatkan oleh kasih karunia. Merupakan menyangkal diri dan tidak mengakui semua kebenaran, kebaikan diri sendiri. mempercayai kasih kasih karunia adalah penyerahan diri untuk tidak mengandalkan diri sendiri dan yakin bahwa kehidupan Anda dan saya adalah milik Yesus, menjadi milik-Nya sebab Dia yang hidup di dalam jiwa yang telah hidup di dalam Dia.

Saudaraku, bersama-sama kita harus benar-benar mengerti arti salib, sehingga kita menjadi orag-orang Kristen yang bertobat. Dan memiliki gaya hidup yang bertobat dan kehidupan yang terus berpusat pada Kristus. salib adalah pusat dari setiap renungan yang saya tulis, salib adalah pusat dari kotbah yang akan saya sampaikan  kepada jemaat Tuhan.

Sekarang Anda harus memikirkan betapa pentingnya salib Kristus, dari sinilah Anda dapat mengerti betapa Paulus yang serius berkata. Bahwa Ia tidak menolak kasih karunia, meskipun ia telah bekerja keras untuk memberitakan Injil. Ia sangat sangat sadar akan keindahan dari penderitaan yang diakibatkan oleh Injil yang dibenci oleh dunia.

Saudaraku, ketika Anda percaya kepada Yesus, salib itu sendiri adalah lambang dari kematian dan penderitaan. Maka dari itu, ketika Anda mempercayai Kristus penderitaan kita adalah kemuliaan yang ada di dalam Kristus dan kehidupan kita adalah kehidupan yang untuk Kristus. 

Tidak ada yang dapat memberikan sukacita sejati, selain Tuhan itu sendiri, melalui salib, kita mendapatkan sukacita sejati dan abadi. Hanya melalui salib Kristus dosa-dosa kita diampuni dan kita dibebaskan dari kutuk dosa dan kita menerima keselamatan yang pada dasarnya keselamatan adalah Anda dan saya milik Allah.

Melalui salib, aku dapat melihat kemuliaan-Mu yang melimpah-limpah, melalui kasih karunia yang dikerjakan di atas kayu salib. Aku dikuduskan untuk menjadi anak-Mu yang terkasih dan untuk memberitakan nama Yesus sehingga semakin banyak jiwa yang percaya kepada-Mu dan memberikan diri kepada-Mu. Roh Kudus-Mu bekerja untuk pelayanan ini, untuk kasih karunia yang terus menerus disebarkan melalui tulisan, lisan, dan kotbah-kotbah dan pemuridan yang menumbuhkan dan menguatkan anak-anak Mu yang Kau kasihi. Amin


3. Kematian yang menghidupkan

Renungan Santapan Harian 23 September 

Ayat Alkitab 1 Petrus 3:18 

1 Pertus 3:18 (FAYH; Firman Allah Yang Hidup) Kristus juga menderita. Ia mati satu kali untuk kita, orang-orang berdosa, meskipun Ia sendiri tidak pernah bersalah, supaya Ia dapat membawa kita dengan selamat ke rumah Allah. tetapi, walaupun tubuh-Nya mati, Roh-Nya tetap hidup.

“Di dalam Salib ada keselamatan; di Salib ada hidup; di Salib ada perlindungan terhadap musuh kita; di Salib adalah infus manis surgawi; di Salib ada kekuatan pikiran; di Salib ada sukacita roh; di Salib adalah keunggulan kebajikan; di Salib adalah kesempurnaan kekudusan. Tidak ada keselamatan jiwa, atau harapan hidup yang kekal, kecuali di Salib.” ~ Thomas à Kempis, The Inner Hidup

Definisi dari salib ada di ayat yang menjadi dasar renungan kita hari ini, hanya pada salib yang adalah lambang penderitaan, kehinaan dan kematian. Maka di sana Allah ubah menjadi lambang kehidupan dan kekusudusan bahkan kemuliaan. 

Saya mengajak Anda untuk melihat kepada salib, karena kehidupan yang telah jatuh dalam dosa, adalah kehidupan yang mematikan tubuh jasmani, dan jujur saja ini menakutkan. Meskipun saya sangat yakin jiwa saya aman di dalam Kristus, namu sering kali kita ada dalam ketakuta. Maka dari itu pandanglah  kepada Dia yang telah diremukkan oleh Allah.

Di dalam Kristus kita dibenci oleh dunia, di dalam Kristus dan Injil kita harus mengalami penderitaan. Di dalam pelayanan kita dan pekerjaan kita di mana kita melaksanakan kehendak Allah dan berjalan di jalur Tuhan. Tidak akan lepas dari yang namanya penderitaan. Namun kabar baiknya, penderitaan yang sekarang menimpa Anda dan saya hanyalah sementara jika dibandingkan dengan kemuliaan yang kelak kita terima penderitaan di dunia ini bukanlah apa-apa.

Saudaraku, Kristus yang telah mati menebus kita, adalah berita baik sepanjang kehidupan Kristen kita haruslah kiat renungkan setiap saat. Injil haruslah tertanam secara mendalam dan kuat di dalam pikiran dan hati kita anak-anak Allah yang dikasihi-Nya. Yesus yang telah disalibkan memberikan kita kekuatan bahwa Yesus saat ini, masih bersama-sama kita dalam penderitaan, kita  tidak pernah sendiri.

Hanya melalui kesempurnaan Kristus, kita mendapatkan kekuatan, kematian yang menghidupkan. Kita telah mati bersama-sama dengan Yesus, untuk hidup bagi Dia saja dan selamanya melayani Dia. Di dunia yang berdosa, penuh pendosa, dan tidak amanan. Kasih karunia tetaplah melimpah kepada kita, perlindungan-Nya tidak akan pernah berubah sebab Ia maha kuasa. 

Baiklah kita mengerti dengan benar, tentang kematian yang menghidupkan ini, bahwa kematian Kristus untuk kehidupan Anda saya di dalam kehidupan baru. Untuk menikmati kemuliaan Allah  dan selalu saja kagum kepada-Nya ketika Anda dan saya dalam kondisi paling rendah sekalipun tetaplah hidup dalam kebanaran dan menikmati kemuliaan-Nya. Roh Kudus memampukan kita, dalam keterpurukan tetap memuliakan Dia saja dan kita menikmati hal itu.

Kasih karunia yang melimpah, menghidupkan aku sang pendosa yang keji ini, kasih karunia yang menjadikankan Engkau berdosa karena dosa-dosaku. Memberikan aku kehidupan baru dan pengertian baru yang memulihkan kehidupanku dan aku datang ke dalam dunia yang gelap untuk memberitakan bahwa Kristlah terang. Biarlah berita salib, menjadi satu-satunya berita Indah di dalam Kekristenan. Amin.


4. Ingat terus kepada Yesus

Renungan Santapan Harian 24 September 

Ayat Alkitab Ibrani 12:3

Ibrani 12:3 (TB) Ingatlah selalu akan Dia, yang dengan tekun menanggung bantahan sehabat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

“Bahkan ketika Yesus disalibkan Dia tidak menyembuyikan keberadaan-Nya dari pandangan kita; tetapi, Dia ingin semua ciptaan-Nya menjadi saksi akan kehadiran-Nya” ~ St. Athanasius, On Inkarnasi

Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang memiliki identitas diri atas dasar kasih Yesus, dasar inilah yang menjadikan kehidupan Kristen berbed. Terus kuat dalam hal berkeyakinan untuk terus-menerus hidup dalam dunia yang telah jatuh dan memberitakan solusi yang sejati, memberitakan Kristus kepada dunia, bahwa hanya melalui Dialah masalah terbesar yaitu dosa terselesaikan.

Alkitab memberitakan kepada kita, bahwa dosa adalah kematian kekal, artinya manusia yang ada di dalam dosa adalah orang-orang yang mati secara rohani. Terpisah dari Tuhan yang mulia dan kudu, Kita telah melawan Allah yang kudus dan baik. Di dalam dosa kita adalah orang-orang jahat yang layak untuk binasa. 

Ketika kita dibawa di dalam kehidupan yang baru, hanya melalui percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan penebus. Kita menyangkal semua kebenaran kita, kita percaya bahwa kita hanya dibenarkan oleh penyaliban Yesus dan kebenaran kita adalah wujud dari pemberontakan kita kepada Allah. 

kita diselamatkan oleh kasih karunia, maka dari itu di dalam kasih karunia kita diajak untuk terus melawan dosa-dosa di dalam diri kita, dosa pemberontakan kita kepada Allah, di mana seringkali kita tidak ingin kehidupan kita menerima campur tangan Kristus. Tetapi di dalam kehidupan yang baru, kita berserah kepada Kristus dan kehidupan kita adalah milik Kristus.

Mengingat Kristus bukan berarti Anda berjuang untuk kepentingan Anda, cita-cita Anda atas dasar keegoisan dan Anda percaya Yesus lalu Anda merasa Anda sudah selamat, ini iman paslu. Ketika Anda percaya kepada Yesus, Anda harus sadar dan saya pun harus sadar, bahwa kehidupan kita telah menjadi milik Yesus, kita menjadi anak-anak Allah, artinya kita harus tunduk pada otoritas Allah dan mempercayakan seluruh kehidupan kita hanya kepada Yesus dan melakukan kehendak Yesus dalam kemerdekaan yang melihat kemuliaan Allah Bapa.

Segala hal yang tidak sesuai dengan rancangan Allah yang kita kerjakan, kiranya Allah mendidik kita untuk mengarahkan kita kepada rancangan-Nya. Yang terbaik adalah mengingat Kristus dalam kehidupan kita yang telah hidup untuk mematikan dosa, bersama-sama dengan Roh Kudus yang selalu memberitakan Injil kepada kita dan menginsapkan. Dan memampukan kita hidup untuk melayani sesama, akan selalu ada tantangan, akan selalu ada hal-hal yang menyakitkan.

Ketika persoalan menghampiri, lihatlah kepada Kristus Tuhan kita, karena kita adalah orang berdosa yang layak binasa. Sadarlah bahwa gambaran nyata dari orang-orang Romawi yang menyiksa Yesus, adalah diri kita adalah kita yang berdosa membenci Dia,  tetapi kita yang adalah musuh yang tidak berdaya mati di dalam dosa. diampuni, dimaafkan dan dihidupkan untuk hidup dalam Dia.

Kasih karunia ini terlalu berlimpah, baiklah dalam kesakitan, pengharapan tetaplah ada di dalam Kristus, kita tahu, Yesus memberikan kekuatan dan pengertian. Kita dibawa untuk menikmati kemuliaan-Nya dalam penderitaan, kita diajak untuk merenungkan kasih karunia dan salib, di mana di sanalah kita mendapati sukacita, karena dosa yang adalah kematian kekal, kini tidak berkuasa atas kita, bersukacitalah karena Injil, kebenaran yang memerdekakan kita untuk melaksanakan kehendak Tuhan.

Kristus yang disalibkan, terimakasih telah menjadi sahabatku dalam kesusahanku, terimakasih telah memberikanku kehidupan baru. Dan membukakan mata rohaniku untuk memandang kepada keindahan dan kemuliaan-Mu. Sehingga dalam susah hidup dalam-Mu, ketika aku mengingat Enkau aku bersukacita, ketika dosa menghampiri, aku diampuni dan aku dikuatkan untuk terus bertobat. Amin. 


5. Yesus menanggung dosa banyak orang

Renungan Santapan Harian 25 September 

Ayat Alkitab Yesaya 53:12

Yesaya 53:12 (TB) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

TUHAN telah menyelamatkan dunia melalui salib Yesus Kristus yang telah mati disalibkan dan ini sangat memalukan. Kejadian mengejutkan ini adalah suatu penyingkapan kebenaran terdalam dari karakter Tuhan, maka seluruh cara manusia melihat dunia terbalik… semua nilai diubah….Tuhan menolak untuk main-main dengan kekuasaan dan wibawa-Nya dalam istilah manusia.” ~ Richard Hays

Kabar buruknya kita ada di bawah murka kekal dari Allah yang baik, Allah yang baik yang dengan kuasa dan segenap kekuatan-Nya. Ia melawan pemberontakan tanpa mengenal belaskasihan, maka dari itu, ketika kasih-Nya yang berlawanan dengan Ia yang baik nan adil. Yesus Kristus merelakan diri-Nya untuk menerima kasih dan keadilan Allah ditimpakan kepada-Nya bersama-sama di atas  kayu salib.

Secara daging Yesus menerima hukuman dosa, pemberontakan, dikenal sebagai penjahat dan diberikan hukuman di dalam daging. Dengan hukuman manusia yang fana, Ia dihina dan dihindari orang, Ia diludahi dan merasakan apa itu dipermalukan. Bahkan Yesus ditelanjangi, sampai akhirnya Ia merasakan sakit yang sesungguhnya. Dan berterian, “Allah Bapa mengapa Anda meninggalkan saya,” Yesus menjadi dosa karena semua dosa kita ditimpakan kepada-Nya. 

Semua kutuk kita, hal-hal najis dari diri kita, hati dan pikiran kita seketika dimasukkan ke dalam diri Yesus, sehingga kasih yang begitu besar itu, menjadikan Yesus sebagai pendosa besar dan layak menerima murka kekal Bapa, inilah makna salib, menjukkan betapa buruk dan tidak layaknya Anda dan saya sebenarnya menerima pengampunan. Inilah kabar buruknya telah Kristus selesaikan di atas salib dan pada akhirnya kita beroleh pengampunan dosa dan kita dilayakkan karena kebenaran Yesus, bukan kebenaran kita.

Kabar baiknya, Injil Yesus Kristus memberikan harapan pasti, memberikan sukacita dan kepuasan. Dan keberanian untuk berdiri teguh di atas kebenaran Kristus. Allah Bapa memberikan kepada Yesus kemuliaan, jadi siapa yang di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru. Maka dari itu ketika Anda dan saya di dalam Yesus, kita mendapatkan kembali kemuliaan yang telah lama hilang. Bukankah ini Injil, di mana bersama-sama Yesus kita dipanggil untuk menikmati Yesus dan melayani bersama-sama Yesus.

Mengerjakan visi Allah, melakukan apa yang Yesus lakukan. Kita mendapatkan satu sukacita, janji TUHAN di dalam pelayanan. Ketika Allah berjanji bahwa Ia memberikan kepada Yesus orang besar dan rampasan sebagai jarahan. Ini berbicara tentang murid-murid Yesus sepanjang zaman.

Pada akhirnya kita diundang untuk melayani jiwa-jiwa, apa pun pekerjaan Anda ketika Anda telah mengaku percaya Yesus dan ingin melayani Yesus. Maka seperti yang Yesus lakukan, yaitu melayani para murid oleh kuasa Roh Kudus para murid mampu. Maka Anda dan saya melayani sesama, sehingga mereka betumbuh dan semakin cinta Yesus, pada akhirnya mereka juga akan melayani sesama mereka. 

Berdoalah untuk janji pelayanan, di mana Allah akan memberikan kepada kita sukacita besar. Untuk menyentuh jiwa-jiwa dengan Injil Kristus dan kita menikmati Kristus dalam kehidupan kita yang melayani manusia. Apa pun pekerjaan kita, bersama Yesus membawa keselamatan, karena keselamatan ada ketika seseorang menjadi milik Yesus dan ia mencintai Yesus.

Tuhan yang baik dan penuh kasih dan adil dalam segala hal. Mulialah nama-Mu sampai selama-lamanya. Tidak ada hal yang yang lebih penting selain menikmati-Mu dan berserah untuk melayani-Mu. Darah yang tercurah bagi banyak orang, baiklah aku yang telah percaya mengambil visi Kristus yang tidak  pernah berubah dan Roh Kudus memampukan Aku. Amin. 


6. Mengertilah kebanaran dan diubahkan olehnya

Renungan Santapan Harian 26 September 

Ayat Alktab Mazmur 119:34

Mazmur 119:34 (TB) Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.

Di kayu salib di mana Hukum Tuhan dan kasih karunia Tuhan keduanya paling cemerlang ditampilkan, di mana keadilan dan belas kasihan-Nya sama-sama dimuliakan. Tetapi juga di salib tempat kita paling direndahkan. Di kayu salib di mana kita mengakui kepada Tuhan dan diri kita sendiri bahwa sama sekali tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan atau pantas mendapatkan keselamatan kita. ~ Jerry Bridges

Salib berdiri sebagai titik fokus iman Kristen. Tanpa salib, Alkitab adalah teka-teki, dan Injil keselamatan adalah harapan kosong. ~ James Montgomery Boice

Yesus adalah Sang Kebenaran, Yesus adalah Firman menjadi manusia. Sehingga ketika Anda ingin mengerti firman, lihatlah kepada Yesus yang telah disalibkan, dalam arti bacalah Alkitab. Renungkanlah Alkitab dengan hati dan pikiran yang hanya mengarah kepada Yesus Sang Kebenaran.

Hati Allah dari dahulu sekarang dan sampai selamanya tetap sama. Yaitu gambar-Nya yang sempurna di dalam manusia menjadi kepunyaan-Nya. Namun karena dosa, manusia memberontak kepada Allah, gambar yang sempurna dan indah di dalam diri manusia telah rusak. Hal ini menyedihkan, memilukan dan menyakitkan untuk diberitakan.

Tetapi tanpa kesadaran akan keberdosaan diri yang amat menakutkan dan mengerikan. Kita tidak akan pernah benar-benar mengerti firman, kita tidak akan pernah benar-benar mengucap syukur akan besarnya kasih karunia yang ada di dalam Kristus. Karena firman pada dasarnya memberitakan dua kabar, yaitu buruk dan baik.

Saudaraku, maka di dalam Kristus ada undangan untuk terus mempelajari kebenaran dan mentaati kebanaran. Bahkan berserah kepada Sang Kebenaran sehingga kehidupan kita benar-benar diubahkan oleh kebenaran, kita bertobat dan bersukacita di dalam kebenaran yang hidup hanya untuk memberitakan kebanaran. Apa pun pekerjaan kita.

Saudaraku, Injil adalah berita baik kebenaran itu, melalui Injil salib diberitakan, melalui Injil Yesus kehidupan-Nya, tujuan-Nya, kebangkitan-Nya, dan pengharapan pasti oleh-Nya. Bahkan didikan-Nya untuk semakin membenci dosa. Diberitakan sehingga kita diubahkan secara pasti oleh berita Injil yang tertancap dalam diri kita.

Saya merekomendasikan tiga kalimat penting untuk dihidupi, untuk semakin cinta kebenaran dan kebenaran yang mempengaruhi kehidupan, baik itu keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Kehidupan yang benar dipengaruhi oleh Injil.

  • ~ Menjadikan diri benar-benar Alkitabiah setiap hari Injil sebagai pusat.
  • ~ Merenung/bermeditasi berdoa berdasarkan ayat-ayat Alkitab.
  • ~ Mengepaluasi diri sendiri untuk perubahan yang semakin serupa Kristus.

Aku sadar akan kegagalan yang pasti akan menghampiriku, di dalam kehidupan dalam daging yang fana. Tetapi kemuliaan, keindahan, dan kekudusan-Mu. Tolong aku agar aku sadar bahwa itulah bagianku. Roh Kudus di dalam aku, mampukan aku untuk semakin serupa Kristus dalam keseharianku ketika aku tidak mampu dan jatuh. Mampukan aku bertobat dan secara sadar bahwa aku tidak ada kebenaran. Ubahkan aku ya Tuhan inilah diriku dan hidupku menjadi milik-Mu. Amin. 

7. Pengharapan yang didasarkan pada belaskasihan

Renungan Santapan Harian 27 September 

Ayat Alkitab Titus 3:7

Titus 3:7 (TB) Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Seluruh surga tertarik pada salib Kristus, semua sangat takut akan salib itu, sementara manusia adalah satu-satunya makhluk yang kurang lebih mengabaikan maknanya. ~ Kamar Oswald

Kerugian terbesar Kekristenan saya, ketika saya lebih mekanai berkat fana yang juga diterima oleh orang-orang yang tidak percaya. Saya tidak pernah benar-benar mengerti salib, saya tidak pernah benar-benar memuliakan Kristus yang telah disalibkan. Dan saya tidak pernah menginginkan Yesus yang disalibkan. Saya benar-benar orang percaya yang celaka dan menyedihkan.

Bagaimana dengan Anda? 

  • Apa yang menjadi kerinduan terbesar Anda sekarang?
  • Bagaimana Anda memaknai kehidupan Kristen Anda?
  • Apa tujuan Anda mempercayai Yesus?
  • Apakah Anda sudah mengerti bahwa Anda pendosa besar yang layak binasa?
  • Sudahkan setiap perbuatan baik Anda di dasarkan pada salib kasih karunia?

Saya ingin Anda bersama-sama saya terus mengingat salib, keselamatan yang dianugerahkan kepada Anda dan saya. Ketika Yesus ditimpakan semua hukuman dosa kita, pada saat Ia disalibkan. Berita Injil adalah berita salib, di  mana Anda dan saya diajak untuk bersandari pada salib dan dibenarkan hanya ketika kita disalibkan bersama-sama dengan Yesus.

Untuk melihat rahmat Allah yang begitu besar, di dalam Kristus, yang menyelamatkan Anda dan saya yang dahulu juga orang berdosa. Pengharapan akan hidup kekal, merupakan pengharapan yang pasti. Ketika Alkitab memberitakan bahwa ketika Anda dan saya milik Yesus, maka Yesus yang menjaga kita sehingga kita tidak akan menjadi milik-Nya. 

Ketika di dalam Kristus dan menjadi milik-Nya, kita dipanggil untuk memberitakan Yesus, untuk menyampaikan Injil. Baiklah setiap kehidupan kita hanya dipengaruhi oleh Injil dan berjuang untuk kehidupan yang terus di dalam Injil dan memberitakan Injil. Setiap berkat dan rahmat, akan selalu menghampiri, karena Yesus berjanji Ia menyatakan diri-Nya. Kepada orang-orang yang sungguh mengasihi Dia.

Darah yang mengalir dari tubuh kudus Tuhan Yesus, merupakan satu-satunya harapanku di dalam dunia yang fana. Oleh karena kehidupan baru, ku temukan cara hidup yang baru dan cara pandang yang baru dan aku bertobat. Yang artinya aku meninggalkan kebanaranku dan memakai kebenaran Kristus, inilah harapanku, Rahmat Yesus yang begitu besar aku terima dan aku bersukacita oleh karena fakta ini. Amin. 


8. Anak manusia  yang diserahkan pendosa

Renungan Santapan Harian 28 September 

Ayat Alkitab Lukas 24:7

Lukas 24:7 (TB) Yaitu bahwa anak manusia harus diserahkan ke tangan-tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari ketiga.

“Melalui salib kita mengetahui beratnya dosa dan kebesaran kasih Allah terhadap kita.” ~ John Krisostomus

Anak Manusia (Yesus) datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya bagi banyak orang. Demikianlah pernyataan Yesus, untuk menegaskan bahwa Ia datang untuk menebus orang-orang berdosa, agar mereka menjadi milik Allah.

Kedatangan Kristus menjadi daging, seringkali disalahpahami. Permasalahan terbesar kita sebagai manusia, kita lebih suka ketika Yesus memberikan kita banyak hal yang kita anggap penting. Kita ingin Yesus yang sama seperti yang ada dipikiran kita, sama seperti para murid pada waktu itu menginginkan Yesus secara fisik, ingin Yesus membebaskan mereka dari penjajahan secara politik.

Mereka ingin Yesus menjadi raja atas bangsa mereka dan Yesus mampu menguasai semua wilayah disekitarnya. Bahkan sampai ke ujung bumi. Satu kerinduan yang manusiawi, bukankah kita pada dasarnya percaya Yesus, namun kita menginginkan pembertian Yesus, menginginkan janji Yesus yang di mana janji itu mengarah pada keinginan fana kita.

Kita ingin Yesus yang tidak berkehendak. Kita ingin Yesus yang dapat kita atur oleh pikiran dan perasaan kita, kita telah hidup semaunya kita, karena kita adalah orang berdosa. Kita ingin Yesus menjadi raja jasmani kehidupan kita, sehingga kehidupan yang ada di dalam kefanaan menikmati semua harta fana. 

Saudaraku, kita harus benar-benar sadar, bahwa kehidupan yang Kristus berikan adalah kehidupan untuk tidak menginginkan dunia. Untuk tidak lagi mencintai diri sendiri tetapi mata hati yang secara rohani mengarah kepada Kristus, untuk benar-benar hidup bagi Kristus dan visi-Nya.

Kristus disalibkan untuk menerima semua kutuk dosa yang seharusnya ditimpakan kepada Anda dan saya. tetapi Ia rela menerima semua hukuman itu, Ia rela untuk memberikan kehidupan-Nya untuk ditinggalkan oleh Allah Bapa. Ia rela untuk hancur, dihancurkan oleh Kristus, sehingga kita dibentuk ulang, untuk semakin serupa dengan Dia. Karena pada dasarnya hancur-Nya Kristus di salibkan adalah hancurkan kita bersama-sama dengan Dia.

Kristus yang diserahkan kepada orang-orang berdosa, adalah Kristus yang memberikan kehidupan bagi pendosa. Sehingga adanya pertobatan, di dalam Kristus, Roh Kudus terus bekerja menginsapkan kehidupan, di dalam Kristus Roh Kudus menyampaikan firman Kristus sehingga benar-benar meresap ke dalam diri kita, mempengaruhi cara berpikir kita dan perasaan kita merespon setiap kejadian yang ada.

Yesus yang telah bangkit, merupakan kebangkitan kita dari kematian kita atas dosa. kita dihidupkan bersama-sama dengan Yesus, inilah yang harus kita sadari ketika kita ada di dalam Kristus. Saudaraku, keasadaran akan besarnya kasih karunia, dan besarnya dosa-dosa kita. Kehidupan yang berpusatkan kepada salib, merupakan jalan sempit untuk berjalan bersama-sama dengan Yesus, menikmati Dia dan menginginkan Dia saja, bukan pemberian-Nya.

Tuhan Yesus yang telah disalibkan, memberikan kepada aku, pengertian yang mendalam bahwa aku adadalah orang berdosa. Yang harus bertobat, oleh darah dan bilur aku sembuh dari penyakit dosa. Aku yang mati di dalam dosa kini hidup bersama Yesus, sebab Yesus telah bangkit memberikan kepada ku kehidupan baru. Untuk memuji kemuliaan Allah Bapa yang mulia. Amin. 


9. Tubuh lama yang hilang kuasanya

Renungan Santapan Harian 29 September 

Ayat Alkitab Roma 6:6

Roma 6:6 (TB) karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Dengan kematian-Nya di kayu Salib, Kristus telah menjadi Anak Domba yang disembelih bagi kita, Penebus kita, Dia yang telah mendamaikan kita dan Allah, yang telah menanggung kesalahan kita atas diri-Nya, yang telah menaklukkan musuh kita yang paling mematikan dan telah meredakan murka Allah yang layak yang kita terima. ~ Mark Dever

Anda mati atas dosa atau tidak samasekali, hanya ada dua pilihan. Saya mengajak Anda terus memandang kepada salib dan merenungkan salib dan bagaimana salib benar-benar menjadi pusat cara pandang kehidupan Anda. Hanya ketika kita mati atas kehidupan lama, disalibkan bersama Kristus, maka dosa tidak lagi berkuasa atas kita.

Kita dipanggil untuk benar-benar hidup baru di dalam Kristus, bukan karena kita kuat dan gagah maupun hebat dan bisa mempercayai Yesus. Sadarlah bahwa panggilan ini adalah kasih  karunia yang melimpah-limpah dari Allah yang maha kuasa.

Kasih karunia ini adalah Kristus yang ada bersama-sama dengan kita, melalui Roh Kudus. Melihat Dia sebagai sau-satu-Nya keindahan. Dan bagaimana salib-Nya menyatakan bahwa Anda dan saya adalah milik-Nya. Karena kita telah ditebus dengan darah yang mahal, dilayakkan untuk menjadi anak-anak Allah dan dijadikan umat kesayangan-Nya.

Saudaraku, ketika kita percaya kepada Yesus, kita telah mati bersama Yesus, penyaliban Yesus yang adalah bentuk nyata dari kematian tubuh dosa. Pada saat Yesus disalibkan, tubuh kita yang fana, kedagingan kita turut serta disalibkan. Sehingga ia tidak berkuasa membawa kita pada dosa.

Perjalanan baru bersama Kristus untuk mancapai kesempurnaan sehingga menjadi serupa dengan Kristus, hidup baru yang Kristus berikan adalah kehidupan yang mengasihi Allah dan sesama. Mati atas dosa dan hidup bagi Allah, menikmati kemuliaan Allah dan membenci dosa yang menjadi kecenderungan nyata kehidupan. 

Salib, membawa Anda dan saya pada rasa duka yang mendalam akan dosa. Merenungkan Sang Domba sembelihan, yang menjadi korban penghapus dosa, Dia yang kudus, memberikan diri-Nya menjadi tidak kudus, sehingga kita yang tidak kudus dikuduskan. Dalam kekudusan Kristuslah, tubuh lama kita tidak lagi berkuasa, tubuh lama kita tidak lagi menjadi kawan kita, tidak lagi berkuasa. 

Berdoalah, bergukullan dan bacalah Alkitab. Sehingga kehidupan baru, pertumbuhan rohani dan kehidupan yang benar-benar di dalam Kristus, dapat dinikmati dan kita melakukan segala sesuatu berdasarkan kehendak Kristus, karena itulah kesukaan kita. 

Kritus yang adalah Domba sejati, disembelih untuk mencurahkan darah yang kudus, menguduskan orang berdosa sehingga layak untuk berada di hadapan Allah yang kudus. Allah Bapa yang mulia, mengasihi Yesus karena kebenaran Yesus, kebenaran inilah yang aku percaya saat ini ada di dalamku dan aku bersukacita dalam kemuliaan dan keindahan untuk dibenarkan di dalam Kristus, bertobat di dalam Kristus dan kehidupa lama yang semakin hari, dibuang dan dibenci. Terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk memberikan diriku menjadi milik-Mu dan segala kemuliaan dan keindahan hanya bagi Allah saja. Amin. 


10. Menanamkan salib di pikiran dan hati

Renungan Santapan Harian 30 September 

Ayat Alkitab I Korintus 2:2

I Korintus 2:2 (TB) Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

“Biarlah nama salib itu sendiri tidak hanya jauh dari tubuh seorang warga negara Romawi, tetapi bahkan dari pikirannya, matanya, telinganya.” ~ Cicero

Merenungkan Injil, membaca Alkitab untuk merenungkan Kristus, demikianlah tujuan utama seharusnya Anda dan saya ketika membaca Alkitab dan merenungkannya siang dan malam. Bahkan setiap saat, setiap hari. Ini adalah tentang menanamkan Kristus di dalam pikiran dan hati. Untuk apa Yesus harus tetanam di hati dan pikiran.

Mari kita gali bersama-sama tentang kita, saya ingin selalu mengingatkan Anda, begitu juga dengan diri saya. Bahwa masalah terbesar kita, kita telah berdosa terhadap Allah dan alam semesta dan sesama kita. Kita telah melawan Tuhan, kita telah ada di bawah murka kekal keadilan Allah yang kudus dan mulia.

Injil secara jelas memberitakan ini, Alkitab memberikan kepada kita berita ini mulai dari Perjanjian Lama, dari Kejadin 3, 4 dan seterusnya. Kita melihat bagaimana manusia telah hidup sesuai keinginan mereka masing-masing. Manusia berdosa, tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Paulus dengan penuh kesadaran, bahwa tanpa Kristus, tidak akan pernah ada keselamatan kekal, manusia akan selalu tersesat dan tidak menemukan tujuan kehidupannya. Maka Paulus memilih di dalam kasih karunia untuk terus mengenal Yesus, Yesus yang telah disalibkan.

Hanya ketika kehidupan kita telah disalibkan bersama-sama Yesus, menginginkan Yesus untuk semakin serupa Yesus. Maka kita menemukan kebanaran dan tujuan sejati dalam kehidupan kita, kita merasakan bagaimana keindahan itu merasuki jiwa kita, kita dihidupkan di dalam Dia.

Baca Juga:

Pemberitaan Injil yang murni, bahwa kita berdosa dan layak binasa. Tetapi karena kasih karunia kita mendapatkan kehidupan baru. Diperbaharui, bagi kehidupan yang memuliakan Allah, kehidupan yang benar-benar untuk Allah dan kita sadar benar bahwa kehidupan kita bukan milik kita, tetapi milik Dia yang telah menciptakan kita. Maka yang kita kehendaki adalah Kristus saja dan melakukan apa yang telah Kristus perintahkan.

Mampukan aku, dalam keseharianku, menyerahkan diriku kepada Kristus Tuhanku. Hanya kepada Dia Sang pemilik kehidupanku, aku dapat menemukan kehidupan yang sejati. Dalam Dia, bersama Dia dan melakukan segala rancangan-Nya bagi kemajuan pemberitaan Injil. Banyak saudara yang bertumbuh dan semakin menginginkan Kristus dalam keseharian mereka. Menikmati kemuliaan Allah dan terus memuliakan Allah Amin. 

 

Posting Komentar untuk "Renungan Santapan Harian 2021 September Untuk Saat Teduh"