Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Natal 2021 Singkat; Bahan Saat Teduh Selama Bulan Desember

Renungan Natal 2021 Singkat; Bahan Saat Teduh Selama Bulan Desember

Renungan Inspirasi natal untuk 4 Hari.
Pendahuluan

Kita telah sampai pada titik penantian kedatangan Kristus yang kedua kali, saya tidak sedang memberitahukan Anda bahwa Yesus sebentar lagi akan datang. Tidak. Tetapi saya ingin membawa Anda pada pengharapan yang sejati di dalam Kristus melalui renungan natal tahun 2021 saat ini.

Kita akan memulainya, dari (1) mengapa natal begitu berharga? (2) Lalu ada apa dengan natal? (3) Bagaimana natal dapat mempengaruhi hidup kita? Dan (4) bagaimana natal adalah Injil yang harus ada di dalam hati dan pikiran Anda dan saya setiap hari. Meskipun bukan bulan Desember.

Empat pertanyaan di atas, tiba-tiba saja muncul di kepala saya, ketika saya menuliskan renungan ini dan saya benar-benar merenungkannya. Saya berdoa kiranya melalui renungan ini, Anda semakin mengenal Yesus, mengasihi Yesus dan memberikan kehidupan Anda pada Yesus karena Dialah pemilik kehidupan Anda sampai selama-lamanya. Selamat merenungkan 4 renungan natal.

1. Mengapa Natal Begitu Berharga?

Ketika saya masih kecil, bulan Desember menjadi sangat berharga, karena natal sangatlah berharga. Bukan karena saya mengerti mengapa natal benar-benar berharga. Tetapi karena bulan ini sangatlah meriah. 

Mulai dari baju baru, celana baru, sepatu baru dan kampung halaman yang pada awalnya sunyi sepi. Seketika ketika natal hadir, kampung menjadi ramai.  Ditambah lagi hadiah yang disediakan bagi kami anak-anak sekolah minggu, ini adalah penantian panjang selama 11 bulan.

Orang-orang dari kampung lain, berbondong-bondong untuk datang menghadiri natal di kampung yang satunya. Demikianlah setiap kampung, akan kebagian ramai ketika natal tiba. Acara dimulai dengan adanya rumah yang disediakan untuk masak-masak, suara ibu-ibu dapat mulai terdengar, suara mesin lampu terdengar 24 jam, di mana yang biasanya hanya 6 jam.

Semua kejadian di masa kecil tentang Natal, sangatlah berharga, jika saya mencertitakan setiap detail keberhargaan natal berdasarkan apa yang terjadi di masa kecil. Maka tulisan ini sangat panjang dan Anda hanya akan mengetahui budaya orang-orang Kalimantan di pedalaman ketika menyambut natal. Dan ini bukan makna sejati dari Natal, bukanlah teologi Natal yang sejati dan bukan yang benar untuk direnungkan.

Keberhargaan natal yang sejati bukan cerita saya, bukan budaya saya, bukan kebiasaan orang Kalimantan Timur ketika merayakan natal. Semua ini tidak menjadikan natal berharga, tidak menjadikan natal lebih baik dan lebih istimewa. Karena ketika bulan Desember berakhir, dunia terasa sangat sunyi dan tanpa adanya makna yang sesungguhnya dari Natal.

Pada dasarnya natal sangatlah berharga. Lalu pertanyaannya. Mengapa? Ketika saya dewasa, natal menjadi biasa-biasa saja, ketika SMA tepatnya, tidak ada keceriaan seperti di masa kecil, padahal dengan kondisi, situasi yang sama. Kampung tetap ramai, orang-orang memasak dan banyak hidangan. Tetapi ada yang berbeda di masa dewasa, ada pencarian di kedalaman diri. Untuk benar-benar dipuaskan oleh Natal. 

Bukan karena natal di kampung menjadi ramai, bukan karena adanya makanan yang banyak. Bukan karena pakaian baru. Dan bukan hal-hal yang terlihat, ini tentang kedalaman diri yang mencari sesuatu, tentang natal. 

Pencarian yang ditemukan di Alkitab

Saudaraku, mari kita beralih dari kebiasaan kita merenungkan natal berdasarkan kenangan yang tidak akan terulang. Kita datang ke Alkitab, mengapa natal begitu berharga? Saya akan membawa Anda pada kitab Yoel.

Yoel 1:5, 8 (TB) Bangunlah, hai pemabuk, dan menangislah! Merataplah, hai semua peminum anggur karena anggur baru, sebab sudah dirampas dari mulutmu anggur itu! Merataplah seperti anak dara yang belilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya.

Mungkin Anda sekarang bertanya lagi, apa hubungannya, keberhargaan natal dan ayat di atas. Baiklah saya ingin Anda mengerti kitab Yoel. Pertama-tama tema dari kitab adalah Hari Tuhan yang besar dan Mengagumkan; Nilai dan kepentingan pertobatan.

Kedua, kitab ini akan membawa Anda dan saya pada janji Allah dibalik natal. Yaitu tentang Allah Imanuel (Yoel 2:28-29). Yang dihenapi di Kisah Para Rasul pada hari Pentakosta (KPR. 2)

Kita harus mengerti bahwa Anda dan saya adalah pemabuk yang digambarkan di dalam kitab Yoel, memang kitab ini ditujukan kepada orang-orang Yehuda pada masa itu, karena mereka telah berdosa, mabuk dan menyembah berhala. Mereka tertidur lelap dalam kemabukkan. Mereka merasa bahwa semuanya baik-baik saja. 

Ketika saya merenungkan kebahagiaan saya di masa kecil, semua itu Kesia-siaan belaka, saya melihat maut yang mendalam mengintip bahkan menelan kehidupan orang-orang yang merayakan natal tanpa mengerti apa itu natal dan mengapa itu penting. Sehingga natal tidak menjadikan orang-orang Kristen bertobat, berkabung dan menyerahkan diri mereka kepada Kristus yang adalah Tuhan. Injil benar-benar tidak diberitakan ketika natal dirayakan. Saya benar-benar merasa miris ketika merenungkan hal ini.

Pasal 1 kitab Yoel memberikan kepada kita satu gambaran dari kengerian murka Allah, ini adalah murka kudus dan kebencian akan dosa yang mendalam dari Allah yang Kudus dan suci. Natal seharusnya mengingatkan Anda dan saya akan keseluruhan kitab Suci/Alkitab bahwa Anda dan saya adalah orang berdosa yang layak binasa.

Dosa dimulai dari Kejadian 3, dan ini diakhiri pada kitab Wahyu yaitu penderitaan kekal bisa juga bersukacita bersama-sama Kristus Sang Natal. 

Natal adalah berita sukacita tetapi pada saat yang sama saya harus jujur ini adalah kabar buruk. Karena barangsiapa menolak Kristus dan tidak percaya kepada Dia sabagai Tuhan dan juruselamat. Orang tersebut masih ada di bawah kengerian murka kekal Allah Bapa. 

Kristus sebagai Tuhan artinya Anda dan saya taat kepada Dia dan hidup kita adalah milik-Nya. Kita tidak berhak atas diri kita lagi.

Natal akan menjadi sangat berharga, ketika Anda menyadari hal ini, yaitu Anda dan saya berdosa dan benar-benar layak binasa. Natal yang sejati sangat berharga, ketika kita menyadari akan dosa kita, marilah kita merenungkan Yoel 2:18 (TB) “TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.”

Natal berharga, karena Allah menjadi manusia ini adalah wujud nyata dari belas kasihan Allah, Natal adalah Injil Yesus Kristus, Allah yang cemburu itu telah memberikan kepada kita satu pengharapan untuk menyatukan kasih-Nya yang mendalam dengan manusia berdosa, sehigga manusia dikuduskan hanya melalui kekudusan Yesus Kristus, dibenarkan karena kebenaran Yesus Kristus. Inilah natal, semuanya tentang Yesus.

Natal berharga, karena Allah menjadi manusia, Yesus nama-Nya untuk memberikan belas kasih yang sempurna bagi pendosa yang layak binasa.

Natal berharga, karena natal adalah panggilan untuk bertobat, untuk mati atas dosa, untuk melihat bahwa sukacita sejati hanya ada ketika Anda dan saya kudus di hadapan Allah sehingga kita dimampukan untuk hidup kudus bagi Allah dan melakukan kehendak Allah dalam kemuliaan yang Ia berikan.

Natal berharga karena Yesus adalah Imanuel, Yoel 2:29 (TB) “Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan kaan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” Allah bersama-sama dengan kita, ketika Roh Kudus di dalam kita, Dialah yang menginsapkan kita akan dosa, memberikan kekuatan, memberikan keberanian, dan penghiburan sejati. 

Keberhargaan natal, tidak bisa lepas dari Kristus, untuk merenungkan Dia saja setiap hari, menikmati Dia saja setiap saat dan hidup hanya bagi-Nya dalam susah mau pun senang. Untuk menutup renungan yang pertama ini tentang natal. Mari bersama-sama kita merenunugkan.

1 Yohanes 1:5, 8-10 (FAYH) Inilah Firman Allah kepada kami untuk diteruskan kepada Saudara: bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jikalau, kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita hanya menipu diri sendiri dan tidak mau menerima kebenaran. Tetapi, bila kita mengakui dosa kita kepada-Nya, Ia pasti mengampuni dan menyucikan kia dari dosa itu. Allah patut melakukan hal itu untuk kita, karena Kristus telah matu untuk menyucikan kita dari dosa. jika kita mengaku bahwa kita tidak pernah berdosa, kita berdusta dan menganggap Allah pendusta, sebab Ia mengatakan bahwa kita telah berdosa.

2. Ada Apa Dengan Natal?

Kita akan memulainya di Yohanes 1:1 di mana pada mulanya adalah Firman. Lalu kita beranjak ke  Yohanes 1:14. Firman itu menjadi manusia, Firman yang adalah Allah dan yang menjadi manusia inilah yang menjadi jawaban. Dari pertanyaan ada apa dengan natal. Saudaraku, saya akan terus memberitahukan Anda dan mengajak Anda untuk terus merenungkan hal yang sangat penting ini. Bahwa natal adalah tentang Kristus.

Natal adalah janji Allah yang telah Ia beritakan sejak manusia pertama jatuh. Bahwa Kristus meremukkan kuasa dosa. Kita dapat bersama-sama berkata, “wahai maut di manakah semangatmu, wahai dosa di manakah sengatmu?” 

Keberanian ini datang dari Allah yang telah selesai menyelesaikan masalah dosa, melalui Natal. Baiklah kita melihat kepada Kristus Sang Firman, bahwa Natal adalah karya penebusan, karya salib, karya yang sempurna untuk menjadikan manusia yang seperti uap. Hidup dalam makna yang sejati dan tujuan manusia diciptakan untuk memuliakan Allah.

Melalui natal, kita dapat mengerti kasih dan keadilan, dua sifat yang berbeda disatukan. Sebuah pradoks yang sulit untuk dapat dimengerti oleh akal sehat Anda dan saya. Kita tidak dapat mengerti hal yang indah ini tanpa Roh Kudus membukakannya bagi kita, kita adalah orang berdosa dengan kebenaran kita yang sangat-sangat kacau dan menyedihkan, bahkan menyesatkan.

Begitu banyak orang-orang bertanya, bagaimana mungkin Allah dapat menjadi manusia? Bagaimana mungkin manusia adalah Allah? Dan bagaimana mungkin Allah yang luar biasa sempurna mau menjadi hina seperti manusia? 

Hati dan pikiran manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, dengan definisi yang sangat terbatas. Seringkali tidak ingin mengakui fakta bahwa Allah Mahakuasa dan dapat menjadi apa saja yang Ia inginkan. 

Allah bukanlah manusia yang justru ingin menjadi Tuhan, Allah bukanlah manusia yang ketika ada di tahta yang megah lalu dengan keangkuhan, menindas yang lemah. Allah bukanlah Raja yang kejam, walau pun Ia telah lawan.

Namun, di sisi lain, ada apa dengan natal? Di dalam kasih natal ada keadialan yang ditimpakan kepada Sang Bayi Natal yang ada di dalam palungan. Memang kasih harus selalu konsisten ada di dalam diri Allah, tetapi pada saat yang sama keadilan selalu ada juga di dalam diri Allah yang kudus. Maka dari itu ketika kita merenungkan natal, haruslah padangan hati dan pikiran kita tertuju pada Kristus yang disalibkan itu. 

 Ada apa dengan natal? Wujud dari kasih dan keadilan, Firman yang menjadi manusia itu disalibkan. Di dalam Natal ada Salib yang kematian kekal atas dosa, ada penyangkalan diri dan ada perintah untuk mengikut Yesus. kita dapat mengikut Yesus, karena kita juga telah bangkit bersama-sama dengan Yesus. bukankah ini Injil, Kabar Baik. 

Anda yang layak binasa, menerima Kristus dan belas kasih yang sempurna. Untuk menutup perenungan ini, saya ingin bersama-sama dengan Anda, memuji Tuhan berdasarkan Mazmur.

  • Mazmur 18:4 (TB) Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari musuhku.
  • Mazmur 18:47 (TB) TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah penyelamatku.
  • Mazmur 31:22 (TB) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan Ajaib pada waktu kesesakan.

Saudaraku, berikan hati dan pikiran kita di masa-masa natal 2021 ini, untuk merenungkan Kristus yang ada Natal itu sendiri dan Injil yang sejati dan abadi layak menerima setiap sembah kita, hanya Dialah yang layak menerima semua kehidupan kita sampai selama-lamanya Dialah pujian dari hati dan pikiran. Amin.

3. Bagaimana Natal Dapat Mempengaruhi Hidup Kita?

Hanya ketika yang menjadi fokus Anda adalah Yesus, maka natal dapat benar-benar berharga, memberikan definisi baru bagi kehidupan dan sukacita yang sejati dan abadi. Karena Yesus adalah Allah yang kekal dan di dalam kekekalan tidak ada rasa bosan, ini adalah kepuasan yang berasal dari Allah yang puas dengan diri-Nya sendiri. Dan manusia hanya dapat dipuasakan di dalam Allah.

Tetapi kepuasan itu adalah kepuasan yang kudus, persekutuan dengan penuh kasih, cinta yang membuahkan penyembahan dengan penuh kekaguman. Natal dapat memberikan cara padang yang baru bagi Anda dan saya, ketika Yesus ada di pusat kehidupan kita dan kita dimampukan untuk melihat satu hal terpenting yang harus ada di dalam diri kita, yaitu kekudusan. 

Natal mempengaruhi kehidupan kita, karena di dalam Kristus kita mendapatkan kasih yang sejati. Kasih yang sejati ini berharga dan memberikan cara pandang yang baru. Ketika kita sadar bahwa kasih kita pada diri sendiri adalah kasih yang menyesatkan. Kasih yang memberikan kita kehidupan yang mati di dalam dosa dan tidak berharga sampai selama-lamanya.

Kasih dari Allah di dalam Kristus berharga, karena kita disadarkan bahwa kasih dunia kepada kita adalah kasih yang memberikan kita tekanan yang memilukan. Kita berjuang untuk dikasihi dunia dengan berbagai cara, tapi pada akhirnya kekecewaan yang kita dapatkan. Sebab dunia sedang berdusta dengan segala janji manis. Jika Anda mendapatkan kefanaan yang mewah, seolah-oleh itu memberikan kebahagiaan. Tapi akhirnya Anda kosong, fana dan tidak berdaya, kedalaman diri Anda mencari sesuatu.

Saudaraku, kesadaran akan kengerian dari dosa, kenikmatan sementara kehidupan. Baik itu perbuatan baik di mata manusia dan jahat di mata manusia, baik itu yang tersembunyi dan nyata-nyata. Semua itu adalah pemberontakan kepada Allah. Kita sadar akan semua ini, maka kesadaran inilah yang membawa Anda dan saya pada Natal yang benar-benar mempengaruhi hidup kita.

Kasih kepada Allah menjadi yang utama, karena Allah melalui Yesus lebih dulu mengasihi kita dengan memberikan diri-Nya menjadi dosa (1 Yohanes 4:19, Roma 8:37). Dia diremukkan di atas kayu salib. Bahkan Dia menjadi sangat hina, agar Anda dan saya yang hina mendapatkan kemuliaan-Nya ketika kita percaya kepada Dia. 

Kasih yang mendalam kepada Allah, memberikan kepada kita kasih kepada sesama manusia. Sebab hati Allah menjadi bagian kita, kasih Allah menjadi kasih kita dan apa yang menjadi rancangan Allah kita tunduk dan taat untuk melakukannya.

Ini adalah kasih yang membawa sesama kita kepada Kristus, karena Natal adalah Injil, berita tentang Yesus yang adalah Allah manusia dan menebus dari dosa. 

Hanya ketika Roh Kudus di dalam kita, maka kita dimampukan untuk memberitakan Injil kepada orang terdekat kita, kita memberitakan apa yang telah kita nikmati. Yaitu Injil Yesus Kristus, kita lebih dulu dipengaruhi oleh Injil, kehidupan yang benar-benar berkelimpahan di dalam jiwa kita sehingga apa yang kita bagikan adalah kehidupan yang benar-benar mengenal Yesus, bersekutu dengan Yesus dan merasakan kasih yang mengubahkan dari Yesus.

Pada akhirnya, ketika Natal mempengaruhi kehidupan kita, kita menjadi berkat bagi sesama. Kita bertobat, kita dimampukan hidup saleh, menikmati Allah dan memberitakan Allah kepada sesama, di dalam Kristus, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Dia dan memberitakan Dia. Demikianlah Natal, mempengaruhi kehidupan.

4. Bagaimana Natal Adalah Injil Yang Harus Ada Di Dalam Hati dan Pikiran Anda dan Saya Setiap Hari? Meskipun Bukan Bulan Desember.

Kita masuk pada penerapan praktis dari perenungan Natal. Pertama-tama kita harus mengerti bahwa Natal adalah Kabar sukacita yang diawali dengan kabar buruk. Di mana yang mulia menjadi hina, artinya Anda dan saya harus berhenti menganggap diri kita mulia, kita harus menyangkal diri.

Kedua, Natal dapat benar-benar selalu ada di dalam hati dan pikiran kita, ketika cara pandang kita tentang keberhargaan perayaan natal Natal benar, sejati dengan teologi yang Akitabiah dan berpusat pada Kristus, sehingga kita dapat melihat pristiwa Natal sebagai kedatangan dari Pribadi mulia penuh kasih kepada manusia yang lemah, jahat, tidak berdaya, tidak berpengharapan dan hidup dalam kegelapan dunia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Natal ada di dalam hati dan pikiran kita, Kristus yang telah datang ke dalam kehidupan kita, kita merenungkan Dia setiap saat, kita berdosa setiap saat berdasarkan Alkitab. Dan kita benar-benar menyadari kehadiran Kristus dengan cara, hidup yang saleh dan beribadah dalam setiap aktifitas kita dan percakapan kita. Lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10:31). Doa-doa kita berdasarkan Alkitab. 

Ketiga, pengertian Alkitab yang benar, di mana Alkitab pada dasarnya sedang memberitakan Yesus, baik itu di PL dan PB. Ketika Anda membaca Akitab dan merenungkan bahkan mempelajarinya. Kita bertemu dengan Yesus yang kudus, memberikan kekuatan, Dia yang telah menebus kita dari dosa, dan dengan penuh kasih memperbaharui kita untuk menjadi umat Allah.

Kita hidup dengan kesadaran, bahwa hidup kita bukan diri kita lagi melainkan Yesus yang hidup di dalam kita dan kehidupan kita benar-benar menginginkan Yesus, merindukan kedatangan Yesus dan hanya Yesus yang menawan pikiran dan hati kita, baik itu keindahan-Nya, kasih-Nya, kekudusan-Nya, kesalehan-Nya, kebenaran-Nya dan ketaatan-Nya kepada Allah Bapa sampai mati disalibkan.

Merenungkan Injil setiap hari, bagaimana Firman pada dasarnya adalah Injil, yang membawa Anda dan saya hidup kudus, saleh dan semakin mengasihi Allah dan menginginkan Kristus. Mendekatlah pada Alkitab, bacalah Alkitab, renungkan itu, hafalkan ayatnya dan lakukanlah disiplin rohani. Berdoalah untuk rancangan ini, bahwa Anda harus melakukannya secara pribadi, untuk pertumbuhan iman Anda.

Ibdah pribadi, tidak terlihat oleh orang banyak,  tidak akan ada yang memuji Anda, tidak aka nada yang mengatakan. Bahwa Anda luar biasa. Tetapi esensi dari Kekudusan hidup diawali dengan ibadah pribadi, menikmati hadirat Tuhan secara pribadi, dengan doa dan Firman Tuhan.

Saudaraku, kehidupan yang dipengaruhi oleh Natal yang adalah Injil. Adalah kehidupan yang bersukacita, kehidupan yang menjadi berkat. Melalui kita nama Yesus dikenal dan tidak ada yang lebih penting dari ini, semua ini dimulai dari Pribadi yang merenungkan Injil dan Injil benar-benar menjadi pusat dari kehidupan harian Anda dan saya.

Baik itu kehidupan yang berpusat pada Alkitab, dan doa-doa yang berpusat pada Alkitab. Adalah wujud praktis dari penyangkalan diri. Di mana Anda tanpa dilihat banyak orang, tetap setia memberikan diri Anda bagi Allah, sebagai persembahan yang hidup dan kudus karena telah dikuduskan oleh Yesus, inilah ibadah yang sejati (Roma 12:1-2).

Baca Juga:

Saya ingin Anda merenungkan Roma 1:16-17 (TSI), karena inilah Esensi Natal, di mana Injil adalah kekuatan Allah yang memberikan keselamatan. “Saya bangka sekali akan Kabar Baik (INJIL) itu, karena Allah bekerja melalui kabar yang penuh kuasa itu untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya penuh kepadanya – baik orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi. Karena kabar itu menyatakan bagaimana Allah membenarkan manusia di hadapan-Nya – yaitu hanya karena percaya saja. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Firman Allah, “Orang yang dianggap benar oleh Tuhan akan hidup untuk selama-lamanya karena percaya penuh kepada-Nya.””

Penjelasan dari John Calvin berikut  ini akan memberikan kepada kita pengertian yang mendalam akan Injil dan penyengkalan diri sehingga hidup kita benar-benar hidup hanya untuk Kristus saja; (Dalam buku berjudul “Mutiara Kehidupan Kristen.” 13, 18

“Injil bukanlah doktrin lidah, melainkan doktrin kehidupan. Injil tidak dapat dipahami oleh rasio dan memori semata, tetapi Injil dipahami sepenuhnya ketika Injil itu menguasai seluruh Jiwa da menembus sampai ke relung-relung hati yang terdalam.”

Penyangkalan diri, “Kita bukanlah milik kita sendiri, karena itu seharusnya kita tidak mengejar keinginan daging. Kita bukanlah milik kita sendiri lagi; karena itu hendaklah kita berhenti memikirkan diri kita dan keinginan-keinginan kita. Kita adalah milik Allah; karna itu marilah kita hidup bagi Dia, kita mati bagi Dia. Kita milik Allah, maka dari itu hendaknya semua hikmat dan kehendak-Nya menguasai kehidupan kita.”

  1. Merenungkan Injil (Firman dan Doa).
  2. Melepaskan perhatian pada diri sendiri (Menyangkal diri, memikul salib dan Ikut Yesus).
  3. Dan hidup bagi sesama untuk kemajuan pemberitaan Injil (Menikmati Yesus dan Amanat Agung).

Ketika prinsip di atas, adalah penerapan praktis yang dapat Anda lakukan ketika Natal setiap hari ada di dalam hati dan pikiran Anda, menawan kehidupan Anda hanya bagi Dia dan segala kemuliaan bagi Dia saja sampai selama-lamanya.

Posting Komentar untuk "Renungan Natal 2021 Singkat; Bahan Saat Teduh Selama Bulan Desember"

 Dapatkan sumber daya berpusat pada Injil, melalui renungan-renungan yang berpusat pada Injil;

Klik Gambar di Bawah;