Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Markus 9:14-29 Tidak Ada yang Mustahil Bagi Orang Percaya

Renungan Markus 9:14-29 Tidak Ada yang Mustahil Bagi Orang Percaya

Ayat Alkitab Markus 9:23-25

Judul Renungan; Tidak ada yang Mustahil Bagi Orang Percaya

Markus 9:23-25 (TB) Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

Saya akan memberikan kepada anda sedikit gambaran tentang Markus 9:14-29, ini tentang Yesus menyembuhkan seorang anak yang kerasukan roh jahat. Pada waktu itu Yesus naik ke atas gunung bersama-sama Petrus, Yohanes, dan Yakobus (Markus 9:2-13). 

Setelah mereka turun dari gunung, mereka disambut oleh orang banyak dan dengan satu harapan kepada Yesus, untuk menyembuhkan seorang anak yang diikat oleh kuasa Roh jahat. Seorang anak yang bisu. 

Para murid yang ada di sana sudah berusaha membebaskan anak tersebut. Namun mereka tidak berhasil, pada akhirnya Yesus lah yang bisa menyelamatkan orang tersebut.

Markus 9:26-27 (TB) Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.

Inilah yang akan kita renungkan tentang kebebasan anak ini dari roh yang mengikatnya mulai dari kecil dan membuat anak itu sangat menderita bahkan ingin membinasakannya. Demikianlah ayah dari anak ini menjelaskan (Markus 9:21-22). 

Melalui perbincangan inilah sang ayah ragu, apakah Yesus dapat membebaskanya atau tidak. Dan pada ayat 23-25, yang akan kita renungkan bersama-sama.

Saya mendapatkan beberapa poin di ayat 23-25, inilah yang akan kita dalami, untuk kita bersama-sama mendapatkan makna rohani. 

Bagi kehidupan rohani kita yang semakin mengenal Yesus, mengenal diri sendiri dan memberikan kehidupan kita pada Yesus yang berkuasa. Berdasarkan apa yang telah Ia kerjakan melalui kehidupan-Nya yang tercatat di Alkitab. 

Sebab hanya Alkitab saja, mutlak kebenaran yang dapat dipercaya, pondasi kehidupan dan sukacita melimpah ketika kita mendapatkan Pribadi Yesus lebih lagi, lagi dan lagi di dalam Alkitab.

1. Ikatan dan keraguan

Ikatan kita

Ketika merenungkan bahwa anak itu sejak dari kecil diikat oleh kuasa yang membawa dia ke dalam penderitaan yang sia-sia. 

Menjadi budak dari setan dan digoncangkan bahkan sampai mulutnya berbusa, berkali-kali dibawa ke dalam api dan air. Merupakan fakta yang mengerikan dari kekuasaan setan atas diri manusia.

Hari ini mungkin anda dan saya tidak dikuasai oleh kuasa setan sama seperti anak kecil tersebut. Tetapi sadar atau tidak kita dikuasai untuk selalu cinta pada dosa, kita diikat oleh dosa yang memperbudak dan membuat kita masuk dalam penderitaan yang sia-sia.

“Kita menginginkan segala sesuatu yang ada di dunia untuk memuaskan kita dan semua itu pada dasarnya adalah kenyataan dari dosa yang memperbudak kita sehingga kita melakukan pekerjaan yang tidak bernilai kekal dan ini sia-sia, usaha menjaring angin.”

Kita sejak dalam kandungan adalah orang berdosa yang mendasari sesuatu pada pikiran kita yang dikuasai oleh setan. Di mana sejak kecil kita telah di doktrin oleh setan, hati dan pikiran kita adalah ruangan yang indah dan rapi untuk dia berkhotbah setiap saat.

Kita semua mati dalam dosa (Efesus 2:1), kita semua tergoncang karena dosa dan kita semua ada dalam perbudakan dosa yang mengikat kita begitu rupa. Kita ingin lepas darinya tetapi tidak bisa, kita ingin memuliakan Allah dengan kehidupan yang kudus, tetapi tidak bisa, maka kita bergumul.

Lalu kita datang kepada para hamba Tuhan, bahkan mereka tidak dapat memberikan solusi yang pasti akan keberdosaan kita, kita masih bisa jatuh. 

Kita frusrasi, kita merasa kosong dan tidak layak. Kita digoncangkan bahkan seolah-olah mulut kita berbusa karena begitu najisnya diri kita, kita diikat oleh kuasa yang tidak kita pahami.

Keraguan kita

Keraguan sang ayah kepada Yesus, merupakan keraguan hati anda dan saya, ketika saya melihat kepada diri saya dan berdosa meminta pengampunan. 

Seringkali saya berkata kepada Yesus, apakah benar Engkau dapat membebaskan saya dari kecenderungan yang salah ini, apakah benar saya dapat benar-benar bebas dari dosa yang memperbudak saya ini.

Kita diajak oleh setan untuk meragukan Kristus, kita bukan hanya diikat, kita dinyatakan tidak layak dan diberitahukan bahwa Allah ingin kita kudus di luar Dia dan memberikan hidup kita kepada Tuhan setelah kita kudus dan tidak cacat. 

Kita ingin memberikan yang sempurna dari diri kita tetapi itu terpisah dari Kristus, dari kasih karunia.

Kita mungkin saja mengerti kasih karunia, tetapi kita ragu, sama seperti anak itu ragu pada Kristus, ragu apakah anaknya dapat disembuhkan. 

Saya seringkali ragu pada keselamatan saya karena saya mendasarinya pada kemampuan. Saya ragu pada pemeliharaan Allah jika saya melayani sepenuh waktu, saya ragu pada kasih Allah dan banyak keraguan lainnya yang ada di dalam diri saya. 

"Bagaimana dengan Anda? Silahkan renungkan keraguan anda!"

2. Pengakuan dan Percaya

Pengakuan

Ketika setan berbicara kepada anda bahwa anda membutuhkan kesempurnaan untuk datang kepada Yesus, tetapi biarlah anda mengerti hal ini, bahwa anda tidak akan pernah sempurna. Yang Yesus inginkan dari anda adalah pengakuan bahwa anda tidak percaya, bahwa anda ragu dan bahwa anda tidak mampu.

Kita membutuhkan firman Kristus untuk dapat percaya kepada-Nya. Sama seperti Yesus yang memberitahukan kepada bapak anak tersebut, itulah yang Yesus beritahukan kepada anda dan saya sekarang. Bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Yesus memberikan pernyataan yang indah dan melegakan, Yesus memberitahukan kita agar kita memiliki iman dan iman itu sendiri berasal dari-Nya. Iman yang benar adalah iman kepada Kristus yang berkuasa untuk membebaskan kita dari dosa, untuk kudus bagi Dia.

Ketika anda perhatikan apa yang terjadi di dalam perikop, ayat 21, Yesus lah yang lebih dulu mengajak sang ayah yang ragu untuk bercakap-cakap. 

Ini bukan tanpa tujuan, ini menunjukkan kasih karunia yang berasal dari Kristus, seringkali Roh Kuduslah yang harus memaksa anda dan saya untuk mempelajari Alkitab, untuk kita berdosa dan memiliki relasi yang membukakan siapa kita di hadapan Kristus.

Bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperkuat iman kita, tanpa pengakuan dosa iman tidak akan bertumbuh. Tanpa relasi dengan Kristus untuk mengenal Dia lebih lagi, tidak akan ada pertobatan. Inilah Injil, pada dasarnya, Yesus lah yang lebih dulu berinisiatif untuk datang kepada sang ayah untuk memberikan iman kepadanya.

"Demikianlah iman adalah pemberian Allah (Efesus 2:8-9) yang sangat berharga, sehingga kita dapat mengenal Pemberian yang Sangat Berharga yaitu Yesus Kristus."

Marilah sekarang, kita mengakui dosa kita, marilah kita mengakui kelemahan kita dan saat kita tidak berdaya. Kita dapat mengakuinya di hadapan Kristus. Tidak ada yang sempurna dalam hal kekudusan dan kesalehan. 

Kita sama-sama bergumul untuk semakin kudus dan saleh, maka datanglah kepada Kristus dengan hati yang hancur karena dosa begitu kuat, mintalah pengampunan dari-Nya, maka Ia akan memberikan kekuatan baru, bagi jiwa yang lemah dan putus asa.

Menjadi percaya

Setelah kita mengaku dosa, setelah kita kenal siapa Yesus melalui Firman Kristus yang ada di Alkitab. Bahwa Dialah Injil, manusia sempurna dan Allah sempurna. Dia berkuasa untuk menjadikan segala sesuatunya indah, bermakna dan menjadikan semua itu baru. 

Dialah yang memberikan diri-Nya untuk menerima hukuman dosa agar manusia yang berdosa ketika percaya kepada Dia, diselamatkan (Yohanes 3:16).

Inilah kasih Kristus kepada manusia, melalui kayu salib yang hina, Ia menyatakan diri-Nya yang suci menjadi sangat hina. Agar kita yang pada dasarnya hina lepas dari ikatan setan, kita dibebaskan dari perbudakan dosa, kita dimatikan atas dosa dan dibangkitkan bersama Kristus untuk menjadi manusia baru yang memikirkan perkara tentang kehendak Kristus dan kekudusan Kristus yang memuaskan.

Kita menjadi percaya karena Roh Kudus bekerja dalam kita, melalui pemberitaan Injil, kita dikuatkan. Kita dimenangkan dan kita bersyukur karena pada dasarnya kuasa dosa tidak lagi berkuasa atas kita. Kepercayaan kepada Kristus adalah anugerah yang dimulai dari Kristus sendiri, untuk kita yang tidak mampu dan tersesat dalam dunia yang sekarang ini.

Dijadikan percaya karena Injil, tentang Yesus yang telah disalibkan, dibangkitkan dan naik ke sorga. Ketika kita berkata Tuhan aku tidak percaya, pada saat itulah justru kita dijadikan percaya. Inilah kasih karunia, inilah yang harus kita dapatkan dan renungkan dan baiklah kita terus memandang pada Kristus dan hidup dalam kepercayaan yang penuh secara mutlak pada kekuasaan dan kebenaran Yesus Kristus Tuhan kita.

3. Dilepaskan untuk melayani

Dilepaskan

Ketika kita percaya pada Yesus, Dialah Tuhan dan juru selamat kita, kita dibebaskan dari perbudakan dosa, sama seperti anak yang dibebaskan dari ikatan setan. Kita dibebaskan dari ikatan dosa, kita dibebaskan untuk hidup kudus dan berkenan kepada Allah Roh Kudus yang ada di dalam kita memampukan untuk terus taat kepada Yesus dan kehendak-Nya.

Inilah kabar baiknya, bahwa ketika kita jatuh dalam dosa, saat kita ada di dalam Yesus, kita diampuni. Tetapi bukan berarti kita dapat bermain-main dengan dosa lalu kita terus menikmati dosa dan bertobat. Tidak.

Seseorang yang ada di dalam Yesus akan sangat membenci dosanya, ia akan berjuang dengan segala kekuatan dan daya upaya untuk melepaskan diri dari setiap kecenderungan berdosa.

Baca Juga: Renungan Kejadian 8:22 

Tetapi pada saat yang sama ia akan memandang pada salib, ia akan merenungkan Kristus yang disalibkan ia akan dimampukan untuk percaya bahwa hanya di dalam Yesus saja adanya kelepasan dari ikatan dosa yang menggoncangkan dan menyedihkan.

Demikianlah kelepasan sejati hanya ada di dalam Yesus yang mati disalibkan, Dialah pusat dari keselamatan. Dialah yang telah memberikan diri-Nya, sebagai anak domba paskah yang menyucikan. 

Inilah Injil yang melegakan, inilah anugerah yang seharusnya kita renungkan setiap hari. Di mana Alkitab berpusat pada Yesus dan bagi Dialah kita diciptakan. Pada akhirnya selalu ada kebebasan dari ikatan setan, ketika Yesus bekerja bagi kita, ketika kita percaya kepada Dia.

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, Yesus sangat senang untuk membebaskan kita, bersama-sama kita bergumul dengan serius untuk mematikan dosa dan pada akhirnya kita menemukan bahwa kasih karunia berlimpah-limpah dari Dia. 

Ketika kepercayaan kita kepada Kristus sesuai dengan kehendak-Nya, yaitu Dia ingin selalu melepaskan kita dari setiap dosa terdalam di diri kita, inilah yang dimaksud tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Ada hal-hal yang penting untuk digumulkan, di mana itu sesuai dengan kehendak Tuhan, salah satunya Tuhan berkehendak membebaskan kita dari dosa. Maka dari itu, berjaga-jagalah dan berdoalah, sebab roh memang penurut tetapi daging kita lemah. Jadi teruslah melekat pada Kristus, renungkanlah Injil setiap saat.

Untuk melayani

Kita telah belajar, bahwa kita adalah orang berdosa yang dijerat oleh kuasa setan, kitalah ayah yang ragu-ragu dan anak yang sedang digoncangkan oleh setan. Dan Yesus adalah Dia yang berkuasa, yang harus ini bersama-sama kita, ketika kita menjadi milik-Nya (1 Yohanes 5:11-12). Untuk mematikan setiap keberdosaan di dalam diri yang memisahkan kita dari Tuhan.

Sama seperti Adam hingga Abraham dan seterusnya dipanggil untuk menikmati persekutuan dengan Allah, untuk menjadi pemberita kemuliaan Allah. Demikianlah anda dan saya hari ini, ketika kita dibebaskan dari dosa, kita dipanggil untuk memikirkan perkara yang di atas (Kolose 3:1). Untuk melayani Dia, mengasihi jiwa-jiwa, memberitakan Injil, membangun hubungan, belajar untuk melihat orang lain seperti Yesus melihat diri kita dan orang-orang berdosa.

Baca Juga: Cara menjaga hati menurut Alkitab

Yesus melihat mereka dengan belas kasihan, maka Ia memberikan diri-Nya untuk disalibkan. Bagi mereka yang mau menerima Dia, begitu juga kita tidak lebih dari pendosa yang layak binasa, tetapi puji Tuhan, kita diselamatkan untuk hidup bagi Dia dan untuk taat kepada Dia.

Tidak akan ada kebahagiaan di luar Yesus, kita tidak akan bersukacita dalam kebebasan palsu yang dunia tawarkan. Hanya ketika kita melayani orang lain di dalam Yesus, berpusat pada Yesus, maka kita melakukan tujuan hidup yang sejati, sebab untuk itulah kita diciptakan. 

Sekarang ini, panggilan kita yang di dalam Yesus, sama seperti anak yang dibebaskan oleh Yesus, kita terus belajar dalam konteks kehidupan. Untuk mengenal Yesus dan memperkenalkan Dia kepada dunia, biarlah segala kemuliaan hanya bagi Yesus sampai selama-lamanya. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Markus 9:14-29 Tidak Ada yang Mustahil Bagi Orang Percaya"