Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yesaya 14:11 Ulat-ulat Dibentangkan

Renungan Yesaya 14:11 Ulat-ulat dibentangkan

Ayat Alkitab Yesaya 14:11

Judul Renungan: Ulat-ulat dibentangkan

Yesaya 14:11 (TB) Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi hambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, cacing-cacing sebagai selimutmu.

"Luka Tuhan menyembuhkan, ciuman dosa membunuh." ~ William Gurnall

"Kristus tidak manis sampai dosa menjadi pahit bagi kita." ~ John Flavel

Demikianlah kuasa murka Allah tidak ada yang dapat membentengi, semuanya begitu mengerikan dan tidak akan pernah ada yang dapat menahan Dia. Siapakah kita yang merasa sangat berkuasa atas dunia, bahkan atas diri sendiri kita seringkali kelelahan dan tidak mampu menguasai keterbatasa kita, kita adalah manusia-manusia fana yang rapuh.

Dosa menyalakan murka Allah, dosa memberikan perlawanan yang mendalam terhadap yang Mahakuasa, dosa tidak akan ada habisnya. Sampai pada titik di mana Allah sendiri yang memusnahkan dosa samasekali dari dunia ini. 

Ketika Anda dan saya mulai mengandalkan kekuatan dan kekuasaan kita, memiliki keakuan dan pencapaian bahkan cita-cita untuk menikmati dunia. Maka pada saat itulah, kita melakukan perlawan yang tersembunyi terhadap Allah, karena pada dasarnya dosa adalah pengandalan diri sendiri. menjadi tuhan atas diri sendiri dan berjuang untuk memenuhkan diri kita dengan keadaan kita di dalam hati dan pikiran.

Kita ingin berkuasa, setiap kita ada Babel tersembunyi yang harus diperlihatkan dan diakui. Setiap kita adalah orang fasik yang rusak dan pemberontak. Kita adalah orang yang binasa dalam kematian dosa, kita harus jujur dengan kenyataan ini, bahwa kefasikan yang Alkitab tunjukkan untuk memperkenalkan kepada kita, siapakah kita sebenarnya?

Saudaraku, tetapi Dia yang telah menghukum, Dia yang adil. Adalah Dia yang menyerahkan Kristus sebagai pengganti dari semua kutuk dosa. Dia Sang pemilik kehidupan, Dialah yang menyatakan belaskasih-Nya. Jika di Perjanjian Lama, kita menemukan fakta bahwa bangsa lain tidak termasuk dalam perjanjian kekekanal dalam Dia. 

Tetapi, Dialah yang menciptaka mereka, kasih tersembunyi itu Dia nyatakan kepada Yunus, untuk menjangkau Bangsa yang jahat untuk bertobat. Lalu Ia mengirimkan Nahum, untuk bernubuat, hal ini memberikan kita pengertian dalam kefanaan kita, bahwa Injil adalah berita baik yang Alkitab sampaikan kepada kita.

Hal ini memberikan pengharapan baru, meskipun pada realitanya daging kita akan menjadi sama persis yang dikatakan oleh Yesaya. Di dalam nubuatnya kepada Babel, bahwa cacing akan menjadi selimut kita dalam kematian dan ulat-ulat menjadi lapik tidur kita. saudaraku, ini adalah realita dari kefanaan dan kemegahan sementara manusia.

Baca Juga: Renungan Amsal 10:2

Maka dari itu, hanya pengharapan yang ada di dalam yang kekallah yang dapat Anda dan saya harapkan. Berlari menuju salib Kristus, melihat kepada Kristus dan mendapati untuk Dialah kita diciptakan. Di dalam kehampaan, ketika Injil menjadi kerinduan, maka Air yang menyegarkan akan menjadi tujuan, Air itu adalah Yesus, maka dari itu dengan kesadaran, tidak ada yang dapat dibanggakan dalam dunia, realitanya  kita adalah fana.

Saudaraku, lihatlah terus kepada Dia yang telah mencurahkan darah-Nya, pandanglah Dia dan melekatlah pada salib-Nya. Karena rasa manis yang jiwa kita inginkan adalah manna dari Sorga, yaitu Kristus. Hanya kepada Dialah dan untuk Dialah kehidupan Anda dan saya seharusnya, dalam realita fana kehidupan kita.

Terimakasih, telah membawa kami ke dalam pengertian yang indah akan kematian. Bahwa adanya keindahan di dalam kasih-Mu, adanya pengharapan di dalam-Mu dan aku terus akan bersukacita di dalam-Mu saja. Mencari wajah-Mu, bertobat karena dosa adalah natur kami dan selamanya Roh Kudus bagian kamu memampukan kami untuk hidup dalam kasih-Mu. Untuk memuji kemuliaan-Mu sampai selama-lamanya. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Yesaya 14:11 Ulat-ulat Dibentangkan"

 Klik Gambar di Bawah Untuk Memberikan Persembahan

 

Klik gambar untuk mendapatkan sumber 
daya renungan berpusat pada Injil