Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kolose 3:15 Memiliki Damai Sejahtera Kristus dan Bersyukurlah

Renungan Kolose 3:15 Memiliki Damai Sejahtera Kristus dan Bersyukurlah

Ayat Alkitab Kolose 3:15

Judul Renungan; Memiliki Damai Sejahtera Kristus dan Bersyukurlah

Kolose 3:15 (TB) Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Tidak ada yang namanya orang Kristen super, tidak ada hamba Tuhan yang jago, mereka adalah orang berdosa. Tidak ada yang namanya jemaat yang hebat, hanya karena ia merasa bahwa ia lebih senior, tidak munafik, dan tidak perlu terlalu rohani. Anda adalah seorang jemaat yang berdosa.

Semua orang percaya adalah orang berdosa, yang berkecenderungan untuk selalu kembali pada dosanya dan mendukakan Roh Kudus. Sehingga suatu kesalahan besar, jika kita sebagai orang percaya mendewakan seorang hamba Tuhan, seolah-olah ia adalah seseorang yang paling hebat. Padahal ia pendosa yang sama seperti jemaat-Nya.

Inilah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Kolose, di pasal 3. Maka Ia memulai pasal 3 dengan nasehat-nasehat untuk hidup dan meninggalkan semua dosa, semua kejijikan semua yang najis di dalam hati dan pikiran dan hidup dengan kasih kepada sesama dan kasih ini bukan berdasarkan kasih diri sendiri. Tetapi kasih Kristus yang telah disalibkan.

Paulus sadar, bahwa orang percaya Kolose adalah pendosa, mereka memiliki hati yang berkecenderungan untuk melakukan dosa, melanggar perintah Allah dan tidak mengasihi. Di dalam suatu komunitas, ketika semua orang berpusat pada diri sendiri, tidak akan pernah ada damai sejahtera di dalam komunitas tersebut.

Paulus lebih dulu memberikan penjelasan, bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang harus bertobat (Kolose 3:1-13). Hidup dengan cara yang baru dan tidak berpusat pada diri sendiri. inilah yang Paulus maksudkan tentang damai sejahtera sejati. ketika orang-orang percaya hidup tidak lagi berpusat pada diri sendiri tetapi berpusat pada Kristus.

Damai sejahtera yang dari Kristus, itulah yang dihadirkan ke dalam komunitas sehingga komunitas orang percaya dapat menjadi berkat bagi dunia. Sekarang mari kita belajar untuk terus hidup dengan mata hati dan pemikiran yang memandang kepada Sang Injil, yaitu Yesus Kristus.

Dia yang hidup mementingkan orang lain, dengan tegas menolak dosa terutama dosa keangkuhan. Dan tidak takut pada pemimpin-pemimpin agama yang sesat, mereka yang tidak mengajarkan kitab suci dengan benar. 

Sumber damai sejahtera adalah merenungkan Kristus

Yesuslah yang harus terus menjadi teladan, menjadi tujuan, dan menjadi tempat di mana kita dapat taat. Mencari nasehat ajaib yang membawa damai sejahtera bagi komunitas ketika kita hadir di sana. Kehidupan yang berpusat pada Kristus inilah yang menjadi sumber damai sejahtera bagi diri sendiri dan orang sekitar kita ketika kita hadir di sana.

Sehingga setiap keputusan dan tindakan, di dasarkan pada Kristus yang memberikan damai, inilah yang menjadikan orang percaya dapat mengasihi sesamanya melampaui kasih yang ada di dunia ini. Kasih yang berpusat pada salib, di mana orang percaya sejati yang menerima damai sejahtera adalah dia yang telah disalibkan bersama Yesus dan telah bangkit bersama Yesus dan hidup dengan cara yang baru untuk kemuliaan Kristus diberitakan sampai ke ujung dunia. 

Ia melakukan segala sesuatu untuk kemajuan Injil, di dalam komunitas orang percaya, baiklah kita hadir sebagai seseorang yang tidak berpusat pada diri sendiri tetapi pada Kristus.

Caranya, renungkan Kristus setiap saat, setiap hari, setiap minggu. Tidak ada satu hari pun hidup tanpa memikirkan ayat Alkitab di kepala anda, tidak ada satu hari pun tanpa memikirkan pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Inilah sumber damai sejahtera sejati yang akan memberikan kekuatan bagi kehidupan yang telah disalibkan bersama Yesus. Sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dari dosa dan hukuman dosa.

Secara praktis, Injil menyelamatkan kita dari berbagai asumsi diri yang sesat, dari pemikiran yang tidak penting. Dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan sesama. Injil akan selalu membawa kita pada apa yang Kristus telah lakukan dan inilah sumber kelegaan sejati bagi jiwa yang merindukan kemuliaan, di mana kemuliaan TUHAN kita dapatkan ketika merenungkan Injil ini adalah pemberian cuma-cuma dan semakin nyata kemuliaan Allah bagi kita.

Baca Juga: Renungan Amsal 2:6

Injil Yesus Kristuslah menyelamatkan kita dari kedagingan yang selalu ingin dipuaskan oleh dosa. Dari doktrin dunia yang selalu membawa kita menentang kehendak Allah. Dan setan yang selalu menggoda kita untuk menuruti kedagingan kita, melakukan apa yang dunia ajarkan kepada kita. 

Injil inilah yang memberikan kita kuasa untuk mengalahkan semua dosa yang bercokol di dalam diri. Maukah kita menang, maka berserahlah dan bencilah dosa di dalam kebebasan terbatas di dalam diri. Kita harus menjadi budak Injil, agar menjadi musuh dosa secara mutlak. 

Inilah sumber damai sejahtera, ketika dosa benar-benar mati dan kita menjadi hamba Kristus yang berpusat pada Kristus. Menikmati kemuliaan-Nya sampai kedatangan-Nya maupun sampai kita keluar dari kemah fana saat ini.

Bersyukurlah karena kasih karunia yang melimpah

Kita bersyukur ketika merenungkan Kristus, Dia yang telah memberikan diri-Nya. Untuk disalibkan menggantikan kita, merasakan setiap penderitaan dosa dan hukuman dosa yang seharusnya kitalah yang menerima semua itu.

Rasa syukur yang hadir bukan karena keadaan yang baik, mau pun paksaan lingkungan yang menyatakan agar bahagia maka bersyukur. Ini adalah rasa syukur yang realistis, ini adalah rasa syukur yang ketika melihat pada salib, betapa kita dapat memuji dan memuliakan Allah, karena melihat betapa dosa itu mematikan, dosa membawa kita pada kesesatan dan penderitaan mutlak yang sia-sia. 

Tetapi Kristus datang menyelamatkan, menawarkan kepada kita agar kita percaya. Dan secara ajaib kita diubahkan untuk mendapatkan kehidupan yang baru, tujuan hidup yang baru dan semua itu bernilai kekal. Karena pengertian inilah kita dapat bersyukur, kita mendapatkan damai sejahtera. Kita merenungkan perbuatan-perbuatan ajaib Allah dan kita bersyukur.

Semua rasa syukur inilah yang mendorong kita untuk melayani, menjadi berkat dan berjalan dalam kemuliaan untuk memancarkan kemuliaan Allah kepada dunia. Bersukacitalah dan lihatlah terus pada Kristus, bersyukurlah dan pandanglah pada salib-Nya yang ajaib. 

Itulah pengharapan Kekristenan kita, itulah sumber kehidupan kita dan kekuatan yang melimpah hanya dari sana. Dari Kristus Pribadi Mulia dan Besar yang memberikan diri-Nya untuk dimiliki manusia dan selamanya manusia yang percaya kepada-Nya menjadi milik-Nya.

Baca Juga: Renungan Markus 6:30-34

Wujud dari ucapan syukur kita adalah melayani sesama manusia. Kasihilah Allah dengan segenap hati dan kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri. Dan damai sejahtera Kristus memerintah hati dan pikiran kita sampai selama-lamanya.

Tuhan yang telah menebus kami dari kutuk dosa dan dosa yang memperbudak kami, kamu bersyukur karena Engkau selalu ada bagi kami, selalu bersama-sama kami melalui Roh Kudus-Mu. Kami dimampukan untuk hidup dalam kemuliaan dan menikmati kemuliaan yang telah lama hilang dari diri kami, kami memiliki damai sejahtera dari-Mu dan dimampukan untuk melayani sesama kami. Di dalam nama Yesus, Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Kolose 3:15 Memiliki Damai Sejahtera Kristus dan Bersyukurlah"