Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kristen Tentang Kekuatiran dan Ketakutan; Bagaimana Cara Mengatasinya Menurut Alkitab

Renungan Kristen Tentang Kekuatiran dan Ketakutan; Bagaimana Cara Mengatasinya Menurut Alkitab

Saya tidak menjelaskan untuk berfokus pada apa itu kekuatiran dan ketakutan. Melainkan saya akan berfokus pada siapa Tuhan yang anda sembah? Bagaimana Ia dapat membebaskan anda dari kekuatiran dan ketakutan. 

Saudaraku, keduanya sama, tetapi kekatukan memiliki kecenderungan yang lebih berbahaya jika dibandingkan dengan kekuatiran. Namun keduanya sama, sama-sama membawa kita pada realitas yang tidak dapat kita kendalikan. Kehidupan yang benar-benar nyata dan tidak menyenangkan.

Saudaraku, kembali ke Alkitab, akan benar-benar membawa kita pada ketenangan diri yang sejati. kembali merenungkan Injil akan menyadarkan kita betapa sia-sianya kekuatiran kita. Akar dari kekuatiran adalah kehidupan yang berpusat pada diri sendiri. Kita sedang mendasarkan segala sesuatu yang akan terjadi di dunia/kehidupan kita pada apa yang kita pikirkan dan rasakan.

Demikianlah kehidupan kita barjalan dengan pemikiran yang kita bentuk berdasarkan fakta, bahkan imajinasi kita. Lalu kita khawatir, lalu kita takut. Saya beberapa kali ketakutan sendiri, akan kehidupan ke depan, saya takut dalam pelayanan nantinya kebutuhan saya tidak tercukupi. Saya takut, saya sakit, saya takut saya tidak setia pada pasangan dan saya takut saya mendapatkan pasangan yang tidak setiap pada saya.

Lalu bagaimana kekuatiran menjadi bagian hidup dan itu membawa kita pada jalur kehidupan yang lebih baik lagi. Kehidupan yang lebih indah dan bermakna. Pada dasarnya ketika kita mengkuatirkan sesuatu, seseorang, kondisi dan lain sebagainya. Semua itu ada di dalam hati kita, bahkan mengasihi maka kita kuatir, kita mengenal maka kita kuatir.

Kehidupan menjadi lebih indah, ketika apa yang kita kuatirkan tidaklah sia-sia. Contohnya kita kuatir kita akan menjadi seseorang bodoh karena tidak belajar. Sehingga kita belajar, selanjutnya kita kuatir, ketika kita tidak benar-benar mengenal Allah, tidak menikmati Kristus, maka kita mempelajari alkitab kita, merenungkannya siang dan malam dan berdoa meminta tuntunan Roh Kudus sehingga dapat semakin mengenal Tuhan.

Tetapi kekuatiran yang tidak berguna, ketika hal itu di luar jangkauan kita, ketika saya mulai menulis. Saya sangat ingin mendapatkan penghasilan dari apa yang telah saya lakukan. Sehingga saya kuatir dan pada akhirnya saya tidak pernah benar-benar berfokus untuk belajar sehingga saya dapat benar-benar menulis. 

Hasil dari setiap usaha, dari setiap pelayanan, dari setiap penginjilan. Itu di luar jangkauan kita, kita tidak ada kuasa untuk mengendalikan semua itu, tetapi kita dapat mengembangkan diri kita, untuk semakin baik sehingga kita tidak kuatir.

Jadi, kekuatiran, terjadi dalam diri manusia pada umumnya karena ia berusaha mengendalikan sesuatu yang ada di luar jangkauannya. Jadi sekarang, bagaimana kita kembali ke Alkitab untuk mengerti, untuk merenungkan dan saya percaya bahwa hanya firman Tuhan saja yang dapat membawa kita pada peristirahatan yang sejati penuh sukacita dan damai sejahtera.

Matius 6:25-34

25 ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 

26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 

27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 

28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 

29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 

30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 

32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Nasehat Kristus di atas, untuk mengingatkan kita bahwa ketika kita benar-benar ada di dalam Dia, kita disertai oleh Allah sendiri. Seharusnya semua kehidupan, semua kepercayaan dan apa yang dapat kita kerjakan. Semua itu tentang Tuhan, tentang Dia yang dapat kita percaya, Dia yang adalah setia.

Sehingga, pandangan yang terarah kepada Tuhan sajalah yang dapat menjadikan kita seseorang yang dapat tidak kuatir. Saudaraku, mengenal Kristus, sifat-sifat Allah dan oleh karena kasih karunia Roh Kudus memampukan kita untuk tetap percaya, bahwa keamanan sejati, istirahat sejati dan keindahan sejati kehidupan, ketika kita merasakan bahwa Kristus benar-benar nyata  ada bagi kehidupan kita hari ini.

Saudaraku, pandanglah semua hal yang ada di dunia, bagaimana Allah sendiri bekerja untuk memberikan kecukupan. Bagaimana Ia hari ini memberikan kepada kita kekuatan untuk bekerja, kekuatan untuk melangkah dan melayani. Di mana ketika kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Allah sendiri akan melakukan bagian-Nya.

Meskipun seringkali dalam dunia yang telah ada di dalam dosa kita pasti akan merasakan rasa takut walau itu hanya sedikit mengganggu konsentrasi kehidupan. Kita pasti akan kawatir, kita pasti akan merasakan setiap beban hidup yang menjadikan kita merasa sangat bodoh dan tidak dapat mengendalikan kehidupan. Tetapi Kristus yang telah disalibkan, Dia yang telah menjadi dosa ditimpakan kepada-Nya semua beban dosa kita, Dialah yang menjadi pusat  dari hati dan pikiran kita, Dialah yang menjadi Tuhan atas kehidupan kita. 

Saudaraku, Injil sajalah yang seharusnya menjadi pusat kehidupan kita, sehingga melalui Injil kita tidak takut dan hidup dalam pengharapan yang ada di dalam Tuah. Dan Injil bukan hanya tentang kematian Kristus di mana Ia menerima semua dosa anda dan saya. Ia juga telah hidup secara sempurna untuk anda dan saya, Ia hidup taat kepada Allah.

Kebenaran Kristus, kehidupan Kristus dan keindahan-Nya, ketika kita di dalam Dia diberikan kepada kita yang percaya kepada Kristus, yang bersekutu bersama Kristus, yang hidup bertobat, meninggalkan dosa, dan meninggalkan keterpusatan dunia ini terhadap diri sendiri. Hidup untuk berpusat pada Kristus.

Hidup yang berpusat pada Kristus, membawa kita untuk semakin mengenal Kristus, mengenal kuasa kebangkitan-Nya. Dalam ketakutan, kekuatiran dan bencana kehidupan, kita yang memiliki beban berat. Dan kehidupan yang tanpa arah, bingung dan benar-benar melihat jalan buntu dalam Lorong kegelapan. kiranya kita  terus percaya kepada Kristus, baiklah diri kita  sendiri mengkhotbahkan Injil.

Yesus Sang Injil, Tuhan dan penebus dosa, pernah berkata. Kiranya melalui perkataan ini, kita dapat benar-benar beristirahat dalam Dia. Di mana Ia menyatakan bahwa Ia lemah lembut. Ia murah hati dan datanglah pada-Nya, kesakitan yang diakibatkan oleh dosa, beban agama yang menuntut kesempurnaan tanpa penebusan. Kekuatiran yang menerpa pikiran dan perasaan. Inilah yang membawa kita untuk selalu kembali merenungkan Firman Kristus, kiranya anda benar-benar merenungkan dan menikmatinya.

Matius 11:28-30 (FAYH) Firman Allah Yang Hidup

Datanglah kepada-Ku, hai sekalian yang lelah dan berbeban berat, maka Aku akan memberi kalian kelepasan. Kenakanlah kuk yang Kupasang, yang enak dipakainya, karena beban yang Kuberikan hanyalah beban yang ringan; dan biarkanlah Aku mengajar kalian, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, maka kalian akan mendapat ketenteraman jiwa.”

Doa saat ada dalam ketakutan dan Kekuatiran hidup

Tuhan, ketakutan dan kekuatiran seringkali menghampiri. Ini sangat tidak biak, tidak nyaman bahkan rasanya sangat mematikan. Tetapi janji bahwa Engkau tetap menyertai, Engkau ada dalam kegelapan kehidupan bahkan ketika sih pendosa bodoh yang layak binasa ini datang. Engkau dengan lemah lembut menyambut-Nya, memulihkan dan membawanya ke dalam visi-Mu.

Biarlah hidup sih pendosa yang telah ditebus dengan darah yang mahal ini, memuliakan Engkau saja. Apa yang Engkau percayakan, apa yang Engkau berikan segalanya tentang Engkau, kehidupan yang melayani-Mu, kehidupan yang membawa sinar kemuliaan kepada dunia yang ada dalam kegelapan, dilihat oleh doktrin setan. 

Berikan hamba-Mu ini, pengertian yang terus menerus baru dalam-Mu. Untuk kagum pada salib Kristus, kagum pada karya penebusan yang dikerjakan oleh Kristus dan anugerah yang melimpah dari-Nya. Dia yang telah mengalirkan darah, memberikan diri untuk dihancurkan, diremukkan dan segala dosa ditimpakan kepada Dia. 

Dalam Dia, merenungkan Dia, Sang Injil, tempat di mana kami dapat beristirahat dalam ketenangan jiwa yang terus dirasakan setiap hari. Setiap saat, kasih karunia yang benar-benar dinikmati. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Kristen Tentang Kekuatiran dan Ketakutan; Bagaimana Cara Mengatasinya Menurut Alkitab"

 Klik Gambar di Bawah Untuk Memberikan Persembahan

 

Klik gambar untuk mendapatkan sumber 
daya renungan berpusat pada Injil