Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Filipi 2:3 Rendah Hati

Renungan Filipi 2:3 Rendah Hati

 Ayat Alkitab Filipi 2:3 

Judul Renungan Rendah Hati

Filipi 2:3 (TB) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Kerendahan hati disamakan dengan mementingkan keperluan orang lain dengan tidak menganggap diri lebih penting dari pada orang lain. Bahwa kepentingan orang lain sama pentingnya dengan apa yang menjadi keperluan kita. Melalui artikel kali ini, saya membawa anda untuk melihat keperluan terbesar kita dan yang paling mendesak untuk dapat hidup rendah hati dan memperhatikan orang lain. 

Anda dan saya dipanggil untuk melayani orang lain, untuk tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi untuk melihat dan menikmati kemuliaan Allah, dipuaskan di dalam Kristus untuk memberitakan Kristus inilah tujuan dari manusia yang tidak lagi mementingkan puji-pujian yang sia-sia.

Paulus dengan sangat baik, memberikan pengajaran yang berpusat pada Kristus sehingga menghasilkan moralitas yang sejati dengan wujud yang sangat disukai oleh Tuhan yaitu kehidupan yang adil. 

Ini adalah tujuan utama kita, sejajar dengan tujuan bahwa kita harus mengasihi Tuhan seperti diri sendiri demikian juga kasih kita kepada sesama manusia. 

Tanpa kasih, maka kita melihat fakta hidup, penderitaan akibat dari keserakahan manusia dan kematian terjadi di mana-mana. Perang, untuk menunjukkan bahwa betapa diri sangat berkuasa, merupakan akibat dari diri manusia yang tidak rendah hati yang memunculkan tidak adanya kasih. Manusia tidak pernah menganggap manusia lain sebagai manusia, di mana suku ras tertentu dianggap rendah.

Akar dari dosa adalah hati yang melawan Tuhan, hati yang seperti ini tidak mungkin rendah, ia sangat tinggi, memuliakan diri sendiri dan hidup dalam kemunafikan yang mendalam. Dirinya sendiri tidak pernah salah, jika ia salah maka orang yang menyalahkannya harus menanggung akibatnya.

Melihat kepada Kristus

Dia yang telah disalibkan, untuk memperlihatkan apa itu kerendahan hati. Ini bukanlah kerendahan hati yang berpusat pada diri, Yesus merendahkan diri-Nya dengan keyakinan akan kesetiaan Allah Bapa. Yesus menyerahkan diri-Nya kepada Allah Bapa, Ia datang ke dalam dunia, untuk menebus manusia dari kutuk dosa, sebagai bentuk ketaatan kepada Bapa-Nya. Yesus mengatakan bahwa makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa.

Melihat kepada Yesus, berarti memandang pada kehidupan-Nya dan kematian-Nya di atas kayu salib. Memandang pada Yesus, pada salib, menyadarkan kita akan keseriusan dosa, bahwa kita yang sombong dan tidak mau taat pada Allah, berdosa. Sangat layak binasa, mati dalam segala dosa kita, terpisah dari Allah sampai selama-lamanya.

Saudaraku yang kekasih, tanpa cara pandang yang benar akan Kekristenan, tanpa mengerti Injil dengan benar, tanpa kuasa Roh Kudus yang mengubahkan. Kita tidak akan dapat menjadi rendah hati. Kita harus belajar Alkitab dengan pengertian bahwa orang fasik yang ada di dalamnya adalah diri kita, kita adalah orang gagal. Tetapi karena kasih karunia saja kita dibenarkan, dikuduskan diberikan hidup yang baru untuk menjadi milik Kristus dan dibentuk untuk semakin serupa dengan Dia.

Dalam kehidupan yang baru, kita berpusat pada Kristus, kita melihat pada Dia, Dialah teladan kita, bukan hanya itu Dia adalah Tuhan. Yang artinya kita harus hidup secara mutlak taat kepada-Nya. Kita adalah murid Yesus, kita diberikan kuasa untuk menyangkal diri lalu mengikut Yesus.

Akar dari kerendahan hati, adalah penyangkalan diri. Ini kita lakukan terus dengan mata hati yang memandang pada Kristus yang telah disalibkan. Penyaliban Yesus, merendahkan kita, karena kita sadar kita bukan apa-apa, kita orang berdosa yang sekarat yang diselamatkan. 

Dengan cara Yesus ditimpakan semua dosa sehingga kita ditimpakan kebenaran-Nya. Injil inilah yang membentuk ulang hati kita, memperbaharui batin kita dan hidup kita semakin serupa Yesus, rendah hati seperti Kristus untuk menunjukkan belas kasihan Yesus.

Saudaraku, bacalah Alkitab lebih banyaklah bergaul bersama Alkitab anda, lebih banyak lagi untuk mendalami Alkitab dan lebih banyak lagi mempelajari Alkitab dengan cara pandang Injil. Marilah kita hidup dengan hati dan pikiran merenungkan kasih karunia Yesus Kristus, Dia yang telah disalibkan.

Melayani sesama seperti Kristus

Kita dipanggil untuk menjadi seperti Yesus, melayani seperti Dia dan hidup dengan hati nurani yang murni seperti Yesus untuk taat kepada Allah Bapa. Anugerah terbesar ketika kita yang adalah musuh Allah mati dalam dosa dan terus hidup dalam perbudakan dosa sejak dalam kandungan ibu kita, kini menjadi Anak Allah untuk menjadi seperti Yesus.

Yesus merendahkan diri, menjadi hamba dan melayani sampai mati di atas kayu salib. Demikianlah perjalanan iman Kristen kita untuk menjadi seperti Yesus, jadi tujuan utama dari kerendahan hati adalah melayani. Kepentingan terbesar manusia adalah dibebaskan dari keberdosaan, kebebasan ini hanya akan terjadi ketika seseorang benar-benar ada di dalam Kristus, ia percaya kepada Yesus bertobat dan dibawa untuk semakin membenci dosa dan mencintai kekudusan hidup.

Kita di panggil untuk hidup kudus, kekudusan berjalan bersama dengan kerendahan hati. Kerendahan hati berarti hidup yang berserah, berharap dan terarah hanya kepada Kristus. Tidak ada yang lebih penting dari ini, yaitu kehidupan yang berpusat pada Yesus, hidup yang semakin mengerti kasih karunia dan merenungkan kasih karunia siang dan malam.

Alkitab merupakan sumber kebenaran yang sejati untuk mengerti kasih karunia, dalam kasih karunia kita dikuduskan untuk semakin rendah hati. Kerendahan hati, selalu saja berbuahkan pelayanan yang sejati kepada sesama. 

Kita tidak lagi memperhatikan kepentingan diri untuk dimuliakan dan dipuji dan mencari kepuasan dari pujian yang sia-sia. Melainkan memberikan diri kita untuk melayani, untuk memberitakan Kristus, menjadi surat terbuka, bagi sesama kita bahwa ada kehidupan sejati yang benar, ketika firman Kristus yang menguasai hidup kehidupan.

“Tidak akan pernah ada kebahagiaan, sukacita bahkan kita telah kehilangan kebenaran sejati ketika kita tinggi hati, hidup di luar ketaatan kepada Kristus. Tetapi kasih karunia, memberikan kepada kita Kristus, untuk memberikan kita hidup baru yang diubahkan semakin rendah hati dan menjadi hamba Allah yang melayani sesama manusia.”

DOA

Bapa di sorga, mampukan aku untuk selalu taat pada-Mu, memperjuangkan kekudusan hidup dan setiap hari berjuang meninggalkan dosa. Biarlah hidupku menjadi seseorang yang setiap hari merendahkan diri di hadapan-Mu, untuk melihat selalu kepada Yesus dan menjadi seperti Dia.

Tuhan, tujuanku adalah Kristus, tujuanku adalah melayani seperti Dia dan mampukan aku. Aku manusia lemah dan sesat, bodoh dan seringkali bingung dan tidak berdaya. 

Hanya di dalam-Mu saja aku dapat melihat kehidupan baru dan memperjuangkan apa yang menjadi kesenangan-Mu atas hidupku. Jadikan aku rendah hati, tolong aku untuk terus merendahkan diri sama seperti Yesus. TUHAN saja dimuliakan sampai selamanya, amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Filipi 2:3 Rendah Hati"