Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kejadian 41:46 Menjadi Penyelamat Suatu Bangsa


Ayat Alkitab Kejadian 41:46

Judul Renungan; Menjadi Penyelamat Suatu Bangsa

Kejadian 41:46 TB Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

Cerita kesuksesan Yusuf tentang rancangan Allah, untuk menyelamatkan manusia dari perbudakan dosa dan menjadikan mereka umat Allah yang memuliakan Dia. Bukan sekedar teladan hidup agar Anda dapat sukses dan mencontoh bagaimana Yusuf dapat dipercayai Firaun dan sukses dan dapat menjadi seseorang pengusaha. 

Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi cerita ini lebih dari sekedar kesuksesan yang Anda inginkan menjadi kepunyaan Anda. Ini tentang rancangan Allah bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, yang walaupun sukses di luar dia manusia tersebut tetaplah manusia busuk di dalam dosa dan pasti binasa. 

Tuhan tidak dapat dibayar dengan kesuksesan manusia yang fana, di mana dunia ini milik Tuhan saudaraku. Jadi janganlah bangga dengan semua kesuksesan fana Anda, saat ini. Jika Anda di luar Kristus Anda pasti akan binasa, jika Anda tidak pernah bertobat dan melihat betapa besar dan menakutkannya dosa Anda. Jika Anda mengira bahwa kesuksesan Anda adalah tanda dari penyertaan Tuhan, maka Anda harus bertobat.

Cerita tentang Yusuf merupakan cerita yang berkelanjutan tentang Allah yang memelihara umat-Nya. Tentang Dia yang merencanakan suatu bangsa yang menjadi milik kepunyaan-Nya sebagai orang-orang yang pada akhirnya memperkenalkan Dia kepada seluruh bangsa. Semua ini Ia mulai, ketika Ia memilih Abraham, tetapi semua rencana tentang berkat yang menjadi milik semua bangsa sudah ada sejak dalam kekekalan.

Ini tentang Allah yang berkuasa, yang terus bekerja dalam sudut kehidupan manusia untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dan dosa itu sendiri. Ketika Yusuf harus dijual oleh saudara-saudaranya, ketika Yusuf harus dibuang ke penjara dan dilupakan. Semua itu ada di dalam rancangan Allah.

Hari ini, saya tidak tahu rancangan Allah bagi Anda, tetapi saya berdoa kiranya Anda sadar bahwa ketika Anda dan saya ada dalam rancangan-Nya. Semua itu tidaklah baik bagi nafsu daging kita, ketika Allah membentuk kita dan menghancurkan kita, semua itu membuat kita benar-benar merasakan tidak nyaman. 

Yusuf seorang anak yang manja, kini telah terbentuk oleh karena Allah menyertai Dia. Penyertaan yang sama ini telah Kristus janjikan sebelum Dia naik ke surga, bahwa Roh Kudus yang turun kelak akan memampukan para murid untuk selalu dan terus-menerus memberitakan Injil. Cerita Yusuf yang pada akhirnya menyelamatkan saudaranya dari kelaparan. 

Merupakan benang merah dari Injil, dari rancangan Allah bagi umat manusia. Di mana Allah menjadikan Yusuf sebagai penyelamat, semua ini bukanlah menunjukkan betapa hebat dan pantaslah Yusuf diteladani. Bukan, ini tentang karya Allah, tentang saudara Yusuf yang akan menjadi bangsa yang besar dan dari merekalah semua bangsa akan mendapatkan berkat. Melalui Injil, kita hari ini dapat menyembah Allah yang benar. Dan apa yang terjadi hari ini tidak dapat lepas dari cerita Yusuf.

Ini tentang Kristus yang pada akhirnya dilahirkan dari keturunan Israel, ini adalah tentang benang merah karya keselamatan. Bukankah cerita ini sangatlah indah dan mengagumkan, bukan hanya itu, cerita ini menunjukkan kepada kita, Allah yang bekerja. Bukankah kita semua harus mengenal Allah yang kita sembah. Melalui cerita Yusuf kita dapat mengenal Allah yang kita sembah, Dia yang menyertai berdasarkan kehendak-Nya. Bukan berdasarkan keinginan kita dan kemauan kita.

Sehingga haruslah kita mencari kehendak-Nya, tunduk kepada keinginan-Nya dan berdoalah untuk mampu melihat kehendak itu lebih jelas lagi. Lebih indah lagi dan Anda dapat merasakan bagaimana Kristus secara nyata menyertai.

Suatu pengajaran yang sesat dan tidak Alkitabiah, ketika seorang pengajar Kristen berkata, bahwa Yesus akan selalu menyertai Anda, bahwa masa depan Anda indah, bahwa kehidupan Anda akan semakin membaik. Tetapi pada saat yang sama tidak pernah memberitahukan dengan jujur, bahwa satu-satunya orang yang Ia sertai adalah orang yang berkenan kepada-Nya, orang-orang yang bertobat dan membenci dosa. Orang-orang yang mau ikut dengan-Nya untuk melakukan kehendak-Nya.

Orang-orang yang pada akhirnya berkerja untuk kemajuan pemberitaan Injil agar sampai pada ujung bumi. Yesus berjanji akan menyertai orang-orang yang demikian, Ia tidak pernah berjanji untuk menyertai cita-cita Anda yang berpusat pada diri Anda dan keinginan Anda yang angguh dan serakah.

Roh Kudus yang ada di dalam kita, menjadikan kita berkuasa untuk memberitakan Injil dengan berani. Kita pasti akan mengalami penolakan. Pasti mengalami penderitaan, tetapi saudaraku ingatlah pada Yesus yang disalibkan, Dia yang menerima semua hukuman dosa kita, Dialah yang memberikan kita selalu dan terus kekuatan yang baru. Untuk tetap bertahan sebagai pemberita Injil yang setia.

Yusuf adalah seseorang yang penuh dengan Roh, ia yang menjauhi perzinahan, percabulan dan hidup dengan jujur. Berkuasa dalam perkataan dan kehidupan yang lemah lembut dan dimampukan untuk mengampuni saudara-saudaranya. 

Kita, ketika memiliki Roh kudus, Dialah yang memampukan kita untuk menjadi sama dengan Yusuf, yang pada akhirnya ia adalah gambaran dari Kristus, sehingga kita dibawa oleh kuasa Roh Kudus, untuk semakin serupa dengan Kristus dan memberitakan Kristus.

Doa

Tuhan, terimakasih telah membukakan Injil kepada kami, memberikan kepada kami benang merah Alkitab yang berpusat pada Kristus dan bagaimana kami dapat bersukacita karena keindahan Injil ini. 

Berikan kami kemampuan untuk sama seperti Yusuf, menjadi sumber kehidupan bagi saudara-saudara kami sesama manusia dan membawa Injil kepada banyak orang, walaupun kami harus ditolak, Engkau saja yang memampukan. Di dalam nama  Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Kejadian 41:46 Menjadi Penyelamat Suatu Bangsa"

 Dapatkan sumber daya berpusat pada Injil, melalui renungan-renungan yang berpusat pada Injil;

Klik Gambar di Bawah;