Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 111:1-3 Menikmati Kebajikan Allah

Renungan Mazmur 111:1-3 Menikmati Kebajikan Allah

Ayat Alkitab Mazmur 111:1-3

Judul Renungan; Menikmati Kebajikan Allah

Mazmur 111:1-3 (TB) Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan semarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.

Mazmur 111:1-3 (BIMK) Pujilah Tuhan! Dengan segenap hati aku bersyukur kepada Tuhan di tengah himpunan umat-Nya. Sungguh ajaib perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh orang-orang yang menyukainya. Pekerjaan Tuhan agung dan terpuji, keadilan-Nya kekal abadi.

Mazmur ini memanggil kita untuk benar-benar mengenal Allah, melihat Dia dengan segala kemuliaan-Nya. Mengenal Allah bukanlah pekerjaan yang mudah, tidaklah secara alami dapat terjadi pada diri kita, ini adalah kesengajaan. Untuk dapat mengenal Allah, kita perlu kasih karunia, kita perlu kesempatan dan kita perlu segenap hidup kita untuk dapat mengenal Dia dan percaya bahwa Dialah TUHAN yang benar-benar layak menerima semua kehidupan kita, penyerahan diri kita dan ketaatan kita.

Bagaimana mungkin kita dapat bersyukur kepada TUHAN, jika kita tidak mengenal Dia, bagaimana mungkin segenap hati kita untuk-Nya. Jika bukan Dia menjadi pusat dari hidup kita saat ini. Dan bagaimana mungkin kita ada dalam komunitas orang benar, jika hari ini kita masih menjadi narsis dan merasa diri kitalah orang benar itu. 

Kita harus bergumul untuk dapat benar-benar mengenal TUHAN, kita harus mengerti bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak mau bersyukur, karena kita lemah dan tidak pernah bisa benar-benar mengenal TUHAN. Kita pemberontak yang layak binasa, di dalam kehidupan kita, kita lebih suka menjauh dari hadirat TUHAN yang kudus, kita lebih suka berkubang dalam dosa dan terus mati di sana dalam kegelapan dan perbudakan.

Perbuatan TUHAN yang besar, berlimpah kasih karunia

Merenungkan Allah yang telah menyatakan diri-Nya melalui Alkitab, pada saat yang sama kita harus merenungkan Allah yang memiliki kasih karunia yang melimpah-limpah. Dan di sisi lain kebesaran TUHAN adalah kebencian yang mutlak terhadap dosa, terhadap segala ketidakadilan yang ada di dunia.

Kita binasa karena kita bukanlah orang yang adil, kita binasa karena kita tidak bisa mengasihi sesama manusia. Kita binasa karena kita telah memusuhi Allah kita, kita binasa karena kita adalah keturunan Adam dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan upah dosa adalah maut.

Tetapi puji Tuhan, kita memiliki Allah yang telah melakukan perbuatan yang sangat besar, Dia yang berkasih karunia kepada kita dan memberikan kita belas kasih-Nya yang nyata dan sempurna. Inilah pusat dari perenungan kita, yaitu Allah yang berkasih karunia, Allah yang memberikan kita Anak tunggal-Nya.

Yesus telah disalibkan, bukan hanya itu Dia hidup secara sempurna, memberikan kepada kita gambaran sempurna dari kehidupan ini, kita dapat mengenal Dia melalui Kitab Injil. Dan keseluruhan Alkitab pada akhirnya memberitakan tentang Dia, baik Dia yang belum menjadi manusia dan Dia yang telah hidup dan naik ke sorga.

Kepada Yesus ditimpakan semua dosa, Dia merasakan perbuatan dosa kita, Yesus yang benar, kudus dan hidup sempurna taat kepada Allah Bapa. Menjadi dosa untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa, untuk membebaskan kita dari hukuman dosa dan menjadikan kita anak Allah. Jadi siapa yang ada di dalam Yesus, yang bertobat dan percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang baru. 

Kehidupan yang baru 

Terpujilah Tuhan yang telah menganugerahkan kehidupan yang baru, memberikan kesempatan untuk kita manusia hina yang layak binasa ini bertobat. Dia yang telah membukakan dosa dan segala kesesatan di dalam hati dan pikiran kita, sehingga kita menangis melihat keadaan kita yang menyedihkan. 

Saudaraku yang kekasih, hidup yang baru diperoleh hanya ketika, kita mengerti dan sekarang benar-benar berharap dan bergantung pada kebenaran Kristus, kita percaya bahwa hanya Dialah keselamatan dan hidup. Bahwa tidak ada kebenaran di dalam diri kita, bahwa kita binasa dalam segala kehidupan kita hari ini dan tidak berdaya.

Kita bertobat, beralih dari kehidupan lama berdosa dan datang kepada Kristus, di dalam Kristus kita memperoleh hidup yang baru. Kehidupan baru inilah kehidupan yang memuji Tuhan, kehidupan yang memandang pada Injil yang sejati, Injil adalah kuasa Allah, di mana semua kebajikan Allah dinyatakan melalui salib dan kini kita memuji Dia karena Yesus disalibkan dan telah bangkit dan inilah sumber pengharapan iman kita dan inilah yang seharusnya kita renungkan.

Kita dapat menyanyikan Mazmur 111:1-3, dengan penuh keyakinan, karena kita ada di dalam Yesus, kita menerima sifat-sifat Yesus meskipun tidak sempurna. Tetapi dalam segala kelemahan kita, melalui perjalanan hidup kita yang sekarang ini, kita dapat pelajaran berharga, yaitu Kristus melalui Roh Kudus. Dia tetap setia pada kita, Dia yang telah menyelamatkan kita dan oleh karena keadilan-Nya, adanya belas kasih di sana. Dia mendidik kita dan Dia yang memberikan pengertian yang sangat lemah lembut, agar kita semakin serupa dengan Kristus dan menikmati kebajikan Allah di dalam Injil. 

Sebab Injil inilah pekerjaan sempurna dari Allah, yang sampai hari ini orang-orang benar Kristus telah hidup berjuang untuk kemajuan Injil. Sebab kita dipanggil untuk hidup kudus dan memperjuangkan kemajuan Injil, inilah pelayanan kita. Oleh karena Injil inilah darah para hamba Kristus ditumpahkan dan pertobatan yang mengharukan dan penuh sukacita dinikmati banyak orang. 

Injil inilah yang dimaksudkan oleh penulis Mazmur 111:1-3, karena tanpa Injil, apa yang dituliskan di Perjanjian Lama tidaklah utuh. Terpujilah TUHAN, yang telah menganugerahkan Injil menjadi kekuatan yang sejati bagi jiwa yang merindukan kemuliaan Allah. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 111:1-3 Menikmati Kebajikan Allah"

 Dapatkan sumber daya berpusat pada Injil, melalui renungan-renungan yang berpusat pada Injil;

Klik Gambar di Bawah;