Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendelegasian dan Pemberdayaan Penerapannya Oleh Seorang Guru

 Pendelegasian dan Pemberdayaan Penerapannya Oleh Seorang Guru

Saya akan membawa kedua istilah ini, ke dalam lingkup yang lebih kecil yaitu kelas. Adanya guru sebagai pendidikan dan para murid sebagai orang-orang yang dididik. Selanjutnya, mari kita anggap kelas ini sebagai suatu organisasi di mana orang-orang yang masuk di dalamnya adalah orang-orang yang secara acak dipilih tanpa mengetahui terlebih dahulu setiap keahlian masing-masing murid. Maka tugas seorang gurulah yang harus menggali dan menemukan setiap potensi yang itu ada di dalam diri setiap murid. Dan potensi ini berbeda-beda.

Untuk melihat setiap potensi inilah, maka kita bersama-sama belajar dua metode pendekatan. Yaitu Pendelegasian dan Pemberdayaan. 

Pola Lama; Pendelegasian

Pendelegasian adalah pelimpahan wewenang kepada seorang individu untuk mengambil tanggung jawab yang diberikan. Dapat juga dilakukan di dalam pergantian kepemimpinan, di ruang lingkup pendidikan. Seseorang yang mendapatkan wewenang haruslah bertanggung jawab karena telah mendapatkan wewenang.

Menurut Charles J.Keating, Delegasi adalah upaya pemberian sebagian tanggung jawab formal kepada pihak lain dalam melakukan kegiatan tertentu.

Bagaimana pendelegasian ini, dihubungkan dengan tata cara mendidik di dalam kelas oleh seorang guru. 

Seorang guru, biasanya akan langsung mencari seseorang murid yang menurutnya sangat berkopeten untuk memimpin kelas. Seorang murid yang memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin, sehingga ia bertanggung jawab penuh atas kelasnya. Untuk mengatur jalannya belajar mengajar yang kondusif. Terutama ketika tidak adanya guru di dalam kelas tersebut. Seorang pemimpin kelas haruslah ditaati, dihormati dan dihargai oleh murid-murid lainnya. Dan seorang ketua bertanggung jawab terhadap wali kelas.

Tidak adanya latihan khusus di sini, yang diberikan kepada seorang murid yang akan menjadi ketua kelas. tidak adanya pemberdayaan murid. Sehingga murid lainnya yang terlihat biasa-biasa saja, akan tetap tidak melakukan apa-apa untuk kemajuan bersama terutama dalam bidang belajar mengajar, di dalam kelas tersebut. Guru hanya akan mencari yang terlihat kompeten, tanpa melatih.

Pola Baru; Pemberdayaan

Pemberdayaan artinya membuat sesuatu (seseorang) menjadi berdaya atau mempunyai daya atau mempunyai kekuatan. Pemberdayaan merupakan proses menjadikan seseorang untuk memiliki kekuatan melalui pelatihan untuk memberikan kesempatan membuat keputusan dengan mempartisipasikan dan memfungsikan peran untuk mencapai kualitas individu.

Ketika seorang guru dan wali kelas, melihat para siswa baru yang ada di hadapannya. Hal utama yang ada di dalam pikirannya haruslah untuk melatih para siswa tersebut sehingga mereka menemukan siapa diri mereka dan apa keahlian mereka. Inilah yang dimaksud dengan pemberdayaan. 

Saya mengusulkan ide melalui istilah pemberdayaan ini, bagaimana jiwa ketua kelas yang memimpin kelas. Diganti setiap satu bulan sekali, sehingga semua murid yang ada di sana dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi ketua kelas. Dan setiap struktur kelas diganti seperti bendahara dan kawan-kawannya. Sehingga kelas bukan menjadi ajang untuk berlomba siapa yang paling hebat dan pintas. Tetapi menjadi lapangan pelatihan untuk mendapatkan potensi masing-masing bagi setiap murid yang sedang menempuh pendidikan di dalam kelas.

Terimakasih ini saja yang dapat saya bagikan. Cara berpikir yang saya dapatkan ketika mempelajari 2 pengertian yaitu Pendelegasian dan Pemberdayaan. 

Posting Komentar untuk "Pendelegasian dan Pemberdayaan Penerapannya Oleh Seorang Guru"

 Klik Gambar di Bawah Untuk Memberikan Persembahan

 

Klik gambar untuk mendapatkan sumber 
daya renungan berpusat pada Injil