Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri-ciri Orang yang Hidup Dalam Kasih

Ciri-ciri Orang yang Hidup Dalam Kasih

Seseorang yang hidup dalam kasih, akan benar-benar mampu mengasihi dan kasih itu hanya didapatkan melalui Kristus. Yang telah mengasihi manusia ketika manusia itu masih berdosa, ketika manusia masih menjadi musuh Allah. Oleh karena kasih yang begitu besar inilah, maka kita hidup di dalam kasih Allah, kasih yang penuh kemurahan yang mau mengampuni semua dosa kita dan membawa kita pada kehidupan yang baru, kehidupan yang diubahkan untuk tidak lagi berpusat pada diri sendiri melainkan memusatkan hati dan pikiran kepada Allah yang penuh kasih.

Kehidupan yang hidup dalam kasih, berarti kehidupan yang hidup dalam Kristus, ketika kita hidup dalam Kristus. Maka kita terus diubahkan untuk memiliki kasih yang sama  seperti kasih Yesus terhadap diri kita, kita mengasihi karena lebih dulu dikasihi. Maka inilah ciri-ciri seseorang yang hidup dalam kasih Kristus, menjadi serupa dengan Kristus berdasarkan 1 Korintus 13:4-8.

1 Korintus 13:4-8 (TB) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

1 Korintus 13:4-8 (FAYH) Kasih itu sangat sabar dan baik hati, tidak pernah cemburu atau iri hati, tidak pernah sombong atau tinggi hati. Kasih tidak pernah kasar, tidak ingin menang sendiri, tidak mudah tersinggung, tidak menaruh dendam. Kasih tidak gemar akan ketidakadilan, tetapi bersukacita bilamana kebenaran menang. Kalau Saudara benar-benar mengasihi seseorang, Saudara akan tetap mengasihinya, apa pun yang terjadi. Saudara akan tetap memercayainya, selalu mengharapkan yang terbaik dari dia, dan Saudara akan selalu membelanya. Semua karunia dan kuasa khusus dari Allah pada suatu saat akan berakhir, tetapi kasih itu kekal. Pada suatu saat kelak nubuat, karunia untuk berbahasa asing, dan pengetahuan khusus akan lenyap.

Kasih itu sabar

Seseorang yang hidup dalam kasih, memiliki kesabaran yang didasarkan pada kasih. Dengan kesadaran bahwa ia telah dikasihi oleh kasih Yesus, makai dengan senang hati bersabar menanggung penderitaan dalam kehidupan. Ini adalah penderitaa karena pelayanan, karena memberitakan Injil. Kesabaran ini merupakan buah dari hati yang dipenuhi kasih Yesus, kasih yang sejati, kasih yang hidup, kasih yang telah memberikan nyawanya menjadi korban penebus yang sempurna.

Kasih itu murah hati

Ia suka memberi, ini adalah buah dari kasih, pemberiannya karena kemurnian hati yang mengasihi sesamanya. Memberi karena kemurahan hati bukan tanpa tujuan, tujuan dari kemurahan hati ini karena ia mau orang-orang yang menerima kemurahan hati tersebut dapat melihat Kristus melalui dirinya yang bermurah hati.

Kasih itu tidak cemburu

Bersukacita karena keberhasilan sesamanya, hal ini cukup sulit karena setan akan selalu menggoda untuk kita cemburu melihat keberhasilan saudara kita. Tetap kasih yang sejati ada di dalam hati akan bersukacita, ia tidak bersedih karena keberhasilan saudaranya. Ia tahu bahwa kasih Allah telah cukup untuk dirinya, kasih yang berasal dari Injil  yang sempurna, kasih yang melimpah dan selalu bertujuan untuk kebaikan sesama manusia. Sehingga buah dari seseorang yang ada di dalam kasih Yesus adalah tidak cemburu.

Kasih itu tidak sombong

Buah dari kasih berikutnya adalah tidak sombong, karena kesombongan musuh dari kasih. Seseorang yang sombong hidup tanpa kasih kepada sesama manusia. Maka dari itu seseorang yang hidup dalam kasih Kristus akan sangat membenci kesombongan dan menjauhkan hatinya dari kesombongan dan mendekatkan dirinya kepada Kristus yang penuh dengan kasih setia yang nyata.

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan

Kasih menunjukkan sikap yang sopan, kasih melakukan segala sesuatu dengan penuh kesopanan dan mengikut aturan. Kasih suka menyenangkan hati orang lain berdasarkan kebenaran yang berasal dari Kristus sesuai dengan firman Tuhan.

Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri

Kemurahan hati yang berasal dari kasih kepada sesama, menjadikan kita yang dipenuhi kasih tidak lagi memikirkan keuntungan diri sendiri. Melakukan segala sesuatu untuk kepentingan bersama dan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Apalagi melakukan sesuatu bagi orang lain dan memanfaatkan orang tersebut untuk kepentingan diri sendiri, hal ini tidak mau dilakukan. Kasih yang ada di dalam hati akan bertentangan dengan prinsip dunia yang melakukan segala sesuatu demi kenyamanan diri sendiri dan membiarkan orang lain menderita. Kita akan benar-benar peduli pada kebaikan orang lain, karena kita mengasihi mereka sama seperti kasih Kristus.

Kasih tidak pemarah

Kemarahan kita tidak berdasarkan diri sendiri, tidak untuk kepuasan diri apalagi untuk kemuliaan diri sendiri. Kemarahan yang salah untuk kepentingan diri sendiri dan ini tidak dilakukan oleh orang-orang yang penuh dengan kasih. 

Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain

Buah dari kasih yang sejati adalah memaafkan sesama kita manusia, kita tidak hidup untuk dendam melainkan mengasihi. Sehingga setiap kesalahan orang lain, yang diberikan kepada diri kita tidak kita simpan. Melainkan kita memaafkan, kasih yang seperti ini lahir dari hati yang ada di dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, Kristus yang tidak menyimpan kesalahan orang lain, terutama kesalahan kita diampuni oleh-Nya, melalui kematian-Nya di atas kayu salib.

Kasih menyukai keadilan

Keadilan adalah sifat Allah, Dia Allah yang adil oleh karena keadilan inilah Yesus mati disalibkan untuk ditimpakan keadilan-Nya. Agar kita yang berdosa binasa, ketika percaya kepada Yesus tidak menerima keadilan Allah melainkan menerima pengampunan dosa. Jadi keselamatan yang kita terima tidaklah gratis, ada harga yang sangat mahal untuk membayar harga kematian karena dosa, yaitu darah Yesus. Sehingga di dalam hati kita, kita sangat mencintai keadilan dan tidak menyukai ketidakadilan. Karena kasih Kristus ada di dalam hati kita.

Kasih menyukai kebenaran

Kebenaran itu adalah Kristus, seorang yang hidup dalam kasih benar-benar menyukai kebenaran cinta pada kebenaran dan menjadi seseorang yang memberitakan kebenaran. Kebenaran tetap menjadi yang utama bagi seorang Kristen sejati, kebenaran yang didasari dengan kasih akan membawa seseorang pada perubahan untuk kehidupan yang terarah pada Kristus. Hidup dalam kasih berarti hidup dalam kebenaran.

Kasih itu menutupi segala sesuatu.

Menutupi sesuatu yang harus ditutupi, kasih tidak membiarkan hal-hal yang tidak perlu diketahui diberitahukan kepada publik. Sama seperti Maria yang menyimpan tentang Yesus di dalam hatinya, kita dapat belajar bahwa kehidupan dalam kasih tidak mau memberitahukan segala sesuatu untuk kesombongan diri sendiri, kita hidup dalam diam dan tetap mengasihi dan memancarkan kemuliaan Allah.

Kasih itu percaya segala sesuatu, Kasih itu mengharapkan segala sesuatu, Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu.

Kita dengan sabar memberikan diri kita untuk membawa yang terbaik bagi orang-orang yang dilayani. Kehidupan yang ada dalam kasih, merupakan kehidupan yang mempercayakan kehidupan kita kepada Kristus, untuk berbagi hidup untuk sesama kita, lalu berharap yang terbaik terjadi bagi orang yang sedang dilayani. Bagaimana kehidupan yang terbaik itu, yaitu kehidupan yang membawa seseorang semakin mengenal Yesus, menyerahkan diri kepada Yesus dan dapat mengasihi Yesus sehingga melayani Yesus. Inilah tujuan dari kehidupan yang ada dalam kasih, kasih Yesus tidak hanya sampai kepada diri sendiri, akan selalu ada Hasrat yang mendalam untuk membawa orang lain kepada Yesus.

Dan kasih itu tidak akan pernah berkesudahan

Pada poin terakhir ini, saya membawa Anda merenungkan bahwa kasih sejati yang berasal dari Allah sangat-sangat bernilai kekal. Hubungan Anda dan saya saat ini, merupakan hubungan yang bernilai kekal. Kasih tetap akan selalu ada di kekekalan nanti, karena kasihlah Allah memberikan Kristus untuk menyelamatkan manusia untuk masuk ke dalam persekutuan yang saling mengasihi antara ciptaan dan pencipta, agar manusia dan sesama manusia juga dapat bersekutu dan saling mengasihi dan kasih inilah yang bersifat kekal, kasih yang tidak pernah berkesudahan.