Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Orang Kristen Perlu Beribadah?

Mengapa Orang Kristen Perlu Beribadah?

Roma 12:1 (BIMK) Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.

Roma 12:1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Roma 12:1 (FAYH) KARENA itu, Saudara sekalian yang saya kasihi, saya mohon supaya Saudara melayani Allah dengan seluruh hidup kalian, mempersembahkan dirimu sebagai suatu persembahan yang hidup dan suci, suatu persembahan yang menyukakan hati-Nya. Melayani Dia dengan cara ini adalah ibadat sejati dan balasan yang pantas untuk kasih-Nya.

Pada mulanya Allah yang menciptakan langit dan bumi, alam semesta ini diciptakan oleh diri-Nya. Dan berikutnya, Dia menciptakan manusia, yang adalah gambar dan rupa-Nya. Manusia menjadi cerminan diri Allah di dalam dunia ini, manusia ada untuk menguasai dunia ini dan bersekutu dengan penuh kasih dengan Allah yang menciptakan diri-Nya. Manusia diciptakan untuk menyembah Allah, kagum pada Allah dan benar-benar mengasihi Allah. 

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak lagi menyembah Allah yang menciptakan mereka. Melainkan menyembah ilah yang mereka ciptakan. Inilah yang terjadi pada manusia, inilah yang manusia lakukan. Manusia ciptakan memang untuk beribadah, untuk memberikan diri mereka kepada sesuatu, mereka tidak bisa hidup tanpa mengagumi sesuatu yang ada di luar diri mereka. 

Manusia adalah mahluk kagum, mahluk yang penikmat keindahan, dan manusia adalah penyembah. Memang demikianlah hakikat dari diri manusia. Jika manusia hidup normal, manusia akan selalu menyembah, beribadah pada sesuatu. Yang menjadi pertanyaannya. Manusia tersebut menyembah dan beribadah pada siap dan pada apa. Siapa yang dia muliakan dan apa yang dia sembah.

Dalam sistem kehidupan yang paling terbelakang di hutang belantara, tidak pernah ditemukan sekelompok manusia hidup, tanpa sistem penyembahan. Jadi manusia akan selalu menyembah, memuja dan beribadah berdasarkan kebudayaan peraturan yang ada di dalam suku tersebut atau kelompok orang tertentu. Inilah mengapa manusia harus beribadah, karena beribadah adalah kebutuhan mendasar dari manusia itu sendiri.

Sekarang kita akan mempelajari dan merenungkan lebih sempit. Mengapa orang Kristen harus beribadah. Dan berdasarkan Roma 12:1 dan ayat-ayat lainnya, kita akan mengetahui mengapa kita harus beribadah dan beribadah yang berpusat pada kasih karunia di dalam Yesus Kristus, merupakan ibadah yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan mendasar kita sebagai manusia sebab kita diciptakan bukan untuk menyembah yang kita ciptakan atau ciptaan, melainkan menyembah pencipta.

Beribadahnya orang Kristen

Kita beribadah berdasarkan Injil, Injil tentang kasih Kristus yang telah disalibkan, mati dan telah bangkit. Kebangkitan Kristus adalah pondasi utama dari pengharapan dari kehidupan sekarang ini, kehidupan fana yang menuju kematian. Kita beribadah, di dalamnya kita menyembah Kristus, kita kagum pada karya Kristus, kita memuji Dia karena melihat kemuliaan yang sangat besar. Kita menyembah Kristus, karena ada sukacita yang melimpah di dalam diri kita berdasarkan karya penebusan dan pengampunan yang Dia berikan. Kita telah menjadi milik Allah dan dikasihi, dibawa untuk terus hidup meninggalkan dosa, membenci dosa dan mematikan dosa.

Itu mengapa Paulus, memberikan nasehat kepada kita, melalui Roma 2:1, agar kita yang telah dikuduskan di dalam Kristus, kita yang telah disucikan di dalam Yesus. Mempersembahkan hidup kita kepada Dia, persembahan kehidupan inilah ibadah yang sejati. karena ibadah pada dasarnya adalah penyerahan diri kepada sesuatu yang kita sembah, ketika kita menyembah Yesus artinya kita menyerahkan diri kita kepada Yesus untuk dipakai oleh Yesus. 

Jadi saya simpulkan, bahwa penyerahan diri kepada Yesus merupakan kebutuhan kita sebagai orang percaya. Dan penyerahan ini haruslah setiap hari dilakukan secara sadar dan dengan sukacita, karena perenungan akan Injil yang memuaskan. 

Injil itu memberitakan, Anda dan saya seharusnya binasa, kini diselamatkan, kita tidak lagi binasa melainkan dibebaskan dari kebinasaan. Karena pengorbanan Kristus, karena kasih Kristus, Dia yang telah menggantikan kita di atas kayu salib.

Ibadah dilakukan bukan hanya sekedar datang ke gereja dan duduk, ibadah yang sejati adalah kehidupan sehari-hari. Bahwa seluruh kehidupan kita, bertujuan pada satu titik yaitu untuk memuji dan memuliakan Allah, bahwa kehidupan kita dalam konteks pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat. Terhubung langsung dengan penyerahan diri kepada Allah, inilah yang menyatakan bahwa kita sebagai pengikut Yesus, penyembah Yesus adalah orang-orang yang mampu mengasihi, mampu bermurah hati. Seperti yang ada di dalam Galatia 5:22-23. Kita menunjukkan kehidupan yang seperti Kristus hidup. Inilah ibadah kita, liturgi kita adalah kehidupan sehari-hari yang dapat kita bersyukur.

Selanjutnya, waktu teduh, doa pribadi, dan mempelajari firman Tuhan. Merupakan bentuk ibadah yang menyegarkan kita, di mana kita dapat menikmati Tuhan. Pada saat-saat paling sepi di rumah, kamar dan bahkan saat kita berada di dalam hutan untuk berlibur. 

Selanjutnya mengapa orang Kristen harus beribadah? Nasehat dari kitab Ibrani memberikan kepada Anda dan saya pengertian yang indah. Karena kita adalah tubuh Kristus, kita diikat dengan kasih Yesus dan yang dibebaskan dari dosa bukanlah tentang kita sendiri melainkan dengan cakupan yang lebih luas lagi. Maka Ibrani 10:25, sangat cocok untuk dilakukan dengan hati yang bersukacita.

Mengapa orang Kristen harus beribadah ke gereja

Ini merupakan adanya gedung gereja, sebuah komunitas. Inilah yang menjadi dasar mengapa Anda dan saya harus datang ke Gereja. Kita harus memiliki persekutuan yang sehati, persekutuan yang membawa kita benar-benar kepada Yesus dan bukan keinginan diri kita sendiri. Kita membutuhkan komunitas yang berpusat pada Alkitab, yang mengajarkan Yesus sebagai kepala, di mana kasih sebagai pengikat dari persekutuan tersebut. 

Ibrani 10:24-25 (TB) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bagian ini, saya membawa Anda untuk mengetahui, bahwa orang Kristen untuk bersekutu baik itu antara diri sendiri sebagai pribadi kepada Tuhan. Dan antara kita dan sesama manusia, ketika beribadahlah, sama seperti yang dinasehatkan oleh penulis kitab Ibrani, bahwa ada kasih yang membuahkan saling menasehati. Saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih Kristus dan terus giat melakukan semua itu. Persekutuan yang seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang beribadah kepada Kristus.

Kita hidup tidak untuk bertumbuh sendiri, tidak untuk bisa sendiri dan mampu sendiri, Allah menciptakan kita untuk persekutuan yang Saling mengasihi. Dan inilah mengapa kita harus beribadah, ibadah menyatukan hati bersama-sama, bersekutu untuk berpusat pada Tuhan, menyembah Kristus dan melayani Kristus dalam kasih dan perbuatan baik. Beribadah dilakukan dalam persekutuan untuk bersama-sama mengenal Yesus, melihat Dia bekerja dalam konteks kehidupan yang berbeda-beda. Dan kita akan melihat bahwa Allah yang kita sembah tidaklah terbatas, Dia berkuasa. Maka terpujilah TUHAN sampai selama-lamanya. Amin.