Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri-ciri Orang yang Mencari TUHAN

Pada permulaan masa di mana saya berpikir tentang masa depan, yang saya pikirkan dan saya cari adalah diri saya sendiri dan segala kepuasan yang bisa saya dapatkan. Ketika saya bekerja keras, ketika saya mencari uang dan ketika saya hidup selayaknya sebagai manusia seperti yang budaya saya ajarkan. Di awal kehidupan kita, kita semua mencari apa yang dunia ini beritahukan untuk kit acari. Secara alami kita mencari kenikmatan, kita mencari kepuasan dan kita menyembah apa pun yang dapat kita sembah yang itu memberikan kita kepuasan.

Di dunia modern, semua orang mencari kepuasan melalui pendidikan, karir, uang dan semua itu berpusat pada diri sendiri yang ingin diakui. Gereja-gereja bersaing untuk dipuaskan dengan cara mencari sebanyak mungkin jemaat. Agar diakui sebagai gereja yang bertumbuh, sebagai gereja yang memiliki pelayanan paling berhasil. Pencarian manusia di dalam dunia ini memang tidak pernah ada habisnya, apa yang manusia kira akan memuaskan, pada akhirnya justru membawa jiwa manusia semakin kosong, manusia semakin tidak menemukan tujuan dari kehidupannya.

Apa yang Anda cari selama ini?

Saya berasumsi bahwa selama ini Anda tidak pernah benar-benar mencari Allah, bahwa ketika kita berbicara tentang Tuhan. Kita menginginkan apa yang Tuhan dapat berikan kepada kita sehingga kita melihat Tuhan sebagai tempat di mana kita bisa mendapatkan sesuatu. Yang tidak kita dapatkan dari hasil usaha kita, kita menginginkan berhala kita melalui Tuhan, kita menginginkan ciptaan lebih dari apa pun. Untuk kepuasan diri kita sendiri. 

Anda dapat melihat hati Anda sekarang, apakah Anda benar-benar mencari Tuhan. saya seringkali bahkan setiap hari, melihat hati saya tidak sedang tertuju kepada Tuhan. Saya melihat dengan jelas realita siapa diri saya, bahwa saya hanyalah orang berdosa yang sebanarnya layak binasa, terpisah dari Allah selama-lamanya. 

Dosa menjadikan kita mati, dalam kematian ini kita tidak pernah bisa datang kepada Allah, kita malu akan kemuliaan Allah, kita membenci kekudusan Allah dan tidak menginginkan Allah dalam segala kemuliaan-Nya. Karena pada dasarnya kita masih terjerat pada kenajisan dosa yang busuk dan tidak berguna di hadapan Allah. Anda bisa saja kayak, namun tetap membusuk dalam dosa yang memperbudak, dosa yang memisahkan Anda dari Allah. Sehingga Anda tidak pernah benar-benar mencari Tuhan karena Anda adalah seseorang yang masih diikat oleh dosa.

Inilah ciri pertama seseorang yang benar-benar mencari Tuhan, ia menyadari keberdosaan yang sangat nyata di dalam dirinya. Sehingga ia mencari kasih karunia Tuhan, apakah masih ada pengampunan bagi sih bejat pendosa busuk ini. Inilah yang terus terngiang di dalam pikiran saya ketika saya melihat betapa buruknya diri saya.

Saya datang kepada Allah bukan berdasarkan kemuliaan dan keberhasilan saya, secara moralitas saya gagal. Secara rohani, saya cacat, banyak hal yang terbuka di hadapan Allah yang ketika saya melihat itu saya benar-benar malu. Semua itu membuktikan bahwa saya tidak layak untuk diampuni, dikasihi dan diberikan kehidupan. Dan diam-diam saya seringkali membenci Tuhan oleh karena keadaan hidup yang tidak seperti yang saya inginkan.

Ini adalah pergumulan yang dalam, dari seseorang yang terus mencari wajah Tuhan. Apakah Anda menyadari dosa Anda? Ketika saya sadar saya orang berdosa, bukan saya yang mengundang Kristus untuk masuk ke dalam hati saya. Yesuslah yang mengundang saya untuk masuk ke dalam kasih karunia-Nya. 

Maukah saya datang, menerima, mengakui dosa dan hidup untuk terus menerima belas kasihan-Nya, mencari Dia baik itu ketika saya gagal dan berhasil. Allah sangat dekat, Dia adalah di salibkan, Dia ada di dalam kelemahan, Dia ada di dalam dosa, Dia ada untuk menguduskan dan membenarkan. 

Dia adalah Yesus Kristus, manusia sejati yang membebaskan saya dari dosa, karena saya telah diampuni. Tuhan mencari kita, kita telah gagal mencari Dia dan tidak benar-benar menginginkan Dia. Dan ketika kasih karunia semakin nyata, bagi Anda dan saya yang adalah orang berdosa. Di setiap sudut perjalan hidup kita, Tuhan saja yang menjadi tujuan hidup.

Menemukan Tuhan di setiap sudut pencarian?

Ciri dari seseorang yang mencari Tuhan;

  • Ia telah hidup dalam kasih karunia.
  • Ia telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat.
  • Ia bertobat dari dosa setiap waktu.
  • Ia semakin mengasihi Kristus dan sesama.
  • Ia melakukan segala sesuatu untuk melayani Kristus.

Inilah yang membawa Anda dan saya semakin mengelal Allah, mengasihi Allah ketika kita benar-benar mencari Allah. Ketika Tuhan menjadi sangat menarik di dalam hati dan pikiran. Roh Kudus bekerja di dalam hati kita, untuk membawa kita semakin hari semakin merindukan Tuhan, merindukan kahadiran-Nya, merindukan kasih-nya, merindukan persekutuan yang memuaskan dengan Dia.

Saya hari-hari ini terus bergumul untuk selalu menemukan Tuhan di dalam pencarian saya, saya bergumul untuk semakin hari semakin mengenal kasih karunia-Nya. Saya merindukan Dia, lebih dari apa pun yang saya rindukan. Pribadi-Nya saja yang dapat memuaskan saya, saya takut jika Dia tidak berkenan kepada saya yang berdosa dan tidak kudus ini. Saya harus selalu bertobat setiap hari. Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda cari hari ini?

Di dalam kasih karunia, Injil yang menjadi pusat dari setiap kehidupan Kekristenan, bahwa Allahlah yang terus mencari manusia. Sehingga manusia dapat datang kepada diri-Nya, sehingga manusia merindukan Dia, sehingga manusia yang telah bertobat meskipun telah jatuh ke dalam dosa. Tetap Kembali kepada diri-Nya, untuk kembali menemukan Dia dan bersekutu dengan Dia dalam kasih-Nya yang sempurna.

Kita semua ada dalam dunia yang sama, dunia yang membawa kita pada penderitaan. Pada konteks kehidupan masing-masing. Saya sangat menderita ketika ibu saya meninggal, saya sangat menderita ketika saya merasakan bahwa saya tidak diinginkan oleh siap pun. Tetapi ketika kita terjadi, saya disadarkan saya sedang diajak untuk merasakan Tuhan secara nyata. 

Dia hadir untuk menenangkan saya karena Dia mengasihi saya, Dia datang untuk menginginkan saya, Dia datang untuk menjadi ibu saya, Dia datang disalibkan untuk membebaskan saya dari cinta saya terhadap dosa, Dia datang untuk membawa saya kepada diri-Nya, mencari Dia dan untuk dipuaskan di dalam Dia. 

Sehingga hidup saya sekarang memiliki tujuan, yaitu untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus, memberitakan Kristus dan terus menikmati Kristus bersama-sama orang-orang kudus yang Allah berikan kepada saya menjadi keluarga saya. Terpujilah Tuhan sampai selama-lamanya. Amin.