Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 10:21 Bibir Orang Benar

Renungan Amsal 10:21 Bibir Orang Benar

Ayat Alkitab Amsal 10:21

Judul Renungan; Bibir Orang Benar

Amsal 10:21 (TB) Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.

Amsal 10:21 (BIMK) Perkataan orang yang baik, merupakan berkat bagi banyak orang; kebodohan orang bodoh membunuh dirinya sendiri.

Kita semua membutuhkan kebenaran, ini adalah esensi dari cara berpikir, esensi dari setiap tindakan. Di mana segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia haruslah dengan benar, harmoni dan dapat mendatangkan kebaikan bagi semua orang. Mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, mendatankan sukacita bagi banyak orang, medatangkan kehidupan bagi banyak orang. Yang sama maksud tentang mendatangkan adalah bersifat sejati, berasal dari kebenaran dan bukan dari manusia. 

Sebab pada dasarnya, semua yang berasal dari manusia tidak ada yang benar, bahkan ketika Anda dan saya berpikir bahwa kita benar, pada saat itulah membuktikan segala sesuatunya tidak benar yang ada di dalam kita. Kita membutuhkan seorang pemimpin rohani di kehidupan nyata, mereka yang memiliki kebenaran, mereka yang benar-benar hidup berpusat pada Allah yang benar, Allah yang adalah Sang Kebenaran. Allah pencipta langit dan bumi. 

Kitalah orang-orang yang bodoh, berlagak bijak namun semua yang ada di dalam kita kosong dan tidak berguna. Ketika orang bodoh memimpin, maka tersesatlah semua orang yang dipimpinnya. Bahwa segala sesuatu yang ia sampaikan tentang dirinya dan keberhasilannya, ia memusatkan kehidupan padanya dan bahwa nyata adanya hidup sedang berpihak pada dirinya saja. Orang bijak berdasarkan dirinya sendiri adalah orang bodoh itu, ia bukanlah seseorang yang takut akan Tuhan, melainkan seseorang yang tidak mengerti Tuhan, tidak mengenal Tuhan dan hanya mengasihi dirinya sendiri, memuji cara berpikirkan dan melakukan segala sesuatu seolah-seolah hidupnya kekal.

Hari ini, kita dipanggil untuk bertobat dari cara berpikir kita yang benar-benar sesat, hikmat kita yang bodoh, akal budi kita yang tumbuh. Kita harus bertobat dari cara hidup kita yang berpusat pada diri sendiri dan bukan Allah. Kita harus kembali kepada Dia yang mengaruniakan kebenaran, Dia yang disalibkan sebagai seseorang yang paling berdosa, agar Anda dan saya yang pendosa besar, sesat dan mati. Hanya di dalam Yesus dan melalui Yesus saja, adanya kebenaran. hanya karena Dia, kebenaran-Nya. Anda dan saya dibenarkan untuk hidup sebagai seorang gembala yang baik, sebagai seseorang yang memberitakan kebenaran.

Menjadi seorang gembala

Ini adalah panggilan kita, kita diselamatkan dari dosa untuk kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna berdasarkan kebenaran yang ada pada Kristus. Kita melekat pada Kristus untuk menjadi seorang gembala yang baik, mewakili Kristus di dalam dunia ini dan mematikam kejahatan yang paling utama kejahatan itu ada di dalam diri kita sendiri. 

Membawa orang-orang kepada Yesus, membawa orang-orang untuk mengerti makna dari salib Kristus. Bahwa Dia disalibkan untuk melepaskan kita dari dosa, oleh karena dosa ditimpakan kepada Yesus ketika Dia mati disalibkan. Yesus yang kudus, menjadi berdosa oleh karena semua dosa dan kutuk dosa ditimpakan kepada Yesus, Yesus dikutuk, Yesus dimurkai, Yesus mati sebagai seorang yang terpisah dari Allah Bapa. Oleh karena semua  yang buruk, semua yang keji, semua dosa yang ada di dalam kita ditimpakan kepada Yesus. Agar kita yang percaya kepada Yesus tidak lagi mendasarkan akal budi pada diri sendiri, melainkan pada Injil. 

Injil inilah yang menjadi kekuatan, untuk kita bersekutu dengan Kristus, menikmati persekutuan itu, bertobat dari dosa dan hidup untuk memberitakan kebenaran Kristus, kebenaran Injil yang menyelamatkan.

Penggembalaan kita, dalam konteks seorang ayah, Anda membawa isteri Anda dan anak-anak Anda kepada Kristus, untuk bersama-sama semakin mengenal Yesus dan menyerahkan hidup pada Kristus. Anda sebagai seorang ibu, membawa anak-anak Anda untuk semakin mengenal Yesus dan menolong suami Anda untuk selalu hidup berpusat pada Yesus dalam kepemimpinan keluarganya. Ini sangat indah, ketika Injil Kristus yang mempengaruhi keluarga.

Dalam banyak konteks kehidupan, di mana pun apa pun itu. Kristus haruslah menjadi alasan Anda dan saya melakukan segala sesuatu yang baik. Kristus haruslah menjadi sumber utama dari semua kebenaran, untuk menolong orang lain. Kita mengasihi karena Yesus, kita menjadi berkat karena Kristus, ketika Injil direnungkan, kita sadar kita sangat berdosa namun telah diampuni. 

Inilah yang menjadi kekuatan untuk membawa orang-orang yang kita kenal pada Kristus, untuk memperlihatkan Yesus melalui kehidupan sehari-hari kita. Yesuslah pusat dari kehidupan, Yesuslah Gembala yang baik, Yesuslah yang membawa kita kepada diri-Nya. Untuk kehidupan yang dipuaskan dan mengembalakan orang-orang datang pada Yesus saja. Amin. Soli Deo Gloria.