Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 40:9 Menjadi Kesukaanku

Renungan Mazmur 40:9 Menjadi Kesukaanku

Ayat Alkitab Mazmur 40:9

Judul Renungan; Menjadi Kesukaanku

Mazmur 40:9 (TB) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Ketika kita mengenal Allah dengan benar, maka kita  melihat kebenaran yang menjadi kebutuhan mendesak dari diri kita sendiri dan seluruh umat manusia. Ini merupakan kebutuhan dari jiwa kita yang kekal, di mana semua itu berpusat pada Allah yang kudus, berpusat pada kasih setia-Nya yang abadi. Apa yang menjadi keinginan terdalam diri manusia, hanya di dapatkan ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Saudaraku, kita dapat melihat bahkan menikmati pernyataan Allah yang kekal itu di dalam Alkitab.

Melalui firman Tuhan, yaitu Alkitab, kita mengenal Allah, mengerti Injil bukan berdasarkan hikmat kita sebagai manusia. Melainkan berdasarkan kasih setia Tuhan, berdasarkan kuasa-Nya yang memberikan hidup dan oleh Dialah Anda dan saya dan seluruh manusia hari ini beroleh hidup. Ketika kita memperoleh hidup, kita tahu bahwa Allah yang memberikan hidup merupakan Allah yang berkehendak, Allah yang memiliki rencana yang didasarkan pada hikmat-Nya, untuk menunjukkan kemuliaan-Nya di dalam dunia ini. 

Kita dapat mengetahui kehendak Allah melalui Alkitab kita, kita dapat mengerti apa yang menjadi rencana Allah atas kehidupan kita karena Dia sendiri yang menyatakannya bagi kita. Ini tidak tergantung pada hikmat kita, melainkan bergantung pada hikmat Allah, pada kasih karunia Allah, pada penyerahan diri kita sendiri kepada Dia yang memberikan hidup yang baru di dalam dunia sekarang ini. 

Apa yang menjadi kesukaan Anda hari ini? 

Apa yang Anda kejar hari ini? 

Setiap kita secara alami mengejar keinginan kita, saya mengejar cita-cita saya yang seringkali itu berdasarkan keinginan diri saya sendiri dan bukan keinginan Tuhan. Saya ingin memenuhkan kebutuhan pribadi saya sendiri dan itu didasarkan pada kebutuhan saya yang saya sendiri tidak mengerti kebutuhan saya. di dalam dunia fan aini, begitu gampang saya mengabaikan nilai-nilai kekal yang terpusat pada Allah yang menciptakan saya.

Bahkan saya yang menulis renugan seperti ini, bukanlah orang baik, suci dan berhasil dalam hal dekat pada Allah. Saya seringkali menemukan diri saya dalam lembah kelam di mana dosa mengelilingi diri saya. di mana keangkuhan menguasai saya dan di mana saya benar-benar mengabaikan kasih Allah, saya tidak menginginkan Dia dan saya memakai hikmat saya sendiri. 

Saya bahkan lebih berdosa dari Anda yang sedang membaca tulisan ini, saya seseorang yang membungkuk lelah di hadapan Allah ketika melihat kemuliaan-Nya dan saya melihat diri saya yang memalukan. Saudaraku, dari sinilah saya dapat melihat dengan jelas kebenaran Injil yang menyelamatkan. Ketika saya melihat diri saya yang sangat berdosa dan Allah yang sangat kudus mau menyelematkan saya. Dan kehendak-Nya adalah menyelematkan saya, membawa saya kepada diri-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Di mampukan untuk melakukan kehendak-Nya, keinginan-Nya, menyatakan kasih-Nya kepada dunia ini.

Hanya oleh kasih karunia saja, Anda dan saya dapat mengetahui kehendak Allah pada saat yang sama kita bersukacita untuk hidup di dalamnya dan melakukan kehendak-Nya. Kasih karunia itu, Yesus kerjakan melalui karya salib, melalui kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Yesus mengerjakan kehendak Allah dengan sempurna, Dialah yang benar-benar manusia sempurna yang menyukai kehendak Allah dan melakukannya bahkan sampai mati di atas kayu salib. 

Jadi ketika kita ada di dalam Yesus, cara pandang kita berubah bukan lagi didasarkan pada diri sendiri. Melainkan didasarkan pada firman Tuhan yang hidup, Firman yang menebus kita, sehingga kehendak Allah menjadi kesukaan kita, biarlah kebenaran ini ada di dalam hati saudara, biarlah saudara selalu hidup terpusat pada Allah aja, pada kasih-Nya, kehendak-Nya dan karunia-Nya yang besar itu. Amin.