Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 31:2-3 TUHAN Gunung Batuku

Renungan Mazmur 31:2-3 TUHAN Gunung Batuku

Ayat Alkitab Mazmur Mazmur 31:2-3

Judul Renungan; Jadilah Gunung Batuku

Mazmur 31:2-3 (TB) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

Bukan lagi diri sendiri yang menjadi pengharapan kita, kita mati atas segala keinginan diri sendiri dan pengandalan diri sendiri. Secara radikal hidup ini bukan lagi tentang apa yang dapat saya kerjakan, melainkan tentang apa yang Yesus telah kerjakan bagi hidup saya sehingga saya pada titik ini hidup untuk Dia dan melihat bagaimana Dia bekerja mengarahkan saya pada kehidupan yang lebih dipuaskan di dalam kasih setia-Nya.

Kita melihat diri sendiri yang lemah, kita tidak lagi bersandar pada diri yang lemah tersebut, melainkan Tuhanlah yang menjadi tempat sandaran. Tuhanlah yang menjadi pengharapan kita, Dialah yang menjadi tempat di mana kita memberikan hidup kita baik itu kita merasa sangat baik-baik saja dan sangat lemah. Hidup yang baru, merupakan hidup yang terus ada dalam kasih karunia, semakin berubah dan bertumbuh ke arah Yesus Kristus, kita menjadi semakin serupa dengan Dia, bersekutu dengan Dia dan hidup bagi Dia.

Inilah yang menjadi kesukaan kita, kasih-Nya, kebesaran-Nya memerikan hidup dan hidup itu dikerjakan melalui kebangkitan Yesus. Injil membawa kita pada kuasa yang tidak terbantahkan, itu adalah kuasa yang benar-benar mengubahkan kita, kuasa yang melepaskan kita dari dosa, dari kehidupan yang mengandalkan diri sendiri. 

Jalan-jalan kehidupan yang baru, tertuju pada kasih setia Tuhan yang tidak pernah berkesudahan, untuk melakukan pekerjaan-Nya. Segala sesuatu yang dipercayakan di dalam hidup ini, tertuju pada apa yang menjadi rencana-Nya atas kehidupan. Hal-hal yang bernilai kekal, hal-hal yang sangat penting untuk diperjuangkan di dalam kasih karunia-Nya.

Ketika kita percaya pada Yesus, pada dasarnya kita dihidupkan kembali di dalam kehidupan yang baru. Kita telah mati dalam dosa, namun kasih karunia menghidupkan kita untuk hidup bagi Allah dan menentang setiap perbuatan yang tidak tertuju pada kasih setia Tuhan. Di mana kehidupan kita dapat menjadi batu sandungan.

Setiap pilihan kita, didasarkan pada bagaimana firman Allah dengan jelas menuntun kita kepada Allah dan rancangan-Nya. Pilihan kita adalah untuk merenungkan firman Tuhan siang dan malam, pilihan kita adalah kehidupan yang berpenyerahan pada kasih setia Tuhan. Kita hidup untuk membawa hari-hari kita pada kebesaran Allah kita dan menunjukkan kebesaran itu kepada orang-orang yang mengenal kita, kita mengasihi Allah dan jiwa-jiwa. Ini merupakan kehidupan yang telah diubahkan oleh kasih karunia, ini adalah kehidupan yang mengutamakan pertobatan. Ini adalah kehidupan yang selalu ingin melihat kemuliaan Allah dalam kasih setia-Nya.

Ketika kita memilih untuk mengikut Yesus, itu artinya kita juga memilih untuk menjadi musuh sih jahat. Kita memilih untuk tidak melakukan apa yang dahulu kesukaan kita dan kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk melakukan apa yang Allah inginkan. Bahwa penyertaan-Nya sempurna, Dia menyertai kita karena Dialah gunung batu kita, Dialah kota benteng yang teguh. Pada zaman di mana penulis Mazmur hidup, gunung batu merupakan tempat yang baik untuk berlindung dari perampok dan binatang buas.

Allah kita, di dalam Yesus Kristus, merupakan tempat di mana kita dapat berharap, kita yang telah menjadi musuh sih jahat. Berperang melawan Dia untuk melakukan segala hal yang Allah ingin kita kerjakan. Kita hidup untuk berperang melawan setan, kita menjadi musuh-Nya, kita melatih diri kita untuk terus dapat dipakai oleh Tuhan, menjadi pemberita kasih Tuhan. Yesus yang telah disalibkan, telah bangkit itulah yang menjadi pusat dari berita yang kita sampaikan, kita tunjukkan kepada dunia di mana kita hidup hari ini. Amin.