Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yakobus 4:7-10 Rendahkanlah Dirimu

Renungan Yakobus 4:10 Rendahkanlah Dirimu

Ayat Alkitab Yakobus 4:7-10

Judul Renungan; Rendahkanlah Dirimu

Yakobus 4:7-10 (TB) 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Ketika kita menyadari dosa kita dan melihat dengan jelas kemuliaan Allah, kita menyadari betapa kita adalah orang-orang yang sangat rendah dan tidak dapat berbuat apa-apa. Kita tersesat dan hidup dalam kemalangan, yang mengerikan kita menjadi musuh Allah yang kudus dan suci, kita melakukan segala hal yang bertentangan dengan kasih karunia-Nya.

Persahabatan dengan dunia dan segala keinginan yang duniawi yang menguasai daging kita, merupakan perseteruan dengan Allah. Ini yang menjadikan kita budak dosa, binasa di dalam dosa dan melakukan segala hal baik yang jahat di mata Allah. Pada dasarnya kehidupan ini benar-benar sia-sia ketika segala keinginan kita terpusat pada diri kita sendiri dan segala keinginannya. Keinginan daging tidak akan pernah puas, sampai daging tersebut binasa di makan cacing-cacing di dalam liang kubur.

Jadi sekarang, apa yang dapat kita lakukan, yaitu berdoa agar Allah yang kudus melimpahkan kasih kaurnia-Nya. Sehingga kita melihat kemuliaan-Nya di dalam Injil, sinar kemuliaan Yesus terlihat jelas oleh pikiran kita dan hati kita sehingga berita Injil memberikan kobaran yang memberitahukan kita bahwa kebutuhan terbesar dari diri  kita saat ini adalah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.

Berita Injil yang Sangat Jelas

Inilah yang menjadi kerinduan saya ketika Anda membaca renungan yang saya tulis, sehingga seruan Yakobus kepada kita pada ayat 7, yaitu tunduk kepada Allah. Kita tunduk kepada Allah, dapat dengan bebas kita kerjakan, ketika kuasa dosa dimatikan di dalam kita dan kita dapat dihidupkan kembali di dalam Dia yang memberikan kepada kita kehidupan. Hidup yang baru berdasarkan kuasa Injil yang menyelamatkan kita dari dosa.

Yesus telah mati di atas kayu salib, kepada-Nya ditimpakan segala dosa kita, kepada-Nya diberikan segala hal yang baruk dari diri kita. Yesus menjadi kutuk, terkutuk di atas salib agar kita semua kutuk yang seharusnya ditimpakan kepada kita tidak lagi ditimpakan kepada kita. Yesus mati, Yesus menderita, Dia hidup dalam kemalangan yang kita terima selama di dalam dunia. Dan puncak dari penyaliban yang paling menyakitkan, Yesus kehilangan kemuliaan Allah, Dia menjadi dosa dan hidup dalam kegelapan sampai pada jam di mana Ia mati di atas kayu salib. Allah meremukkan Yesus karena dosa kita, dosa tetaplah dosa dan dosa harus dihukum. 

Inilah dasar dari iman kita, bahwa bukanlah kebenaran kita yang menjadi dasar kemegahan, melainkan kebenaran Yesus. Kita dimampukan untuk tunduk kepada Allah, di dalam kasih karunia, ketika kuasa Injil melingkupi kita dan Injil sangat jelas ada di dalam hati dan pikiran kita, kita hidup bagi Dia, kita hidup untuk Dia dan kita hidup untuk memberitakan Dia.

Injil yang sangat jelas di dalam hati dan pikiran yang membawa kita, untuk meninggalkan segala keinginan duniawi kita dan untuk mentahirkan hati yang berdosa. Untuk semakin mendekat pada kasih karunia Allah dan hidup di dalamnya. Baiklah kita melakukan segala sesuatu dengan mata yang tertuju pada kasih Allah, kasih Yesus, kebesaran Yesus dan kesempurnaan pengampunan-Nya. Pengampunan yang mengubahkan kita menjadi manusia baru yang bersekutu dengan kemuliaan Allah dan setiap hari bertobat dari segala dosa. 

Pertobatan yang lahir dari hati, yang dengan jelas melihat kesalahan akibat dosa di dalam diri. Membawa kita pada jalan kebenaran, untuk merendahkan diri kita di hadapan Allah yang kudus, kita mengasihi Allah dan dikasihi oleh kasih Yesus, kita meninggalkan dosa dan hidup bagi pemberitaan Injil. Jadi, marilah kita terus berjuang secara sengaja merendahkan hati kita di hadapan Allah yang kudus, untuk selalu berharap pada tuntunan-Nya, kasih-Nya dan karunia-Nya agar hidup kita semakin tertuju pada kehendak-Nya yaitu menjadikan kita semakin Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Amin.