Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polikarpus Sang Martir

Polikarpus sang Martir

Polikarpus Sang Martir

oleh Ethan Christoper

Intagram: https://www.instagram.com/ethanch1/

"Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja [Kristus] yang telah menyelamatkanku?" ~ Polikarpus

Polikarpus adalah salah satu murid Yohanes yang kemudian menjadi uskup di Smirna, di bagian utara Efesus yang menjadi martir pada 23 Februari 167.  Polikarpus merupakan seorang Martyr yang juga merupakan tokoh penting didalam perkembangan Gereja purba hingga sekarang. Polikarpus juga membawa pengaruh dalam perkembangan, terutama dalam hari raya. Hari raya yang dimaksud adalah, perayaan hari raya yang penting dalam keKristenan. 

Salah satu perayaan tersebut adalah, dimana Rasul Yohanes mengajarkan kepada Polikarpus akan hari raya Natal, Paskah, dan lainnya. Ini menjadi pengaruh yang besar hingga saat ini, karena didalam penderitaan Gereja, tidak boleh ada perayaan yang bisa diadakan. Hal ini menjadi kendala, tetapi berkat Polikarpus pun perayaan tersebut tetap terlestari. Kemudian, Polikarpus juga pernah berinteraksi dan memberikan sebuah apologia kepada kelompok Marcion akan kesesatan.  

Di arena perdebatan saat polikarpus berada di persidangan, pertukaran pendapat antara sang uskup dan gubernur Romawi berlanjut. Pada suatu saat, Polikarpus menghardik lawan bicaranya: "Jika kamu... berpura-pura tidak mengenal saya, dengarlah baik-baik: Saya adalah seorang Kristen. Jika Anda ingin mengetahui ajaran Kristen, luangkanlah satu hari khusus untuk mendengarkan saya."

Gubernur Romawi itu pun mengancam akan melemparkan dia ke binatang-binatang buas. "Panggil binatang-binatang itu!" seru Polikarpus. "Jika hal itu akan mengubah keadaan buruk menjadi baik, tetapi bukan keadaan yang lebih baik menjadi lebih buruk."

Ketika ia diancam akan dibakar, Polikarpus menjawab, "Apimu akan membakar hanya satu jam lamanya, kemudian akan padam, namun api penghakiman yang akan datang adalah abadi."

Akhirnya Polikarpus dinyatakan sebagai orang yang tidak akan menarik kembali pernyataan-pernyataannya. Rakyat Smyrna pun berteriak: "Inilah guru dari Asia, bapa orang-orang Kristen, pemusnah dewa-dewa kita, yang meng ajar orang-orang untuk tidak menyembah (dewa-dewa) dan mempersembahkan korban sembelihan."

Kisah ini tersebar ke jemaat-jemaat di seluruh kekaisaran. Gereja menyimpan laporan-laporan semacam itu dan mulai memperingati hari-hari kelahiran serta kematian para martir. Bahkan mereka juga mengumpulkan tulang-tu langnya serta peninggalan. lainnya. Setiap tang gal 23 Februari, diperingati hari "kelahiran Polikarpus" masuk ke surga. Dalam kurun waktu satu setengah abad berikutnya, ratusan martir menuju kematian mereka dengan setia, dan banyak di antara me reka maju dengan semangat. Ini didasarkan pada laporan saksi mata uskup Smyrna itu.

Refrensi:

Dr.Edison R.L.Tinambunan,  Sejarah Gereja I (Awal Sejarah Gereja),  (Malang: Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, 2016), 30.

A. Kenneth Curtis, J Stephen Lang, Randy Petersen: The 100 Most Important Events in Christian History (U.S.A: Barker Book House Company, 2001),8.