Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Petrus 1:5-8 Giat Dan Berhasil Dalam Pengenalanmu Akan Yesus

Giat Dan Berhasil Dalam Pengenalanmu Akan Yesus

Ayat untuk direnungkan: 2 Petrus 1:5-8

2 Petrus 1:5-8 (TB) 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita telah menjadi percaya pada Kristus, karena kita tahu Dialah Juruselamat dunia, Dialah Tuhan pencipta alam semesta. Kita percaya kepada Yesus karena kita diberkati oleh kasih karunia yang kita terima melalui pemberitaan Injil yang jelas dan membawa kita sadar akan dosa-dosa dan murka Allah terhadap orang berdosa. Sehingga kita bertobat dari segala dosa yang menyakiti hati Allah kita dan membinasakan jiwa kita.

Iman kepada Yesuslah yang menjadikan kita manusia baru dan sekarang kita akan belajar dan benar-benar merenungkan. Apa yang harus terjadi di dalam akal pikiran perasaan kita ketika Injil menjadi pusat kehidupan baru kita, ketika kita beriman kepada Yesus, ketika kita benar-benar percaya bahwa Tuhan telah menjadi manusia sempurna dan menggantikan peran kita untuk hidup di dunia sehingga sekarang, melalui natal, kita selalu dapat merenungkan pengharapan yang ada di dalam Kristus. 

Jadi mari kita renungkan bagaimana hidup kita ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita dan memberikan kita terus kuasa untuk memiliki perubahan kearah Kristus, semakin serupa dengan Kristus.

Iman, Kebajikan

Kita memiliki iman karena kasih karunia Tuhan, ini merupakan dasar dari pengajaran Kristen yang harus kita percayai. Bukan karena kebaikan kita, melainkan karena iman kita pada kehidupan Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus. Yang menjadi sumber dari kebajikan kita untuk hidup di dunia ini. Maka dari itu, inilah yang harus ada di dalam hati dan pikiran kita yaitu, “karena kasih karunia diselamatkan oleh iman, bukan karena hasil usaha kita dan kebaikan kita.” (Ef. 2:8-9)

Dasar dari hidup kita adalah iman kepada Allah yang hidup, Allah yang menyatakan diri-Nya, Allah yang memberitakan kepada kita keselamatan kekal dari dosa dan memanggil kita untuk bertobat. pertobatan yang didasarkan pada kuasa Injil, akan mengasilkan buah yang nyata, memampukan untuk melakukan perbuatan baik. Inilah dasar kebajikan kita, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Gal. 6:9-10)

Dan kita adalah orang-orang yang telah ditebus untuk hidup bagi Allah, jadi kita bukan lagi hamba dosa melainkan hamba Kristus, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef. 2:10) Jadi natal membawa kita pada kehidupan yang bukan lagi berdasarkan kebajikan kita, melainkan berdasakan iman yang membuahan kebajikan. Di mana setiap kebajikan kita telah dipersiapkan Allah, untuk kita kerjakan. Dari iman, kita dapat melakukan perbuatan baik, untuk inilah kita dipanggil. Sekarang, perjalanan kita dilanjutkan ke karakter hidup lainnya sebagai seorang murid Kristus.

Pengetahuan, Penguasaan Diri

Kebajikan kita, didasarkan pada pengetahuan kita akan kasih Kristus, yang diberitakan melalui Injil Yesus Kristus. Pengetahuan kita adalah pengetahuan akan firman Tuhan, yang membawa kita terus hidup tidak lagi berdasarkan kebijaksanaan kita dan pengalaman kita melainkan berdasarkan firman Tuhan. 

Kekayaan firman Tuhan, merupakan sumber daya kehidupan bagi jiwa, kita dapat mengenal Allah dan kuasa-Nya. Kita dapat mengetahui kasih-Nya dan murka-Nya terhadap dosa. Pengetahuan akan Allah membawa kita pada sumber pengetahuan yang utuh akan kehidupan, kita mendapatkan pengetahuan yang benar akan Allah, melalui Alkitab kita, melalui penyataan dari Roh Kudus yang ada di dalam kita dan kita di dalam Dia.

Pengetahuan itu, mengantarkan kita pada kehendak, “Saya ingin mengenal Kristus semakin baik: saya ingin mengalami kuasa yang menghidupkan-Nya kembali, tetapi saya mau membagikan penderitaan-Nya juga dan menyerahkan hidup saya sepenuhnya untuk Allah, sama seperti yang Yesus lakukan..” (Fil. 3:10) Pengetahuan akan Kristus, kebenaran yang terkandung di dalam-Nyalah yang benar-benar ingin kita ketahui dan terus kita kejar.

Penguasaan diri, merupakan buah dari pengetahuan yang benar akan kebenaran Kristus, penguasaan diri merupakan buah Roh. Ketika kita memiliki pengetahuan sehingga kita terus mendasarkan kepercayaan kita pengetahuan pada pengetahuan yang Alkitabiah, maka kita terus berjuang untuk menyerahkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus. Maka dari itu, ketika Anda dan saya hidup di dalam Kristus, merenungkan Injil dan terus menyerahkan kehidupan kita kehendak kita kepada Dia, maka dalam proses inilah pengendalian diri kita dapat tumbuh.

Di dalam Kristus, pengendalian diri merupakan inti dari kehidupan yang bersukacita, kita perlu mengendalikan diri kita dari nafsu jahat, dari keinginan yang kita anggap baik namun tidak memuliakan Allah, kita perlu mengendalikan diri kita untuk tidak menonjol dalam pelayanan sehingga melalui hidup kita Kristus yang dikenal bukan diri kita.

Kita perlu memiliki terus pengendalian diri yang didasarkan pada pengetahuan yang benar akan Injil, akan makna dari kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus. Sehingga kita dapat terus hidup untuk melakukan yang memuliakan Allah, karena untuk inilah kita dipanggil dan dibebaskan dari kehidupan lama kita yang sia-sia.

Ketekunan, Kesalehan

Ketekunan untuk mempelajari firman Tuhan, untuk membaca dan merenungkan, berdoa dan bersekutu dengan saudara  seiman. Ketekunan untuk bertobat setiap hari, merenungkan betapa kita orang berdosa, ketekukan untuk merenungkan kasih Allah yang murah hati dan mau mengampuni kita orang berdosa. Ketekunan merupakan cara bagaimana kita memelihara iman kita, kebajikan, yang didasarkan pada pengetahuan akan Injil. Di mana kita terus dimampukan untuk mengendalikan diri terhadap segala keingina yang bertentangan dengan firman Tuhan. 

Ketekunan merupakan disiplin, kehidupan yang tidak lagi didasarkan pada keinginan sendiri, melainkan didasarkan pada tanggungjawab kita sebagai anak-anak Allah. Kita tekun melakukan segala sesuatu yang baik, kita  tekun memelihara pengetahuan kita akan Injil karena kita sadar bahwa kita orang-orang yang mudah lupa. Ketekunan membuahkan kesalehan, ini tentang bagaimana kita memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus. Melalui  doa-doa kita dan pendalaman Alkitab kita secara pribadi dan kelompok. 

Jadi saudaraku, marilah kita benar-benar memelihara ketekunan kita, ini sangat  penting, untuk selalu menguasai diri sehingga dosa tidak lagi berkuasa, kita tekun sama seperti Kristus, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” (Ibr. 12:2-3)

Kasih Akan Saudara dan Semua Orang

Pada akhirnya, ketika semuanya itu ada di dalam diri kita, kita memiliki iman, kita memiliki kebajikan, kita memiliki pengetahuan, kita memiliki penguasaan diri, kita memiliki ketekunan dan kesalehan. Semuanya itu percuma jika tidak memiliki kasih. Paulus dengan sangat baik menjelaskan kepada kita, bahwa kasihlah yang paling utama, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1Kor. 13:13) Kita telah dihidupkan dari kematian kita akibat dosa, sehingga hidup kita penuh dengan pengharapan.

Pengharapan di dalam Kristuslah yang mengubahkan krakter kita, sehingga jika awalnya semuanya tentang kita, ketika kita dewasa di dalam Kristus, akhirnya kasih kepada saudaralah yang harus ada di dalam diri kita, kasih kepada semua oranglah yang harus ada di dalam diri kita. Ini merupakan kasih yang melihat seperti Yesus melihat, “Ketika Yesus melihat orang banyak itu, Dia merasa kasihan kepada mereka karena mereka lelah dan terlantar seperti domba-domba tanpa gembala.”(Mat. 9:36) 

“Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Mrk. 6:34) Kasih yang mengerti bahwa seseorang tanpa Injil, tanpa Kristus akan binasa, maka kasih kita selalu bertujuan untuk membawa orang-orang untuk dapat mengenal Kristus. Kita mengasihi untuk memberitakan Injil, karena semua keyakinan hidup kita semuanya terletak pada Injil.

Jadi saudaraku, inilah buah dari semua perubahan hidup kita, kita memiliki kasih yang memancarkan kasih Kristus. Kita melakukan segala sesuatu  untuk semakin mengenal Yesus dan memperkenalkan Yesus, kita dapat bersukacita di dalam Yesus dan sukacita kita mengalir untuk memberitakan Amanat Agung Yesus agar bangsa-bangsa dapat mengenal Yesus menyembah Yesus dan hidup menjadi murid Yesus. Inilah tujuan hidup kita, inilah pengharapan kita dan inilah yang perlu terus kita tekuni di dalam kesementaraan hidup kita  hari ini dan esok hari. 

Natal Untuk Kita

Melalui renungan natal tahun 2023 saat ini, saya membawa Anda menghubungkan kelahiran Yesus dan perubahan hidup Anda kearah Dia. Kehidupan yang giat dan berhasil semakin mengenal Dia, menikmati keindahan-Nya dan memperkenalkan Dia. Di mana visi dan misi Kristus adalah menyelamatkan manusia dari dosa mereka. Apakah ketika Anda merenungkan natal, Anda memikirkan visi misi natal yang sesungguhnya. Apakah Anda memandang pada Yesus yang disalibkan untuk melepaskan Anda dari segala perbudakan dosa.

Jadi sekarang, saudaraku, baiklah natal kali ini (2023) membawa kita pada ketekunan yang didasarkan pada iman kepada Yesus, penguasaan diri yang membawa kita semakin mengenal Yesus dan pengenalan akan Yesus yang menjadikan kita pribadi yang penuh kasih. Untuk mempersembahkan kehidupan Kristus yang mengalir melalui hidup kita yang baru, sehingga pekerjaan pemberitaan Injil terus terjadi sampai Kristus datang. Roh Kudus memampukan kita semua. Amin.