Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Untuk Pemuda Kristen Masa Kini Saat Teduh Tentang Kehidupan dan Injil Kristus

Renungan Untuk Pemuda Masa Kini Saat Teduh Tentang Kehidupan dan Injil Kristus

Judul Renungan Pemuda : Kehidupan pemuda dan Inji Yesus Kristus

Sabagai pemberita Injil, saya ingin serukan di pembukaan renungan ini untuk Anda para pemuda. Anda harus kembali kepada Injil yang murni. Anda harus mengerti betapa mengerikannya dusta dunia dalam kematian akibat dosa Anda dan kematian kekal di luar Yesus. 

Anda harus mengerti dan menemukan dan menikmati bahwa kepuasan, kegembiraan, dan kehidupan yang indah dalam penderitaan dunia, hanya akan Anda dapatkan ketika Injil menjadi gaya hidup Anda. Dalam kekudusan yang Yesus berikan. Mungkin Anda bertanya dalam hati Anda sakarang, Apa itu Injil yang dimaksud? Kita akan membahasnya dalam setiap poin.

Saudaraku saya sangat mengerti, hal yang paling manarik dikalangan pemuda maupun remaja. Adalah tentang cinta, terutama cinta romantis. Sehingga tidak jarang cinta pada akhirnya menjadi tujuan utama dari setiap kehidupan pemuda. Bukan hanya bertujuan untuk mencintai tetapi juga berjuang untuk dicintai.

Tidak jarang melakukan hal-hal yang cukup ekstrim, cukup gila dan lumayan membingungkan jika dipikirkan lagi ketika seseorang anak muda memperjuangkan cinta. Untuk mendapatkan cinta, untuk terus dapat mencintai, dan diterima untuk sebuah pengakuan dan mendapatkan identitas yang memuaskan dari cinta.

Namun apakah semua itu, pada akhirnya memberikan Anda kepuasan? 

Apakah Anda benar-benar dapat melihat makna hidup yang pada akhirnya hanya menjadi mayat dari semua itu? 

Bagaimana dengan orang-orang terdahulu Anda, mereka berkata apa tentang cinta romantis? 

Baca Juga: Kata bijak Kristiani

Apa sih yang dicari manusia yang sebenarnya? Semua ini akan kita bahas dalam setiap renungan.

Masa muda, masa di mana banyak dari kita mulai mencari kesenangan, penerimaan, lebih jauh lagi dari itu semua. Kita sedang mencari identitas kita sebagai seorang manusia. Mengapa kita melakukan hal ini, apakah karena kita tidak dewasa? 

Mengambil pembelajaran penting untuk dapat mengenal diri kita dan melihat permasalahan pokok semua umat manusia dari sudut pandang Alkitab. Yang memberikan kepada kita gambaran yang utuh tentang realitas dunia, di mana Anda dan saya sekarang berada.

Setiap renungan yang saya tulis, pastinya berpusat pada Injil, jadi akan sangat berbeda dengan renungan-renungan yang biasanya yang Anda baca. Di mana hanya memberintahkan Anda melakukan ini dan itu dan untuk mendapatkan ini ketika melakukan itu. 

Penekanan utama saya adalah dosa dan karya keselamatan,  inilah Injil, yang Alkitab kabarkan. Ketika Anda membaca setiap  renungan yang saya tulis. Dua hal yang akan terjadi dalam hidup Anda, karena saya sangat yakin, ketika INJIL yang murni disampaikan. Seseorang yang mendengarkannya, tidak akan sama lagi dengan dia yang sebelumnya. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16-17).

  • Pertama, Anda menolak Injil dan Anda akan tetap menjadi tuhan atas diri Anda sendiri karena Anda rasa. Yesus tidak berhak menjadi pemilik hidup Anda. Jika Anda Kristen, Anda tidak akan meninggalkan Agama Anda, tetapi Anda tidak menerima Yesus sebagai TUHAN Anda. Dan Anda akan terus terbanyang Injil dalam kehampaan. Karena pengejaran yang fana dan menyedihkan, hal itu memperbudak Anda.
  • Kedua, Anda berduka karena dosa-dosa Anda, Anda bertobat, dan Roh Kudus bekerja dalam hati Anda sehingga Anda berpenyerahan kepada Ke-Tuhanan Yesus. Sehingga Anda berkata, hidup saya bukan lagi saya tetapi Yesus yang hidup dalam saya.

Rekan-rekan pemuda, mari kita bersama-sama mengenal Kristus. menikmati dan melihat keindahan Injil. Terpenting dari semua itu adalah menemukan kehidupan kita, identitas sejati yang hanya ada di dalam Injil. Ketika Injil menjadi gaya hidup Anda, meresap ke dalam hati dan pikiran Anda. 

Renungan Untuk Pemuda Masa Kini Saat Teduh Tentang Kehidupan dan Injil Kristus

1. Untuk apa saya hidup?

Pertanyaan kedalaman diri manusia inilah yang akan kita bahas di poin yang pertama ini; 

I Korintus 3:19 (TB) Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: “Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.”

Anda dan saya tidak lebih dari debu dan abu, masa muda Anda akan segera berlalu, masa menyenangkan seolah tidak pernah terjadi. Semua hanya meninggalkan bekas, semacam kenangan yang hilang lenyap dan tidak didapati ulang. Kita semua akan menjadi tua dan mati.

Terkadang kita merindukan semua kenangan masa muda. Tetapi, baiklah, Anda sekarang sedang menjalani masa muda Anda, masa remaja Anda. Namun pada waktunya Anda akan melihat bahwa apa yang Anda jalani sekarang akan berlalu begitu saja.

Masa remaja saya berlalu, saya bertanya kepada diri saya sendiri. Mengapa begitu cepatnya semua masa ini berlalu, mengapa saya seolah-olah tidak pernah hidup di masa itu, di mana saya dulu pernah bersenang-senang. Sekarang saya memikirkan hal-hal yang dulu yang tidak pernah saya pikirkan.

Untuk apa saya hidup? Bagaimana masa yang akan datang menjadi lebih menyegarkan? Ketika saya mati nanti apa yang akan terjadi? Yaa, saya tidak tahu Anda memikirkannya atau tidak, namun setidaknya saya yakin Anda memikirkannya juga. Anda bercita-cita, Anda menginginkan sesuatu yang indah dan sesuatu itu memuaskan Anda. 

Tetapi, sayangnya dunia di mana Anda tinggal sekarang tidak sedang baik-baik saja, Alkitab memberitahukan kita, bahwa dunia sedang berjalan menuju kebinasaan. Sehingga pada akhirnya tidak ada yang dapat Anda dan saya harapkan dari dunia ini, kemegahan dan keindahan yang sebenarnya telah tercampur dengan dosa. Artinya yang ada hanya kematian kekal di dalam dosa terpisah dari kemuliaan.

Itu mengapa jika Anda memperhatikan dan jujur kepada diri Anda sendiri. Anda tidak pernah menemukan kepuasan sejati, dari apa yang Anda kejar. Anda segara bosan berpacaran, Anda segera bosan dengan barang yang baru saja Anda beli. Anda segera bosan dengan segala aktifitas Anda. Kehidupan seolah tidak ada artinya.

Mungkin di antara kita, ada yang belum mengalaminya, namun, penderitaan, kesusahan, kekacauan pemikiran, kegalauan, bahkan frusrasi. Cepat atau pun lambat akan menghampiri Anda. Lalu Anda berkata, "mengapa saya mendoakan yang tidak baik."

Saudaraku, saya sedang menuliskan untuk Anda dapat melihat realitas, mempersiapkan diri untuk masa sukar. Bukan Ber-HALU (halusinasi), kebohongan, dusta, dan seruan masa depan berpengharapan seperti yang Anda rindukan sesuai dengan standar dunia yang menuju kebinasaan. Namun realitasnya kesukaran hidup di dunia yang telah ada dalam cengkraman dosa tidak bisa Anda dan saya hindari.

Saya tidak mau Anda hidup dalam kebohongan demi kebohongan dunia, saya sedang mengajak Anda melihat sisi gelap dari dunia, sisi gelap di mana Anda sekarang nyaman dengan masa muda remaja Anda. Atau mungkin Anda yang sekarang memang ada di sisi gelap itu dan mengalaminya. Maka ada kabar baik untuk Anda yaitu Injil Yesus Kristus. 

Kesusahan, yang akan membuat Anda bertanya, apa makna hidup, untuk apa saya ada sekarang? Tuhan tidak baik, apalah Ia tidak mengasihi saya. Setiap kita adalah manusia yang terbatas, Anda harus menyadari ini, pikirkan ini dan rasakan keterbatasan Anda.

Lalu mari kita perhatikan 1 Korintus 3:23 (TB) “Tetapi Kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” Paulus menjelaskan kepada Gereja yang ada di Korintus pada waktu itu, bahwa mereka adalah milik Yesus. Ini memberitahukan Anda dan saya bahwa kita adalah milik Yesus, jika Anda mengaku sekarang Anda orang Kristen. Yang artinya pengikut Kristus, murid-murid Yesus.

Ayat-ayat berikut juga dapat meneguhnya, (Roma 1:6, 7:4, I Korintus 7:22, 15:23, 10:7, Galatia 2:4, 5:24) dsb. masih banyak lagi ayat lain yang akan memberikan kepada Anda pengertian kehidupan di mana kita adalah milik Yesus, inilah inti dari keselamatan Kristen.

Saya mengajak Anda untuk secara serius memikirkan identitas Anda, siapa Anda, apa tujuan sejati Anda dan bagaimana seharusnya Anda hidup. Dan di sanalah kepuasan, kepenuhan, dan kenikmatan sejati. Ketika Kristus menjadi pusat hidup Anda.Yohanes 1:12 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yesus).

Kekristenan pada dasarnya bukanlah aturan yang di mana Anda harus melakukan ini dan itu, ini salah dan ini tidak salah dengan tujuan. Agar Anda tidak masuk neraka. Ini bukan Kekristenan, ini bukan ajaran Kristus, ini bukan apa yang Alkitab ajarkan. 

Kekristenan adalah Anda dihidupkan dari kematian dosa untuk hidup dalam Yesus (Efesus 2:6), sehingga Anda menjadi anak Allah untuk melakukan rancangan Allah, menikmati kemuliaan Allah dan hidup dalam kepuasan yang di dalam Pribadi Allah, karena Anda menyembah Dia.

Kekristenan adalah tentang Kristus yang menebus Anda dari dosa, membebaskan Anda dari hukuman dosa untuk hidup menjadi milik-Nya. Hidup menyembah Dia dan melayani Dia dalam keindahan dan kepuasan sejati. Inilah tujuan hidup manusia yaitu Yesus Kristus.

Saya harap Anda tetap fokus untuk membaca renungan ini, berdiam dirilah jika mulai tidak fokus dan bacalah perlahan. Karena ini sangatlah penting, karena saya akan menjelaskan kepada Anda inti dari Kekristenan yang ada Injil, Kabar baik, artinya ini menyenangkan, keindahan, kenikmatan dan kebenaran. Bukan imajinasi tetapi realita.

2. Ketika manusia adalah milik dosa 

Dunia berkata kepada Anda, bahwa Anda tidak bertanggung jawab pada siapapun, kecuali diri Anda sendiri. Diri Anda adalah milik Anda sendiri. Budaya modern menyesatkan kita, agar kita hidup untuk diri sendiri dan memikirkan diri untuk sebuah kebebasan. Tetapi semua definisi dari apa yang dunia tawarkan dan buah yang ia hasilkan adalah perbudakan, perudakan dosa sangat erat kaitannya dengan diri Anda yang menjadi milik Yesus.

Ketika Anda ada di dalam dunia, Anda tidak serta merta menjadi milik Yesus, Anda orang Kristen dari lahir. Orang tua Anda seseorang yang melayani, tetapi tidak serta merta, Anda mengenal Yesus dan Yesus menjadi pemilik hidup Anda. Dan Anda dapat melihat Yesus sebagai satu-satunya yang berharga. Anda harus dihancurkan dan mati di dalam segala cita-cita, disalibkan bersama Kristus.

Saudaraku, kemerdekaan adalah kebebasan untuk melakukan apa yang menjadi tujuan kehidupan. Tujuan suatu bangsa adalah pendidikan, kesejahteraan, yang di mana dipimpin oleh bangsa itu sendiri. Begitu juga dengan kehidupan. Kita hidup untuk menyembah, diciptakan untuk Allah, untuk taat dan melakukan kebenaran berdasarkan kebenaran Allah. 

Dasar dari kebenaran adalah Allah, kebaikan, kasih dan hidup yang puas hanya ketika Allah bersama dengan Anda dan Anda bersama dengan Dia. Namun, dosa membuat kita terpisah dari Allah.

Saya harap Anda menyadari, bahwa kehidupan Anda sekarang  tanpa Kristus adalah kematian (Efesus 2:1). Kematian kekal yang mengerikan, akibat dosa begitu serius. Ketika dosa masih menjadi tuan kehidupan Anda, Anda sangat mencintai dosa.

Inilah permasalah utama kita dosa-dosa kita, kecenderungan hati, kebiasaan diri, cinta kita adalah dosa. Pemberontakan kepada Allah dan tidak mau taat kepada Allah, kita lebih suka mengatur diri sendiri yang pada akhirnya membawa Anda dan saya pada perbudakan dosa. Dosa yang memegang kendali diri kita.

Baca Juga:

Perbudakan, penyembahan berhala, kematian kekal itulah yang layak Anda dan saya terima. hanya layak untuk binasa masuk neraka. Saya tidak sedang berbicara tentang neraka di mana Anda bersama setan yang menyiksa Anda, memotong Anda dan memutilasi Anda, tidak. Ini bukan yang Alkitab ajarkan.

Neraka adalah keterpisahan dari Allah, Anda tidak menjadi milik Allah dan Allah tidak menjadi milik berharga Anda. Kita tidak menyembah Allah, tidak melakukan apa yang Allah kehendaki-Nya. Inilah kondisi Anda di dalam kebinasaan itu, kebinasaan di dunia yang di mana ada waktu untuk kita dapat menerima cinta romantis yang sejati di dalam Kristus. 

Ada seruan pertobatan diserukan para penginjil, para pengkotbah, para Gembala sidang dan para Guru rohani. Itu mengapa saya sangat sedih ketika mimbar Gereja tidak lagi ada Injil dan seruan pertobatan. Karena dosa bukanlah hal yang main-main, ini adalah keseriusan, kecintaan pada dosa, rasa nyaman di dalam dosa adalah keterpisahan dari TUHAN. Keterpisahan ini adalah kebinasaan kekal.

3. Menjadi milik Yesus inilah Injil

Keterpisahan dari TUHAN, merupakan murka TUHAN, artinya penghukuman kekal karena tidak mempercayai Allah yang untuk Dialah, Dia menciptakan kita. Manusia tidak dapat datang, bukan hanya  tidak dapat, tidak mau, tidak bisa, dan tidak pernah mencintai Allah yang kekal dan berkuasa. Manusia tidak kudus, sehingga yang dapat ia sembah adalah ketidakkudusan, berhala hasil buatan tangannya. Gunung, binatang, patung, pohon, semua hal yang tidak mengendalikannya. Itulah yang menjadi kecenderungan manusia untuk ia sembah.

Anak-anak muda menyembah kesenangan, pornografi, minuman keras, kekerasan, pembullyan, dan masih banyak lagi. Di mana di sanalah mereka menempatkan indentitas mereka. 

Beberapa anak-anak muda yang rohani, menyembah keberhasilan, menyembah kekasih mereka, menyembah pendidikan mereka, menyembah orang tua mereka dan menyembah aktifitas pelayanan mereka. 

Dengan dalih saya sedang melayani TUHAN. Pertanyaan saya, apakah benar Anda mencintai Yesus, beberapa besar hati Anda diubahkan oleh Injil, bagaimana Injil dapat berdampak bagi perubahan cara berpikir dan cara Anda merasakan. Sehingga Anda dapat berkata, "bukan lagi tentang saya tapi tentang Yesus."

Tetapi Puji TUHAN, Kristus Tuhan manusia sejati yang mati disalibkan, di atas kayu salib karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus. Dia menerima murka kekal Allah, Dia terpisah dari Allah Bapa. Dia mencurahkan darah-Nya, sehingga kita di dalam Dia dikuduskan untuk menjadi milik-Nya.

Saudaraku, kebenaran kita, kekudusan kita, kebaikan sejati yang ada di hati kita yang telah diubahkan adalah karena Kristus yang ada di dalam kita, karena Kristus telah mati di kayu salib untuk menebus kita dari kutuk dosa. Penyaliban Yesus merupakan kebebasan kita dari perbudakan dosa. 

Untuk sampai pada tujuan kita diciptakan yaitu meyembah satu-satunya Allah yang benar, melayani Allah yang benar, dan melakukan apa yang menjadi visi Yesus tujuan Yesus untuk kehidupan Anda dan saya (Efesus 2:10, Matius 28:19-20).

Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, hidup itu ada dalam anak-Nya, barang siapa memiliki Anak Ia memiliki hidup barang siapa tidak memiliki Anak tidak memiliki hidup. Tujuan kita hidup adalah menjadi milik Yesus. Di sinilah makna sejati hidup itu, di mana Anda dapat mengerti dan memahami dan menikmati ketika Yesus menjadi milik Anda dan harta berharga Anda sampai selama-lamanya.

Saudaraku, saya tidak akan berkata kepada Anda percayalah kepada Yesus maka Anda akan masuk sorga. Tidak akan. Tetapi saya membawa Anda untuk merenungkan ini dengan akal sehat oleh kuasa Roh Kudus, Anda mendapatkan pengertian, membawa Anda untuk mendalami apa yang Alkitab katakan dan bertanyalah kepada diri Anda dan TUHAN dalam doa dan keraguan Anda mungkin.

  • Apakah benar saya diciptakan untuk TUHAN?
  • Jika bukan untuk TUHAN diri saya, lalu untuk apa saya diciptakan?
  • Jika sesuatu di dunia dan untuk itu saya diciptakan mengapa saya bosan hidup dunia?
  • Bagaimana Saya bisa mengerti arti dari cinta sejati yang Yesus nyatakan untuk saya?

Saya mohon kepada Anda untuk membuka Alkitab Anda bacalah Efesus pasal 1-2 dan doakan bacalah perlahan doakan setiap ayat untuk Anda dapat mengerti.

Pertanyaan apa yang muncul di pikiran Anda dan doakan itu di dalam nama Yesus. Bacalah Alkitab dan berdoalah untuk pengertian yang mendalam dari TUHAN untuk mengerti apa yang Alkitab beritakan kepada Anda. Roh Kudus memampukan Anda.

4. Injil Yesus Kristus selamanya relevan

1 Konrintus 3:20 (TB) Dan di tempat lain: “TUHAN mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia.

Dulu, ketika awal kehidupan saya, saya sangat mengagumi segala cita-cita saya, angan-angan saya, kehidupan yang menjadi mimpi saya dan bagaimana kehidupan saya akan saya jalani sebaik mungkin. Saya akan menjadi orang baik, ayah yang baik, suami yang baik. Dan tinggal di rumah yang baik, saya tahu apa yang akan saya kerjakan. Sembari saya akan melayani Tuhan.

Saya telah  memperhitungkan, saya akan menyelesaikan perkuliahan STT saya dan melayani di sebuah Gereja lokal dan mengambil satu Wanita pada semester 5 untuk menjadi calon istri saya. Tentunya di STT di mana saya berkuliah. Saya memperhitungkan segalanya dengan baik. Saya belajar untuk bisa berkotbah, saya belajar bermain gitar untuk bisa melayani.

Saya akan dengan bangga menceritakan cita saya dan tidak jarang meremehkan setiap orang yang samasekali tidak memiliki cita-cita ke depan. Saya bahkan bingung pemikiran mereka sangatlah sempit. Yang ada di pikiran saya hanyalah masa depan yang berpengharapan, pelayanan yang indah, kehidupan yang ideal seperti yang saya mimpikan.

Namun, ketika melihat apa yang Alkitab ajarkan. Sangkai diri Anda artinya sangkal cita-cita Anda, sangkal apa yang baik dan benar menurut Anda. Dan hiduplah di dalam Yesus mengikut Yesus dan taat hanya kepada Yesus. Pada realitanya seperti yang Paulus jelaskan. Hikmat kita adalah sia-sia. 

Ketika Anda membaca, kitab Pengkotbah, Anda akan mengerti betapa fana dan tidak beratinya kehidupan dan segala hal yang ingin Anda capai. Kehidupan modern menuntut kita untuk hidup individualis, kita di bawa pada jenis kehidupan yang mementingkan diri “saya.” Saya sering mendapatkan nasehat untuk terus memikirkan diri sendiri, bagaimana diri dapat mencapai masa depan dan cita-cita.

Pertanyaan saya kepada Anda yang memiliki cita-cita. Bagaimana jika cita-cita Anda tidak tercapai? Bagaimana jika Anda mengalami celaka, bagaimana jika ada satu kejadian yang mengubah semua itu dan menjadikan Anda seperti orang bodoh. Seperti yang saya telah jelaskan di awal. Kita ada di dunia yang berdosa, dunia yang sedang menuju kebinasaan. Cita-cita terbaik dan kesuksesan terbaik di luar Yesus adalah kutukan dan kebinasaan kekal.

Banyak para Pengkotbah berkotabah kepada Anda, untuk menemukan tujuan hidup, gapai cita-cita Anda. Lewatilah Proses dan capailah kesuksesan. Temaku, kawanku, saudaraku. Siapa pun Anda yang membaca tulisan ini. 

Saya tegaskan, kehidupan kita terlalu fana untuk memikirkan cita-cita kita, kehidupan sangatlah sementara untuk memikirkan sukses sesuai dengan standar dunia. Dan kehidupan kita tidak diciptakan untuk semua tujuan kita yang sangat-sangat bertentangan dengan tujuan Allah, tujuan Kristus menebus kita dengan darah yang mahal.

Jujur saya sangat sedih, ketika anak-anak muda tidak menerima Injil, tidak mendengarkan Kristus untuk mengabarkan Kristus dan menikmati Kristus dan hidup untuk melayani Kristus. Apapun pekerjaan Anda. Melayani yang saya maksud adalah membawa orang lain yang mati rohani kepada Kristus untuk masuk ke dalam kehidupan Kristus. Inilah Injil, tugas untuk kita dari Injil dan kehidupan yang dipuaskan di dalam Kristen Anda yang tidak terjebak dengan cara dunia.

Beberapa hamba Tuhan berusaha untuk mengabarkan Firman Tuhan agar relevan dengan kehidupan modern anak muda saat ini. Agar kesuksesan menjadi bagian dari anak muda. Berusaha mencari apa yang menjadi permasalahan dan bagaimana menyelesaikan permasalah tersebut. Ini semua agar anak muda hidup lebih baik dan sukses. Ini kacau, ini sesat ini tidak Alkitabiah. Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang mati untuk sebuah cita-cita dan mengambil cita-cita Kristus menjadi cita-cita Anda.

Anak-anak muda, harus mendengarkan Injil, permasalah anak muda maupun orang dewasa adalah dosa yang ada di dalam diri mereka. Diri kita. Ini adalah permasalahan klasik yang diturunkan oleh Adam dan Hawa kepada kita, kita ingin menjadi tuhan atas diri kita sendiri. Kita ingin bebas dan hidup seenaknya.

Lalu kita bercita-cita untuk hidup sesuai dengan standar dunia, kemegahan dunia. Kita berdoa untuk mendapatkan pasangan hidup untuk kepuasan kita dan hidup hanya untuk di dunia yang fana dan berusaha puas dengan kefanaan. Kita tidak diciptakan untuk semua ini, kita diciptakan untuk menyembah Tuhan.

Injil tetap relevan sampai hari ini, Injil Yesus Kristus adalah jawaban dari semua masalah Anda dan saya anak-anak muda. Yesus yang disalibkan itulah yang harus menjadi pusat dari kehidupan Anda yang harus selalu direnungkan setiap hari, setiap saat, selalu, selalu dan selalu.

5. Yesus yang disalibkan

Injil adalah tentang Allah yang datang kepada manusia dan mencari manusia ketika manusia telah jatuh dalam dosa (Kejadian 3:9). Pada realitanya hak manusia adalah kebinasaan kekal. Pengertian neraka yang salah adalah ketika kita memikirkan setan yang memutilasi, menyiksa manusia setelah manusia itu mati. Ini tidak Alkitabiah.

Neraka/kebinasaan kekal adalah kelahiran seorang anak ke dunia, baik itu Anda, saya, anak lainnya. Tanpa kelahiran Baru. Ketika manusia tidak pernah menyembah TUHAN, melayani TUHAN, menikmati keindahan TUHAN, tidak taat berserah kepada TUHAN. 

Kelahiran Baru hanya ada di dalam Kristus. Itu mengapa Injil harus diberitakan kepada manusia yang tidak pernah lahir baru walaupun ia beragama Kristen sekali pun dan mereka setiap minggu duduk di bangku.

Keselamatan, pembenaran, dosa yang diampuni terbit bagaikan terang yang datang setelah malam hari. Hanya kita temukan ketika kita memandang kepada salib Yesus, ini adalah definisi cinta romantis itu, Yesus karena kasih yang begitu besar kepada para pendosa besar. 

Kita memandang, karena kita percaya kepada Dia yang disalibkan, Dia menebus dosa-dosa kita. Yesus yang disalibkan, ini bukan hanya sekedar menerima hukuman salib dan cabikan daging yang ia derita oleh karena siksaan para algojo Romawi. Upah dosa adalah maut, maka Anda seharusnya sadar bahwa Yesus menerima maut, murka Allah Bapa yang kekal, kengerian dari siksaan, kekosongan dan keterpisahan. 

Ini lebih dari rasa Frustasi yang biasa Anda dan saya alami, ini benar-benar rasa frustasi yang mengerikan. Yesus berteriak, “Allah Ku Allah Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku.” Kesakitan keterpisahan dari Allah adalah hukuman salib, semua dosa, kebusukan, kebejatan, kejahatan, Anda dan saya. Ditimpakan kepada Yesus di atas kayu salib.

Ketika Anda bertobat, ketika Anda memandang kepada Yesus dan percaya kepada Dia. Hal ini kiranya menyadarkan Anda, tidak peduli sebaik dan sehabat cita-cita Anda untuk menikmati dunia. Tidak peduli Anda seseorang yang palin agamawi. 

Tanpa diri Anda menjadi milik Yesus yang disalibkan itu, tanpa Anda melihat keindahan salib, terkagum dan menyembah Yesus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus di dalam Yesus (Yohanes 3:50). 

Mungkin Anda bertanya bagaimana saya dapat menjadi milik Yesus? hal terpenting dari semua ini, adalah iman, penyerahan dan ketaatan. Semuanya tidak terpisahkan. 

Roh Kudus yang bekerja di dalam hati yang mati, pikiran yang berdosa di ubahkan untuk memikirkan Kristus dan kasih karunia-Nya. Semua ini hanya kuasa Allah yang dapat melakukannya. 

Bukan berdasarkan apa yang telah Anda kerjakan, tetapi berdasarkan apa yang Kristus kerjakan di atas kayu salib, dan itu sempurna.

Karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usaha manusia tetapi pemberian Allah, jangan ada yang memegahkan diri. Barangsiapa ingin mengikut Yesus, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Yesus. Kuk yang Yesus pasang sangatlah ringan, pikullah itu dan datanglah kepada Yesus karena Ia lemah lembut dan berbelas kasihan (Matius 10:38, Lukas 9:23, Efesus 2:8-9, Matius 11:29).

6. Sahabat di mana dapat berdiam 

Saudaraku di dalam Yesus, kita menemukan tujuan hidup yang baru yaitu tujuan Kristus. Hidup kudus dan mematikan kecenderungan berdosa. Hidup yang mengejar Kristus. Kita tetap berada di dalam daging yang mencintai dosa. Namun, kita ada kehidupan baru (2 Korintus 5:17), dalam Roh yang baru dari Allah, Roh Kudus yang beserta kita setiap saat.

Saudaraku, anak muda, ketika Kristus menjadi Tuhan Anda, Anda telah menemukan sahabat, di mana Anda dapat besuka dalam cinta yang sejati. Merenungkan Injil setiap hari, berkotbah kepada diri sendiri tentang bagaimana Kristus sangat mengasihi Anda dan Anda di mampukan untuk mengasihi Dia.

Di dalam kasih karunia, keindahan, kebenaran, dan sukacita Kristus manjadi semakin nyata. Ini adalah sukacita karena adanya damai sejahtera Kristus. Di dalam diri-Nya, pribadi-Nya yang Ia berikan untuk kita sebagai ganti kita, di sanalah kita menemukan Dia dalam segala dekapan kasih. Seperti seorang  anak yang hilang, disambut oleh seorang ayah.

Baca Juga:

Baiklah kita mengkotbahkan Injil kepada diri sendiri setiap saat. Ketika saat teduh, bacalah Alkitab untuk mengenal Kristus. Ketika berdoa, bedoalah untuk sebuah hastrat untuk semakin menginginkan Dia dan mengwujudkan setiap kehendak-Nya menjadi kehidupan yang sejati di dalam Dia. Mazmur 103:5 (TB) "Dia yang memuaskan hastratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti buru rajawali."

Ingatlah kepada Allah pada masa muda, datanglah dalam kerendahan hati dengan pengakuan dosa. Pengkotbah 12:1 (TB) Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekar tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"

Inilah kehidupan pemuda dan Injil, di mana Kristus sebagai pusat kehidupan. Dalam pendidikan, pekerjaan, keluarga, dan asmara. apakah semua itu, membawa Anda semakin mengenal Kristus dan bagaimana Kristus menjadi pemilik semua itu dan Dia menjadi yang utama dalam hidup Anda. Bagaimana Kristus satu-satunya, harta berharga sampai akhirnya kepuasan itu terwujud ketika Anda bertemu muka dengan Dia. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Untuk Pemuda Kristen Masa Kini Saat Teduh Tentang Kehidupan dan Injil Kristus"