Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 7:9-10 Saat Teduh Tentang Memandang Kepada TUHAN

Renungan Mazmur 7  9 – 10 Saat Teduh Tentang Memandang Kepada TUHAN

Judul Renungan; Memandang Kepada Allah

Ayat Alkitab Mazmur 7:9-10

Mazmur 7:9-10 (TB) TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku iklas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.

Melihat Allah yang baik, maka akhirnya kita akan menemukan bahwa diri kita adalah pendosa. Dan layak untuk binasa, apakah ada kebenaran yang sesuai dengan standar Tuhan yang dapat hadir dalam  diri Anda dan saya. ketika pertanyaa ini dipertanyakan kepada banyak orang, saya terlampau yakin. Akan begitu banyak yang menjawab bahwa mereka adalah orang yang berdosa, walau pun dosa-dosa mereka kecil. Dan mungkin saja Allah dapat mengampuni dosa tersebut.

Tetapi faktanya, kesempurnaan Allah yang baik, di dalam (11-12) bahwa Allah adalah Dia yang murka setiap saat. Kejahatan manusia bukanlah sekedar apa yang ia lakukan. Lebih dari itu, manusia telah memberontak, manusia yaitu Anda dan saya pada dasarnya tidak menginginkan Allah.

Kutipan dari perkataan Paul Washer bertikut akan sangat mencerahkan Anda dan saya tentang kita, tentang Anda dan saya, “hampir semua orang ingin pergi ke surga. Mereka hanya tidak ingin Tuhan ada di sana, ketika mereka tiba.” Ketika Anda berkata bahwa Anda percaya kepada Kristus untuk diselamatkan (masuk surga). Sehingga yang menjadi keinginan Anda adalah keselamatan, maka pada saat itulah yang menjadi esensi dari keselamatan itu telah salah.

Anda hanya menjadikan Yesus alat untuk memberikan apa yang Anda inginkan. Tanpa ada rasa dan keinginan dan cinta kepada Yesus, sehingga yang Anda inginkan adalah keselamatan bukan Yesus, hal ini sangat mengerikan. 

Tawaran keselamatan yang menjadikan Yesus alat untuk keselamatan adalah kesesatan yang merusak iman Kekristenan, menjadikan Kekristenan kita dangkal dan tidak pernah benar-benar menikmati ap aitu keselamatan yang sejati.  Keselamatan sejati adalah Yesus Kristus, bukan masuknya Anda kesurga. 

Keselamatan sejati adalah salib yang telah menjadikan Yesus hina karena dosa-dosa Anda dan saya. keselamatan sejati adalah perubahan hati dan cara  pandang, perubahan keinginan dan kehidupan yang benar-benar mencintai Yesus saja dan memandanga kepada Dia sampai akhirnya kita bersukacita bertemu muka dengan Dia.

Bagaimana seharusnya kehidupan Kristen kita, ketika pusat dari pandangan kita adalah Allah itu sendiri. memikirkan Dia dan merasakan kasih karunia-Nya. Kita akan mempelajari 2 poin, tentang memandang kepada Allah, sama seperti Daud yang memandang kepada Allah baiklah Anda dan saya terus menerus memandang kepada Allah.

Pertama memandang kepada Tuhan, berarti percaya kepada Dia yang adil. Dan yang kedua, memandang kepada Tuhan berarti memberikan diri untuk diselidiki oleh Allah, hingga kedalaman hati.

 Renungan Mazmur 7 : 9-10 Saat Teduh Tentang Memandang Kepada TUHAN

1. Percaya kepada Allah yang adil

Ketika Anda mempelajari Alkitab dengan baik dan dengan tujuan untuk mengenal sifat-sifat Allah, karakter Allah, Dia dengan jelas memperkenalkan sifat-Nya melalui Alkitab. Maka Anda akan menemukan satu sifat, yaitu keadilan Allah, Perjanjian Lama dengan jelas memberitahukan kita.

Bahkan ayat-ayat, yang menjadi dasar renungan Anda dan saya saat ini, sedang memberitahukan kepada kita, bahwa Allah adalah Hakum yang sejati, karena keadilan hanya ada pada-Nya. Dia tidak pernah tidak adil, karena Dialah Sang Keadilan itu sendiri. 

Lalu mengapa kita harus mengenal Allah yang adil.

Pertama, kita bersukacita karena semua kegeraman atas dosa, pada akhirnya akan Allah sendiri selesaikan. Karena keadilan Allah bukanlah keadilan tanpa kuasa, ini adalah keadialan dengan kuasa penuh. Dia pemilik kehidupan, Dia pencipta, Dialah yang layak untuk menghukum dan memberikan pengampunan.

Kedua, Anda dan saya mendapatkan kasih karunia, tanpa keadilan maka kita akan dikasihi namun tetap ada dalam dosa. hal ini mengerikan, betapa mengerikannya kasih tanpa keadilan, tanpa kekudusan, tanpa kemuliaan dan tanpa adanya didikan bagi pendosa.

Tanpa adanya keadilan maka tidak akan aka nada penghukuman bagi para pendosa, artinya yang lemah tetap tertindas. Kasih yang tanpa kegeraman pada dosa adalah kasih yang benar-benar cacat dan tidak berguna. Kasih yang demikian justru membinasakan, kasih yang demikian adalah kasih yang merusak dan tidak berguna sama sekali.

Saudaraku, betapa keadilan sangatlah sempurna di dalam Allah, baiklah Anda dan saya memuji Dia karena keadilan-Nya, karena Dia yang melihat pendosa dan layak untuk membinasakan mereka. Keadilan Allah pada akhirnya yang akan menjadikan baru dunia ini, karena keadilanlah, maka adanya belaskasihan bagi yang tertindas. 

Keadilan Allah membela orang kudus yang menderita, keadilan Allah yang menyelamatkan orang yang dijilati boroknya dan didudukan di pangkuan Abraham. Dan membinasakan orang yang kaya raya selama hidupnya (Lukas 16:22-23). Dan karena keadilan Allah maka pada akhirnya Ia turun ke dunia untuk menegakkan keadilan-Nya melalui salib, di mana diri-Nya sendiri menerima keadilan akibat dari dosa semua umat-Nya. 

Keadilan dan kasih Allah tidak dapat dipisahkan, ini adalah satu kesatuan yang harus  kita mengerti tentang sifat Allah, tentang Allah yang ada di Perjanjian Lama dan sampai hari ini Ia tetap sama. Ia sempurna dalam keadilan dan kesih-Nya. Saudaraku, Allah yang Anda dan saya sembah, memang layak menerima segala pujian dan kehormatan dari kita, karena Dia telah menguduskan kita dan menerima kita karena Yesus yang telah disalibkan itu. 


2. Memberikan hati untuk diselidiki oleh Allah yang adil

Ini adalah puncak terpenting dari Kekristenan Anda dan saya, ini adalah poin yang harus menjadi pergumulan Kekristenan kita setiap hari, setiap saat dan dalam waktu-waktu yang singkat saat ini, Dialah yang harus menjadi pemilik hati dan pikiran kita.

Kita masih hidup dalam daging yang binasa, darah dan daging di mana tempat Anda dan saya berdosa, kita menjadi pendosa yang mati dalam dosa Adam. Dengan darah dan daging, jiwa yang mati tanpa Kristus adalah jiwa yang binasa. Demikianlah adanya.

Tetapi puji Tuhan, Injil memberikan kepada kita harapan, bukan hanya harapan;

Efesus 2:4-7 (TL) Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat-Nya, maka sebab besar kasih-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita, tatkala kita mati ileh sebab kesalahan kita, seudah  menghidupkan kita beserta dengan  Kristus (maka dari sebab anugerah-Nya kamu diselamatkan, dan di dalam Kristus Yesus Ia sudah membangkitkan dan mendudukkan kita beserta dengan Kristus itu di surga, supaya pada segala masa yang akan datang kelak Ia menunjukkan kelimpahan anugerah-Nya yang amat sangat dengan kemurahan-Nya kepada kita di dalam Kristus Yesus.

Kita yang mati di dalam dosa, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Yesus, dengan jelan inilah kita dimampukan untuk menyerahkan kehidupan kita menjadi milik Yesus, sebab ketika Anda dan saya ada di dalam Yesus, kita hidup dengan hidup yang baru. Kita hidup untuk Yesus yang disalibkan, Dia yang telah menyelamatkan kita dari dosa. dengan jalan menjadikan diri-Nya sendiri dosa, dengan jelan menjadikan diri-Nya sendiri hukuman dosa. 

Ia yang hidup benar, taat dan tidak pernah mengecewakan Allah Bapa, tetapi karena kasih karunia. Ia telah memberikan semua kebenaran, ketaatan-Nya dan Dia mengirimkan Roh Kudus untuk memampukan kita hidup di dalam Kristus terus menerus dan memberikan kehidupan kita sepenuh-Nya menjadi milik Kristus.

Hanya ketika kita benar-benar di dalam Kristus, maka Anda dan saya tidak akan pernah nyaman lagi dengan dosa. Kita terus bertobat, kita terus berdoa sehingga Allah saja yang menyelidiki hati dan pikiran kita, kita terus hidup dalam perjuangan untuk mematikan dosa di dalam diri, kita terus bergumul untuk hidup kudus dan mematikan kegagingan.

Dalam aniaya, yang terpenting bagi Kekristenan adalah berkenan kepada Kristus, dalam penderitaan daging yang paling berat. Hidup bagi kemuliaan dan memberitakan kristus adalah tujuan kita, demikianlah hal praktis untuk terus hidup bagi Kristus, memastikan kemurnian hati, untuk selalu benar dan dibenarkan oleh kematian Kristus di kayu salib.

Saudaraku, Permasalahan terbesar Kekristenan adalah kita tidak pernah benar-benar percaya kepada Yesus, kita hanya menempatkan Dia sebagai hiasan Kekristenan kita, dalam praktiknya kita masih berpusat pada diri sendiri. Hal ini terlihat jelas dari kehidupan kita yang tersembunyi. 

  • Bagaimana kita menghabiskan waktu saat sendiri? 
  • Apa yang menguasai hati dan pikiran kita saat sendiri? 

Adakah kesendirian kita, kita berikan bagi Allah yang adil, sehingga keadilan-Nya meresap dalam diri, Ia menyelidiki setiap dosa dalam diri, setiap kesalahan dan kecacatan dalam diri, hati yang menyimpang dan memberontak terhadapa Dia, dan Allah membukakan semua itu untuk menegur kita, mengoreksi kita dan menghancurkan hati kita sehingga kita bertobat.

Baca Juga:

Saudaraku, ini tentang penyerahan diri kepada Allah, melalui Roh Kudus-Nya, baiklah Anda  dan saya terus-menerus ada dalam kasih untuk selalu diselidiki, diperbaharui dan hidup dalam kehidupan baru yang memuliakan Allah saja.

Allah yang mulia, adil dan penuh kasih. Tolong Kekristenanku sehingga aku hidup dalam penyerahan diri. Dan aku selalu jatuh cinta kepada Yesus yang telah di salibkan itu dan telah ditelanjangi. Dia yang memalukan bagi dunia. Untuk menjadikan aku baru, menjadikan aku anak Allah dan terus diselidiki untuk menjadi kudus dan berkenan kepada Allah semesta alam. Melayani Dia dan menikmati Dia dalam kasih dan anugerah yang melimpah. Tuhan mampukan aku yang berdosa ini. Dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 7:9-10 Saat Teduh Tentang Memandang Kepada TUHAN"